tribunindonesia

Sheikh Issa Taburkan Garam ke Luka Korbannya

In INTERNASIONAL on 29 April 2009 at 12:00 AM


Seorang utusan Amerika Serikat (AS), Selasa (28/4) bertolak ke negara-negara sekutunya di Timur Tengah termasuk Uni Emirat Arab (UEA), yang sedang disulut amarah berkaitan rekaman video yang menunjukkan seorang anggota keluarga kerajaan dengan kejam menganiaya seorang pria.

Dennis Ross, utusan khusus untuk wilayah Teluk dan Asia Barat Daya, juga akan mengunjungi Bahrain, Mesir, Oman, Qatar dan Arab Saudi dalam lawatannya tersebut. Demikian diungkapkan juru bicara departemen luar negeri AS Robert Wood.

Wood mengatakan, Ross akan melakukan konsultasi dengan para pemimpin wilayah Teluk dan Mesir mengenai “masalah yang menjadi keprihatinan bersama dan masalah regional.” Pejabat lain yang dikontak AFP tidak segera memberi komentarnya mengenai apakah Ross akan membahas tuduhan-tuduhan penyiksaan itu.

Jaringan AS ABC pekan lalu menayangkan video itu dan mengatakan, bahwa rekaman tersebut menunjukkan Sheikh Issa bin Zayed Al Nahyan, saudara Putra Mahkota Abu Dhabi, menganiaya seorang pedagang Afganistan karena lupa mengirimkan padi-padian senilai 5.000 dollar AS.

Video itu menunjukkan seorang pria yang dikenali sebagai Sheikh Issa menebarkan pasir ke mulut lelaki itu, sebelum memukulnya berkali-kali dengan potongan-potongan kayu yang paku-pakunya menonjol keluar. Dia kemudian ditebari dengan garam pada luka-luka yang diderita pria tersebut, dan kemudian membawanya ke dalam mobil Mercedes SUV-nya.

Anggota Kongres AS, James McGovern saat menulis surat kepada Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, bahwa tayangan itu sangat “mengejutkan dan memprihatinkan.” “Saya tak bisa melukiskan horor itu ketika menyaksikan apa yang ditayangkan di video ini,” kata McGovern.

McGovern mengimbau Hillary untuk menghentikan pendanaan dan pelatihan bagi pasukan keamanan di negara-negara sekutu di Teluk, serta menghentikan alih-teknologinya, termasuk bahan baku nuklir, sampai dilakukannya pemeriksaan terhadap insiden tersebut. Dia juga mengimbau visa AS Sheikh Issa ditolak. AS menandatangani kesepakatan dengan UEA Januari lalu untuk kerja sama di bidang teknologi nuklir sipil.

UEA yang kaya sumber daya minyak juga menjadi pembeli besar senjata-senjata AS meskipun mengalami kemerosotan ekonomi. Baru-baru ini mereka memesan alat transportasi udara militer dari Boeing dan Lockheed Martin dalam dua kesepakatan, yang bernilai 2,9 miliar dollar AS.

Wood mengatakan hal ini setelah tayangan video tersebut disaksikan para pejabat AS, namun dia menolak memberikan komentar lebih lanjut. “Seperti yang selalu kami lalukan, kami menyerukan kepada semua pemerintah agar sepenuhnya melakukan penyelidikan atas tuduhan-tuduhan tindakan kejahatan,” kata Wood.

ABC melaporkan, pihaknya mendapatkan rekaman video tersebut dari seorang warga AS yang bersengketa dengan Sheikh Issa, mantan rekan bisnisnya, dan menuduhnya bahwa dia juga pernah dipukul. (kom)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: