tribunindonesia

Panpel Porprov II Repot Siapkan Akomodasi Peserta

In OLAHRAGA on 16 Juni 2009 at 3:28 PM

oleh Prima Sp Vardhana

PEKAN Olahraga Provinsi (Porprov) II Jawa Timur di Kota Malang masih kurang empat bulan lagi, 5-10 Oktober 2009. Namun, Panitia Pelaksana (Panpel) sudah mulah dipusingkan oleh perencanaan akomodasi untuk sekitar 6.500 peserta. Ini karena untuk 20 cabor yang dipertandingkan tersebut, jumlah pesertanya dua kali lipar dari Porprov I/ 2007 di Surabaya.

RENANG“Kami harus hati-hati dan detil dalam merencanakan akomodasi untuk peserta Porprov. Kami tidak ingin pelaksanaannya nanti menjadi kacau, karena 6.200 peserta adalah atlet dan ofisial yang nantinya dibebani target prestasi oleh daerah asal masing-masing,” kata Panpel Bidang Akomodasi Porprov, Arief Sosiawan di Wisma KONI Jatim, Senin (16/6).

Layanan yang diberikan Panpel, menurut dia, harus memuaskan para peserta. paling tidak mayoritas peserta merasakan pelayanan yang tidak mengganggu mereka untuk merenda prestasi. Karena itu, jauh-jauh hari Panpel menyiapkan sebuah layanan akomodasi yang memenuhi standart sebuah kegiatan multi-even, khususnya layanan transportasi dari penginapan menuju venues pertandingan yang tepat waktu. Sehingga penyelenggaraan Porprov tidak mengalami gangguan, karena faktor keterlambatan kedatangan peserta.

Dengan target layanan akomodasi yang harus memuaskan peserta dan tidak mengganggu jadwal peneylenggaraan itu, diakui Wawan (panggilan akrab Arief Sosiawan), Panpel saat ini tertantang untuk mendapatkan sebuah penginapan peserta yang lokasinya tidak jauh dari venus cabor dan memenuhi standart kelayakan.

Ironisnya, untuk mendapatkan penginapan yang memenuhi standart kelayakan itu bukan sebuah pekerjaan gampang. Tidak semudah membalik telapak tangan. “Salah satu kendala dalam mendapatkan penginapan yang layak itu adalah anggaran akomodasi yang dialokasikan. Nilai anggarannya terlalu kecil, sehingga Panpel harus berjjuang maksimal agar peserta puas dengan layanan akomodasi panitia,” ujarnya.

Plafon akomodasi (penginapan dan konsumsi) untuk setiap atlet sekitar Rp55 ribu-Rp65 ribu/orang/hari. Dari total nilai anggaran itu, 50 persen menjadi tanggungan masing-masing kontingen, sementara sisanya mendapat subsidi dari KONI Jatim. Target Panpel dalam menyiapkan akomodasi itu, dikatakan, diharapkan akhir Juli sudah terselesaikan semua.

Beberapa tempat yang rencananya digunakan untuk penginapan atlet, antara lain asrama militer dan mahasiswa, Balai Pendidikan dan Latihan milik Pemprov Jatim, dan lainnya. “Seandainya tempat penginapan di Malang belum mencukupi, rencananya kami akan mencari di Kota Batu. Tapi yang di Batu khusus untuk atlet cabang olahraga drum band,” ujarnya.

Kebijakan Panpel untuk menempatkan peserta cabor Drum Band di Kota Batu. Menurut Arief, karena peserta drum band paling banyak, yakni lebih dari 400 orang dari 16 daerah. Selain itu, venusnya di Universitas Muhammadiyah Malang, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Batu. (pvardhana88@gmail.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: