tribunindonesia

Dikecam Sejarahwan, Lomba Desain Proyek PIM Digelar

In NASIONAL on 23 Juni 2009 at 11:36 PM

DESAIN arsitektur Pusat Informasi Majapahit atau PIM di situs Trowulan, Mojokerto akan disayembarakan mulai Agustus. Dirjen Sejarah dan Kepurbakalaan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Hari Utoro Drajat, Sabtu (20/6 ) memastikan hal tersebut.

Hari menyebutkan, akan dilakukan pula survei dengan memanfaatkan teknologi georadar dan geolistrik oleh BPPT untuk mengetahui bentang arkeologis yang selama ini belum banyak diketahui. Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, Dr. Ridwan Djamaluddin membenarkan soal akan digelarnya teknologi itu untuk keperluan survei lanjutan soal peninggalan arkeologis yang dimaksud.

Sementara itu, Sekretaris Menko Kesra Indroyono Soesilo yang juga hadir dalam kunjungan itu memastikan komitmen Kementerian Kesejahteraan Rakyat terhadap persoalan kebudayaan. Isu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan dialokasikan anggaran dalam jumlah tak terbatas.

Penyelenggaraan lomba desain proyek PIM ini sangatlah kontroversi, karena pada awal Januari silam kepolisian Polres Mojokerto mengusut tuntas dugaan perusakan Situs Majapahit di Trowulan untuk pembangunan Pusat Informasi Majapahit dipertanyakan.

“Polisi tidak bisa berhenti mengusut kasus itu karena fakta dugaan terjadinya pelanggaran hukum telah jelas,” kata Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis saat itu.

Menurut Anam, saat ini yang diperlukan adalah komitmen kuat dan keberanian untuk mengungkap kasus tersebut.

Pada hari yang sama Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto Ajun Komisaris Rofiq Ripto Himawan menyatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa delapan saksi terkait kasus tersebut. Delapan orang saksi itu terdiri atas pelaksana lapangan, kalangan ahli, dan sejumlah pejabat lokal.

Masing-masing adalah mantan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Provinsi Jawa Timur I Made Kusumajaya dan dua orang arkeolog dari BP3 Jatim yakni M. Ichwan dan Kuswanto. Selain itu, Endro Waluyo, yang adalah mantan Kepala Subkelompok Registrasi di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur yang kini dipindahtugaskan ke Museum Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur juga turut diperiksa.

Adapun pakar arkeologi yang turut diperiksa adalah pakar asal Universitas Indonesia Mundardjito serta Ririet Surjandari dari Universitas Gadjah Mada. Selain itu diperiksa pula Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan pada BP3 Trowulan, Prapto Saptono dan Sukono yang merupakan salah seorang staf dari Unit Pelaksana Teknis Kabupaten

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: