tribunindonesia

Dalai Lama : Genosida Kultur Terjadi di Tibet

In TOKOH on 18 Maret 2008 at 5:57 PM

BEIJING: Pemimpin sprituil Tibet di pengasingan Dalai Lama menjelaskan bahwa Tibet menghadapi “genosida kultur.” Pernyataan ini disampaikan Dalai Lama di saat personil polisi dan militer China mengambil tindakan tegas menyusul aksi protes yang diwarnai kekerasan sehingga menyeret China ke dalam publisitas negatif menjelang dilangsungkannya Olimpiade Beijing 2008.”Apakah pemerintah China mengakui atau tidak, yang pasti telah terjadi masalah di Lhasa. Apakah secara sengaja atau tidak tidak sengaja, genosida kultur berlangsung di ibukota Tibet tersebut,” kata Dalai Lama di Dharmsala, India utara yang menjadi basis pemerintah Tibet di pengasingan. Dalai Lama juga menyerukan dilangsungkannya investigasi internasional terhadap aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan China terhadap demonstran di Tibet.

Militer dan kepolisian China mengambil tindakan tegas setelah unjuk rasa yang berlangsung selama 5 hari di Lhasa memuncak dengan aksi kekerasan Jumat (14/3) lalu. Beberapa bikhsu Budha dan sejumlah demonstran lainnya dilaporkan membakar sejumlah kendaraan polisi dan pertokoan. Aksi tersebut dilakukan untuk menentang kekuasaan Beijing terhadap Tibet dalam 2 dasawarsa terahkir.

Berbagai sumber di Tibet menyebutkan ditemukan sekitar 80 jenazah akibat kerusuhan Jumat lalu. Thubten Samphel, juru bicara pemerintahan Dalai Lama di pengasingan, mengaku tidak mengetahui berapa banyak korban jiwa dari pihak demonstran. Thubten Samphel menjelaskan setidaknya 72 orang cidera dalam kerusuhan di ibukota Lhasa tersebut.

Kantor berita resmi China Xinhua melaporkan sedikitnya 10 warga sipil tewas terpanggang dalam aksi kerusuhan Jumat lalu. Namun angka korban jiwa tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen karena China membatasi akses media asing ke Tibet.

TV Kabel Hong Kong melaporkan sekitar 200 kendaraan militer yang mengangkut puluhan tentara lengkap dengan senjata memasuki Lhasa Minggu (16/3) ini. Tayangan televisi menunjukkan sebagian besar jalan-jalan di Lhasa sepi dan kendaraan militer maupun tempur China nampak berpatroli serta sejumlah tentara dikerahkan untuk menggeledah beberapa gedung.

Kerusuhan di Lhasa Jumat lalu berlangsung tepat 2 pekan sebelum dimulainya estafet obor Olimpiade Beijing yang diantaranya akan melintas di Tibet. Pemerintah komunis China berharap penyelenggaraan Olimpiade pada 8-24 Agustus 2008 di Beijing akan meningkatkan popularitasnya di dalam maupun luar negeri. Namun kerusuhan di Lhasa telah mengangkat masalah pelanggaran HAM dan polusi China ke permukaan pandangan publik dunia. (ma/Kmp,AP)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: