tribunindonesia

Melacak Tumi, Goris 14 Kali Masuk Lokalisasi

In FEATURES, NASIONAL on 20 Juni 2009 at 11:35 PM

PERJUANGAN tim Van Den Berg van De Jong di Desa Kalipare, Malang, menemukan ibu kandung Kesih, tidaklah segampang membalik tangan. Waktu sekitar enam bulan dibutuhkan staf yang dikirim untuk menelusuri, yakni Gregorius Yhofid (Goris), sebelum memastikan kebenaran identitas ibu kandung Kesih dan kampung tempat tinggal Tumi.

detektifPenelusuran Goris tak ubahnya detektif swasta dalam film-film Hollywood. Saat pertama kali mendapat tugas dari EL Sajogo (salah satu pimpinan di kantor pengacara tempat dia bekerja) pada Agustus 2008, Yhofid hanya berbekal informasi nama dua saksi dan lokasi tempat kerja Tumi di lokalisasi Kremil (Tambak Asri) Surabaya.

Namun Goris harus menelusuri hingga ke kawasan lokalisasi Moroseneng karena beberapa tahun lalu para pekerja di Kremil beramai-ramai pindah ke Moroseneng, Kecamatan Benowo, Surabaya. Dua saksi yang diburunya adalah salah satu relawan warga kampung di Kremil yang ikut membantu proses adopsi Kesih dan tukang becak yang beroperasi di kawasan Moroseneng.

Untuk itu Goris menyamar sebagai tamu di kawasan lokalisasi. Namun sherlock1karena banyak bertanya-tanya mencari informasi, dia sempat diduga sebagai petugas intel kepolisian. “Saya yang tidak merokok dan minum bir, terpaksa berpura-pura merokok dan minum bir saat mencari informasi di salah satu tempat permainan biliar,” kata Goris.

Agar tidak mengundang kecurigaan, pemuda asal Flores NTT (Nusa Tenggara Timur) itu harus pandai-pandai mengatur ritme kunjungan ke Moroseneng. Setelah semalam berkunjung, biasanya tiga hari kemudian dia kembali lagi.

“Saya sampai keluar masuk 14 wisma di sana. Tetapi tidak bisa tiap hari, nanti orang-orang curiga,” kata Goris.

Pencarian pertama, yaitu terhadap tukang becak, berakhir buntu karena dia telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Sementara relawan yang juga warga kampung di Kremil sudah terlampau tua yaitu berusia sekitar 80 tahun sehingga sulit untuk diajak berkomunikasi.

Penelusuran di arsip RT/RW juga buntu karena saking lama dan banyaknya warga yang pindah. Data-dara tentang Tumi sudah tidak berbekas.

Namun penelusuran Goris dari salah satu warga mampu mengarahkan dia ke seorang germo di kawasan Moroseneng, yang mampu menunjukkan keberadaan keluarga Tumi di Kalipare, Kabupaten Malang.

“Saya hanya diberi ancar-ancar desa tempat tinggal Tumi. Informan kami tak tahu alamat jelas Tumi. Tapi info itu sudah membantu, dan akhirnya kami menemukan keberadaannya,” tutur Goris.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: