tribunindonesia

Archive for the ‘TOKOH’ Category

Sri Mulyani Salah Satu Wanita Berpengaruh di Dunia

In TOKOH on 20 Agustus 2009 at 2:01 PM

sri_mulyani_indrawatiMENTERI Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati kembali dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pada 2009.

Posisi Sri Mulyani tahun ini melorot di urutan ke-71. Tahun lalu Sri Mulyani berada di posisi ke-23 mengalahkan Hillary Rodham Clinton yang nangkring di urutan ke-28. Kala itu Hillary masih menjabat sebagai senator di New York. Tahun lalu Sri Mulyani juga berada di atas Oprah Winfrey (urutan ke-36) pembawa acara kondang asal Amerika.

Tahun ini, menurut laporan yang dilansir pada Rabu (19/8), Sri Mulyani dinilai berhasil mengurangi budaya korupsi yang mengakar di Indonesia. Sri Mulyani juga dinilai berhasil menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan insentif pajak bagi para pelaku usaha.  Baca entri selengkapnya »

Gara-gara Islam, Sharukh Diinterogasi Imigrasi AS

In TOKOH on 12 Agustus 2009 at 9:13 PM


INTEROGASI dan ”penahanan” sekitar dua jam terhadap aktor besar Bollywood, Shah Rukh Khan, oleh imigrasi Amerika Serikat mengundang berbagai kecaman. Khan mengatakan, penyaringan itu sangat diskriminatif dan memalukan.

Hal ini menyebabkan aksi unjuk rasa para penggemarnya di India. Ribuan orang turun ke jalan untuk memperingati Hari Kemerdekaan India. Namun, mereka juga memanfaatkan pawai itu untuk memprotes perlakuan terhadap Khan.

Di wilayah utara India, penggemar Khan yang marah membakar sebuah bendera AS. Setibanya di New Delhi, India, Selasa (11/8), seperti dilaporkan Press Trust of India, Khan membantah bahwa dia menjadikan insiden itu sebagai bahan publikasi tak langsung demi film terbarunya.

Khan memiliki film terbaru, My Name is Khan. Film ini yang mengisahkan diskriminasi yang dihadapi warga Muslim di AS pascaserangan 11 September. ”Saya tidak bermaksud membesar-besarkannya. Shah Rukh Khan tidak memerlukan publisitas,” ujarnya.

Dia membantah anggapan dari beberapa pihak bahwa dia tengah berakting dengan mengangkat interogasi yang dialaminya itu.

Nama Muslim

Khan (43) dipanggil untuk sebuah pemeriksaan khusus di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, selama sekitar 90 menit, Jumat (7/8). Tidak dijelaskan mengapa interogasi itu dilakukan. Khan menyimpulkan bahwa hal itu terjadi karena dia memiliki nama Muslim dan berasal dari Asia Selatan.

Pada tahun 2008, majalah Newsweek menyebut dia sebagai bintang film terbesar dunia dan salah satu dari 50 orang paling berpengaruh di dunia di atas Oprah Winfrey, Dalai Lama, dan Osama bin Laden.

Bagi banyak warga India, tidak terpikirkan sama sekali bahwa Khan diperlakukan sama seperti warga biasa. Adalah sebuah kelaziman jika selebriti mendapatkan perlakuan istimewa di bandara. ”Kami tidak boleh diperlakukan atas dasar warna kulit atau kebangsaan,” katanya. Dia menambahkan bahwa banyak pertanyaan yang diajukan. Namun, sangat tidak berhubungan dengan kunjungannya ke AS.

Meski demikian, Khan juga mengakui insiden itu memang telah berkembang keluar dari proporsinya. ”Saya hanyalah manusia biasa dan banyak orang yang harus melalui prosedur seperti ini setiap hari. Hal seperti itu tidak akan berakhir dan kita terpaksa hidup dengan semua itu,” katanya.

Akan kurangi kunjungan

Dia juga mengatakan bahwa aturan soal keamanan, terutama pemeriksaan di migrasi AS, tidak banyak berubah sejak peristiwa 11 September. Khan menyerukan agar pemeriksaan seperti itu perlu diperbaiki sekarang juga.

Kepada para penggemarnya, Khan meminta agar menghentikan aksi protes itu. ”Marilah kita simpan semua ini di belakang kita. Berpikirlah positif dan terus maju,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai kunjungannya ke AS, Khan mengatakan dia tetap akan berkunjung ke AS jika memang ada pekerjaan yang harus dikerjakan di sana. Akan tetapi, dia menegaskan akan lebih jarang pergi ke sana.

Banyak warga komunitas India di AS seolah mendapat peluang untuk menyampaikan pengalaman serupa yang dialami mereka.

”Saya telah mengalami apa yang dialami Khan. Anda tentu akan bertanya karena Muslim merupakan warga yang paling sering diperiksa. Mengapa itu terjadi?” papar Tahir Nehmood (28). Dia adalah seorang ahli teknik yang pernah tertahan di Bandara Internasional John F Kennedy, New York.

”Hal itu sangat menyedihkan. Dia (Khan) sangat terkenal. Perlakuan ini tidak benar,” ungkap Ram Iyer (29), pengawas keuangan yang pindah dari Mumbai ke AS pada tahun 2002.

AS pun segera mendinginkan isu ini dengan mengatakan, bahwa Shah Rukh Khan sangat diterima di AS. (vd/kom)

Ciputra dan Sejarah Penderitaan Rakyat Manado

In TOKOH on 5 Agustus 2009 at 7:14 PM

oleh Prima Sp Vardhana

ciputra1KEHADIRAN stasi Jalan Salib di kaki patung Kristus Memberkati yang dibangun di kawasan Citraland Manado, Sulawesi Utara, bukan hanya diharapkan sebagai tempat wisata religi. Monumen yang terletak di atas bukit itu juga mencatat sejarah penderitaan rakyat Manado, khususnya pada masa penjajahan Jepang 1942-1945.

Itu memang sengaja dihadirkan oleh Ciputra sebagai pendiri obyek wisata religi, khususnya untuk umat Kristiani. Saat meresmikan Jalan Salib di kompleks itu, beberapa waktu lalu, Ciputra secara detail menjelaskan, di ujung jalan salib, tepatnya di bawah kaki Kristus Memberkati, dibuat relief dan patung-patung penderitaan warga Manado yang mengalami kekejaman Jepang.

Ada empat patung yang menggambarkan penderitaan itu. Satu di antaranya seorang ibu yang menggendong anak balita telanjang. Meski keseluruhan tubuh patung dicat putih, tetap kelihatan ekspresi ibu itu yang begitu sendu dan sedih serta menderita. Ia seolah memikirkan bagaimana nasib masa depan si anak balita kurus dan telanjang, yang menggambarkan kemiskinan orangtuanya.

Kehadiran patung ibu dan anak yang menderita ini semakin menemukan bukti kebenarannya, dengan pengakuan Ciputra sendiri bahwa ayahnya, Tji Sien Poe, seorang pedagang kecil meninggal di tahanan Jepang. Baca entri selengkapnya »

Todt Siap Terima ‘Sampur’ Kepemimpinan Mosley

In OTOMOTIF, TOKOH on 24 Maret 2008 at 8:25 PM

Jean Todt tidak ingin terlalu lama menganggur. Buktinya, setelah dipecat dari jabatannya sebagai Tim Principal Ferrari, Todt mengaku siap menggantikan posisi Max Mosley sebagai Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA). Masa sih?

Pada pekan lalu, Ferrari secara mengejutkan mengumumkan pergantian posisi yang di tempati oleh Todt. Posisinya kini diganti oleh Amadeo Felisa. Meski dicopot dari jabatannya sebagai CEO Ferrari, namun Todt mengaku tidak ingin sepenuhnya pensiun dari Tim Kuda Jingkrak itu.

“Sejak Rabu pekan kemarin, saya sudah menjadi bagian dari dewan Ferrari dan penasihat buat perusahaan yang di pimpin oleh Luca di Montezemolo,” jelas pria asal Prancis itu sebagaimana dikutip Atosport, Minggu (23/3/2008). Baca entri selengkapnya »

Dalai Lama Tepis Tuduhan China

In TOKOH on 24 Maret 2008 at 7:12 PM

Dalai Lama

BEIJING: Ofisial Olimpiade China menghadapi gelombang unjuk rasa yang dilancarkan oleh aktivis Tibet di Yunani Senin (24/3) ini.

Unjuk rasa tersebut direncanakan, setelah pemerintah China menuduh pemimpin spritual Tibet di pengasingan Dalai Lama berada di balik aksi kerusuhan di Tibet belakangan yang ditujukan untuk mensabotase Olimpiade Beijing.

Para aktivis Tibet berjanji akan memprotes upacara resmi penyalaan obor Olimpiade di Yunani. Sekitar 1.000 personil polisi telah disiagakan untuk menangkal upaya demonstran menghalang-halangi upacara tersebut. Obor Olimpiade 2008 akan melintas di 20 negara sebelum dilangsungkannya Olimpiade Beijing pada 8 Agustus 2008.

China berencana melangsungkan arak-arakan obor Olimpiade yang melintas Tibet dan mengarah ke puncak Gunung Everest. Namun, upaya China untuk mengukir nama baik sebagai tuan rumah Olimpiade tahun ini telah terhalang lewat aksi kekerasan yang dilakukannya dalam meredam kerusuhan di Lhasa. Baca entri selengkapnya »

Li Ka-Shing Orang Terkaya di Dunia ke-9 Versi Forbes

In TOKOH on 22 Maret 2008 at 5:28 PM

Image Majalah Forbes menempatkan Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun. li-ka-shing-01.jpg
Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Forbes melaporkan, membumbungnya harga-harga properti dan kedekatan dengan ekonomi China menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak penduduk Hong Kong semakin kaya.

Tidak heran jika melihat mobil-mobil mewah semacam Rolls Royce dan Porsche hilir mudik di jalanan Hong Kong. “Fenomena ini membuktikan bahwa Hong Kong tetap menjadi salah satu wahana kondusif untuk bisnis dan investasi. Tampaknya hal ini sulit untuk diubah,” kata Redaktur Senior Forbes Russell Flannery. Baca entri selengkapnya »