tribunindonesia

Impian Presiden akan Institut Pertahanan Skala Internasional Segera Terwujud

In NASIONAL on 25 Maret 2008 at 6:27 PM

JAKARTA: Impian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk terbentuknya sebuah institusi pendidikan di bidang pertahanan berskala dunia (world class) dan setara dengan Strata 2, dalam waktu dekat segera  terwujud. Peluang itu mengkristal lantaran sejumlah menteri dan pejabat yang berkompeten di bidang pendidikan dan pertahanan keamanan, merespon positif obsesi presiden itu.

sby.jpg

Menteri-menteri itu adalah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Mendiknas Bambang Sudibdjo, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Sekjen Departemen Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, serta ketiga kepala angkatan dan Dirjen Potensi Pertahanan Dephan Prof Dr Budi Susilo Soepandji.

Tak tanggung-tanggung, menteri-menteri dan pejabat militer itu juga yang menjabarkan lebih rinci impian Presiden atas terwujudnya lembaga pendidikan tersebut dipanggil langsung ke Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (25/3) pagi sejak pukul 10.00 wib.

Selasa siang ini mereka baru selesai membicarakan impian Presiden Yudhoyono itu, setelah intensif rapat selama hampir 2 jam. Oleh sebab itu, menurut Bambang Sudibdjo dalam keterangan pers, setelah dipanggil Presiden Yudhoyono menyatakan impian Presiden itu tak akan lama lagi.

“Selama ini, institusi pendidikan pertahanan itu belum pernah ada. Kalaupun ada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), itu beda. Itu spesifikasinya untuk pendidikan ketahanan,” ujar Bambang Sudibdjo.

Bambang menambahkan, untuk menopang institusi pendidikan tersebut, Presiden Yudhoyono meminta menggunakan sistem dan fasilitas yang sudah ada. “Ada enam perguruan tinggi yang akan mem-back-up, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institutut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Pertanian Bogor (IPB),” lanjut Bambang.Soal beban anggaran, Bambang menyatakan tak jadi soal. “Jangan terlalu mikirin anggaran, karena Presiden minta memanfaatkan yang ada,” tandas Bambang. Lebih jauh, Bambang juga menyatakan, bahwa pendidikan bagi taruna TNI/Polri yang semula tiga tahun akan diperpanjang menjadi empat tahun, sehingga para taruna jika ingin melanjutkan ke jenjang S2 bidang pertahanan, mereka bisa masuk ke pendidikan bidang pertahanan tersebut. (ma/Kmp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: