tribunindonesia

Archive for the ‘INFO HAJI’ Category

Calhaj Sumenep Belum Urus Paspor

In INFO HAJI on 5 September 2009 at 6:22 PM

oleh Achmad Sobirin

TRIBUN, Sumenep – Calon haji (calhaj) dari empat kecamatan kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, hingga Sabtu (5/9) sore, belum datang ke Kantor Departemen Agama (Depag) setempat, untuk mengikuti proses pembuatan paspor.

Kepala Kantor Depag Sumenep, Imron Rosyidi menjelaskan, calhaj yang belum datang ke kantornya berasal dari empat kecamatan kepulauan terjauh, yakni Sapeken, Masalembu, Kangayan, dan Arjasa.

“Untuk sementara, kami menilai belum datangnya calhaj dari empat kecamatan kepulauan tersebut bukan suatu masalah, karena saat ini mereka sedang berada di kapal yang menuju ke Kalianget (Sumenep daratan),” katanya di Sumenep.

Sesuai informasi yang diterimanya, kapal yang mengangkut calhaj asal empat kecamatan kepulauan tersebut tiba di Kalianget pada pukul 21.00 WIB.
“Kami sudah minta pada mereka langsung ke Depag, untuk pembuatan paspornya. Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Surabaya, yang ditugaskan memproses pembuatan paspor calhaj Sumenep, siap bekerja hingga Minggu (6/9) dini hari,” katanya mengungkapkan.

Imron mengatakan, untuk calhaj dari lima kecamatan kepulauan lainnya di Sumenep sudah berada di Depag dan sebagian telah memproses pembuatan paspornya.

“Untuk calhaj dari kepulauan terjauh, pemberangkatannya ke Sumenep memang harus menyesuaikan dengan jadwal kapal. Semoga saja tidak ada kendala dan mereka yang masih berada di kapal, bisa tiba tepat waktu di Kalianget, sekitar pukul 21.00 WIB,” katanya menuturkan.

Sejak Sabtu pagi, sebanyak 25 petugas Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Surabaya, datang ke Sumenep untuk memproses pembuatan paspor bagi calhaj setempat.

Calhaj asal Sumenep tahun 2009 sebanyak 793 orang, dengan rincian sebanyak 529 calhaj berasal dari 18 kecamatan daratan dan 264 calhaj dari 9 kecamatan kepulauan. (sob/nta)
 

Iklan

Personil Imigrasi Tanjung Perak Proses Paspor Calhaj Sumenep

In INFO HAJI on 5 September 2009 at 2:45 PM

oleh. Achmad Sobirin

TRIBUN, Sumenep Sebanyak 25 personel dari Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, memproses pembuatan paspor bagi calon haji (calhaj) asal Sumenep, Madura, di Kantor Departemen Agama (Depag) setempat, Sabtu (5/9).


Di Kantor Depag, petugas Imigrasi memanggil satu per satu calhaj, untuk dipotret, diambil sidik jarinya, dan menandatangani berkas paspor.


Sekretaris Panitia Tim Pembuatan Paspor Calhaj di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Didin Puji Santoso, menjelaskan, pihaknya akan menuntaskan pembuatan paspor calhaj dan petugas haji asal Sumenep, pada Sabtu ini juga.


“Kami akan bekerja hingga malam, karena paspor yang akan kami proses cukup banyak, sekitar 830 buah,” katanya di Sumenep.


Ia juga menjelaskan, untuk calhaj Sumenep memang diinstruksikan tidak mengurus pembuatan paspor sendiri ke Kantor Imigrasi.


“Kami sudah ada kesepakatan dengan Depag Sumenep. Sabtu ini memang jadwal kami ke Sumenep untuk memproses pembuatan paspor calhaj,” katanya menambahkan.


Sementara itu, Kepala Kantor Depag Sumenep Imron Rosyidi menjelaskan, selama proses pembuatan paspor, calhaj tidak dikenai biaya lagi.


“Proses pembuatan paspor calhaj itu, sudah satu paket dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji,” katanya menegaskan. (sob/nta)

Calhaj Pamekasan Proses Paspor Hijau

In INFO HAJI on 3 September 2009 at 4:30 PM

oleh Achmad Sobirin

TRIBUN, Pamekasan – Sebanyak 1.050 calon haji (calhaj) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/9), mulai memproses pembuatan paspor hijau ke petugas imigrasi di Kantor Departeman Agama (Kandepag) setempat.

Kepala Kantor Departeman Agama Kabupaten Pamekasan, Drs. Abdul Wahid, menyatakan, proses pembuatan paspor ini dilakukan di Pamekasan, untuk membantu mempermudah para calhaj.

“Semestinya ini kan diproses di Surabaya. Akan tetapi karena kami ingin para calhaj ini mudah dan tidak perlu pergi jauh ke Surabaya, maka kami undang pihak imigrasi datang ke Depag Pamekasan,” kata Abdul Wahid.

Proses pembuatan paspor pada Kamis itu berupa pemotretan dan pengambilan sidik jari oleh petugas kepada para calhaj yang ada di Pamekasan.

Menurut Abdul Wahid, penggunaan paspor hijau ini memang hanya kali ini. Sebelumnya calhaj hanya menggunakan paspor biasa, yakni paspor berwarna coklat yang hanya digunakan untuk menunaikan ibadah haji.

“Kalau parpor hijau ini kan bisa internasional dan jangka waktunya lima tahun, bukan sekali ini saja,” katanya.

Pembuatan paspor hijau itu sempat diwarnai aksi protes sebagian calhaj, karena pengaturan oleh pihak petugas terkesan tidak teratur. “Saya sudah antre sejak pukul 08.00 WIB sampai sekarang belum mendapatkan giliran foto, malah yang datang terakhir difoto lebih dulu,” kata seorang calhaj asal Batumarmar.

Menurut Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Pamekasan, Abd Wahid, yang menyebabkan pengaturan pembuatan parpor itu tidak teratur, karena Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang datang membuat paspor tak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan petugas Depag.

“Kami kan sudah memberi jadwal ke masing-masing KBIH agar mereka datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan, tapi mereka datang lebih awal, dengan alasan takut tidak mendapat parpor,” katanya.

Menurut Abdul Wahid, jumlah calhaj sebanyak 1.050 orang itu diperkirakan nantinya akan terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter).

“Kalau jumlah KBIH-nya pada musim haji tahun ini sebanyak 19 KBIH tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan,” katanya. (sob/nta)

Imigrasi Surabaya Selsaikan 1.345 Paspo Calhaj Sidoarjo

In INFO HAJI on 2 September 2009 at 2:41 PM

oleh Nabila M. Rachman

TRIBUN, Sidoarjo – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya telah mencetak 1.345 paspor dari total 2.976 paspor haji untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo. Materi paspor hijau itu siap dibagikan kepada calon jemaah haji.

Kasi Haji Departemen Agama Kabupaten Sidoarjo, Misbakhul Munir, Rabu, mengatakan, jumlah tersebut sebagian sudah ada yang dibagikan kepada calon jemaah haji.

“Menurut informasi yang ada sisa paspor tersebut akan selesai dibuat oleh imigrasi maksimal sebelum Ramadhan usai,” katanya saat ditemui di  ruang kerjanya, Rabu (2/9).

Ia mengemukakan, di Kabupaten Sidoarjo sendiri jumlah calon jemaah haji yang sudah melunasi biaya pelunasan ibadah haji (BPIH) sebanyak 3.013 orang.

“Dari jumlah tersebut yang membutuhkan paspor sebanyak 2.976 orang. Sedangkan sisanya sebanyak 37 peserta sudah memiliki paspor sendiri, sehingga tidak perlu membuat paspor lagi,” katanya.

Selanjutnya, calon jemaah haji yang memiliki paspor tersebut, melakukan manasik haji di tingkat kecamatan masing-masing.

“Dalam satu hari ada tiga kecamatan yang melakukan manasik haji dan sudah dimulai sejak awal pekan ini,” katanya.

Ia mengaku, kegiatan manasik tersebut dilakukan sebagai salah satu agenda untuk pemantapan batin bagi calon jemaah haji.

“Sesuai dengan jadwal, manasik di tingkat kecamatan tersebut akan selesai dilakukan sebelum Lebaran tiba,” katanya.

Saat ini, kata dia, sudah ada sebagian calon jemaah haji yang sudah berada di Asrama Haji Surabaya untuk pengurusan visa.

“Itu bisa dilakukan setelah paspor calon jemaah haji selesai dibuat dan dibagikan,” katanya.

Di Kabupaten Sidoarjo sesuai rencana akan dibuat delama kelompok terbang (kloter).

“Ini sesuai dengan kemampuan maskapai penerbangan Garuda yang mampu menampung sekitar 450 orang dalam sekali terbang,” katanya. (nab/nta)

Personil Imigrasi Tanjung Perak Menuju Sumenep

In INFO HAJI on 2 September 2009 at 10:54 AM

oleh Achmad Sobirin

TRIBUN, Sumenep – Petugas Kantor Imigrasi Surabaya, akan datang ke Kantor Departemen Agama (Depag) Sumenep, Madura, terkait proses pembuatan paspor bagi calon haji (calhaj).

Kepala Kantor Depag Sumenep, Imron Rosyidi, Rabu, menjelaskan, sesuai jadwal yang diterimanya, petugas Kantor Imigrasi Surabaya dijadwalkan datang pada Jumat (4/9) malam.

“Sebanyak 15 petugas Kantor Imigrasi Surabaya akan berada di Sumenep hingga Sabtu (5/9), untuk proses pembuatan paspor 793 calhaj,” katanya di Sumenep.

Di Sumenep, petugas Kantor Imigrasi Surabaya akan menyelesaikan semua hal yang terkait dengan persyaratan pembuatan paspor.

“Para calhaj akan dipotret, dimintai tanda tangan, dan sidik jarinya. Sebelumnya, kami sudah menyerahkan semua berkas calhaj yang dibutuhkan petugas Imigrasi,” katanya menambahkan.

Imron menjelaskan, pihaknya telah mengundang 793 calhaj se-Sumenep untuk datang ke Kantor Depag Sumenep pada hari Jumat dan Sabtu.

“Pada Jumat malam, kami mengundang calhaj di tiga kecamatan, sedang calhaj dari 24 kecamatan lainnya diundang pada hari Sabtu,” katanya mengungkapkan.

Ia menjelaskan, sejak awal, pihaknya telah meminta 793 calhaj asal Sumenep tidak mengurus sendiri pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Surabaya.

“Depag dan Kantor Imigrasi sudah memiliki kerja sama secara kelembagaan terkait pembuatan paspor bagi calhaj. Sehingga, tidak ada tambahan biaya lagi yang dibebankan pada calhaj untuk kepentingan pembuatan paspor,” katanya menegaskan.
 

360 Calhaj Jatim Belum Lunasi BPIH

In INFO HAJI, NASIONAL on 27 Agustus 2009 at 6:05 PM

oleh Nabila M. Rachman

SEBANYAK 360 calon haji (Calhaj) Jawa Timur yang belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2009 hingga pelunasan tahap kedua menjelang berakhir.

“Pelunasan BPIH tahap kedua sebenarnya berakhir pada 26 Agustus, tapi diperpanjang dua hari,” kata Kepala Bidang Dokumen PPIH Embarkasi Surabaya Hj. Hikmah Rahman kepada ANTARA di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, kuota haji untuk Provinsi Jatim berjumlah 34.165 orang, tapi hingga 26 Agustus pukul 16.00 WIB tercatat 33.805 orang yang sudah melunasi BPIH.

“Ke-360 calhaj yang belum melunasi itu ditunggu hingga tanggal 28 Agustus dan bila tidak melunasi hingga tanggal itu, kuota tersisa akan dikembalikan ke Depag RI menjadi kuota nasional,” katanya.

Kepala Seksi Perjalanan dan Sarana Haji Kanwil Depag Jatim itu mengatakan, kuota nasional itu mungkin saja kembali ke Jatim, tapi mungkin juga diserahkan kepada provinsi lain.

“Jadi, belum tentu sisa kuota itu kembali ke Jatim, karena biasanya diberikan kepada provinsi yang memiliki daftar tunggu (waiting list) paling lama, seperti Sulsel yang memiliki waktu ‘waiting list’ selama delapan tahun,” katanya mengungkapkan.

Di Jatim, pelunasan BPIH tahap pertama mulai 13 Juli hingga 12 Agustus 2009 tercatat 1.816 calhaj yang belum melunasinya, sedangkan pelunasan BPIH tahap kedua mulai 18 Agustus hingga 28 Agustus.

Khusus calhaj Embarkasi Surabaya (Jatim, Bali, NTB, NTT), BPIH 2009 ditetapkan 3.512 dolar AS (setara dengan Rp35.822.400,00 untuk kurs Rp10.200,00) dan Rp100.000,00 untuk biaya operasional di dalam negeri. (nab/nta)