tribunindonesia

Posts Tagged ‘BISNIS’

Sri Mulyani Salah Satu Wanita Berpengaruh di Dunia

In TOKOH on 20 Agustus 2009 at 2:01 PM

sri_mulyani_indrawatiMENTERI Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati kembali dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pada 2009.

Posisi Sri Mulyani tahun ini melorot di urutan ke-71. Tahun lalu Sri Mulyani berada di posisi ke-23 mengalahkan Hillary Rodham Clinton yang nangkring di urutan ke-28. Kala itu Hillary masih menjabat sebagai senator di New York. Tahun lalu Sri Mulyani juga berada di atas Oprah Winfrey (urutan ke-36) pembawa acara kondang asal Amerika.

Tahun ini, menurut laporan yang dilansir pada Rabu (19/8), Sri Mulyani dinilai berhasil mengurangi budaya korupsi yang mengakar di Indonesia. Sri Mulyani juga dinilai berhasil menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan insentif pajak bagi para pelaku usaha.  Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ciputra dan Sejarah Penderitaan Rakyat Manado

In TOKOH on 5 Agustus 2009 at 7:14 PM

oleh Prima Sp Vardhana

ciputra1KEHADIRAN stasi Jalan Salib di kaki patung Kristus Memberkati yang dibangun di kawasan Citraland Manado, Sulawesi Utara, bukan hanya diharapkan sebagai tempat wisata religi. Monumen yang terletak di atas bukit itu juga mencatat sejarah penderitaan rakyat Manado, khususnya pada masa penjajahan Jepang 1942-1945.

Itu memang sengaja dihadirkan oleh Ciputra sebagai pendiri obyek wisata religi, khususnya untuk umat Kristiani. Saat meresmikan Jalan Salib di kompleks itu, beberapa waktu lalu, Ciputra secara detail menjelaskan, di ujung jalan salib, tepatnya di bawah kaki Kristus Memberkati, dibuat relief dan patung-patung penderitaan warga Manado yang mengalami kekejaman Jepang.

Ada empat patung yang menggambarkan penderitaan itu. Satu di antaranya seorang ibu yang menggendong anak balita telanjang. Meski keseluruhan tubuh patung dicat putih, tetap kelihatan ekspresi ibu itu yang begitu sendu dan sedih serta menderita. Ia seolah memikirkan bagaimana nasib masa depan si anak balita kurus dan telanjang, yang menggambarkan kemiskinan orangtuanya.

Kehadiran patung ibu dan anak yang menderita ini semakin menemukan bukti kebenarannya, dengan pengakuan Ciputra sendiri bahwa ayahnya, Tji Sien Poe, seorang pedagang kecil meninggal di tahanan Jepang. Baca entri selengkapnya »

Li Ka-Shing Orang Terkaya di Dunia ke-9 Versi Forbes

In TOKOH on 22 Maret 2008 at 5:28 PM

Image Majalah Forbes menempatkan Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun. li-ka-shing-01.jpg
Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Forbes melaporkan, membumbungnya harga-harga properti dan kedekatan dengan ekonomi China menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak penduduk Hong Kong semakin kaya.

Tidak heran jika melihat mobil-mobil mewah semacam Rolls Royce dan Porsche hilir mudik di jalanan Hong Kong. “Fenomena ini membuktikan bahwa Hong Kong tetap menjadi salah satu wahana kondusif untuk bisnis dan investasi. Tampaknya hal ini sulit untuk diubah,” kata Redaktur Senior Forbes Russell Flannery. Baca entri selengkapnya »

Atsutoshi Nishida Hentikan Pertempuran Toshiba vs Sony

In TOKOH on 22 Maret 2008 at 5:17 PM

Keputusannya menyetop produksi HD DVD disayangkan banyak kalangan. Selain akan kehilangan pendapatan senilai 24 miliar yen, Toshiba juga berpotensi menghadapi masalah lain yang amat pelik.

Tiada yang lebih sengit, selain duel antara Sony dan Toshiba. Persaingan tajam di antara gergasi elektronik asal Jepang ini, terutama dalam memperebutkan pasar produk pemutar disk. Selain saling menggebrak harga dan keunggulan teknologi, peperangan antardua merek ini sudah berlangsung sangat lama, lebih dari satu dekade.

Nah, memasuki tahun ini, pertarungan klasik itu diramalkan segera berakhir. Yang mengejutkan, tampaknya dewi kemenangan akan berpihak pada Sony. Toshiba menyerah kalah? Rupanya begitu. Bagi industri ini, kemenangan di pihak lawan mungkin saja dipandang sebagai keniscayaan. Setidaknya, hal itu dipertegas oleh keputusan manajemen Toshiba yang dilansir bulan lalu, yang intinya, mulai Maret ini mereka akan menyetop produksi HD DVD (high definition digital versatile disc). Untuk diketahui, HD DVD adalah produk pesaing Blu-raybuatan Sony.

Kebijakan yang tergolong kontroversial itu, ternyata tak bisa dilepaskan dari gaya kepemimpinan Atsutoshi Nishida sebagai Chief Executive Officer (CEO) Toshiba Corporation. Ia terpaksa mengambil keputusan itu, dalilnya, karena pihaknya tak ingin selamanya terjebak dalam persaingan.

atsutoshi-nishida.jpg

“Bagi kami, (persaingan) dalam jangka panjang tak akan ada manfaatnya lagi,” katanya, seperti dikutip, Sabtu (15/4). Baca entri selengkapnya »

Dhimam Abror: Media Massa Indonesia Sudah Kapitalis

In NASIONAL on 22 Februari 2008 at 7:04 PM


Media massa perlu diatur?

Itu pasti menjadi pertanyaan yang tidak enak bagi kalangan praktisi media massa.

Tapi, pertanyaan itu tidak menyeruak secara tiba-tiba, sebab wajah media massa saat ini tampaknya memang sudah sangat berbeda dibanding era sebelumnya, demikian Ketua Umum PWI Jatim H Dhimam Abror Djuraid.
“Media massa sudah menjadi industri akibat masuknya modal atau kapital dalam industri media massa sejak era 1980-an,” kata Dhimam Abror saat mengawali peran sebagai moderator dalam seminar “Membangun Relasi Media Massa dengan Dunia Usaha” yang digelar Fisip Unair Surabaya bersama Depkominfo RI, Senin, di Surabaya.

“Logika kapital itu berbeda dengan logika idealisme. Di era industri, media massa mengalami kemajuan teknologi dan juga kesejahteraan,” katanya. Baca entri selengkapnya »

Pemerintah Tidak Perpanjang Divestasi Newmont

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:12 PM


Jakarta: Pemerintah menegaskan tidak akan memperpanjang waktu penyelesaian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang ditetapkan sampai 22 Februari 2008.

Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM, Simon Sembiring, usai bertemu dengan sejumlah petinggi NNT di Jakarta, Kamis, mengatakan jangka waktu tersebut sudah cukup bagi Newmont.

“Kalau mereka mau, tiga jam pun divestasi bisa diselesaikan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah hanya meminta kesepakatan tertulis, tanpa notaris yang intinya menjelaskan bahwa NNT telah menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

“Kalau proses dengan notaris sampai 2-3 bulan, silahkan saja,” ujarnya.

Ia juga menawarkan akan memfasilitasi pertemuan antara NNT dengan ketiga Pemda.

Simon mengatakan pemerintah juga siap menghadapi arbitrase yang kemungkinan diajukan Newmont.

“Kami akan ladeni,” katanya.

Ia melanjutkan, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Pemerintah meminta NNT tetap fokus melaksanakan proses divestasi sesuai kesepakatan awal, yakni menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, hingga tanggal 22 Februari 2008.

Simon menambahkan, kesepakatan penjualan dua persen saham NNT dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak sesuai kesepakatan awal.

“Itu tidak boleh. Kabupaten Sumbawa tetap harus dapat tiga persen. Kesepakatan awal ini sudah sampai ke DPR, jadi harus dilaksanakan,” katanya.

Begitu pula dengan pelibatan Grup Trakindo, Simon mengatakan hal itu tidak sesuai kesepakatan awal.

“Trakindo tidak ada dalam kesepatakan awal. Fokus saja ke tiga pemda,” ujarnya.

Menurut dia, kalau sampai batas waktu 22 Februari tidak tercapai kesepakatan divestasi maka dirinya akan melaporkan ke Menteri ESDM.

Selanjutnya, terserah menteri apakah kontrak NNT akan diputus atau tidak.

Menurut dia, kalau kontrak telah diputus maka kegiatan tambang mesti dihentikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Senior Vice President and Chief Financial Officer Newmont Mining Corporation, Russell Ball, usai pertemuan mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses divestasi ke Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagaimana telah dilakukan ke Kabupaten Sumbawa.

“Kami tetap akan melaksanaan divestasi sesegera mungkin,” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan menempuh dua cara dalam menyelesaikan sengketa divestasi sesuai kontrak karya, yakni konsiliasi atau arbitrase.

Cara konsiliasi dilakukan tanpa melibatkan hakim, sedang arbitrase dengan hakim.

Juru bicara NNT Rubi W Purnomo mengatakan persoalan divestasi ini tidak mempengaruhi produksi tambang di Batu Hijau.

“Kegiatan tambang tetap jalan, tidak terganggu,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (11/2), pemerintah melalui Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Sembiring mengeluarkan status lalai (default) kepada NNT karena belum juga menyelesaikan proses divestasi 10 persen sahamnya.

Pemerintah memberi batas waktu sampai 22 Februari 2008 kepada NNT menyelesaikan proses divestasi yakni kesepakatan penjualan saham ke Pemda Kabupaten Sumbawa Barat sebesar tiga persen dan Kabupaten Sumbawa dan Propinsi NTB sebesar tujuh persen.

Namun, NNT telah meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penetapan status lalai tersebut.

Sesuai kontrak karya, sebanyak 51 persen saham PT NNT yang dimiliki asing didivestasikan secara bertahap kepada Pemerintah Indonesia.

Sebanyak 20 persen di antaranya telah dimiliki pihak Indonesia, yakni PT Pukuafu Indah, sedang 31 persen sisanya didivestasi sebanyak tiga persen tahun 2006, tujuh persen 2007, tujuh persen 2008, tujuh persen 2009, dan tujuh persen 2010. ma

sumber: ANTARA News