tribunindonesia

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘FILM’

Belum Beredar di Bioskop, Romeo & Juliet Menuai Protes

In Berita, FILM on 20 April 2009 at 5:12 PM

romeo-julietMENJELANG pemutaran perdananya di bioskop-bioskop 21 pekan ini, film Romeo & Juliet arahan sutradara Andibachtiar Yusuf justru menuai protes. Tak hanya dari kubu Viking, suporter kesebelasan Persib Bandung, penolakan juga datang dari pendukung kesebelasan Persija, Jakmania.  Read the rest of this entry »

CSI: NY Episode 5, Paling Ekstrem

In Berita, FILM on 20 April 2009 at 4:16 PM

EKSTREM. CSI: NY musim kelima dinilai para pengamat sebagai serial penyelidikan pembunuhan paling ekstrem dibanding serial sejenis yang kini tayang di televisi kabel di Amerika

EKSTREM. CSI: NY musim kelima dinilai para pengamat sebagai serial penyelidikan pembunuhan paling ekstrem dibanding serial sejenis yang kini tayang di televisi kabel di Amerika

KABAR gembira bagi penggemar serial detektif CSI: NY (Crime Scene Investigation- New York Season). Dalam episode ke-5 mendatang, yang akan diputar secara premier pada 21 April, banyak kejutan muncul dari para pemain. Read the rest of this entry »

Harry Potter VI Dirilis Lebih Cepat

In Berita, FILM on 20 April 2009 at 3:58 PM

harry-potter-half-blood-prince-02FILM serial keenam Harry Potter dipastikan akan dirilis lebih awal dari jadwal semula.

Direktur Distribusi Film Warner Bros., Dan Fellman, mengatakan Harry Potter and the Half-Blood Prince akan diluncurkan pada 15 Juli atau dua hari lebih cepat dibandingkan rencana sebelumnya. Read the rest of this entry »

‘RAMBO IV: IN THE SERPENT’S EYE

In FILM on 14 Februari 2008 at 3:31 PM

Resensi oleh Prima Sp Vardhana

DALAM karier Sylvester Stallone sebagai seorang sineas, ada dua film yang sangat berjasa dalam membangun sosoknya sebagai seorang sineas kaliber dunia yang berhasil masuk nominasi dan merebut Piala Oscar yang diperebutkan dalam Festival Film Academy Award di Hollywood.

Dua film itu adalah serial ROCKY yang mengupas tentang kehidupan seorang petinju juara dunia fiktif bernama Rocky Balboa. Serta film serial RAMBO yang bertutur tentang perjuangan seorang mantan perang Vietnam bernama John Rambo dalam mencari jati dirinya, baik sebagai seorang ksatria, pahlawan, dan individu warganegara AS.

Secara prestise, dua serial hasil tangan dingin pria berdarah Italia itu sangatlah luar biasa. Bagaimana tidak, kedua serial tsb tidak cuma berhasil secara bisnis. Namun, juga berhasil menjadi sebuah karya monumenal yang mengibarkan citra industri perfilman Amerika di peta dunia.

Serial film tentang perjalanan hidup petarung Rocky Balboa direnda mulai Rocky (1976), Rocky II (1979), Rocky III (1982), Rocky IV (1985), Rocky V (1990), Rocky Balboa (2006) . Sedangkan petualangan sosok John Rambo dioawali lewat First Blood (1982), Rambo (1983), Rambo: First Blood Part II (1985), Rambo III (1988), ‘RAMBO IV: IN THE SERPENT’S EYE’ (2007)

Keistimewaan Stallone dalam dua seria filmnya itu, ia mendapuk dirinya dalam empat jabatan penting yang menentukan nasib sebuah film. Jabatan-jabatan itu adalah aktor utama, sutradara, penulis skenario, dan produser.

Dengan beredarnya serial ke-4 Rambo di bioskop-bioskop di Indonesia ini, menurutt catatan situs imdb, kemonceran karier Stallone dihiasi dengan prestasinya sebagai aktor di 54 film bioskop dan televisi, sementara film ke-55 berjudul Notorius untuk tayangan televisi sedang dalam masa produksi. Ia berhasil membidani film sebagai sutradara dan produser sebanyak 9 judul film termasuk Notorius dan Poe yang tegah proses produksi, dan sebagai penulis skenario sebanyak 22 film termasuk Poe.

MENGKRITIK MYANMAR

Sedangkan dalam RAMBO IV, Stallone mengemasnya sebagai sarana kritik kemanusiaan atas peperangan yang merusak psikologis suatu bangsa. Berbeda dengan serial keduanya yang bersetig Vietnam dan Afganistan sebagai seting serial ketiganya. Dalam serial keempatnya ini seting cerita dipilihnya wilayah Burma dan Myanmar, yang menjadi arena perang saudara terpanjang di dunia. Perang yang memakan jutaan korban jiwa yang mayoritas rakyat itu sudah berlangsung puluhan tahun dan hingga kini masih berlangsung.

Dalam film ini John Rambo dikisahkan telah lama meninggalkan perang. Ia bertekad tak akan melibatkan diri dalam ‘kehidupan berdarah’. Rambo memilih menetap di belantara Thailand. Selain berprofesi menyewakan perahu, ia juga bekerja sebagai penangkap ular di hutan untuk disetorkan pada pemilik arena tontotan atraksi tari ular.

Namun keputusannya berubah, setelah bertemu dengan Michael Burnett (Paul Schulze) dan rekannya, Sarah Miller (Julie Benz). Mereka adalah missionaris dari Amerika Serikat yang ingin mengantar obat-obatan ke pedalaman Burma, serta bantuan bagi desa Karen di perbatasan Burma – Thailand yang menjadi wilayah perang saudara terpanjang didunia, yaitu konflik orang Burma dengan orang Karen yang sudah mencapai tahun ke-60.

Para misionars meminta Rambo untuk menjadi pemandu, karena dianggap paling tahu daerah tersebut, termasuk wilayah yang dihuni oleh Suku Karen, suku yang dianggap pemberontak oleh junta militer Myanmar. Kendati awalnya menolak, Rambo akhirnya menerima permohonan itu tapi setelah Sarah menjelaskan kondisi pengungsi yang sangat membutuhkan bantuan. Juga mara bahaya yang harus mereka hadapi dalam perjalanan ke perbatasan tersebut. Rambo mengantar rombongan misionaris hingga di pelabuhan tradisonal di bibir sungai yang ada di gerbang desa Suku Karen.

Ironisnya dua minggu pasca mengantar para missionaris tsb, Pastor Arthur Marsh (Ken Howard) yang mengirim kelompok missionaris itu membawa kabar rombongan Sarah hilang tak berkabar. Kemungkinan tertawan militer Burma. Permohonan Pastor Marsh itulah menjadi awal “turun gunungnya” Rambo dalam sebuah medan perang penyelamatan seperti di logi kedua dan ketiga.

Memang sebagai sebuah film, kemasan yang disuguhkan Stallone tak berbeda dengan tiga serial pendahulunya. Sosok Rambo mencorong sebagai seroang prajurit mantan Green Berret yang pilih tanding dan selalu unggul dalam sebuah peperangan gerilya.

Namun, ada suguhan lain dalam serial keempat ini. Rambo tak lagi berlaga seorang diri bak superhero di komik-komik karya DC Comic maupun Marvel. Kali ini ia melakukan misi penyelamatan dibantu tujuh tentara bayaran mantan SAR dan Green Berret.

Keunggulan lainnya, dalam film ini Stallone melakukan pewarnaan kisah dengan memasukkan cuplikan-cuplikan film dokumenter kekejaman junta militer Myanmar. Bahkan dalam beberapa adegan, ia juga memasukkan adegan pemerkosaan rame-rame para tentara Myanmar terhadap empat perawan Suku Karen. Dan, kebejatan komandan pasukan yang memiliki kegemaran memperkosa dengan mensodomi remaja pria dari suku Karen.

Karena dalam serrial Rambo, tetesan darah dan tubuh yang berantakan dihantam bom dan penangkis udara selalu tervisual. Maka, anak-anak hendaknya tak diijinkan para orang tua untuk menikmati film ini.

Susunan Kru Rambo IV
Genre : Action / Drama / Thriller
Sutradara : Sylvester Stallone
Penulis skenario : Art Monterastelli and Sylvester Stallone
Bintang : Sylvester Stallone, Julie Benz, Matthew Marsden, Matthew Marsden, Graham McTavish, Reynaldo Gallegos, Jake La Botz

Duel ‘No Country’ – ‘There Will’ Berimbang

In FILM on 12 Februari 2008 at 4:23 PM


HOLLYWOOD – Persaingan memperebutkan piala Oscar sedang berlangsung. Hingga kini, posisi sementara film No Country for Old Man dan There Will Be Blood bersaing ketat menjadi terfavorit dengan masing-masing meraih 8 nominasi.

Di bawah kedua film tersebut, ada film Atonement dengan 7 nominasi. Termasuk nominasi pada kategori aktris terbaik, Keira Knightley; aktor terbaik, James McAvoy; dan sutradara terbaik, Joe Wright. Selain James McAvoy, sejumlah aktor ternama lainnya masuk dalam nominasi aktor terbaik, yaitu, Daniel Day Lewis, Johnny Depp, George Clooney, Tommy Lee Jones, dan Viggo Mortensen.

Film Bee Movie, Ratatouille, dan The Simpsons Movie bersaing di kategori film animasi terbaik.

Seperti dilansir Female First, perhelatan Oscar ini akan berlangsung pada 24 Februari di Kodak Theatre at Hollywood & Highland Cente, Los Angeles, dengan Jon Stewart sebagai pembawa acara. Kendati Golden Globe Awards batal diselenggarakan, tapi kesemarakan Academy Award ahun ini tidak akan terpengaruh. Salah satu pertimbangannya, karena selama tiga tahun terakhir tidak ada satu pun film terbaik versi Golden Globes mampu meraih Oscar di kategori film terbaik.

Golden Globe Awards terpaksa tidak diselenggarakan atas kesepakatan sejumlah aktor dan aktris yang tak ingin menodai perjuangan para demonstran itu. Hasilnya, Golden Globes hanya berupa konferensi pers berisi pengumuman pemenang tanpa perayaan besar seperti biasanya.

Sedangkan untuk kategori aktor dan aktris terbaik, sepasang piala manusia berkepala gundul bersaput emas itu diperebutkan empat aktris dan lima aktor.

Dimulai dari kategori aktris terbaik diperebutkan oleh Cate Blanchett, Jodie Foster, Julie Christie, dan Angelina Jolie. Kategori aktor terbaik oleh George Clooney, Day Lewis, Viggo Mortensen, Denzel Washington, dan McAvoy.
sumber: Oz

Aksi demo penulis skenario tak akan pengaruhi Academy Award ke-80

In FILM on 12 Februari 2008 at 4:04 PM


HOLLYWOOD – Presiden Academy Awards memastikan perhelatan memperebutkan piala Oscar tetap terselenggara. Aksi demo penulis naskah Hollywood, tak akan mempengaruhi penyelenggaraan acara.

Aksi demo yang dilakukan sejumlah penulis naskah Hollywood pada November 2007, berpengaruh besar bagi dunia perfilman Amerika. Setelah perhelatan Golden Globe Awards batal diselenggarakan, Academy Awards terancam bernasib serupa.

Presiden Academy Awards Sir Ganis menyatakan, Academy Awards positif akan tetap terlaksana. Ajang penghargaan bagi insan perfilman Amerika itu tak akan terpengaruh oleh aksi demo para penulis.

“Aksi demo para penulis yang tergabung dalam Writers Guild Of America (Wga) akan berakhir dengan terlaksananya Academy Awards, 24 Februari besok,” duga Ganis, yang dikutip Female First, Jumat (8/2/2008).

Dia yakin demo itu penulis yang menuntut perbaikan kesejahteraan itu akan berakhir karena Oscar diselenggarakan untuk pada sineas.

“Kehadiran Oscars untuk memberi penghargaan atas kerja dan usaha para sineas,” imbuhnya.

sumber:Oz

Festival Film Indonesia digelar di Beograd

In FILM on 8 Februari 2008 at 3:17 PM

Jakarta:Festival Film Indonesia digelar di ibukota Serbia, Beograd, selama empat hari dimulai pada Kamis (7/2), kata siaran pers Kedutaan besar Indonesia Beograd hari Jumat.

Dutabesar Indonesia untuk Serbia Abduh Dalimunthe secara resmi membuka festival itu, yang diselenggarakan di gedung Yugoslav Film Archiev (Konoteka), salah satu dari lima lembaga perfilman terbesar di Eropa.

Hadir dalam pembukaan itu Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Serbia Ivana Dimic, budayawan, pengusaha, wartawan dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Dutabesar Abduh menyatakan misi utama festival film itu ialah mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Serbia.

“Indonesia ingin membina hubungan sosial-budaya dengan Serbia melalui berbagai upaya, termasuk lewat film, yang diyakini dapat menerjemahkan watak dan budaya bangsa Indonesia,” kata Abduh.

Disebutkannya, jaringan televisi nasional Serbia, RTS, menyiarkan secara langsung acara pembukaan festival itu, yang baru pertama kali diadakan di negara bekas Yugoslavia tersebut.

Suratkabar terkemuka Serbia, “Politika”, juga menyiarkan acara itu di halaman mukanya. Beberapa film Indonesia ditayangkan dalam festival tersebut, antara lain “Ibunda”, yang mewarnai acara pembukaan itu.

Sementara itu, Kedutaanbesar Indonesia Beograd juga ikut dalam Festival Teh di Nis, kota industri terbesar Serbia.

Festival Teh itu, yang diadakan lima hari hingga 10 Januari, merupakan acara tahunan di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pertanian Serbia.

Dalam Festival Teh itu, Indonesia diberi tempat khusus sebagai peserta penghasil teh di luar Eropa Timur. (sumber: Antara)

Peta Persaingan Oscar ke-80 Sangat Ketat

In FILM on 12 Desember 2007 at 5:07 PM

HOLLYWOOD: Peta persaingan perebutan Piala Oscar dalam Academy Award ke-80, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah ketatnya atmosfir perseteruan diantara para nominasi. Masing-masing nominasi memiliki keistimewaan tersendiri, yang mampu mengantarnya tampil di podium juara.

Adapun daftar nominasi itu adalah:

Performance by an actor in a leading role:

George Clooney in “Michael Clayton” (Warner Bros.)
Daniel Day-Lewis in “There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax)
Johnny Depp in “Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street” (DreamWorks and Warner Bros., Distributed by DreamWorks/Paramount)
Tommy Lee Jones in “In the Valley of Elah” (Warner Independent)
Viggo Mortensen in “Eastern Promises” (Focus Features)

Performance by an actor in a supporting role
Casey Affleck in “The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford” (Warner Bros.)
Javier Bardem in “No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
Philip Seymour Hoffman in “Charlie Wilson’s War” (Universal)
Hal Holbrook in “Into the Wild” (Paramount Vantage and River Road Entertainment)
Tom Wilkinson in “Michael Clayton” (Warner Bros.)

Performance by an actress in a leading role
Cate Blanchett in “Elizabeth: The Golden Age” (Universal)
Julie Christie in “Away from Her” (Lionsgate)
Marion Cotillard in “La Vie en Rose” (Picturehouse)
Laura Linney in “The Savages” (Fox Searchlight)
Ellen Page in “Juno” (Fox Searchlight)

Performance by an actress in a supporting role
Cate Blanchett in “I’m Not There” (The Weinstein Company)
Ruby Dee in “American Gangster” (Universal)
Saoirse Ronan in “Atonement” (Focus Features)
Amy Ryan in “Gone Baby Gone” (Miramax)
Tilda Swinton in “Michael Clayton” (Warner Bros.)

Best animated feature film of the year
“Persepolis” (Sony Pictures Classics) Marjane Satrapi and Vincent Paronnaud
“Ratatouille” (Walt Disney) Brad Bird
“Surf’s Up” (Sony Pictures Releasing) Ash Brannon and Chris Buck

Achievement in art direction
“American Gangster” (Universal) – Art Direction: Arthur Max, Set Decoration: Beth A. Rubino
“Atonement” (Focus Features) – Art Direction: Sarah Greenwood, Set Decoration: Katie Spencer
“The Golden Compass” (New Line in association with Ingenious Film Partners) – Art Direction: Dennis Gassner, Set Decoration: Anna Pinnock
“Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street” (DreamWorks and Warner Bros., Distributed by DreamWorks/Paramount) – Art Direction: Dante Ferretti, Set Decoration: Francesca Lo Schiavo
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) – Art Direction: Jack Fisk, Set Decoration: Jim Erickson

Achievement in cinematography
“The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford” (Warner Bros.) Roger Deakins
“Atonement” (Focus Features) Seamus McGarvey
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) Janusz Kaminski
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) Roger Deakins
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) Robert Elswit

Achievement in costume design
“Across the Universe” (Sony Pictures Releasing) Albert Wolsky
“Atonement” (Focus Features) Jacqueline Durran
“Elizabeth: The Golden Age” (Universal) Alexandra Byrne
“La Vie en Rose” (Picturehouse) Marit Allen
“Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street” (DreamWorks and Warner Bros., Distributed by DreamWorks/Paramount) Colleen Atwood

Achievement in directing
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) Julian Schnabel
“Juno” (Fox Searchlight) Jason Reitman
“Michael Clayton” (Warner Bros.) Tony Gilroy
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) Joel Coen and Ethan Coen
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) Paul Thomas Anderson

Best documentary feature
“No End in Sight” (Magnolia Pictures)
“Operation Homecoming: Writing the Wartime Experience” (The Documentary Group)
“Sicko” (Lionsgate and The Weinstein Company)
“Taxi to the Dark Side” (THINKFilm)
“War/Dance” (THINKFilm)

Best documentary short subject
“Freeheld” A Lieutenant Films Production
“La Corona (The Crown)” A Runaway Films and Vega Films Production
“Salim Baba” A Ropa Vieja Films and Paradox Smoke Production
“Sari’s Mother” (Cinema Guild) A Daylight Factory Production

Achievement in film editing
“The Bourne Ultimatum” (Universal) Christopher Rouse
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) Juliette Welfling
“Into the Wild” (Paramount Vantage and River Road Entertainment) Jay Cassidy
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) Roderick Jaynes
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) Dylan Tichenor

Best foreign language film of the year
“Beaufort” A Metro Communications, Movie Plus Production Israel
“The Counterfeiters” An Aichholzer Filmproduktion, Magnolia Filmproduktion Production Austria
“Katyń” An Akson Studio Production Poland
“Mongol” A Eurasia Film Production Kazakhstan
“12” A Three T Production Russia

Achievement in makeup
“La Vie en Rose” (Picturehouse) Didier Lavergne and Jan Archibald
“Norbit” (DreamWorks, Distributed by Paramount) Rick Baker and Kazuhiro Tsuji
“Pirates of the Caribbean: At World’s End” (Walt Disney) Ve Neill and Martin Samuel

Achievement in music written for motion pictures (Original score)
“Atonement” (Focus Features) Dario Marianelli
“The Kite Runner” (DreamWorks, Sidney Kimmel Entertainment and Participant Productions, Distributed by Paramount Classics) Alberto Iglesias
“Michael Clayton” (Warner Bros.) James Newton Howard
“Ratatouille” (Walt Disney) Michael Giacchino
“3:10 to Yuma” (Lionsgate) Marco Beltrami

Achievement in music written for motion pictures (Original song)
“Falling Slowly” from “Once” (Fox Searchlight)
“Happy Working Song” from “Enchanted” (Walt Disney)
“Raise It Up” from “August Rush” (Warner Bros.)
“So Close” from “Enchanted” (Walt Disney)
“That’s How You Know” from “Enchanted” (Walt Disney)

Best motion picture of the year
“Atonement” (Focus Features)
“Juno” (Fox Searchlight)
“Michael Clayton” (Warner Bros.)
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax)

Best animated short film
“I Met the Walrus” (A Kids & Explosions Production)
“Madame Tutli-Putli” (National Film Board of Canada)
“Même les Pigeons Vont au Paradis (Even Pigeons Go to Heaven)” (Premium Films)
“My Love (Moya Lyubov)” (Channel One Russia)
“Peter & the Wolf” (BreakThru Films)

Best live action short film
“At Night” (A Zentropa Entertainments 10 Production)
“Il Supplente (The Substitute)” (Sky Cinema Italia)
“Le Mozart des Pickpockets (The Mozart of Pickpockets)” (Premium Films)
“Tanghi Argentini” (Premium Films)
“The Tonto Woman”

Achievement in sound editing
“The Bourne Ultimatum” (Universal)
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
“Ratatouille” (Walt Disney)
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax)
“Transformers” (DreamWorks and Paramount in association with Hasbro)

Achievement in sound mixing
“The Bourne Ultimatum” (Universal)
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
“Ratatouille” (Walt Disney)
“3:10 to Yuma” (Lionsgate)
“Transformers” (DreamWorks and Paramount in association with Hasbro)

Achievement in visual effects
“The Golden Compass” (New Line in association with Ingenious Film Partners)
“Pirates of the Caribbean: At World’s End” (Walt Disney)
“Transformers” (DreamWorks and Paramount in association with Hasbro)

Adapted screenplay
“Atonement” (Focus Features) – Screenplay by Christopher Hampton
“Away from Her” (Lionsgate) – Written by Sarah Polley
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) – Screenplay by Ronald Harwood
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) – Written for the screen by Joel Coen & Ethan Coen
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) – Written for the screen by Paul Thomas Anderson

Original screenplay
“Juno” (Fox Searchlight) – Written by Diablo Cody
“Lars and the Real Girl” (MGM) – Written by Nancy Oliver
“Michael Clayton” (Warner Bros.) – Written by Tony Gilroy
“Ratatouille” (Walt Disney) – Screenplay by Brad Bird, Story by Jan Pinkava, Jim Capobianco, Brad Bird
“The Savages” (Fox Searchlight) – Written by Tamara Jenkins

sumber: Oscar. Com