tribunindonesia

Bayi Laki -Laki Lebih Rentan Kematian

In KESEHATAN on 24 Maret 2008 at 8:01 PM

Bayi lak-laki ternyata cenderung lebih rentan terhadap ancaman kematian dibandingkan bayi perempuan.  Kemajuan dalam bidang kesehatan, secara nyata telah meningkatkan ketidaksetaraan atau kesenjangan gender. 

Kesimpulan tersebut merupakan hasil analisis terhadap mortalitas atau kematian bayi di 15 negara maju yang dipublikasikan Senin (24/3).

Studi tersebut mengungkapkan, bayi laki-laki tercatat 24 persen lebih rentan atau berisiko lebih besar mengalami kematian di bandingkan bayi perempuan. Angka ini menurun dari prosentase yang pernah mencapai puncaknya pada 1970,  tetapi rata-ratanya dua kali lipat dari masa-masa sebelum vaksinasi dan program kesehatan publik seperti sanitasi secara dramatis menekan rata-rata angka kematian bayi.

“Sepanjang sejarah kemajuan luar biasa dari mortalitas bayi, munculnya kelemahan pada bayi laki-laki mengindikasikan tingkat kerentanan yang tak diharapkan pada pria. Ketika kematian bayi turun pada level yang sangat rendah, kematian bayi menjadi terkonsentrasikan di antara mereka yang lahir dengan sejumlah kelemahan,” papar penelitian yang dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini.

Menurut penjelasan peneliti, kelemahan atau ketidakberuntungan bayi lelaki sebenarnya telah dimulai sejak dalam kandungan. Riset menunjukkan bayi perempuan memiliki sistem kekebalan yang lebih baik, sedangkan bayi laki-laki memiliki 60 persen kemungkinan lahir secara prematur dan menderita gangguan pernafasan.

Bayi laki-laki juga cenderung menimbulkan proses kelahiran yang sulit dan berisiko oleh sebab ukuran tubuh dan kepala yang besar. Ketika buruknya faktor sanitasi dan nutrisi melemahkan semua bayi dan para ibu, fenomena ketidakberuntungan bayi lelaki tidaklah mencolok. Sejak 1975 hingga 1980, kesenjangan mortalitas gender hanyalah sekitar 10 hingga 15 persen saja.

Tetapi perkembangan pesat penelitian bakteri telah menurunkan rata-rata kasus penyakit infeksi secara dramatis. Hal ini juga membuat komplikasi serta kelahiran prematur menjadi penyebab kematian yang lebih umum. Kesenjangan gender meningkat dengan stabil di saat rata-rata kematian bayi anjlok dan hanya akan kembali dengan meningkatnya penggunaan operasi caesar dan perbaikan dalam hal perawatan bayi.

Hanya sekitar lima persen bayi yang lahir menjelang 1970 dibantu lewat operasi caesar sedangkan lebih dari 20 persen kelahiran di 15 negara maju yang diteliti sekarang telah menerapkan operasi caesar. “Kemajuan dalam praktik obstetri dan pengobatan bayi memang telah menyelamatkan semuanya, tetapi bayi lemah yang paling diuntungkan adalah laki-laki karena mereka lebih rentan di antara seluruh cakupan berat kelahiran,” ungkap peneliti dalam kesimpulannya.

Lima balas negara yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Swedia, Prancis, Denmark, Inggris/Wales, Norwegia, Belanda, Italia, Swiss, Finlandia, AS,Spanyol, Australia, Kanada, Belgia dan Jepang. (ima/Kmp)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: