tribunindonesia

Amankan Aset, Grup Bakrie Jadikan Wiwied Boneka Politik

In BURSA PILKADA, SIDOARJO on 24 Februari 2010 at 6:00 PM
oleh Prima Sp Vardhana / Profil Serie-1
GAGAL memenuhi janji melunasi komitmen cash and carry pada mayoritas korban lumpur Lapindo, ternyata tidak membuat PT. Minarak Lapindo Jaya terserang rasa malu dan pekiwuh. Perusahaan juru bayar PT Lapindo Brantas yang menangani urusan jual beli aset tanah dan bangunan korban luapan lumpur sumur Banjar Panji ini, justru bersikap kurang simpati dan miskin empati.
Sikap itu ditunjukkan dengan ambisi anak perusahaan keluarga  Grup Bakrie ini dengan mengikuti perebutan tahta Bupati Sidoarjo lewat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), yang rencananya diselenggarakan April 2010 mendatang. Besarnya ambisi tersebut diproyeksikan dengan menurunkan dua calon andalan mereka, yang dilengkapi dana puluhan miliar rupiah sebagai stimulus merebut tahta W-1.
Sosok pertama yang dibiayai adalah Komisaris Utama PT Minarak Lapindo Jaya Gesang Budiarso. Kendaran politik yang rencananya akan ditunggangi adalah Partai Golkar. Ini karena posisi pria berpostur tinggi langsing ini sebagai Sekretaris DPD Golkar Jatim. Kendati demikian, ternyata pria yang gagal dalam Pemilihan Legislatif 2008 ini belum juga berani unjuk gigi secara terus terang. Sikap hati-hati dan menempatkan posisi diri sebagai “kuda hitam” itu dilakukan, karena tertebas hasil survey DPD Golkar Sidoarjo untuk mengetahui tingkat popularitas dan elektabilita tokoh yang akan dijagokan.
Hasil survey dengan metode kuesioner yang dipaparkan Ketua Golkar Sidoarjo, Warih Andono pada pertengahan Januari silam, menunjukkan, Gesang hanya menempati posisi ketiga diikuti Emy Susanty –istri Bupati Win Hendrarso- di posisi keempat. Sedangkan posisi dua besar terpopuler di masyarakat Sidoarjo, adalah Wakil Bupati H. Syaiful Ilah dan Ketua DPW PKB Jatim H. Imam Nahrawi.
Dengan posisi yang tidak menjanjikan itu, maka PT. Minarak Lapindo Jaya mengubah strateginya untuk proyek perebutan tahta W-1. Kali ini sosok yang diharapkan mampu menandingi kepopuleran Syaiful Ilah adalah Direktur Operasional PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo. Pria bernama populer Wiwied Soewandi ini diyakini mampu menjadi boneka koalisi perusahaan Keluarga Bakrie, karena secara kebetulan dia anak dari Soewandi, mantan Bupati Sidoarjo pada era 1975-1985. Target kendaraan poltiknya adalah koalisi Partai Golkar, Gerindra, dan PKNU.
Skenario pencitraan sosok Wiwied Soewandi pun digeber tim suksesnya. Proyek pertama yang digelar dengan kemasan dramaturgi, adalah melakukan tebar pesona dan janji manis pada masyarakat papan bawah yang buta ”skenario politik” yang nantinya akan berakhir dengan pepesan kosong. Jadwal yang disiapkan tim suksesnya sangat padat. Bagaimana tidak. Sejak tanggal 16 hingga 24 Februari, pria berkacamata ini harus berakting dalam beragam peran. Berakting sebagai sosok politikus, ia menghadiri acara intern konsolidasi DPC Gerindra Sidoarjo menghadapi Pilkada Sidoarjo 2010 dan Pemilu 2014 di Hotel Sun City, Sidoarjo, Selasa (16/2) sore.
Malam harinya, berakting sebagai muslim yang (maaf, red) taat dan empati pada masyarakat kelas bawah, Wiwied dengan baju batik dan celana gelap dengan songkok yang kian rutin dikenakan menghadiri pengajian warga di Jl. Airlangga. Pertemuan yang kental atmosfer beribadah itu, dengan liciknya dimanfaatkan untuk menebar pesona dan janji manis untuk meraih dukungan suara dalam pencalonan dirinya.
Setelah itu, berjibun jadwal pencitraan pada masyarakat kecil dilakukan kubu Wiwied. Misalnya dengan melakukan tebar pesona dan janji-janji politik pada masyarakat cilik di daerah Krembung, Tulangan, Wonoayu, dan Kureksari – Waru. Juga, menemui tokoh masyarakat wilayah Krian, Balongbendo dan Tarik di Balai Desa Balongbendo. Selain itu, ia juga melakukan kunjungan mohon restu dan dukungan dengan sowan pada mantan Bupati Sidoarjo, Soegondo.
Kubu Wiwied juga berusaha menarik simpati pada bolamania Sidoarjo, dengan memberikan bantuan sekitar Rp 300 juta pada tim profesional Deltras. Di lain saat, tim suksesnya mengantar Wiwied sowan pada pengurus Paguyuban Mantan Kepala Desa (PMKD) Kab. Sidoarjo di Wonoayu, yang mengklaim diri beranggotakan 650 mantan Kades. Berselang sehari, Wiwied bertemu dengan para tokoh masyarakat dan petani tebu dan guru di gedung Pepabri Krembung.
Setelah disibukkan jadwal tebar pesona, pada 24 Februari posko pemenangan pun di perumahan Pondok Mutiara blok I no 11 Sidoarjo diresmikan. Posko yang diberi nama Media Center Wiwied Soewandi itu tak tanggung-tanggung, peresmiannya dihadiri KH Ali Mustawa, pengasuh Ponpes Sabilul Rosyad Bareng Krajan Krian, yang sekaligus didapuk untuk membacakan doa. (pvardhana88@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: