tribunindonesia

Posts Tagged ‘DERMAGA’

Pembahasan Pemindahan Feri Ujung-Kamal

In BISNIS, NASIONAL on 26 Juni 2009 at 4:39 AM

oleh Prima Sp Vardhana

PENGOPERASIAN jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau Madura, ternyata menimbulkan dampak ekonomi yang sangat signifikan. Terutama pada jasa penyeberangan fery Ujung-Kamal. Jumlah arus penumpang mengalami penyusutan 50 persen lebih dibanding sebelumnya, sehingga pengoperasian 17 fery perlu dilakukan pembenahan taktis yang akan menghasilkan kesetaraan pendapatan berimbang antar para pengusaha penyeleberangan.

FERY WULIA NUSANTARA - UJUNG KAMALIde yang muncul antara lain adalah pemindahan sebagian kapal-kapal fery penyeberangan Ujung-Kamal itu di lintasan penyeberangan lain. Ironisnya pembahasan dalam penentuan solusi pemindahan operasional kapal-kapal fery tersebut  di Kantor Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jln. Jatim, Surabaya masih buntu, Kamis (25/6). Sebanyak enam operator feri Ujung-Kamal belum menentukan langkah untuk memindahkan armada mereka ke lintasan penyeberangan lain.

Dari sisi bisnis, idealnya feri yang beroperasi hanya enam armada dari jumlah total 17 armada. Hal tersebut harus dilakukan mengingat tingkat keterisian (load factor ) masing-masing kapal kini tinggal 50 persen untuk penumpang, 35 persen roda dua, dan 15 persen roda empat.

Sesuai dengan pertimbangan bisnis, idealnya feri yang beroperasi tinggal sekitar enam unit dengan empat unit lainnya sebagai cadangan. Pemangkasan armada harus dilakukan karena arus penumpang semakin sepi, kata Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Surabaya Wildan Jazuli, sela rapat pembahasan feri Ujung-Kamal di Kantor Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim, Surabaya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

KT Bima 306 Perkuat ‘Pasukan’ Pelindo III

In NASIONAL on 22 Juni 2009 at 1:53 PM

oleh Prima sp Vardhana

PT. Pelindo III menepati janjinya untuk menambah pasukan kapal tunda yang dimiliki. Senin (23/6) pagi, sebuah kapal tunda baru berlambung KT Bima 306 diserahterimakan PT. Daya Radar Utama sebagai pembuat kepada PT. Pelindo III sebagai pemesan di Gapura Surya.

Djarwo Suryanto, Dirut Pelindo III“Harapan saya, kehadiran KT Bima 306 dapat memperkuat armada kapal tunda yang telah dimiliki PT. Pelindo III. Kehadirannya semoga dapat melancarkan peningkatan arus kunjungan kapal baik internasional maupun nasional, yang terjadi di lingkungan kerja Pelindo III sejak setahun terakhir,” kata Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto usai meresmikan pengoperasian kapal tunda KT 306.

Sesuai data kunjungan kapal tahun 2008 jumlah kunjungan kapal yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah Pelindo III sebanyak 74.818 kapal dan total (GT) 206.324.695 Gros Ton, sedangkan untuk troughput petikemas tahun 2008 mencapai 2.931.166 Teus, dibeberapa cabang mulai tumbuh gerakan petikemas. Diperkirakan tahun 2009 Baca entri selengkapnya »

PT PAL Janjikan Angka Penjualan Berlipat

In NASIONAL on 21 Juni 2009 at 12:04 AM

PT PAL Indonesia menjanjikan angka penjualan akan meningkat 2,5 kali lipat dalam waktu tiga tahun bila kucuran dana yang diperlukan terealisasi. Selama dua tahun berturut-turut, yaitu 2007 dan 2008 angka penjualan dari perusahaan milik BUMN ini sebesar Rp 1,1 triliun.

Persoalannya realisasi penyelamatan untuk PT PAL Indonesia (Persero) belum bisa ditentukan. PT PAL kini hanya bisa menunggu langkah penyelamatan dari pemerintah agar perusahaan mampu bertahan.

“Kalau dana sudah dikucurkan, sales kami akan meningkat,” tutur Harsusanto, Direktur Utama PT PAL Indonesia.

Ditemui seusai menggelar RUPS di PT Dok dan Perkapalan Surabaya pada Jumat (19/6) petang, Harsusanto mengatakan bantuan kucuran dana berasal dari PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), pemerintah, dan perbankan. 

Dana dari PT PPA (Persero) yang akan digunakan untuk pembangunan kapal berkisar 26 juta dollar AS, sedangkan dari pemerintah Rp 193 miliar. Selanjutnya, kucuran dana perbankan berasal dari Bank BNI, Bank Ekspor Indonesia (BEI), serta Bank Mandiri.

“Dari BNI total sekitar 32 juta dollar AS, BEI 10 juta dollar AS, sedangkan dari Mandiri kami masih menunggu, kemungkinan sebesar 25 juta dollar AS,” papar Harsusanto. Baca entri selengkapnya »

Oknum KP3 Perak Back-Up Mobil Non-Dokumen

In Berita, NASIONAL on 5 Juni 2009 at 11:48 PM

oleh Lahane Azis

KAPAL  Motor Ro – ro milik pelayaran PT. Dharma Lautan Utama dan pelayaran PT. Prima Vista dengan route pelayaran Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

         

OKNUM NAKAL. Polres KP3 Tanjung Perak berusaha benahi layanan publik. Merombak ruang penyidikan dan membenahi SDM yang dimiliki. Kendati demikian, masih banyak oknum KP3 yang masih nakal dan luput dari pembenahan moral mereka sebagai penjaga keamanan dan pelindung rakyat. Misalnya yang dilakukan beberapa oknum yang bertugas di Dermaga Tanjung Perak. Kondisi ini perlu "disemprit" Kapolri.

OKNUM NAKAL. Polres KP3 Tanjung Perak berusaha benahi layanan publik. Merombak ruang penyidikan dan membenahi SDM yang dimiliki. Kendati demikian, masih banyak oknum KP3 yang masih nakal dan luput dari pembenahan moral mereka sebagai penjaga keamanan dan pelindung rakyat. Misalnya yang dilakukan beberapa oknum yang bertugas di Dermaga Tanjung Perak. Kondisi ini perlu "disemprit" Kapolri.

Kedua perusahan pelayaran ini semakin lancar saja hampir setiap hari mengangkut penumpang dan barang yang diangkut bersama Mobil Truknya menumpangi Kapal Ro – ro sesuai route yang ditujunya antar pulau.

          Dengan adanya operasi kedua pelayaran dimaksud sangat membantu pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Laut ( Dirjenperla ) karena pungsi Kapal Ro – ro sangat penting untuk mengangkut penumpang dan barang, sehingga memperlancar perekonomi an serta hubungan antar pulau Kalimantan dan Kawasan Indonesia Timur ( KTI ). Baca entri selengkapnya »

Anggota Forwapel Sepakat Ungkap Penyelewengan di Pelindo III

In Berita, BISNIS, NASIONAL on 22 Mei 2009 at 11:07 PM

Kahumas Halangi Liputan Sertijab Direksi Pelindo III (seri 1)

Oleh Prima Sp Vardhana

HUJAN tangis mayoritas karyawan di halaman Kantor Pusat Pelindo III, 20 Mei, mengantar purna tugas mantan Direktur Umum Suprihat, mantan Direktur Personalia & Umum JD Dunda, dan mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Robert H. Sianipar, sebentar lagi akan menjadi hujan tangis sesungguhnya. Ini karena para anggota Forwapel (Forum Wartawan Pelabuhan) sepakat akan ungkap penyelewengan yang menggerogoti keuangan negara di PT. Pelindo III.

KAHUMAS Pelindo III, Iwan Sabatini yang diprotes para wartawan peliput di pelabuhan Tanjung Perak, karena sikapnya yang melawarng wartawan melakukan liputan terhadap kegiatan resmi di Pelindo III

KAHUMAS Pelindo III, Iwan Sabatini yang diprotes para wartawan peliput di pelabuhan Tanjung Perak, karena sikapnya yang melawarng wartawan melakukan liputan terhadap kegiatan resmi di Pelindo III

Sikap kontroversi mayoritas anggota Forwapel dari media mingguan itu tersulut oleh sikap Kahumas Pelindo III Iwan Sabatini saat acara sertijab (Serah Terima Jabatan) Direksi Pelindo III. Dalam acara yang terbuka untuk wartawan sebagaimana sikap Kahumas sebelumnya, ternyata dalam sertijab kali ini Iwan melakukan sikap berbeda. Mantan Humas TPS (Terminal Petikemas Surabaya) ini melarang wartawan naik ke lantai 5 tempat sertijab diselenggarakan. Baca entri selengkapnya »

BC Tanjung Perak Mainkan Biaya Impor

In Berita, BISNIS, NASIONAL on 21 Mei 2009 at 11:26 PM

oleh Lahane Azis

Pengusaha ekspor – impor kelas kakap dan kecil biasanya berjubel di depan loket bagian pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Perak. Mereka akan mengajukan permohonan ekspor – impor barang. Namun tiga bulan terakhir, diloket bagian pelayanan tersebut, kelihatannya sepih dan  hanya beberapa orang pengurus yang hilir mudik di depan loket saja, jadi tidak seperti biasanya lagi.

IMPORTIR BUAH. Para importir buah-buahan yang memanfaatkan jasa Bea Cukai Tanjung Perak saat ini tengah menjerit, karena biaya impor yang wajib mereka bayar terasa dimainkan oknum bagian pelayanan.

IMPORTIR BUAH. Para importir buah-buahan yang memanfaatkan jasa Bea Cukai Tanjung Perak saat ini tengah menjerit, karena biaya impor yang wajib mereka bayar terasa dimainkan oknum bagian pelayanan.

Menurut beberapa pengusaha ekspor – impor yang ditemui Surabaya Minggu mengatakan, kami saat ini tiarap dulu. Blum bisa bekerja karena Bea dan Cukai Tanjung Perak kenakan biaya tambah bayar melambung ( terlalu tinggi ) akhirnya kami mundur selangkah dan bahkan menuju gulung tikar nantinya kalau Bea dan Cukai tetap begini, katanya.

Fatsalnya, Bea dan Cukai mempunyai harga standar untuk menentukan pajak ekspor atau impor, tetapi yang menjadi curiga bagi kami mengapa standar harga ekspor – impor Bea dan Cukai menyamai harga jual dipasaran seperti di plaza – plaza atau di supermarket. Baca entri selengkapnya »