tribunindonesia

Color Therapy Slimming Cara Instant Buat Langsing

In KECANTIKAN on 10 Februari 2008 at 9:10 PM

Pertama, dibaluri cream. Kedua, bungkus dengan plastik. Berikutnya, panaskan dalam “oven”. Bukan, ini bukan resep bikin kue. Saya sedang berupaya langsing dengan mencoba mesin Color Therapy.

Merasa tubuh sudah agak berat, saya sedang berpikir untuk melakukan cara langsing dengan bantuan alat atau apalah. Tak dinyana, datang tawaran dari Reggia Spa Sanctuary, Jakarta, untuk mencoba cara Tri Action Slimming.

Sebelum menjalani treatment, saya mesti mengukur komposisi dan berat tubuh dengan alat yang disebut Body Composition Analyzer, sebagai bagian dari diagnosa. Alat ini secara spesifik dapat mengukur kandungan lemak, protein, air, dan otot di dalam tubuh. Juga mengevaluasi, berapa kilogram berat yang mesti dikurangi. Dan, berapa kadar lemak, air, atau protein yang mesti dihilangkan.

Hasilnya, tertulis dalam secarik kertas yang keluar dari alat ini. So, the machine don’t lie. Berita baiknya (atau buruk ya?), saya “hanya” perlu mengurangi sekitar 6 kg saja; ).

Setelah didiagnosa, saya dibawa ke ruang ganti sekaligus ruang loker, untuk mengganti baju dengan kimono. Disediakan disposal panty, handuk, dan sandal rumah. Namun saran saya, bawa bra ganti, karena dalam proses treatment ini, bra yang dipakai akan basah kuyup oleh keringat.

Treadmill 30 menit
Ternyata untuk menunjang program Color Therapy ini, perlu juga melakukan ZeroFat. Caranya dengan melakukan latihan jalan di alat seperti treadmill, yang kiri kanannya dilengkapi dengan sinar laser berkekuatan rendah. Dengan mata biasa, tidak akan terlihat sinar itu. Tapi dengan kamera di telepon genggam terlihat banyaknya cahaya terpancar dari titik-titik yang ada di dinding kiri dan kanannya.

Latihan ini harus dilakukan selama 30 menit. Kita bisa memilih kecepatan mesinnya mulai Minimum-25%-Middle-75%-Maksimum. Bagi yang tidak terbiasa melakukan treadmill bisa beristirahat setiap 10 menit atau setiap 15 menit. Tapi kalau kuat, bisa terus melakukannya terus tanpa henti.

Saya belum pernah memakai treadmill. Tapi yakin bisa melakukan latihan ini tanpa istirahat. Pertama, kecepatannya bisa saya atur sendiri. Ternyata, ketika disetel ke angka 25%, seperti berjalan santai. Kalau ini sih, sering saya lakukan ketika jatan-jalan di mal.

Kedua, di depan saya ada televisi yang menyiarkan banyak acara dari televisi kabel. Kalau begini prosesnya, sejam pun saya kuat. Ketiga, ruangannya ber-AC.

Pijat akupunktur
Setelah latihan treadmill, saya dibawa ke ruangan lain, untuk dipijat lymphatic. Pijatnya menggunakan minyak khusus untuk slimming. Bedanya dengan pijat biasa, di akhir pemijatan, dilakukan penekanan di titik-titik di kiri dan kanan sepanjang bagian tubuh tersebut. Titik itu untuk merangsang penguraian lemak di tubuh. Rasanya seperti ditotok akupunktur.

Ketika naik ke bagian punggung, pemijatan dilakukan dengan sepenuh tenaga karena si pemijat sampai naik ke tempat tidur. Hmm, rasa pegal pun hilang dengan pijatan yang yahud ini.

Seperti mumi
Proses berlanjut ke wrapping. Sebelum dibungkus dengan plastik, tubuh dibaluri dengan tiga macam krim. Merata di seluruh bagian, mulai tangan, kaki, paha, perut, punggung. Kemudian barulah dililit plastik, juga di seluruh tubuh.

Ternyata membungkusnya harus ketat dan berkali-kali. Menurut beautycian yang melayani saya, kalau luar biasa gemuk, bisa habis 3-4 gulung plastik. Thanks God, tubuh saya hanya butuh dua gulung plastik!🙂.

Selesai dibungkus plastik, saya merasa seperti mumi. Saking ketatnya, susah untuk menggerakkan badan. Tapi masih bisa sih melangkah ke mesin dan masuk ke dalamnya.

Panasnya!
Pertama berada di mesin ini, tidak terasa apa-apa. Tapi 10 menit kemudian baru terasa panasnya di bagian punggug. Dan, 15 menit kemudian di bagian bokong. Di punggung bisa ditambahi handuk untuk mengurangi panas, tapi yang di bokong ternyata tak boleh ditambah bahan pelapis. Duh, saya kayak cacing kepanasan.

Untuk menghibur, beautycian-nya setiap kali mengatakan, “Sebentar lagi selesai kok, Mbak.” Saya baru bisa bernapas lega, ketika, mesin benar-benar mati.

Ternyata, sinar infranya tidak hanya ada di di kiri kanan dan ujung mesin, juga di bawah kaca tempat saya berbaring. Pantas panas sekali! Dan, ketika plastik itu dibuka, tubuh saya sudah basah kuyup oleh keringat.

Yang membuat saya terhibur, ketika diukur lagi, berat saya berkurang 800gram. Ya, lumayanlah, hanya dalam dua jam berkurang hampir 1 kg. Menurut Maya, untuk mengurangi berat 5-10 kg, treatment ini harus dilakukan paling tidak selama dua bulan, seminggu dua kali. Dan, jika ingin mengurangi berat hingga 15 kg, dilakukan selama tiga bulan.

sumber: Kompas Online/ naskah, net/ foto

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: