tribunindonesia

Melirik Hadi Sutjipto, Saiful Ilah Kian Melenggang

In DAERAH on 15 Februari 2010 at 5:48 AM
oleh Prima Sp Vardhana

Sidoarjo, TRIBUN – Setelah lama menutup diri tentang calon tokoh yang akan digandengnya sebagai Wakil Bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo 2010, Syaiful Ilah sedikit membuka diri. Calon Bupati (Cabup) yang sudah pasti akan dijagokan oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo itu memastikan akan memilih calon wakil, yang memiliki basis pendukung yang besar dan kuat. Selain itu, tokoh tersebut mengantongi catatan prestasi dalam profesinya yang sangat membanggakan.

”Maju dalam Pilkada itu bukan sebuah permainan yang kental nuana spekulatif. Masuk bursa Pilkada merupakan sebuah perjuangan diri untuk memperebutkan amanah masyarakat. Karena itu, siapa pun yang maju harus mengantongi beragam syarat yang memastikan keyakinannya untuk dipercaya masyarakat,” kata Syaiful Ilah usai acara Istighosah Bersama yang diadakan Mahasiswa UIN Maliki Malang, Minggu (14/02).

Pertimbangan Wakil Bupati Sidoarjo itu dalam memilih calon pendamping tersebut, secara politis sangatlah wajar. Pasalnya dengan memilih calon pendamping yang memiliki basis pendukung kuat dan besar. Juga, calon pendamping yang mengantongi prestasi dalam profesinya. Di atas kertas, posisi jual Syaiful Ilah dalam membukukan suara amanah dari masyarakat akan kian menguat. Dus, peluangnya merebut tahta W-1 yang sudah di depan genggamannya akan kian terpastikan untuk terengkuh tanpa kesulitan.

Berpijak pada sepenggal pengakuan Syaiful Ilah yang disaksikan dan didengar cukup banyak mahasiswa UIN Maliki itu, orang kedua di Sidoarjo itu sepintas lalu sudah menjatuhkan sosok wakilnya pada H. MG Hadi Sutjipto. Juragan tambak itu melirik Pak Tjip (panggilan akrab Hadi Sutjipto, red.) dibanding Achmad Khoiri -kader PKB- yang ikut menaftar sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) lewat desk Pilkada PKB, pertimbangan kepentingan politiknya sangat matang.

Korban Lumpur

Dengan menggandeng Pak Tjip yang juga Asisten I Sekdakab Sidoarjo Bidang Pemerintahan dan Kesra, secara teknik Syaiful Ilah berpeluang mengantongi dukungan suara dari sekitar 9.000 guru PNS maupun honorer plus keluarga mereka. Ini karena sebelum dipromosikan memangku jabatan Asisten I, Pak Tjip menjabat Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo. Selama tiga tahun menjabat penentu kebijakan di bidang pendidikan Sidoarjo itu banyak terobosan dilakukan, yang berpihak pada guru dan kepala sekolah.

Salah satu kredo Pak Tjip yang tidak mungkin dilupakan para guru di Sidoarjo, adalah keberaniannya mengajukan permohonan bantuan ke Menteri Pendidikan untuk para guru korban lumpur Lapindo. Perjuangan itu menghasilan sebuah kucuran dana yang lumayan besar, sehingga dapat dimanfaatkan para guru korban lumpur Lapindo untuk mencari tempat tinggal kontrakan. Juga, menunjang kebutuhan hidup para guru tersebut.

Jumlah dukungan suara itu berpeluang membengkak berlipat kali, karena Pak Tjip yang memiliki basis pendukung cukup kuat dikalangan PNS Kabupaten Sidoarjo, juga merupakan sosok yang terlibat aktif sedikitnya dalam 10 organisasi kemasyarakatan. Selain sebagai Ketua Takmir Masjid Agung Sidoarjo. Pak Tjip juga Ketua Kwartir Cabang Pramuka Sidoarjo, Ketua Harian KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Sidoarjo, Wakil Ketua BAZ (Badan Amil dan Zakat) Sidoarjo. Dan, masih banyak lagi lembaga kemasyarakatan sosial yang selama ini menyibukkan dirinya.

Sedangkan Hadi Sutjipto saat dikonfirmasi tentang sikap Syaiful Ilah yang mengincar dirinya sebagai pendampingnya masju dalam Pilkada Sidoarjo 2010. Dengan segurat senyum yang selalu menghias bibir, Pak Tjip mengucapkan hamdalah. Dia sangat bersyukur jika Allah Swt pada akhirnya meridhoi doanya untuk mengabdikan diri pada masyaraat Sidoarjo, dengan mengetuk hati kecil Syaiful Ilah untuk mendampinginya maju dalam Pilkada yang rencananya akan digelar 25 Juli mendatang.

“Kabar Pak Syaiful menggandeng saya, secara pribadi sangat menggembirakan. Namun secara aqidah merupakan awal perjuangan yang saya janjikan saat menunaikan ibadah Haji tahun lalu,” katanya.

Saat menunaikan ibadah Haji itu, ditambahkan, ia sempat berdoa di Al-Mutazam, yaitu sebuah lokasi antara Hajar Aswad dan pintu Kabah di kawasan Masjidil Haram, Mekkah. Dalam doanya, ia meminta Allah untuk meridhoinya mengabdikan diri dalam membangun masyarakat Sidoarjo dari keterpurukan pasca tragedi lumpur Lapindo. Soal caranya, ia menyerahkan pada Allah yang lebih mengetahui akan cara mengabdinya yang terbai buat dirinya, keluagany, dan masyarakat Sidoarjo.

”Kalau akhirnya Pak Syaiful memilih saya untuk mendampingi, mungkin dengan menjadi Wakil Pak Syaiful inilah cara terbaik yang dipilihkan dan diridhoi Allah untuk saya dalam mengabdikan diri untuk agama dan masyarakat Sidoarjo. Amien.” Ujarnya dengan bibir yang bergetar. (vd)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: