tribunindonesia

Menaklukan Kerut Ketuaan dari Dalam

In KELUARGA on 17 Maret 2008 at 8:15 PM
Perlu diwaspadai pula bahwa ketika terjadi kerut di lapisan dermis, itu belum terlihat secara nyata di kulit selama bertahun-tahun kemudian.

JAKARTA: Belakangan ini mulai timbul kesadaran pentingnya terlihat lebih muda dari usia sebenarnya.

Upaya itu bisa dilakukan lewat perawatan krim dan serum. Meski begitu, jangan lupakan perawatan kecantikan dari dalam tubuh.

Bagi perempuan di seluruh dunia, terlihat awet muda itu penting. Sebuah riset yang dikeluarkan produk suplemen Imedeen menyebutkan bahwa tetap terlihat muda merupakan faktor penting bagi pengguna kosmetik di Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat.

Sedini mungkin mereka memperhatikan tanda-tanda penuaan. Di Perancis, 50 persen wanita berusia di bawah 18 tahun sudah menggunakan krim antipenuaan. Lebih dari 50 persen wanita di Korea Selatan berusia 20 tahun diestimasikan pernah menjalani beberapa jenis operasi plastik.

Meski begitu, rata-rata perempuan di dunia lebih memilih perawatan kecantikan alami dan holistis. Para perempuan, terutama di Asia, percaya bahwa perawatan kecantikan harus dilakukan dari luar dan dalam sekaligus. Jadi selain merawat kulit dengan beragam krim dan serum kecantikan, kulit yang cantik juga perlu didukung diet dan suplemen kecantikan yang sehat pula.

Secara global perempuan di seluruh dunia percaya bahwa ada keterkaitan erat antara pola makan sehat, kesehatan, dan kecantikan. Selain pola makan sehat, perempuan di seluruh dunia percaya bahwa suplemen juga diperlukan untuk menjaga kecantikan.

Perempuan di Asia Pasifik dan Perancis adalah yang paling antusias terhadap suplementasi untuk kecantikan. Buktinya, hampir 50 persen dari semua produk kecantikan baru yang dikonsumsi secara oral diluncurkan dalam dua tahun terakhir berasal dari Asia Pasifik, khususnya Jepang.

Krim dan serum perawat kecantikan kulit memang bermanfaat untuk menjaga kecantikan kulit. Sayangnya krim dan serum itu efeknya jarang ada yang mengenai bagian dalam kulit yang bernama dermis. Padahal, bagian dermis merupakan bagian kulit yang bertugas mendukung kulit, sehingga terlihat kencang dan awet muda.

Celakanya, radikal bebas, si molekul agresif dan destruktif, secara terus-menerus merusak di bagian dermis. Radikal bebas ini memang terbentuk di dalam tubuh sebagai bagian dari metabolisme oksigen yang normal di dalam tubuh, tetapi jumlah yang berlebihan dapat membuat kulit jadi cepat tua dan keriput. Jumlah radikal bebas berlebihan terjadi ketika terkena sinar ultraviolet, polusi, asap rokok, stres, serta dipicu faktor internal dan eksternal.

Degeneratif progresif
Radikal bebas adalah molekul tak stabil yang demi mendapatkan kestabilannya harus “mencuri” elektron dari sel-sel lain. Inilah proses yang disebut efek degeneratif progresif. Serangan radikal bebas ini mengganggu struktur sel normal yang di masa mendatang potensial mendatangkan kerusakan besar.

Di sel kulit radikal bebas menyebabkan kerusakan fungsi kulit. Di sini proses alami kulit normal menjadi melambat dan semakin sedikit kulit baru yang dilahirkan. Ini adalah kasus proses penuaan dini pada kulit.

Sel-sel radikal bebas ini merupakan ancaman serius pada struktur kulit. Pasalnya, si perusak ini menyerang dan merusak serat kolagen. Sejatinya tugas kolagen adalah menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.

Radikal bebas juga merusak polisakarida, molekul yang mengikat molekul yang membentuk zat seperti gel antara kolagen clan elastin. Padahal, polisakarida ini penting untuk menjaga kelembaban dan menciptakan lingkungan yang bagus untuk lapisan dermis.

Banyak orang berpikir bahwa kerut terbentuk dari luar. Ketahuilah bahwa dari lapisan dermis inilah terbentuk kerut-kerut yang menampakkan usia tua. Kerut itu terjadi karena berbagai gangguan internal dan eksternal. Perlu diwaspadai pula bahwa ketika terjadi kerut di lapisan dermis, itu belum terlihat secara nyata di kulit selama bertahun-tahun kemudian.

Kalau pembentukan kerut itu tidak dicegah secara dini, lama kelamaan kerut itu terlihat semakin nyata dan dalam di permukaan kulit.

Sudah terbukti secara ilmiah
• Sebuah penelitian dari Perancis membuktikan bahwa wanita yang minum vitamin C, E, dan betakaroten memiliki 23 persen keriput lebih sedikit dibandingkan yang tidak mengonsumsi. Musuh kerut adalah antioksidan yang terdapat dalam vitamin A, C, dan E. Antioksidan itu bekerja menghentikan pemecahan kolagen dan elastin oleh sel-sel radikal bebas.
• Makanan kaya antioksidan di antaranya bayam, stroberi, pepaya, jambu biji, brokoli, dan aneka sayur serta buah berwarna cerah.
• Jangan lupakan vitamin A. Vitamin ini juga merupakan zat penting untuk kulit. Kekurangan vitamin A dapat menurunkan efektivitas krim perawatan kulit. Vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan dan pembaruan sel-sel kulit normal.
• Sel-sel kulit kita digantikan oleh sel baru. Sel baru naik ke atas sementara sel lama digeser. Di sini vitamin A tak hanya berfungsi sebagai antioksidan, tetapi juga memberi gizi lapisan lemak di bawah kulit. Vitamin A menjaga kulit tetap kencang dan mencegah kerusakan kulit.
• Gejala kekurangan vitamin A di antaranya kulit kering dan kasar. Yang harus diingat, jangan berlebihan mengonsumsi vitamin A, tidak lebih dari 10 ribu IU sehari.
• Pastikan juga cukup mendapat vitamin C. Vitamin ini membantu memperbaiki kerusakan kulit dengan membangun kolagen.

Cara mudah perlambat kedatangan kerut
– Untuk menunda pembentukan kerut, usahakan hindari sinar matahari. Jika terpaksa berpanas-panas, gunakan tabir surya. Sekitar 90 persen tanda penuaan kulit terjadi karena paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.
– Hindari kebiasaan mengerutkan dahi. Biasakan menghaluskan kerut di dahi.
– Hindari pembentukan kerut di sudut mata (crow’s feet) dengan menghindari kebiasaan menyipitkan mata.
– Jagalah berat badan yang stabil sebab kenaikan atau penurunan berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terlihat bergelambir.
– Beri pelembab supaya kulit terlihat lembab dan kencang. Carilah produk perawatan kulit yang bersifat antiaging.
– Oleskan krim ke wajah dengan lembut ke arah atas.
– Jangan merokok. Rokok mengurangi aliran darah ke kulit, sehingga mengurangi aliran gizi dan oksigen yang diperlukan untuk pertumbuhan dan penyembuhan kulit. Itulah sebabnya perokok kelihatan jauh lebih tua dari usia sebenarnya. (ma/Kmp)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: