tribunindonesia

Dadakoe: Volume Satoe, Jauh dari Koes Plus

In SHOWBIZ on 30 April 2009 at 9:37 PM
Kamis, 30/4/2009
DOK.KOMPAS.COM

JAKARTA, KOMPAS.com – Dadakoe, dengan album Volume Satoe, jauh dari kesan bahwa mereka merupakan band yang menganut gaya bermusik lawas ala Koes Plus, meskipun Koes Plus merupakan nama besar yang selama ini membayangi dua personel utama Dadakoe, Damon dan David.  

Damon, putra ketiga Tony Koeswoyo, begitu kuat menonjolkan harmonisasi permainan gitarnya. Keras, sesekali menyayat, dan sesekali pula melankolis, meski tanpa meninggalkan jejak rock pada tiap kocokannya. Yang jelas, tidak ada lagi nuansa rock ‘n roll seperti yang dilakukannya ketika masih bersama Junior, bandnya sebelumnya. 

Bergandengan dengan David, anak lelaki Yon Koeswoyo, permainan gitar Damon pun terasa cocok untuk album ini. Kualitas olah vokal David di album ini begitu jernih. Cengkok rock alternatif David memang terasa pas betul dengan kulikan gitar Damon.

Di lagu pertama, Dahsyatnya Kamu, contohnya, permainan gitar Damon solid bersahut-sahutan dengan vokal David untuk mencipta satu balutan rock yang rancak. Di samping itu, pukulan drum Vinky dan betotan bas Lophay juga solid, meski terkesan hanya untuk mengawal keharmonisan vokal dan gitar. 

Lainnya, album ini cenderung mengedepankan nomor-nomor slow rock. Sebutlah, Masih Ada Waktu versi band, Dewi Cinta, Yang Terbaik, Untukmu, dan lagu terakhir, Masih Ada Waktu yang disajikan oleh David hanya dengan iringan permainan keyboard oleh Damon.

Keyboard sesungguhnya penting untuk hampir semua lagu dalam album ini. Tanpa keyboard, lagu-lagu itu terkesan datar dan kurang greget. Porsi bas dan drum pun kurang menonjol, sehingga terasa kurang seimbang atau berat sebelah untuk bisa mengisi “kekosongan” tersebut.

Di sisi lain, ketika banyak band kini lebih senang mengutamakan lirik lagu yang menjual–tak terlalu berat untuk dimengerti, mudah diikuti, dan sesekali penuh canda, Dadakoe tidak menampilkan hal itu. Lirik mereka tidak menonjol atau “nakal” untuk membuat orang antusias mendengarkannya lebih lama, apalagi mengulangnya berkali-kali.

Lirik mereka memang dewasa untuk mengutarakan cinta. Untuk penonjolan harmonisasi gitar dan vokal, lirik seperti itu tentu merupakan padanan yang pas, namun belum tentu cocok untuk kuping di pasar musik zaman sekarang.

Satu hal yang berani dilakukan oleh Dadakoe adalah memainkan sebuah lagu, Masih Ada Waktu, hanya dengan iringan keyboard–bentuk apresiasi yang sudah jarang dilakukan oleh grup-grup Indonesia zaman sekarang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: