tribunindonesia

White House Daya Tarik Kunjungan Wisatawan

In TRAVELING on 11 September 2009 at 7:14 PM


APA yang menarik dari Kota Washington DC, ibu kota Amerikat Serikat? Kesan umum, kawasan itu dirancang rapi dengan arsitektur mengacu gaya Eropa abad pertengahan. Lebih dari itu, kota ini juga mencerminkan hasrat untuk mengabadikan sejarah.

“Kami ingin mengunjungi Obama,” kata beberapa pengunjung di depan The White House, Gedung Putih, pada suatu siang yang sejuk akhir Juni. Berjejal di antara ratusan turis lain, lelaki tersebut melongok-longok tempat tinggal resmi presiden Amerika Serikat (AS) itu dari jauh, dari balik jeruji besi pengaman. Barack Obama, yang menjadi Presiden Ke-44 AS, memang punya daya tarik tersendiri.

Wisatawan dari berbagai negara memang penasaran dengan Gedung Putih. Mereka ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana wujud bangunan yang menjadi pusat kekuasaan negara adidaya dan kerap muncul di layar film itu. ”Ternyata, kecil ya,” komentar beberapa turis setelah memelototi gedung itu lama-lama.

Gedung Putih memang tidak terlalu besar, apalagi jika dibandingkan arsitektur kontemporer yang besar-besar. Namun, bangunan hasil rancangan arsitek James Hoban dan dibangun tahun 1792 itu adalah ikon kota, bahkan ikon AS. Brosur resmi terbitan The White House Visitor Center mencatat, gedung itu merupakan bangunan publik tertua di kota itu.

Rumah bergaya georgian itu menjadi tempat tinggal resmi para presiden AS sejak Presiden Kedua AS Johan Adams, tahun 1800. Jadi, selama 200-an tahun lebih, orang-orang nomor satu di negeri itu tinggal di sana, termasuk Barack Obama.

Gedung Putih berdiri di sudut tak jauh dari kawasan terbuka di tengah kota yang biasa disebut National Mall. Dari lapangan terbuka di depan gedung itu, kita bisa melihat The Washington Monument. Ini semacam tugu (obelisk) peringatan untuk mengenang Presiden Pertama AS, George Washington.

Bangunan ini didesain arsitek Robert Mills dan dikerjakan sejak tahun 1848. Bentuknya sederhana, mirip tonggak lurus lancip setinggi 555 kaki lebih atau sekitar 169.294 meter. Berbahan baku marmer, granit, dan batu pasir putih, tugu itu tampak menonjol. Dari seberang Sungai Potomac, monumen itu seperti tonggak putih yang angkuh.

Di salah satu sudut jauh dari National Mall, terdapat bangunan terkenal lain, yaitu The United States Capitol. Gedung yang didirikan tahun 1800-an dengan arsitek William Thornton itu menjadi kantor bagi anggota parlemen AS. Bangunan ini punya kubah besar bergaris di bagian tengah.

Di depan gedung, ada kolam besar. Saat malam hari, air kolam merefleksikan bayangan gedung berhias lampu temaram. ”Walaupun untuk kantor resmi, gedung ini terasa indah,” kata seorang pengunjung perempuan asal Meksiko.

White House, Washington Monument, dan United States Capitol berdiri pada titik segitiga di jantung kota Washington DC. Pada jarak lurus antara Washington Monument dan United States Capitol, terdapat jalur besar yang biasa disebut National Mall. Dari jalur terbuka inilah, para wisatawan leluasa mengamati kota.

Tiga bangunan itu merefleksikan semangat kebangsaan modern AS. White House mewakili kekuasaan eksekutif. United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan dari para wakil rakyat. Washington Monument tanda kenangan sejarah bangsa modern yang merdeka tahun 1776 itu.

Tata kota

Di luar soal simbol, ketiga bangunan itu menggambarkan tata kota Washington DC yang rapi. Dari tiga titik itu, menyebar berbagai bangunan, taman, dan jalur-jalur jalan raya. Setiap jalan punya sempadan yang cukup nyaman untuk lalu lintas para pejalan kaki.

Washington DC (singkatan dari District of Columbia) didirikan tahun 1790. Kota pinggir Sungai Potomac ini didesain arsitek Perancis, Pierre Charles L’Enfant, sebagai ibu kota negara. Rancangannya bergaya Eropa abad pertengahan.

Hingga kini, gedung-gedung lama peninggalan masa itu masih terjaga. Bangunan itu rata-rata bergaya neoklasik, georgian, atau gotik dengan tiang-tiang besar dan beberapa ornamen. Namun, bangunan baru cenderung bergaya modern, bebas, meski tetap berangkat dari kebutuhan fungsi. Semua gedung di kota itu tak boleh lebih tinggi dari United States Capitol dan Washington Monument.

Monumen

Menyusuri Washington DC lebih saksama semakin terasa hadirnya banyak bangunan untuk memperingati sejarah atau pahlawan. Lurus di depan The Washington Monument, misalnya, terdapat taman peringatan Lincoln Memorial dan Vietnam Veterans Memorial. Di samping kanan tugu, ada dua taman peringatan lain, yaitu Franklin Delano Roosevelt Memorial dan Thomas Jefferson Memorial. Ketiganya presiden AS yang dikenang dengan berbagai jasa.

Di tengah pertigaan jalan, banyak dibuat taman melingkar. Di situ, berdiri patung-patung para jenderal dari masa-masa peperangan. Beberapa di antara mereka digambarkan naik kuda dengan gagahnya.

Mengamati berbagai bangunan monumen itu, sepertinya kota ini dibuat untuk mengabadikan sejarah, kebanggaan, dan kebesaran AS. Negeri ini serius mengukuhkan sejarahnya lewat sebuah kota.

Sumber : Kompas Cetak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: