tribunindonesia

Posts Tagged ‘ILMU PENGETAHUAN’

Gerhana Matahari Tahun 2009-2010 Lewat Indonesia dan Malaysia

In NASIONAL on 3 Juli 2009 at 10:16 PM
GERHANA MATAHARI DAN GEDUNG METROPOLISSETELAH sekian lama, Gerhana matahari akan segera menyapa Indonesia . Tidak tanggung-tanggung, 3 gerhana matahari secara berturut-turut akan melewati Indonesia dalam rentang waktu 2009 – 2010. Sayangnya, tidak semua bagian di wilayah Indonesia dapat melihat fenomena ini. Karena, ketiga gerhana ini cuman melewati bagian barat dan/atau utara indonesia.

Sebenarnya …. Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

Momen terjadinya gerhana matahari berdasarkan urutan terjadinya:

Kontak I

Kontak I adalah saat piringan bulan dan piringan matahari mulai bersinggungan. Kontak I ini menandai dimulainya peristiwa gerhana.

Kontak II

Kontak II adalah saat pertama seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan (untuk peristiwa gerhana matahari total), atau saat seluruh piringan bulan seluruhnya berada ‘di dalam’ piringan matahari (untuk peristiwa gerhana matahari cincin).

Kontak II ini menandai dimulainya fase total (untuk gerhana matahari total), atau fase cincin (untuk gerhana matahari cincin) Baca entri selengkapnya »

Gerhana Matahari Total Lewati China

In INTERNASIONAL on 3 Juli 2009 at 10:10 PM

gerhana-matahari-total 02PADA 22 Juli 2009 mendatang gerhana matahari total, dikabarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan China dalam publikasi media tgl 20 Mei silam, dipastikan akan melintasi negeri China . Gerhana ini akan menyuguhkan fenomena alam amat menarik serta spektakular selama sekitar 6 menit lebih hingga diyakini sebagai yang terlama sepanjang abad 21.

Menurut Dr. Li Ding direktur Biro Ilmu Pengetahuan Alam China gerhana total 22 Juli adalah yang terlama sepanjang 2000 tahun sejarah peradaban manusia di muka bumi hingga lamanya waktu gerhana ini kemudian bakal dilampaui prakiraan gerhana matahari total yang akan terjadi tgl 13 Juni tahun 2132.

Kontak awal gerhana total 22 Juli di atas daratan negeri China akan mulai terjadi sekitar pukul 8 pagi hari —waktu lokal Beijing— di propinsi belahan Selatan China yang berbatasan dengan wilayah Negara Tibet dan bergerak ke arah Timur menuju kawasan samudera Pasifik. Jejak lintasan gerhana matahari yang membujur dari arah Barat hingga ke Timur daratan China hingga menghilang di Samudera Pasifik akan berlangsung hingga total sekitar 2 jam lamanya, namun demikian kontak gerhana total maksimal akan terjadi di sebelah Tenggara kepulauan negari Jepang yakni di p. Iwo Jiwa.

Para ilmuwan China dalam menyongsong gerhana matahari total ini telah berancang-ancang menyiapkan penelitian kajian chromospheres dan corona matahari selain penelitian atas variasi gravitasi planet dalam sistem tata surya.

Gerhana matahari total adalah fenomena alam ketika posisi bumi, bulan dan matahari berada segaris dan saat posisi bulan menutupi seluruh bola matahari proyeksi kerucut bayang-bayang bulan menerpa sebagian muka bumi hingga menjadikan wilayah yang terkena pada kondisi matahari tengah bersinar terang sekonyong-konyong menjadi gelap total layaknya malam hari selama beberapa saat. Baca entri selengkapnya »

Gerhana Matahari Total pada 22 Juli 2009

In NASIONAL on 3 Juli 2009 at 10:02 PM

BALAI Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan menyatakan pada Rabu,  22 Juli 2009 akan terjadi gerhana matahari total.

gerhana-matahari-total 01Gerhana matahari total itu secara maksimal akan terlihat di Kota Shanghai, China selama enam menit. Peredaran gerhana matahari dari barat hingga timur wilayah China kemudian akan menghilang di Samudera Pasifik, selama lima jam.

Analisis Cuaca BBMKG Wilayah I Kota Medan Agus Safril seperti tertulis dalam kesimpulan posko cuaca, iklim, dan gempa bumi BBMKG Wilayah I Medan, di Indonesia gerhana matahari tidak bisa dinimati secara penuh. Indonesia hanya akan bisa menikmati gerhana sebagian di wilayah Indonesia bagian utara. Namun BBMKG belum menyatakan pukul berapa gerhana akan terjadi. 

                                                                                                                  Dilihat Langsung 

Mata manusia memiliki retina tempat ”menerima” cahaya yang masuk dan diolah oleh otak sebagai ”gambar” yang dilihat. Matahari adalah sumber cahaya yang ”kuat” yang jika kita melihatnya, maka sinar matahari –seperti halnya cahaya lain yang masuk ke mata—akan menuju retina. Jika retina terkena cahaya kuat yang terus menerus dan juga panas, maka retina akan ”hangus” dan rusak, akibatnya adalah pengelihatan kamu terganggu bahkan bisa menjadi buta. Sayangnya mata tidak memiliki ”alarm” rasa sakit pada saat retina kamu ”terbakar”, sehingga yang bisa kamu lakukan adalah berhati-hati terhadap benda-benda yang kamu lihat.

20020610-PartialSolarEclipse3Saat gerhana matahari, orang-orang akan ”tergoda” untuk memandang langsung Baca entri selengkapnya »

Dinosaurus Karnivora Baru Pernah Menghuni Sahara

In INTERNASIONAL on 16 Februari 2008 at 11:58 AM

Eocarcharia dinops
Eocarcharia dinops memiliki gigi setajam pisau

Dua jenis dinosaurus pemakan daging yang tidak diketahui sebelumnya berhasil dikenali dari fosil yang ditemukan di gurun Sahara di Niger.

Fosil dinosaurus karnivora baru itu diidentifikasi oleh seorang peneliti dari Universitas Bristol, Inggris yang bekerja sama dengan paleontolog (ahli fosil) dari Amerika Serikat.

Salah satu dinosaurus itu kemungkinan memakan bangkai mangsanya seperti yang dilakukan hewan hyena, dan jenis kedua kemungkinan memburu hewan dan memakannya sewaktu masih segar.

Rincian temuan ini diterbitkan di jurnal Acta Palaeontologica Polonica.

Fosil dua jenis dinosaurus karnivora dari 110 juta tahun lalu itu ditemukan di sepanjang Gurun Tenere bagian barat di Niger oleh Dr Paul Serano, dari Universitas Chicago, Amerika, delapan tahun lalu.

“Fosil-fosil ini adalah catatan paling awal dari kelompok karnivora utama yang mendominasi Afrika, Amerika Selatan dan India selama 50 juta tahun berikutnya pada Zaman Kapur (Cretaceous Period),” kata salah satu peneliti itu, Steve Brusatte dari Universitas Bristol.

Wajah tersembunyi

Salah satu hewan itu memiliki tinggi sekitar 8 meter dan bermoncong pendek. Jenis ini dinamai Kryptops palaios atau “si wajah tersembunyi”.

Kryptops palaios
Kryptops palaios bermoncong pendek

Kryptops kemungkinan memakan mangsanya setelah menjadi bangkai, mirip dengan kebiasaan hyena.

Seperti jenis dinosaurus berikutnya – yang dikenal sebagai abelisaurid – di Amerika Selatan dan India, Kryptops memiliki rahang pendek dan bergerigi serta gigi kecil, yang dirancang untuk merobek perut mangsa dan mengunyah bangkai.

Temuan kedua adalah fosil dinosaurus berukuran serupa yang disebut Eocarcharia dinops.

Hewan ini memiliki gigi setajam pisau dan tulang alis yang menonjol. Berbeda dengan Kryptops, gigi Eocarcharia lebih cocok untuk menyerang mangsa hidup dan memotong bagian tubuh mangsa.

 

Dari anatomi tubuh, jelas bahwa kedua hewan ini memiliki makanan yang berbeda
Steve Brusatte
Universitas Bristol

Carcharodontosaurid, kelompok yang termasuk Eocarcharia, adalah hewan pemangsa besar, bahkan kemungkinan lebih besar dari Tyrannosaurus rex.

Tulang alis yang menonjol di atas mata Eocarcharia memberi hewan ini wajah yang menakutkan dan tulang alis yang keras itu kemungkinan digunakan untuk menabrak Eocarcharia saingan dalam mendapatkan pasangan, kata para peneliti.

Kedua dinosaurus pemakan daging ini hidup pada zaman yang sama dengan dinosaurus karnivora lain dari daerah yang sama: Suchomimus, theropoda (dinosaurus yang berdiri pada dua kaki) besar pemakan ikan.

“Dari anatomi tubuh, jelas bahwa kedua hewan ini memiliki makanan yang berbeda: Suchomimus memakan ikan, Kryptops memakan hewan kecil dan Eocarcharia adalah hewan pemangsa paling dominan pada masa itu,” kata Brusatte.

“Seperti halnya di padang rumput di Afrika sekarang, macan, cheetah dan hyena memiliki makanan yang berbeda agar bisa hidup berdampingan. Yang menakjubkan adalah ekosistem ini sudah ada sejak 110 juta tahun lalu.”

sumber: BBC