tribunindonesia

Posts Tagged ‘OPINI’

Pelabuhan Nasional di Surabaya?

In NASIONAL on 17 April 2009 at 9:07 PM

Majapahit adalah kerajaan besar yang telah membuat penyatuan nusantara yang dilakukan dengan membuat aliansi kerajaan-kerajaan. Pada masa lampau untuk mencapai kerajaan-kjerajaan se-nusantara digunakan alat transportasi berupa kapal laut besar yang mampu menerjang ombak tinggi dan ganas. Majapahit adalah kerajaan pertanian yang terletak di tengah pulau Jawa bagian timur, sama sekali bukan kerajaan pesisir yang menempel di pantai. Lalu dimanakah pelabuhan hebat yang menghantarkan rombongan Mahapatih Gajah mada menuniakan tugas mulianya ?

Baca entri selengkapnya »

Hari Jadi Surabaya Berubah Menjadi 31 Mei

In NASIONAL on 17 April 2009 at 8:57 PM

Menyambut HUT ke 716 Surabaya (4)

 

Oleh: HM Yousri Nur Raja Agam *)

Surabaya memperingati hari jadinya tiap tanggal 31 Mei. Tahun 2009 ini usianya sudah 716 tahun, dengan tanggal kelahiran ditetapkan 31 Mei 1293. 

 

MEMANG, ada pendapat bahwa hari lahir atau hari jadi Surabaya tidak sama dengan usia Pemerintahan Kota Surabaya. Itulah sebabnya, maka petinggi dan tokoh masyarakat Kota Surabaya, awal tahun 1970-an ingin melakukan koreksi tentang Hari Jadi atau Hari Lahir Surabaya.

 

EMPAT ALTERNATIF. Penetapan tanggal ulang tahun kota Surabaya mengalami dua penetapan. Semula 1 April dan berganti 31 Mei yang ditetapkan sebagaimana tanggal keberhasilan R. Wijaya mengusir pasukan Tar-Tar lewat Pelabuhan Ujung Galuh.

EMPAT ALTERNATIF. Penetapan tanggal ulang tahun kota Surabaya mengalami dua penetapan. Semula 1 April dan berganti 31 Mei yang ditetapkan sebagaimana tanggal keberhasilan R. Wijaya mengusir pasukan Tar-Tar lewat Pelabuhan Ujung Galuh.

Dulu acara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya diselenggarakan setiap tanggal 1 April. Sebab pada tanggal 1 April 1906 itulah Pemerintah Kota Surabaya terbentuk. Berdirinya Pemerintahan Kota Surabaya, bersamaan dengan empat kota di Hindia Belanda untuk pertamakalinya di Indonesia. Ke empat kota itu adalah: Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar. Selanjut tiap tanggal 1 April berdiri kota-kota lain di Indonesia.

 

 

Baca entri selengkapnya »

Asal-usul Penduduk Kota Surabaya

In NASIONAL on 17 April 2009 at 8:25 PM

Menyambut HUT ke 716 Surabaya (3) 

 

Oleh: HM Yousri Nur Raja Agam *) 

Surabaya memperingati hari jadinya tiap tanggal 31 Mei. Tahun 2009 ini usianya sudah 716 tahun, dengan tanggal kelahiran ditetapkan 31 Mei 1293. 

Penduduk Surabaya boleh dikatakan berasal dari pendatang. Para pendatang mulai menetap dan awalnya mendirikan perkampungan di sekitar pelabuhan dan pinggir sungai Kalimas anak Sungai Kali Brantas. Lama kelamaan berkembang sampai ke darat. Nama Ujunggaluh pun mulai dilupakan, dan namanya berubah menjadi Surabaya di bawah pemerintahan Adipati Jayengrono. Pusat Pemerintahan Adipati Jeyangrono ini diperkirakan di sekitar Kramat Gantung, Bubutan dan Alun-alun Contong saat ini.

 

TRANSPORTASI PELABUHAN. Ilustrasi sibuknya perdagangan di Pelabuhan Ujung Galuh yang membuat menjadi magnet kedatangan penduduk wilayah lain

TRANSPORTASI PELABUHAN. Ilustrasi sibuknya perdagangan di Pelabuhan Ujung Galuh yang membuat menjadi magnet kedatangan penduduk wilayah lain

 

Ada temuan sejarah yang mencantumkan pada abad ke-15, bahwa waktu itu di Surabaya sudah terjadi kehidupan yang cukup ramai. Tidak kurang 1.000 (seribu) KK (Kepala Keluarga) bermukim di Surabaya. Orang Surabaya yang dicatat pada data itu umumnya keluarga kaya yang bertempat tinggal di sekitar pelabuhan. Mereka melakukan kegiatan bisnis dan usaha jasa di pelabuhan.

 

 

 

 

Baca entri selengkapnya »

Nama Surabaya dari Sura Ing Baya dan Cura Bhaya

In NASIONAL on 17 April 2009 at 8:10 PM

Menyambut HUT ke 716 Surabaya (2)

 

Oleh: HM Yousri Nur Raja Agam *)

Surabaya memperingati hari jadinya tiap tanggal 31 Mei. Tahun 2009 ini usianya sudah 716 tahun, dengan tanggal kelahiran ditetapkan 31 Mei 1293. 

 

 

 

 

MONUMEN SUROBOYO. Monumen pertempuran ikan Suro (Hiu) dan Boyo (Buaya) yang berdiri di pintu masuk kota Surabaya (depan Kebun Binatang Surabaya, red.) dipercaya masyarakat Surabaya sebagai cerita rakyat, yang melahirkan nama kota Surabaya

MONUMEN SUROBOYO. Monumen pertempuran ikan Suro (Hiu) dan Boyo (Buaya) yang berdiri di pintu masuk kota Surabaya (depan Kebun Binatang Surabaya, red.) dipercaya masyarakat Surabaya sebagai cerita rakyat, yang melahirkan nama kota Surabaya

PADA

umumnya, masyarakat Kota Surabaya menyebut asal nama Surabaya adalah dari untaian kata Sura dan Baya atau lebih popular dengan sebutan Sura ing Baya, dibaca Suro ing Boyo. Paduan dua kata itu berarti “berani menghadapi tantangan”. Ada juga yang menyebut berasal dari kata Cura Bhaya atau Curabhaya. Penulisan nama Surabaya pun berubah ejaannya sesuai dengan zaman pemakaiannya. Sebelum ditulis dengan kata Surabaya sekarang ini, pernah pula ditulis: Surabaia, Soerabaia, Seoarabaja dan Surabaja.

 

 

 

Berdasarkan filosofi kehidupan, warga Surabaya yang hidup di wilayah pantai, Sura (Suro) dan Baya (Boyo), menggambarkan dua perjuangan hidup antara darat dan laut. Di dua alam ini ada dua penguasa dengan habitat bertetangga yang berbeda, tetapi dapat bertemu di muara sungai. Dua makhluk itu adalah ikan Sura (Suro) dan Buaya (Boyo).

Baca entri selengkapnya »

Cikal Bakal Surabaya

In NASIONAL on 12 April 2009 at 8:40 PM

Menyambut HUT ke 716 Surabaya (1)

 

 

Oleh: HM Yousri Nur Raja Agam *)

 

Surabaya memperingati hari jadinya tiap tanggal 31 Mei. Tahun 2009 ini usianya sudah 716 tahun, dengan tanggal kelahiran ditetapkan 31 Mei 1293.

 

PENELITI dan beberapa ahli sejarah, mengungkapkan, dulu Surabaya ini adalah muara sungai dan terbentuk oleh gugusan kepulauan. Muara Sungai Kali Brantas dengan anaknya Kali Surabaya masih di Wonokromo. Sedangkan Surabaya sekarang merupakan pulau-pulau kecil yang terjadi akibat lumpur yang hanyut dari letusan Gunung Kelud. Lama-kelamaan lumpur yang terbawa arus air sungai mengakibatkan pendangkalan di muara sungai yang terletak di Selat Madura ini.

Akibat sedimen yang terus bertambah, endapan lumpur semakin meninggi, sehingga selat-selat yang terletak di antara gugus pulau-pulau kecil itu menyempit. Di antara pulau-pulau kecil itu banyak yang menyatu, sementara ada pula selat di antara pulau-pulau kecil itupun berubah menjadi anak sungai atau kali.

Kejadian yang unik itu ditopang pula dengan proses tektonik. Permukaan daratan Surabaya naik 5 sampai 8 centimeter per-abad. Sementara itu daratan atau garis pantai bertambah ke arah laut rata-rata 75 centimeter per-tahun.

 

Berkah Gunung Kelud

 

GUNUNG Kelud memiliki peran dalam kelahiran kota Surabaya

GUNUNG Kelud memiliki peran dalam kelahiran kota Surabaya

Kalaulah Gunung Kelud yang terletak di antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri tidak meletus hampir tiap 15 tahun sekali, mungkin Kota Surabaya ini tidak ada. Atau tidak seperti sekarang ini. Daratan dari Wonokromo sampai Tanjung Perak tidak akan pernah ada. Sebab, terjadinya daratan Surabaya, adalah akibat lumpur kiriman dari letusan Gunung Kelud yang dihanyutkan melalui Sungai kali Brantas.

Baca entri selengkapnya »