tribunindonesia

Layanan Seks untuk Penghuni Panti Jompo

In MAGAZINE on 10 Februari 2008 at 6:13 PM

Kondisi lansia di Denmark, ternyata lebih “nyaman” di banding negara lain. Dengan citra negara yang populer dalam kehidupan “cinta bebas” beresiko penyakit kelamin, ternyata para lansia penghuni panti jompo di sana mendapat kemudahan dalam menyalurkan hasrat seksualnya. Mereka akan dibantu pihak pengelola panti untuk menghubungi layanan prostitusi.

Seperti dilaporkan suratkabar , Politiken, Jumat (8/2), kini banyak rumah panti jompo atau nursing home di Denmark yang tidak sungkan-sungkan membantu para penghuninya dalam menghubungi layanan prostitusi. Fenomena tersebut terungkap lewat hasil sebuah survey yang dilakukan Organisasi Keperawatan Denmark. Survey menunjukkan bahwa praktik membantu lansia mendapatkan layanan seks sudah menjadi hal yang lumrah.

“Secara umum, pendekatakan yang kami lakukan adalah untuk membantu para lansia memenuhi kebutuhan seperti itu,” ungkap salah seorang perawat di sebuah panti jompo kawasan Charlottenlund, dekat kota Copenhagen..

Kemudahan para lansia untuk mendapat layanan tersebut tentu tidak sembarangan. Keputusan mengenai apakah staf atau pegawai panti boleh membantu para lansia berhubungan dengan pekerja seks komersil telah diatur oleh sebuah undang-undang pemerintahan kota setempat. Meskipun beberapa kota menerapkan kebijakan itu, namun Copenhagen sendiri tidak memberlakukannya sejak 2006 karena dewan kota telah mengadopsi sebuah program untuk memerangi prostitusi.

Sementara itu seorang seksolog yang sebelumnya pernah menjadi kepala panti jompo dan kini bekerja sebagai pensehat pekerja kesehatan, Judith Rosenkrantz, mengatakan bahwa kebutuhan para lansia penghuni panti memang harus dipertimbangkan. Apalagi di antara para lansia, kebanyakan adalah pria tua yang menderita demensia.

“Jika para lanisa tidak mendapatkan saluran seksualitas, dia bisa menjadi lebih agresif dan menyerang para pegawai panti ,” ungkap Rosenkrantz.

Ia menjelaskan pula, kebutuhan utama para pria lansia ini seringkali hanya terbatas pada kontak fisik, seperti berpelukan atau membantu masturbasi dan bukannya hubungan seksual yang sebenarnya. (ima/kmp)

teks foto: Seorang pria penghuni panti jompo di Denmark tengah menggoda call-girl di kamar pribadinya (Getty Image)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: