tribunindonesia

Posts Tagged ‘INTERNASIONAL’

Obama: Batas Mabuk Tetap 21 Tahun

In TOKOH on 18 Maret 2008 at 6:01 PM
Barrack Obama

CRANTON: Barack Obama mulai menunjukkan sikapnya sebagai negarawan, yang cinta negaranya.

Sikap itu ditunjukkan dengan menolak permintaan para pendukungnya agar ia membuat rencana untuk menurunkan batas usia boleh mabuk.

Sebagai gantinya ia berjanji membantu menyalurkan keluhan para veteran perang Irak dan Afghanistan.

“Saya tahu, ini mungkin membuat anda senewen. Tetapi saya tidak akan menurunkan batas usia boleh minum,” ujar Obama, Senin (17/3) atau Selasa (18/3).

Senator Illinois saat itu sedang menggelar diskusi dengan delapan veteran perang yang disiarkan MTV untuk memperingati lima tahun perang Irak.

Pernyataan calon presiden dari Partai Demokrat ini untuk menanggapi usul seorang veteran perang Irak, Ernest Johnson. Johnson (23) mengungkapkan satu hal yang membuatnya kesal adalah tidak bisa menenggak minuman beralkohol sebelum berusia 21 tahun, padahal saat itu ia sudah dianggap cukup masuk dinas militer dan mati membela negara. Baca entri selengkapnya »

Xanana Gusmao Terapkan Keadaan Darurat

In INTERNASIONAL on 11 Februari 2008 at 2:04 PM


Dili: Perdana Menteri Timor Timur Xanana Gusmao Senin (11/2) mengumumkan keadaan darurat akan diberlakukan di seluruh negeri selama sedikitnya 48 jam setelah Presiden Ramos-Horta ditembak dan terluka.

“Keadaan darurat akan mempertimbangkan jam larangan keluar rumah pada waktu malam dari pukul 20 waktu setempat (pukul 18 WIB),” kata Xanana Gusmao.

Jam malam itu akan “mencabut hak untuk bergerak secara bebas, yang berarti bahwa orang tidak dapat berjalan-jalan berkeliling dan setiap orang harus tetap dengan tenang di rumah dari pukul 8 malam”, kata Gusmao dalam pernyataan tertulis.

Orang juga akan dilarang melakukan pertemuan atau demonstrasi, ia menambahkan. Tidak secara jelas kapan jam larangan keluar rumah pada waktu malam itu akan dicabut.

Pengumuman itu masih harus disetujui secara resmi oleh penjabat kepala negara, wakil pertama ketua parlemen nasional Vicente Guterres, karena ketidakhadiran Ramos-Horta.

“Kami semua akan bersatu dalam mengatasi atau melewati tantangan yang menentang stabilitas kami. Sekarang kami akan tetap bersama secara tenang dalam menanggulangi masalah ini,” kata Gusmao.

“Saya khususnya mengalamatkan diri saya pada pemuda kami, karena saya tahu bahwa banyak dari anda masih merasakan desakan untuk memberontak. Anda hendaknya tidak meniru perbuatan jahat satu kelompok bersenjata yang tanpa pembenaran ingin membunuh orang lain serta merusak kedaulatan dan stabilitas negara,” ia menambahkan.

Ramos-Horta, 58, ditembak dan dilukai secara serius oleh pemberontak dalam bakutemak dini hari di tempat kediamannya di pinggiran ibukota Dili dan telah diterbangkan ke Australia untuk perawatan medis.

Dokter mengatakan bahwa meskipun Horta dalam keadaan serius dan dihajar oleh dua atau tiga peluru, diperkirakan akan pulih sepenuhnya.

Gusmao diserang tak lama setelah itu, tapi berhasil lolos tanpa cedera.

Pemimpin pemberontak Alfredo Reinado, yang memperoleh sementara dukungan di antara para pemuda yang tidak puas di Timor Timur, tewas bersama dengan seorang lain dari pendukungnya di tempat kediaman Ramos-Horta.

sumber: Republika/antara/afp

Ramos-Horta Ditembak Gerilyawan

In INTERNASIONAL on 11 Februari 2008 at 5:15 AM


CANBERRA: Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta akan diterbangkan ke Darwin, Australia, untuk menjalani pengobatan setelah ditembak oleh kelompok gerilyawan pada Senin pagi.

“Ramos-Horta akan diterbangkan ke Darwin, Australia, untuk pengobatan lebih lanjut, dan Perdana Menteri Xanana Gusmao mengambil-alih kepemimpinan negara itu,” kata Menteri Luar Negeri Zacarias da Costa.

Sementara itu, seorang wanita jurubicara rumah sakit di Darwin, Royal Darwin Hospital, mengatakan pihaknya sedang bersiap-siap menerima Presiden Horta.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk menerima Presiden Horta hari ini”, katanya.

sumber: Bisnis, Antara/Xinhua/Reuters

Salah Operasi Ganti Kelamin, Dokter Dituntut

In INTERNASIONAL on 10 Februari 2008 at 1:38 PM

BERLIN: Seorang wanita warga negara Jerman yang telah salah diasuh sebagai anak-anak laki-laki memenangkan perkara melawan ahli bedah yang telah mengubahnya menjadi remaja laki-laki. Demikian diungkapkan pengadilan setempat, Sabtu waktu setempat (9/2).

Penggugat yang berusia 48 tahun dan telah menderita penyakit yang disebut congenital adrenal hyperplasia menuntut ahli bedah tersebut, karena telah menghilangkan uterus dan ovariumnya saat operasi usus buntu yang berlangsung tahun 1976. Demikian laporan Reuters seperti dikutip Kompas Online.

Karena klitoris yang membesar dan dikira penis, wanita ini tumbuh dan diperlukan seperti laki-laki. Ungkap salah satu petugas peradilan di sebelah barat Kota Cologne.

Waktu itu, saat diberitahu bahwa dia 60 persen wanita usai operasi appendix, remaja ini mulai frustasi dan stres. Dia bahkan cenderung ingin bunuh diri. Akibatnya keluarga bingung dan membawanya ke dokter.

Karena dokter bedah itu merasa tidak menemukan bukti konkret adanya kelamin laki-laki di dalam tubuh sang pasien dan sebuah analisa atas kromosomnya membuktikan bahwa dia memang perempuan, meski dia (si anak) sendiri tidak diberitahu soal ini, ahli bedah itu akhirnya memutuskan untuk menghilangkan organ wanita yang ada di tubuh si anak dan kemudian memberi perawatan hormon dan operasi lanjutan bagi si anak dan menyelesaikan transformasinya sebagai pria.

Si wanita, yang kemudian menjadi seorang perawat, tahun 2006 akhirnya memahami bahwa organnya telah dihilangkan dan kromosom jenis kelaminnya dirahasiakan.

Dalam putusannya, pengadilan menemukan bahwa ahli bedah ternyata tidak memberi informasi yang memadai mengenai “kondisi alami, substansi dan skop” dari operasi yang dijalankannya di Bulan Agustus 1977.

Si penggugat, yang telah diberi nama laki-laki, telah menemukan setidaknya hingga 100.000 euro kerusakan yang bisa dihitung dari si ahli bedah.

Dokter India Amoral Dihukum Mati

In INTERNASIONAL on 10 Februari 2008 at 1:20 PM

CHENNAI: Profesi dokter, ternyata banyak disalah artikan para penyandangnya. Namun kenakalan yang dilakukan dokter L. Prakash sangat keterlaluan. Dokter yang hidup di negara India itu bersama kaki tangan melakukan perbuatan yang mencoreng citra dunia kedokteran.
Dokter Prakash bersama tiga kaki tangannyan melakukan perbuatan amoral. Selain menayangkan adegan bugil para pasien yang ditangani, ia juga memaksa beberapa pasiennya untuk melakukan adegan seks dengan pria bukan pasangan sahnya dengan ancaman. Selanjutnya rekaman adegan amoral itu ditayangkan dalam situs internet berbayar. Tak pela lagi kenakalannya itu mengantar Prakash untuk dihukum mati, Kamis (7/2) lalu.

Sedangkan ketiga kaki tangan dokter ahli ortopedi L.Prakash telah dihukum tujuh tahun penjara oleh pengadilan di sebelah selatan Kota Chennai karena menolong dokter Prakash dalam penayangan gambar bugil ini di internet.

Thenkodi Wilson, seorang penuntut umum, mengungkapkan kepada REUTERS bahwa Prakash ditemukan bersalah dengan memfilmkan para pasien wanitanya dan menayangkan viedonya di situs berbayar.

Dia juga bertanggung jawab karena membujuk orang-orang untuk datang ke rumahnya untuk melakukan hubungan seks.

Para kaki tangan Prakash, dua dari ketiganya merupakan staf medis, ditemukan bersalah karena melakukan intimidasi, menculik, dan memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual.

sumber: REUTERS/ naskah

teks foto: Salah satu korban sindikat dokter Prakash yang jadi bukti pengadilan.