tribunindonesia

Video Game Action Perbaiki Mata

In KESEHATAN on 28 April 2009 at 10:57 PM


ORANG dewasa yang banyak bermain video game action dapat memperbaiki tingkat penglihatan mereka. Demikian kata beberapa peneliti di Amerika Serikat.

Para peneliti itu mengatakan, program pelatihan video game action, untuk meningkatan kemampuan mereka memerhatikan perbedaan yang halus dalam bayangan abu-abu secara nyata, ternyata juga dapat membantu mereka yang mungkin mengalami kesulitan saat mengemudi pada malam hari.

“Secara normal, untuk meningkatkan sensitivitas kontras pada mata, berarti menambah dengan menggunakan kacamata atau operasi mata, bahkan beberapa orang mengubah bagian optik mata,” kata Daphne Bavelier di New York yang menulis hasil studinya di Jurnal Nature Neuroscience.

“Namun, kami menemukan bahwa permainan video game action melatih otak memproses informasi visual yang ada secara lebih efisien dan pengembangan berakhir beberapa bulan setelah permainan game itu dihentikan,” katanya.

Dalam studi tersebut, tim membagi 22 siswa menjadi dua kelompok. Satu kelompok bermain game Call of Duty 2, yang dikeluarkan oleh Activision Blizzard inc serta Epic Games buatan Unreal Tournament 2004.

Kelompok kedua bermain game buatan Electronic Arts Inc yang memproduksi The Sims 2, yakni sebuah permainan yang mereka katakan tidak memerlukan banyak koordinasi tangan-mata.

Kedua kelompok bermain selama 50 jam dalam game yang ditugaskan pada mereka selama kursus yang berlangsung sembilan minggu. Pada akhir pelatihan, pemain game action menunjukkan rata-rata 43 persen peningkatan kemampuan karena mereka dapat melihat lebih dekat bayangan dalam suasana remang-remang, sementara kelompok pemain dalam permainan Sims tidak dapat melihat sedikit pun.

Bavelier menemukan, para pemain game yang banyak berlatih menjadi 58 persen lebih baik pada (saat melihat) perbedaan secara kontras.

“Ketika seseorang memainkan game action, mereka mengubah ’pathway’ otak untuk bertanggung jawab memproses bentuk visual. Game tersebut mendorong sistem visual manusia sesuai batas, dan otak mengadaptasi untuk melakukannya,” kata Bavelier.(kom)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: