tribunindonesia

Posts Tagged ‘KARIR’

Bisnisman Awas Terjerat Prokrastinasi!

In KELUARGA on 27 Maret 2008 at 1:05 AM
Sifat menunda-nunda pekerjaan merintangi Anda dari kesuksesan.

BAGI siapa pun, jalan menuju kesuksesan hidup sebenarnya selalu terbuka.  Mereka yang mau bekerja keras tanpa kenal menyerah dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan biasanya akan relatif mudah meraih kesuksesan.

Namun begitu, ada banyak hal yang dapat merintangi Anda meraih apa yang dicita-citakan.  Salah satu hambatan terbesar mungkin terdapat dalam diri Anda, yang hingga saat ini tanpa disadari sebenarnya telah membelenggu Anda.   Rintangan itu di antaranya adalah kebiasaan menunda-nunda sesuatu pekerjaan atau  dikenal dengan istilah prokrastinasi (procrastination).

Orang yang menunda-nunda pekerjaan ini sebenarnya telah merusak dirinya sendiri.  Mereka menempatkan hambatan pada jalah hidupnya.  Mereka juga memilih pola yang justru merusak kemampuan mereka sendiri.

Menurut dua ahli prokrastinasi, Joseph Ferrari, Ph.D.,  profesor  psikologi dari De Paul University di Chicago, dan Timorthy Pychyl, Ph.D., professor  psikologi dari Carleton University Ottawa,  banyak penyebab yang membuat orang terjerat  kebiasaan buruk ini.   Untuk mengetahuinya, ada 10 informasi penting yang perlu diketahui tentang prokrastinasi.

1.  Sekitar 20 persen masyarakat mengidentifikasikan dirinya sebagai pengidap kronis prokrastinasi.
  Bagi mereka, prokrastinasi adalah gaya hidup meskipun bukan berarti kegagalan dalam beradaptasi.  Mereka biasanya tidak membayar tagihan tepat waktu, kehilangan kesempatan membeli tiket konser, atau terlambat mengirimkan surat keterangan pajak.

2.  Prokrastinasi bukanlah hal sepele, meskipun sebagai budaya kita tidak menganggap hal ini sebagai masalah.  Kebiasaan ini merupakan wujud dari problem serius dari pengendalian diri.

3.  Prokrastinasi bukanlah masalah dalam manajemen waktu atau perencanaan. 
Para pengidap prokrastinasi tidaklah berbeda dalam hal kemampuan memperhitungkan waktu, meskipun mereka lebih optimistis ketimbang yang lain.  ¨Menyuruh seseorang yang sering menunda-nunda untuk membeli agenda mingguan seperti halnya menyarankan penderita depresi kronis untuk tetap tersenyum,¨ ujar Dr. Ferrari.

4. Sifat prokrastinasi terbentuk dari lingkungan  dan bukan akibat faktor keturunan. 
Kebiasaan ini tumbuh  tidak secara langsung dalam keluarga dan merupakan respon terhadap gaya otoriter yang diterapkan orang tua.  Kekejaman serta dominasi sang ayah dapat menghambat perkembangan anak untuk dapat mengatur dirinya sendiri, menginternalisasi perhatiannya sendiri dan kemudian belajar untuk bertindak terhadap mereka.  Prokrastinasi bahkan bisa menjadi salah satu bentuk pembebasan.

5.  Prokrastinasi dapat memprediksikan tingginya konsumsi alkohol  di antara mereka yang minum minuman keras.  Para pengidap  prokrastinasi cenderung minum lebih banyak dari yang diinginkan sebagai manifestasi  generalisasi masalah dalam pengendalian diri.

6. Para pengidap  prokrastinasi kerap membohongi dirinya sendiri, seperti misalnya mengatakan ¨Saya merasa lebih suka melakukanya esok hari¨ atau ¨Saya biasa bekerja dalam tekanan¨.   Namun faktanya, mereka tidak bergegas keesokan harinya untuk bekerja atau melakukan yang terbaik di saat berada dalam tekanan.  Selain itu, mereka melindungi perasaan dirinya dengan mengatakan  ¨Ini tidaklah penting¨.  Kebohongan besar yang biasa dilakukan prokastinator adalah bahwa tekanan waktu akan membuat mereka menjadi lebih kreatif.  Buktinya, mereka tidak berubah untuk menjadi lebih kreatif, mereka hanya merasanya. Mereka justru memboroskan modal mereka sendiri.

7. Pengidap  prokrastinasi secara aktif mencari-cari kekacauan atau kebingungan, khususnya seseorang yang tidak memiliki komitmen serius.

8. Secara garis besar, ada tiga tipe pengidap prokrastinasi didasarkan atas alasan yang berbeda.

– Tipe Arousal atau pencari ketegangan, yang menunggu hingga menit-menit akhir untuk panik.

-Tipe Avoiders atau penghindar, yang mungkin menghindari atau bahkan takut sukses.

– Tipe Decisional , yang tidak bisa membuat keputusan.  Dengan tidak membuat keputusan, mereka menjadi terbebas  dari tanggung jawab akan hasil dari sebuah kejadian.

9.  Ada begitu besar kerugian yang disebabkan prokrastinasi.  Kesehatan adalah salah satunya.  Bila dikaitkan dengan akademis, mahasiswa pengidap prokrastinasi cenderung bermasalah dengan kekebalan tubuh, lebih sering terserang flu dan batuk, masalah pencernaan serta insomnia.  Selain itu, prokrastinasi merugikan diri sendiri dan orang lain dengan cara mengalihkan beban tanggung jawab pada orang lain yang lalu menjadi menyesal.  Prokrastinasi merusak kekompakan tim di tempat kerja dan hubungan pribadi.

10. Pengidap prokrastinasi sebenarnya dapat mengubah perilaku mereka, namun membutuhkan banyak sekali konsumsi energi fisik. Hal itu tidak berarti seseorang merasa telah berubah secara internal. Pemulihannya dapat dilakukan dengan cara terapi perilaku yang terstruktur.   (ana/Kmp)

Iklan

Perbaiki Skill Komunikasi, Tuntutan Dunia Usaha

In KELUARGA on 17 Maret 2008 at 8:32 PM

Bertanggung jawablah atas apa yang didengar orang lain. Artinya, kita perlu membuat orang mengerti apa maksud kita.

JAKARTA:  Kemampuan berkomunikasi merupakan tuntutan dunia kerja, apapun bidang yang Anda geluti. Joy Weston dalam bukunya How an Ordinary Woman Can Have an Extraordinary Life menyarankan tujuh hal mengembangkan kemampuan komunikasi.

1. Bertanggung jawab atas apa yang didengar orang lain. Artinya, kita perlu membuat orang mengerti apa maksud kita.

2. Bertanggung jawab atas apa yang Anda dengar. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan atau membuat interpretasi dari apa yang Anda dengar. Pastikan bahwa Anda paham betul apa yang dimaksud pembicara.

3. Bertanggung jawab atas apa yang ingin Anda ungkapkan. Artinya, sebelum menyampaikannya dalam bentuk kalimat, Anda juga harus yakin dengan apa yang sebenarnya ingin Anda sampaikan.

4. Selaraskan maksud dengan tindakan. Jangan sampai mikir-nya A, tapi prakteknya B. Bingung kan? Integritas Anda dalam hal ini akan dipertanyakan.

5. Dengarkan “kesunyian”. Di sini kepekaan Anda untuk menangkap yang tak terucap kata-kata. Misalnya gesture si pembicara. Seringkali hal-hal seperti ini justru lebih banyak bicara ketimbang kata-kata.

6. Terbuka terhadap kritik. Seterbuka sikap Anda terhadap hal-hal positif dan sikap “pro Anda” yang disampaikan orang lain.

7. Bersikap fleksibel dan penuh pertimbangan.

(ma/Kmp,CHIC)

Menemukan Diri Sendiri Motorik Dongkrak Karir

In KELUARGA on 25 Februari 2008 at 9:04 PM

SIAP memasuki dunia kerja atau belum menemukan karier yang cocok? Sebelum “telanjur basah”, pertimbangkan 4 aspek berikut.Di dunia karier, proses “menemukan diri sendiri” dikenal dengan istilah self assesment. Ini adalah tahapan awal yang biasa dilakukan untuk mengukur kesesuaian diri dengan karier yang akan digeluti. Asumsinya, semakin tinggi kesesuaian, makin besar peluang untuk meraih sukses.

dunia-kerja.jpg

Value
Apa hal yang Anda anggap paling penting dalam bekerja? Gaji, status, atau suasana kerja? Misal, bila Anda mementingkan suasana kerja, apakah Anda merasa cocok dengan ambience kantor, gaya pertemanan, pengaturan jam kerja, dan semacamnya. Bila yang terpenting adalah gaji, tentu Anda akan merana bila harus bekerja di perusahaan dengan imbalan seadanya. Atau bisa saja, Anda tak peduli soal gaji atau suasana kerja, sepanjang pekerjaan itu membuat gengsi Anda naik di mata teman-teman.

Interest
Ini menyangkut ketertarikan Anda pada hal-hal tertentu apakah itu sejalan atau bahkan mendukung pekerjaan yang akan ditekuni. Biasanya yang menjadi patokan adalah aktivitas yang biasa dijalani atau hobi yang Anda miliki. Misalnya Anda suka traveling, maka Anda akan cocok dengan pekerjaan yang menuntut Anda untuk sering bepergian ke luar kota bahkan keluar negeri. Sederhananya, Anda akan happy menjalani apa yang Anda sukai ketimbang apa yang Anda benci, bukan?

Personality type
Mengukur kesesuaian pekerjaan dengan tipe kepribadian Anda. Apakah jenis pekerjaan ini sesuai dengan tipe kepribadian Anda. Misalnya bila Anda merasa introvert, Anda akan tersiksa bila harus bekerja pada bidang yang menuntut Anda menjalin hubungan komunikasi interpersonal yang intens seperti menjadi personal banking officer.

Skill
Menyangkut kecakapan Anda dalam suatu bidang. Misalnya Anda terampil mengoperasikan komputer. Aspek ini biasanya merupakan hal utama yang menjadi pertimbangan dalam memilih karier. Anda dengan segera akan terdepak dari bursa kerja bila tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Berita bagusnya adalah, hal yang menyangkut skill, bisa dipelajari. Jadi bila Anda mengincar sebuah karier dan merasa keterampilan yang dimiliki belum memadai, pertimbangkan pula berapa waktu yang Anda butuhkan untuk mencapainya. (CHIC/kps)

Penting, Sikap Positif Pada Anak Buah Lebih Pintar

In KELUARGA on 25 Februari 2008 at 9:01 PM

ceo02.jpgAnda tentu senang nonton acara kuis di televisi yang mengandalkan pengetahuan umum dan kepandaian peserta. Terlihat hebat sekah orang-orang itu. Tapi kalau yang begitu pandai adalah anak buah Anda? Lebih pintar dari Anda?Santi mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Tiara si anak baru. Selama satu tahun menjadi junior manager, baru kali ini omongannya dibantah oleh anak buah. Anak baru, pula! Selama ini Santi dikenal sebagai orang yang well-organized, cerdas, tegas. Dia anak kesayangan bos. Dan si anak kesayangan ini “K.O.” tak bisa menjawab bantahan Tiara.

Menurut Santi, Tiara sok tahu. Kan dia belum lama ada di kantor itu. Semestinya dia banyak bertanya, bukan rajin membantah. Karena itu, Santi merasa perlu memberinya beberapa tugas yang sulit. Plus, memberi teguran lisan.

Sementara Tiara bingung bukan alang kepalang. Pertanyaan-pertanyaannya kerap dijawab dengan nada tinggi. Dia tidak mengerti di mana salahnya. Semakin dia ingin tahu, semakin dia justru tak mendapat jawaban. Hingga puncaknya, dia dipanggil dan diminta untuk berhenti membangkang.

Membangkang? Terlintaspun tidak di kepala Tiara untuk melakukannya. Tapi mengapa dia dituduh begitu? Sebulan setelah itu semua, Tiara mengundurkan diri.

Peristiwa di atas, dalam bentuk yang lain, mungkin pernah Anda alami. Bahwa si anak buah begitu pintar. Lebih tahu segala dengan analisis tajam. Dia lebih suka membantah dibanding bertanya. Anda merasa hidup begitu merepotkan semenjak kehadirannya. Benarkah apa yang Anda tangkap dan inginkan memang begitu faktanya?

Fakta 1:
Harus lebih pintar

Satu hal yang perlu Anda terima sebagai atasan adalah, bos tidak harus tahu dan bisa segala. Anda “hanya” perlu me-manage, memastikan pekerjaan selesai sesuai jadwal dan kualitas. Anak buah, pada bidang pekerjaannya, memang harus lebih pintar dari Anda. Dia harus bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya di lapang dan menyampaikan solusi itu pada Anda.

Jadi, kalau anak buah Anda lebih pintar dari Anda di lapangan, itu bagus. Berbahagialah. Justru banyaklah bertanya padanya. Karena di situ fungsi Anda, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin untuk bekal mengambil keputusan. Sebab, kelengkapan informasi ada pada Anda.

Malah perlu kita underline, anak buah itu harus lebih pintar dari bos. Hidup bos akan lebih nyaman.

Fakta2:
Cenderung bicara cepat

Beberapa anak pintar punya kecenderungan bicara cepat. Berlomba-lomba antara apa yang berkelebat di kepalanya dengan daya mulutnya berucap. ltu membuatnya sering bertanya.

Dia akan menghubungkan antara apa yang dia lihat dan apa yang harus dilakukannya. Bila ada yang tidak sesuai, maka dia akan segera bertanya. Dia tidak bisa mengerjakan sesuatu yang menurutnya tidak jelas.

Bila Anda sebagai atasan kurang memberinya brief yang jelas, maka siap-siap saja tiap lima menit dia akan mengetuk ruangan Anda dan bertanya. lni jangan dianggap sebagal intimidasi atau anak sok tahu yang terlalu banyak tanya. Justru anak buah seperti ini akan melesat gila-gilaan begitu Anda beri brief yang rinci dan jelas.

Tambahkan pula harapan Anda terhadap pekerjaannya. Begitu dia tidak bertanya lagi, berarti dia mengerti. Begitu dia mengerti, siap-siap tersenyum melihat hasil kerjanya.

Fakta 3:
Tendensi tidak sabar

Sebagian anak buah pintar kadang tidak sabar. Dia bukan hanya tidak sabar pada sekelilingnya, juga pada dirinya sendiri. Kecepatan yang selama ini Anda anggap normal, buatnya bisa jadi terlalu lambat. Anda perlu segera menangkap tendensi tidak sabar ini. Orang seperti ini perlu lebih sering diajak bicara. Bahwa bersabar adalah salah satu cara mencapai tujuan.

Tipe ini akan senang diberi tugas tambahan. Begitu satu tugas selesai, segera evaluasi, dan berikan tugas baru.
Beberapa orang yang cepat punya kelemahan, mereka kurang concern pada detil. lni yang perlu Anda ingatkan berulang kali padanya.

Fakta 4:
Bisa “dimanfaatkan”

Hampir semua orang perlu pengakuan. Apalagi si cerdas. Apalagi kalau dia menyadari bahwa dirinya di atas rata-rata. Bahkan lebih pintar dari si bos. Anda.

Tidak ada salahnya kan orang butuh pengakuan? Kalau tidak segera diakui, dia akan melakukannya dengan cara-cara yang di luar kendali.

Dari awal, akui dan beri dia apresiasi. “Wah, kamu hebat sekali di bidang itu. Apa ide kamu kalau soal itu dikembangkan?” Lebih lanjut, ajak dia diskusi dan berpikir. lni akan membuatnya nyaman dan melupakan “rasa hebat”-nya. Setelah itu, percayalah, dia bisa dan akan rela Anda “manfaatkan”.

Coba enam hal ini. Anda akan lebih nyaman.
1. Positif
2. Selalu melihat potensi anak buah
3. Bersabar
4. Menjadwalkan coaching dan conseling
5. Memberi contoh
6. Kredibel.
(CHIC/kps)

Raih Promosi ala Selebriti

In KELUARGA on 25 Februari 2008 at 8:58 PM

karir.jpg  Para selebriti Hollywood punya formula khusus untuk mendongkrak karier. Anda juga bisa menerapkannya.Saat ini untuk meraih sukses Anda memang tak bisa menempuh jaIan yang “biasa-biasa” saja. Kalau hanya mengandalkan bekerja dengan baik, wah entah kapan atasan akan “melirik” Anda untuk dipromosikan. Jangan berharap pula perusahaan lain akan merekrut Anda :p

Anda bisa mengadaptasi cara para  selebriti Hollywood melesatkan karier mereka. Ini contekannya!

1. Create buzz
The Hollywood Move:
Menyewa seorang publicist
Tak percuma Paris Hilton menyewa Elliot Mintz. Elliot mampu menjadi juru bicara untuk menaikkan nama Paris sebagai selebriti yang bukan sekadar putri dari Dinasti Hilton. la juga bisa membuat nama Paris tidak terlalu “buruk” setiap kali artis ini tersandung masalah.

Your Move: Bersekutulah dengan seorang teman yang juga butuhkan “publisitas” seperti Anda. Sebaiknya teman Anda ini berada di departemen atau divisi berbeda. Hal ini untuk mengurangi risiko bersaing. Tawarkan “kebaikan” Anda dengan cara memberikan penawaran sederhana.

Anda setuju untuk “mengangkat” namanya dengan sedikit tersamar dan bukan terkesan disengaja, asal ia juga bersedia “mengangkat” nama  Anda  dengan cara yang sama. Menurut Susan K Abrams, Corporate-Image Development Specialist dari Corporate Icon, Los Angeles, inilah yang disebut “power partnering“.

2. Siap tampil
The Hollywood Move:
Punya stylist yang siap
setiap saat
Anda mungkin takkan mengira bahwa petenis Serena William dan Anna Kournikova bisa tampil cantik. Semua berkat sentuhan dari stylist Hollywood bernama Ceril Campbell yang mampu mengubah keperkasaan mereka di lapangan tenis menjadi anggun di keseharian.

Your Move: Sebagai langkah awal Anda perlu tahu bahwa Anda bisa mendapatkan perhatian minimal 5% dibandingkan rekan kerja lain jika Anda mau memperhatikan penampilan. Ini menurut survei dari American Economic Review. Dan, pakaian yang Anda gunakan merupakan salah satu wujud kepercayaan diri Anda. Untuk tampil sempurna setiap saat, Anda tak perlu memiliki stylist seperti selebriti Hollywood. Cukup simpan peralatan make up dan aksesori dalam tas kecil Anda.

Menurut Rebecca Resnick, stylist yang pernah mengoreksi hampir sebagian besar selebriti Hollywood, ada beberapa office-closet item yang juga harus Anda simpan setiap saat di kantor yaitu blazer, kemeja, dasi yang sesuai, dan sepasang sepatu yang oke. Tujuannya adalah agar Anda selalu siap untuk “red-carpet” di setiap meeting atau sekadar menemui atasan Anda (di hari Jumat sekalipun).

3. Perkuat image
The Hollywood Move:
Membuka kembali chakra
Anda pikir aktor dan aktris Hollywood tidak pernah merasakan hari yang menyebalkan dalam hidup mereka? Pasti pernah dan mereka punya cara tìrsendiri untuk mengatasinya.

Your Move: Jika Anda merasakan ketegangan dan kekesalan di tempat kerja, cobalah ucapkan kalimat berikut, “Everything is great. I’m so happy to be here.” Apakah ini artinya Anda harus berakting? Jika perlu, iya.

Oh ya, jangan juga mengabaikan kekuatan sebuah senyum dan salam yang Anda ucapkan tiap hari. Menurut Susan K Abrams, sebuah sikap positif yang Anda lakukan setiap pagi akan menciptakan kesan yang selalu baru setiap hari. Siap menekan “tombol play” setiap pagi?

4. Perluas pengetahuan
The Hollywood Move:
Meeting di luar kota
Untuk selalu muncul dengan akting dan ide segar, para selebriti Hollywood senang melakukan pertemuan-pertemuan di luar kota sambil berlibur.

Your Move: Anda bisa mengaplikasikan langkah ini dengan melirik “ke luar”. Maksudnya, melihat-lihat perusahaan kompetitor. Memang belum tentu terbuka lowongan yang Anda inginkan. Tak masalah, Anda cuma perlu “menebar benih” kok.

Sebenarnya inti dari kesuksesan ala Hollywood hanyalah tentang meng-upgrade (upgrade honor, peran atau agen). Anda juga bisa meng-upgrade penghasilan, posisi, dan perusahaan. Menurut Dylan Ratigan, host dan cocreator Fast Money di CNBC, Anda hanya perlu memperluas pengetahuan dengan mencari tahu situasi di luar sana. Dengan begitu, Anda siap meng-upgrade diri Anda.

5. Be professional
The Hollywood Move:
Agar tak terlambat syuting, para aktris atau aktor biasanya selalu meminta pada asisten mereka, bagaimanapun caranya mereka harus bisa tiba ke lokasi tepat waktu.

Your Move: Boleh saja Anda menjamu klien di club bersama rekan kerja hingga larut malam. Namun, akan sangat tidak profesional jika esok paginya Anda terlambat datang ke kantor. lni hanya masalah sikap. Jangan menjadikan “pulang larut karena ketemu klien” kambing hitam keterlambatan. Sikap yang selalu terjaga akan berguna buat penilaian Anda Iho!

So, ladies tiru lima langkah ini, yuk! Siapa tahu Anda bisa sepopuler seleb Hollywood di kantor! (CHIC/kps)