tribunindonesia

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘BISNIS’

Sri Mulyani Salah Satu Wanita Berpengaruh di Dunia

In TOKOH on 20 Agustus 2009 at 2:01 PM

sri_mulyani_indrawatiMENTERI Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati kembali dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pada 2009.

Posisi Sri Mulyani tahun ini melorot di urutan ke-71. Tahun lalu Sri Mulyani berada di posisi ke-23 mengalahkan Hillary Rodham Clinton yang nangkring di urutan ke-28. Kala itu Hillary masih menjabat sebagai senator di New York. Tahun lalu Sri Mulyani juga berada di atas Oprah Winfrey (urutan ke-36) pembawa acara kondang asal Amerika.

Tahun ini, menurut laporan yang dilansir pada Rabu (19/8), Sri Mulyani dinilai berhasil mengurangi budaya korupsi yang mengakar di Indonesia. Sri Mulyani juga dinilai berhasil menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan insentif pajak bagi para pelaku usaha.  Read the rest of this entry »

Ciputra dan Sejarah Penderitaan Rakyat Manado

In TOKOH on 5 Agustus 2009 at 7:14 PM

oleh Prima Sp Vardhana

ciputra1KEHADIRAN stasi Jalan Salib di kaki patung Kristus Memberkati yang dibangun di kawasan Citraland Manado, Sulawesi Utara, bukan hanya diharapkan sebagai tempat wisata religi. Monumen yang terletak di atas bukit itu juga mencatat sejarah penderitaan rakyat Manado, khususnya pada masa penjajahan Jepang 1942-1945.

Itu memang sengaja dihadirkan oleh Ciputra sebagai pendiri obyek wisata religi, khususnya untuk umat Kristiani. Saat meresmikan Jalan Salib di kompleks itu, beberapa waktu lalu, Ciputra secara detail menjelaskan, di ujung jalan salib, tepatnya di bawah kaki Kristus Memberkati, dibuat relief dan patung-patung penderitaan warga Manado yang mengalami kekejaman Jepang.

Ada empat patung yang menggambarkan penderitaan itu. Satu di antaranya seorang ibu yang menggendong anak balita telanjang. Meski keseluruhan tubuh patung dicat putih, tetap kelihatan ekspresi ibu itu yang begitu sendu dan sedih serta menderita. Ia seolah memikirkan bagaimana nasib masa depan si anak balita kurus dan telanjang, yang menggambarkan kemiskinan orangtuanya.

Kehadiran patung ibu dan anak yang menderita ini semakin menemukan bukti kebenarannya, dengan pengakuan Ciputra sendiri bahwa ayahnya, Tji Sien Poe, seorang pedagang kecil meninggal di tahanan Jepang. Read the rest of this entry »

Li Ka-Shing Orang Terkaya di Dunia ke-9 Versi Forbes

In TOKOH on 22 Maret 2008 at 5:28 PM

Image Majalah Forbes menempatkan Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun. li-ka-shing-01.jpg
Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Forbes melaporkan, membumbungnya harga-harga properti dan kedekatan dengan ekonomi China menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak penduduk Hong Kong semakin kaya.

Tidak heran jika melihat mobil-mobil mewah semacam Rolls Royce dan Porsche hilir mudik di jalanan Hong Kong. “Fenomena ini membuktikan bahwa Hong Kong tetap menjadi salah satu wahana kondusif untuk bisnis dan investasi. Tampaknya hal ini sulit untuk diubah,” kata Redaktur Senior Forbes Russell Flannery. Read the rest of this entry »

Atsutoshi Nishida Hentikan Pertempuran Toshiba vs Sony

In TOKOH on 22 Maret 2008 at 5:17 PM

Keputusannya menyetop produksi HD DVD disayangkan banyak kalangan. Selain akan kehilangan pendapatan senilai 24 miliar yen, Toshiba juga berpotensi menghadapi masalah lain yang amat pelik.

Tiada yang lebih sengit, selain duel antara Sony dan Toshiba. Persaingan tajam di antara gergasi elektronik asal Jepang ini, terutama dalam memperebutkan pasar produk pemutar disk. Selain saling menggebrak harga dan keunggulan teknologi, peperangan antardua merek ini sudah berlangsung sangat lama, lebih dari satu dekade.

Nah, memasuki tahun ini, pertarungan klasik itu diramalkan segera berakhir. Yang mengejutkan, tampaknya dewi kemenangan akan berpihak pada Sony. Toshiba menyerah kalah? Rupanya begitu. Bagi industri ini, kemenangan di pihak lawan mungkin saja dipandang sebagai keniscayaan. Setidaknya, hal itu dipertegas oleh keputusan manajemen Toshiba yang dilansir bulan lalu, yang intinya, mulai Maret ini mereka akan menyetop produksi HD DVD (high definition digital versatile disc). Untuk diketahui, HD DVD adalah produk pesaing Blu-raybuatan Sony.

Kebijakan yang tergolong kontroversial itu, ternyata tak bisa dilepaskan dari gaya kepemimpinan Atsutoshi Nishida sebagai Chief Executive Officer (CEO) Toshiba Corporation. Ia terpaksa mengambil keputusan itu, dalilnya, karena pihaknya tak ingin selamanya terjebak dalam persaingan.

atsutoshi-nishida.jpg

“Bagi kami, (persaingan) dalam jangka panjang tak akan ada manfaatnya lagi,” katanya, seperti dikutip, Sabtu (15/4). Read the rest of this entry »

Dhimam Abror: Media Massa Indonesia Sudah Kapitalis

In NASIONAL on 22 Februari 2008 at 7:04 PM


Media massa perlu diatur?

Itu pasti menjadi pertanyaan yang tidak enak bagi kalangan praktisi media massa.

Tapi, pertanyaan itu tidak menyeruak secara tiba-tiba, sebab wajah media massa saat ini tampaknya memang sudah sangat berbeda dibanding era sebelumnya, demikian Ketua Umum PWI Jatim H Dhimam Abror Djuraid.
“Media massa sudah menjadi industri akibat masuknya modal atau kapital dalam industri media massa sejak era 1980-an,” kata Dhimam Abror saat mengawali peran sebagai moderator dalam seminar “Membangun Relasi Media Massa dengan Dunia Usaha” yang digelar Fisip Unair Surabaya bersama Depkominfo RI, Senin, di Surabaya.

“Logika kapital itu berbeda dengan logika idealisme. Di era industri, media massa mengalami kemajuan teknologi dan juga kesejahteraan,” katanya. Read the rest of this entry »

Pemerintah Tidak Perpanjang Divestasi Newmont

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:12 PM


Jakarta: Pemerintah menegaskan tidak akan memperpanjang waktu penyelesaian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang ditetapkan sampai 22 Februari 2008.

Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM, Simon Sembiring, usai bertemu dengan sejumlah petinggi NNT di Jakarta, Kamis, mengatakan jangka waktu tersebut sudah cukup bagi Newmont.

“Kalau mereka mau, tiga jam pun divestasi bisa diselesaikan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah hanya meminta kesepakatan tertulis, tanpa notaris yang intinya menjelaskan bahwa NNT telah menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

“Kalau proses dengan notaris sampai 2-3 bulan, silahkan saja,” ujarnya.

Ia juga menawarkan akan memfasilitasi pertemuan antara NNT dengan ketiga Pemda.

Simon mengatakan pemerintah juga siap menghadapi arbitrase yang kemungkinan diajukan Newmont.

“Kami akan ladeni,” katanya.

Ia melanjutkan, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Pemerintah meminta NNT tetap fokus melaksanakan proses divestasi sesuai kesepakatan awal, yakni menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, hingga tanggal 22 Februari 2008.

Simon menambahkan, kesepakatan penjualan dua persen saham NNT dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak sesuai kesepakatan awal.

“Itu tidak boleh. Kabupaten Sumbawa tetap harus dapat tiga persen. Kesepakatan awal ini sudah sampai ke DPR, jadi harus dilaksanakan,” katanya.

Begitu pula dengan pelibatan Grup Trakindo, Simon mengatakan hal itu tidak sesuai kesepakatan awal.

“Trakindo tidak ada dalam kesepatakan awal. Fokus saja ke tiga pemda,” ujarnya.

Menurut dia, kalau sampai batas waktu 22 Februari tidak tercapai kesepakatan divestasi maka dirinya akan melaporkan ke Menteri ESDM.

Selanjutnya, terserah menteri apakah kontrak NNT akan diputus atau tidak.

Menurut dia, kalau kontrak telah diputus maka kegiatan tambang mesti dihentikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Senior Vice President and Chief Financial Officer Newmont Mining Corporation, Russell Ball, usai pertemuan mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses divestasi ke Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagaimana telah dilakukan ke Kabupaten Sumbawa.

“Kami tetap akan melaksanaan divestasi sesegera mungkin,” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan menempuh dua cara dalam menyelesaikan sengketa divestasi sesuai kontrak karya, yakni konsiliasi atau arbitrase.

Cara konsiliasi dilakukan tanpa melibatkan hakim, sedang arbitrase dengan hakim.

Juru bicara NNT Rubi W Purnomo mengatakan persoalan divestasi ini tidak mempengaruhi produksi tambang di Batu Hijau.

“Kegiatan tambang tetap jalan, tidak terganggu,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (11/2), pemerintah melalui Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Sembiring mengeluarkan status lalai (default) kepada NNT karena belum juga menyelesaikan proses divestasi 10 persen sahamnya.

Pemerintah memberi batas waktu sampai 22 Februari 2008 kepada NNT menyelesaikan proses divestasi yakni kesepakatan penjualan saham ke Pemda Kabupaten Sumbawa Barat sebesar tiga persen dan Kabupaten Sumbawa dan Propinsi NTB sebesar tujuh persen.

Namun, NNT telah meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penetapan status lalai tersebut.

Sesuai kontrak karya, sebanyak 51 persen saham PT NNT yang dimiliki asing didivestasikan secara bertahap kepada Pemerintah Indonesia.

Sebanyak 20 persen di antaranya telah dimiliki pihak Indonesia, yakni PT Pukuafu Indah, sedang 31 persen sisanya didivestasi sebanyak tiga persen tahun 2006, tujuh persen 2007, tujuh persen 2008, tujuh persen 2009, dan tujuh persen 2010. ma

sumber: ANTARA News

Danamon Butuh Ribuan Karyawan Baru

In BISNIS on 14 Februari 2008 at 12:47 PM

PT Bank Danamon Indonesia Tbk berencana menambah 5 ribu karyawan baru pada tahun ini. Penambahan karyawan tersebut dalam rangka ekspansi usaha perseroan.

Rencananya, Bank Danamon akan menambah 78 kantor cabang bank konvensional, 41 cabang Adira, dan 170 kantor baru untuk penjualan.

“Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Pulau Jawa dan Bali,” kata CFO and Director Bank Danamon Vera Eve Lim, dalam paparan kinerja 2007, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Dengan demikian, dirinya optimistis bahwa Bank Danamon akan menjadi bank yang memiliki jumlah karyawan terbesar di Indonesia.

Dia juga mengatakan, Danamon saat ini menganggarkan belanja modal Rp600-700 miliar yang akan digunakan untuk membuka kantor cabang dan investasi IT.

“Kami juga berencana menerbitkan obligasi senialai Rp1,5 triliun pada semestar pertama tahun ini,” katanya.sn

sumber: Okezone

Tahun Ini Gelar ‘Outstanding Achievement’ Disandang Telkomsel

In BISNIS on 14 Februari 2008 at 12:34 PM


Telkomsel kembali mendapat pengakuan sebagai yang terbaik dari ajang bergengsi Top Brand Award 2008 untuk kedua produk simcard-nya, yakni simPATI (kartu prabayar) dan kartuHALO (kartu pasca bayar) sebagai kartu pilihan utama selama sembilan tahun berturut-turut (2000-2008). Keberhasilan mempertahankan predikat ini membuat Telkomsel berhak memperoleh predikat “Oustanding Achievement” dalam merek-merek terbaik.

Penghargaan Top Brand 2008 didasarkan dari hasil survei lembaga survei independen Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing terhadap merek-merek pilihan masyarakat dengan 3 parameter, yakni: mind share, market share, dan commitment share. Berdasarkan parameter tersebut diperoleh indikator kekuatan merek yang disebut TBI (Top Brand Index).

Survei Top Brand 2008 dilakukan setiap tahun terhadap 3.000 responden yang tersebar di 6 kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar) yang melibatkan responden dari berbagai usia (15-65 tahun) dan lapisan masyarakat dari tingkat sosial ekonomi A hingga E.

Produk-produk Telkomsel memperoleh TBI tertinggi, cukup jauh dibanding nilai produk sejenis yang beredar di pasar. Untuk kategori SIM Card Prabayar, nilai TBI simPATI 36,1% (disusul Mentari 17,8% dan IM3 12,9%). Sedangkan kategori SIM Card Pascabayar, nilai kartuHALO 49,1% (disusul Matrix 16,0% dan XPlor 12,3%).

Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto mengatakan, “Penghargaan yang telah memasuki tahunnya yang ke-9 ini memiliki kompetensi tersendiri yang mampu menggambarkan kondisi pasar, di mana kedua produk Telkomsel tersebut memang merupakan produk yang paling diminati pasar pengguna ponsel di Indonesia. Saat ini simPATI telah digunakan sekitar 26 juta pelanggan dan kartuHALO 1,9 juta pelanggan atau digunakan 60% pengguna paskabayar”.

Persaingan pasar selular Indonesia semakin sengit dan menantang, apalagi dengan masuknya pemain-pemain baru baik itu dari luar maupun dari dalam dengan sokongan dana konglomerat lokal. Saat ini terdapat 8 operator yang memberikan layanan selular (full mobility) di Indonesia, yakni : Telkomsel, Indosat, Excelcom, Natrindo, Hutchison Indonesia, Mandara (Sampoerna Selular Indonesia), Mobile-8, dan Smart. Sementara untuk operator CDMA (limited mobility) terdapat 3 operator: Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), dan Esia (Bakrie).

“Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dengan berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, tentunya konsumen dituntut untuk semakin cerdas dalam memutuskan produk yang dipilih. Penghargaan yang merupakan hasil pilihan langsung dari konsumen atau masyarakat luas ini merupakan sebuah bukti kepercayaan masyarakat yang telah merasakan nilai dan manfaat produk dan layanan Telkomsel yang dipakainya,” ungkap Suryo.

“Meraih predikat Outstanding Achievement di Top Brand Award 2008 ini mencerminkan konsistensi kami dalam upaya memberikan yang terbaik. Penghargaan ini tentunya menjadi tantangan bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan nilai tambah bagi kepuasan bagi pelanggan, sehingga di tahun-tahun ke depan Telkomsel tetap menjadi pilihan utama solusi komunikasi masyarakat Indonesia,” tegas Suryo.

Tingginya angka pengguna ponsel yang mempercayakan layanannya kepada Telkomsel dikarenakan produk-produknya relatif dapat memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok pelanggan dan calon pelanggan, yakni: jaringan yang luas, kualitas jaringan yang handal, kelengkapan fasilitas produk dan inovasi, kenyamanan pelayanan purna jual, dan tarif yang wajar.

Handi Irawan, Praktisi Marketing sekaligus penggagas TBA, mengatakan, “Survei selama sembilan tahun adalah kekuatan terbesar dalam penghargaan ini. Tidak mudah bagi merek untuk mempertahankan diri sebagai merek pilihan konsumen. Karenanya, merek yang berhasil menjadi merek yang kuat selama sembilan tahun benar-benar merupakan merek yang teruji.” Sn

Sumber Oke Zone

Penjualan Toyota pada awal 2008 Bisa Digenjot

In OTOMOTIF on 13 Februari 2008 at 2:49 PM

Jakarta – Penjualan mobil awal 2008 yang menggembirakan (41.380 unit), menurut Joko Trisanyoto, Direktur Marketing PT. Toyota Astra Motor, masih bisa ditingkatkan lagi. Dalam sebuah perbincangan ringan dengan yang bersangkutan, Joko menyatakan banyak pengiriman yang tertunda karena berbagai hal. Tentu saja masalah bencana yang sedang menimpa beberapa daerah di tanah air menjadi salah satu sebabnya.

Awal tahun 2008 sendiri ATPM mobil Toyota ini berhasil menjual sebanyak 13.745 unit. Menurut Joko, penjualan terbesar Toyota itu diperoleh dari Avanza. “Beberapa produk kami masih harus indent. Termasuk truk Dyna juga indent,” kata Joko, di sela-sela acara AUTOCAR Readers Choice Award, tadi malam (12/2) di Menara Jamsostek, Jakarta.

Penjualan anggota Gaikindo di awal tahun ini memang menggembirakan. Hampir semua anggota Gaikindo memperlihatkan prestasi jualan yang lebih bagus dari penjualan periode yang sama tahun 2007 lalu. Misalnya Mazda yang pada Januari 2007 lalu hanya menjual sebanyak 75 unit, pada awal tahun 2008 berhasil meningkatkan penjualan menjadi 232 unit.

Begitu pula dengan merek-merek yang lain seperti Mitsubishi, Suzuki, Honda, Nissan, Daihatsu dan sebagainya. Namun dari angka-angka penjualan spektakuler yang dicatat para pebisnis otomotif di awal tahun 2008 itu, penjualan Nissan menjadi yang paling luar biasa. Awal tahun 2007 lalu Nissan menjual sebanyak 426 unit. Sedang awal tahun ini mencapai penjualan sebanyak 2.149 unit. Penjualan terbesar dari Nissan ini disumbang duet Livina : Grand Livina dan Livina XR. rac



Apersi Targetkan Bangun 12 ribu RSh

In BISNIS on 13 Februari 2008 at 2:30 PM


Surabaya- Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim menargetkan pembangunan rumah sederhana sehat (RSh) sebanyak 12 ribu unit.

Jumlah ini meningkat hingga 100 persen dibanding realisasi pembangunan RSh di Jatim pada 2007. Realisasi pembangunan RSh pada 2007 sebanyak 5.700 unit dari target sebanyak 7.500 unit.

“Kontribusi pembangunan terbesar masih dari Gresik yakni sekitar 40 persen. Sisanya berasal dari daerah lainnya,” urai Ketua DPD Apersi Jatim, Nurhadi, Rabu (12/2/2008).

Daerah lainnya yang ikut andil memberikan pembangunan yakni Sidoarjo, Madura, Mojokerto, Kediri, Tulungagung, Pasuruan, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Madiun, dan Malang.

Mengenai melesetnya realisasi pembangunan RSh pada 2007, urainya, disebabkan beberapa faktor. Di satu sisi, faktor permintaan sangat besar jika dilihat dari jumlah PNS dan TNI-Polri.

Namun, selama ini harga jual ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 49 juta per unit. Di sisi lain, banyak kendala dimana pengeluaran selain material bangunan cukup tinggi dan kontribusinya mencapai 20-30 persen dari harga jual.

“Selama ini edukasi tentang RSh ke pemkab/pemkot masih belum maksimal. Sehingga sebagian besar kebijakan pemkab/pemkot masih belum mendukung pembangunan RSh,” katanya.

Listrik Gratis
Selain itu, Apersi juga meminta jaringan listrik ke perumahan sederhana sehat (RSh) tidak dikenakan biaya atau gratis. “Selama ini jaringan listrik yang dialirkan ke RSh dikenakan biaya yang sama seperti perumahan untuk komersial. Padahal RSh kan rumah non komersial yang ditujukan kepada PNS dan TNI-Polri,” kata Ketua DPD Apersi Jatim, Nurhadi, Rabu (12/2/2008).

Menurutnya pengembang dikenakan dua biaya untuk penyambungan listrik oleh PLN, yakni biaya jaringan dan biaya sambungan rumah (SR). Dalam perhitungan, setiap unit RSh terkena beban biaya sebesar Rp 4,6 juta untuk pemasangan listrik ke masing-masing rumah.

“Perinciannya, biaya pemasangan jaringan sebesar Rp 2,8 juta dan SR sebesar Rp 1,7 juta,” kata Nurhadi.

Seharusnya pemasangan jaringan dibebankan kepada PLN bukan kepada pembeli RSh. Kalau dibebankan kepada pembeli, kasihan mereka. Hal ini akan berdampak kepada kualitas rumah yang dibangun.

Sarana dan Prasarana
Selain masalah pemasangan jaringan listrik, Apersi juga mengeluhkan pengenaan sarana dan prasarana serta legalisasi sertifikat. Selama ini Kakanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim menegaskan hanya mengenakan biaya sebesar Rp 500 ribu untuk pengurusan sertifikat rumah.

Namun, dalam realisasi di lapangan para pengembang dikenakan biaya sertifikat hingga Rp 1,5 juta per rumah. “Seharusnya instruksi dari kakanwil BPN bisa dilaksanakan secara merata oleh seluruh jajaran yang ada di Jatim,” urainya.

Masalah prasarana lain seperti air dan akses jalan menuju ke RSh selama ini juga jarang diperhatikan pemkab/pemkot. Sehingga para pengembang harus mengerem biaya pembangunan RSh dan sebagian dialokasikan untuk pembangunan akses jalan.

“Masalah sarana dan prasarana seharusnya didukung penuh pemkab/pemkot terutama dalam penyuksesan pembangunan RSh. Kecuali kalau pembangunan rumah komersial, semuanya ditanggung pengembang,” paparnya. @

sumber: BeritaJatim

Pemasangan Pipa Gas Kodeco Dihentikan Adpel Tanjung Perak

In NASIONAL on 13 Februari 2008 at 2:21 PM

Surabaya – Pemasangan pipa gas yang dilakukan Kodeco di Selat Madura yang merupakan alur kapal ke pelabuhan Tanjung Perak dihentikan atas perintah Adpel Tanjung Perak sejak Senin (11/2/2008) siang kemarin.

“Saat ini pemasangan pipa gas sudah dihentikan. Kapal-kapal sudah bisa masuk dan membawa barang ekspor keluar,” ujar Adpel Tanjung Perak, Capt Sri Untung, Selasa (12/2/2008).

Sebelumnya, sejak Jumat (8/2/2008), dilakukan pemasangan pipa gas oleh Kodeco Energy Ltd di Buoi 6 yang berjarak 10-14 mil dari Pelabuhan Tanjung Perak. Terhitung empat hari sejak Jumat hingga Senin, arus ekspor Jatim tertahan akibat kapal petikemas tidak bisa memasuki perairan Tanjung Perak.

Menurutnya, arus kapal kembali normal sejak Senin sore sekitar pukul 18.00. Sejak sore hingga malam, tercatat beberapa kapal yang berhasil handling petikemas.

Dalam antri kapal sebelumnya, arus lalu lintas kapal terhenti di Buoi 6 yang dipadati kapal yang antre untuk merapat dan Buoi 7 yang juga ditempati kapal untuk lego jangkar.

Pihaknya sejak Sabtu (9/2/2008), berusaha memandu kapal yang akan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Namun terkendala kondisi cuaca yang buruk sehingga upaya itu gagal.

Upaya ini dilanjutkan Senin (11/2/2008) siang, dimana pemasangan pipa gas berupaya dihentikan dan berhasil. Beberapa kapal dengan bobot agak kecil berhasil masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak setelah dipandu.

“Hingga saat ini kondisinya cenderung normal lagi,” urainya.

TPS Macet
Penghentian pemasangan pipa gas Kodeco itu sebagai akibat dari terganggunya putaran ekspor-impor yang lewat Pelabuhan Tanjung Perak. Ini karena kapal-kapal yang akan berlabuh mengalami hambatan. Dampaknya sangat dirasakan dua pelabuhan kontainer internasional, yakni Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) lengang dan tak ada kegiatan sama sekali untuk sektor ekspor.

Dirut BJTI Rahmat Satria dan Humas TPS Iwan Sabatini membenarkan hal ini ketika dikonfirmasi. Bahkan, menurut mereka, para pemilik pelayaran sangat dirugikan dengan kondisi ini. “Memang benar kami sejak Jumat kemarin tidak bisa menerima kapal dari luar,” kata Rahmat, Senin (10/2/2008).

Sejak minggu dan hari ini, dermaga internasional di TPS dan BJTI masih kosong tidak ada kegiatan bongkar muat ekspor. “Wah, bahaya ini. Pemerintah harus segera turun tangan. Ini ancaman sangat besar,” imbuh Iwan.

Sejauh ini, ujarnya, pihak Pelindo III cabang Tanjung Perak dan Adpel terus memantau kondisi alur dan cuaca tersebut untuk mengupayakan memasukkan satu persatu kapal-kapal sandar di Tanjung Perak termasuk di TPS dan BJTI.

Kelambatan ini sudah pasti mengganggu planning kerja operasional di TPS dan BJTi baik utilitas alat, pengaturan dimana yang waktu service dan yang full speed pakai. Bahkan beberapa buyer dan shipper di luar negeri mulai mempertanyakan ini.

“Sejauh ini kami belum tahun sampai dimana, Kodeco melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa hingga selesai, persoalannya pemasangan disaat cuaca angin kencang dan ombak tinggi,” urainya. @

sumber:BeritaJatim

Yahoo! Inc Berencana Tolak Pinangan Microsoft Corp

In BISNIS on 11 Februari 2008 at 5:22 AM


SAN FRANCISCO: Yahoo! Inc berencana menolak tawaran pengambilalihan senilai US$44,6 miliar oleh Microsoft Corp, ungkap sumber yang mengetahui rencana itu.

Dewan direksi menghabiskan waktu seminggu untuk menilai tawaran US$31 per saham sebelum memutuskan bahwa harga itu terlalu rendah. Para direktur mungkin menolak tawaran itu besok, kata sumber yang tidak mau disebut namanya itu.

Yahoo menginginkan harga terendah US$40 per saham. Keputusan ini semakin menekan pendiri bersama Jerry Yang untuk mengungkapkan kepada investor strategi menggairahkan kembali saham perseroan yang nilainya merosot hingga setengahnya dalam dua tahun sebelum penawaran diajukan.

Dia mungkin melirik Google atau mencari pembeli lainnya, meski analis mengatakan tidak mungkin ada opsi lain dan Microsoft akan menaikkan tawarannya.

sumber: Bisnis/Bloomberg

Harga Gas Naik Pengaruhi Keramik

In BISNIS on 10 Februari 2008 at 1:58 PM

JAKARTA: Kenaikan harga BBM termasuk gas akan mempengauhi harga keramik meskipun saat ini belum dilakukan penyesuaian tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan akan naik.

“Ada kemungkinan untuk naik mengingat gas yang merupakan komponen terbesar pembuatan keramik harganya terus terkoreksi,” kata Manager Proyek Produsen Keramik Granito Maria Magdani di Jakarta, Sabtu (9/2).

Maria yang ditemui usai menandatangani kesepakatan kerjasama dengan apartemen The Lavande yang berlokasi di Jalan Sahardjo mengatakan, di pasaran saat ini produk Granito masih berkisar Rp150 sampai Rp300 ribu per meter persegi.

Namun dirinya belum mengetahui sampai kapan pihaknya dapat mempertahankan harga keramik di pasar. “Mungkin kalau produsen lain mulai merevisi harga, kami juga akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Granito yang produknya menggunakan lisensi dari Australia diproduksi PT Granitoguna Building Ceramic masih satu grup dengan Djabesmen memiliki pabrik di kawasan Lemah Abang Bekasi Jawa Barat.

“Kapasitas maksimal pabrik dalam setahun dapat mencapai 2 juta meter persegi akan tetapi perusahaan saat ini baru menjalankan sampai 60 persen menyesuaikan permintaan pasar,” ujarnya.

Konsumen Granito sendiri menurut pengakuan Maria berasal dari rumah-rumah maupun apartemen menengah atas mengingat harganya di atas harga keramik yang ada di pasar saat ini.

Menurutnya, Granito memiliki kualitas porselen atau sedikit di atas keramik biasa. Terbukti dari hasil test kekuatannya mencapai di atas 450 kilogram per centimeter kubik, sementara keramik biasa 300 kilogram per centimeter kubik.

Granito sendiri masuk di pasar Indonesia pada tahun 1998 dengan merek di pasar Indonesia seperti Aurora, Salsa, Palazzo, serta Castello. Masing-masing punya pasar sendiri, paparnya.

Maria mengatakan, pihaknya memang lebih banyak menjual produknya kepada institusi. “Mungkin hampir sama dengan yang dijual secara ritel di pasar,” katanya.

Siapkan Jaringan Online di 2.523 SPBU

In BISNIS on 8 Februari 2008 at 3:36 PM


Rencana Pembatasan Bensin-Solar di Jawa-Bali

JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan kebijakan pembatasan konsumsi premium dan solar. Meski mekanisme pelaksanaannya belum dibuat secara detail, pemerintah sudah mengantongi butir-butir panduan untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, panduan utamanya adalah semua kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil pribadi dan umum, akan dikenai pembatasan. “Khusus mobil mewah dan moge (motor gede, Red) sudah pasti tidak boleh membeli BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam (7/1).

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menerapkan sistem pembatasan konsumsi premium-solar. Nanti setiap kendaraan mendapat jatah pembelian bahan bakar per hari. Volume pembelian dikendalikan melalui kartu pintar (smart card) yang ditempel di kaca depan kendaraan.

Selanjutnya, kartu yang memiliki barcode tersebut akan dibaca dengan alat pemindai di SPBU berapa volume maksimal yang boleh dibeli setiap hari. Bila melebihi jatah volume, otomatis pembelian ditolak.

Tubagus mengakui, saat ini pihaknya memang baru memiliki gambaran umum mekanisme pembatasan konsumsi premium-solar. Terkait mekanisme teknis pelaksanaan, kuota masing-masing kendaraan, kriteria mobil mewah, bagaimana jika satu keluarga memiliki beberapa mobil, dan seabrek hal teknis lain hingga kini masih dalam kajian. “Ini memang luar biasa kompleks sebelum benar-benar diberlakukan,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan survei lanjutan untuk memetakan karakteristik perilaku konsumsi premium-solar di masyarakat. “Yang akan kami survei adalah kebutuhan, bukan keinginan,” terangnya.

Untuk itu, kata Tubagus, pihaknya akan menggandeng konsultan independen yang memiliki kapabilitas untuk melakukan survei. Di antara yang akan disurvei, kebutuhan konsumsi per hari bagi pemilik kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan umum.

Hasil survei tersebut selanjutnya dibuatkan angka rata-rata untuk menentukan kuota yang akan diterapkan bagi masing-masing jenis kendaraan. Untuk kendaraan umum, lanjut dia, jelas kuotanya akan lebih besar dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Sebab, jarak tempuh harian kendaraan umum memang lebih jauh. “Hal seperti ini juga kami perhitungkan,” ujarnya.

Bagaimana angka kuota 5 liter per kendaraan per hari yang sempat diberitakan di media? “Itu tidak benar. Sebab, baru akan dihitung lewat survei,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Tubagus juga mengklarifikasi pernyataan anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo Rabu lalu (6/2). Saat itu, Adi mengatakan, kebijakan pemerintah itu dilaksanakan Mei 2008 dan diberlakukan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Kemudian, kebijakan itu dilakukan di Jawa dan Bali pada akhir 2008.

“Yang benar, akan dilakukan di wilayah Jawa-Bali secara serentak,” tegas Tubagus. Alasannya, lanjut dia, jika tidak dilakukan secara serentak, sistem tersebut tidak akan efektif. Sebab, pemilik kendaraan di daerah pinggiran bisa membeli premium-solar di daerah lain yang belum dibatasi.

Menurut dia, sukses tidaknya pelaksanaan sistem distribusi tertutup memang erat berkaitan dengan prinsip isolasi. Artinya, wilayah pelaksanaan memang harus terisolasi dalam suatu pulau. “Dengan begitu, baru akan efektif,” tuturnya.

Tubagus mengakui, pemberlakuan serentak tersebut mengandung konsekuensi besar. Sebab, pihaknya harus menyiapkan jaringan online di seluruh SPBU Jawa-Bali yang jumlahnya 2.523 unit. Tujuannya, barcode atau smart card dapat terbaca dan datanya tercatat atau teregister di seluruh jaringan SPBU se-Jawa-Bali.

Untuk itu, lanjut dia, BPH Migas akan mengembangkan perangkat Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang saat ini dimiliki dan digunakan untuk memantau proses distribusi BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. “Basic-nya sudah ada, tinggal dikembangkan,” ujarnya.

Mengingat kompleksitas yang begitu tinggi, apakah BPH Migas optimistis bisa menerapkan sistem tersebut Mei nanti? “Itu harapan kami. Selanjutnya, kita lihat saja nanti,” katanya.

Tubagus, tampaknya, bersikap realistis. Dia mengatakan, detail teknis pelaksanaan sistem tersebut memang sangat bergantung seberapa cepat hasil data survei tentang karakteristik perilaku konsumsi BBM bersubsidi didapat.

Padahal, lanjut dia, hingga kini pun konsultan independen yang akan digandeng belum ditentukan. Tubagus mengatakan, pihaknya juga tidak akan asal tunjuk. Sebab, itu berkaitan dengan proyek pemerintah sehingga prinsip transparansi harus dikedepankan. “Kemungkinan akan ada semacam beauty contest untuk perusahaan konsultan,” jelasnya.

Itu pun, kata dia, baru bisa dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, proyek tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit. Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya segera berkoordinasi dengan menteri keuangan untuk membahas dana yang dibutuhkan untuk proses survei maupun dana keseluruhan untuk pelaksanaan pembatasan premium-solar tersebut.

Yang jelas, kata Tubagus, rencana pembatasan itu ditujukan untuk mengajak masyarakat berhemat. Sebab, lanjut dia, kuota distribusi BBM bersubsidi memang dibatasi oleh pagu dalam APBN 2008, yakni premium 16.950 kiloliter (KL), minyak tanah 7.886.525 KL, dan solar 11.000.000 KL. Karena itu, sudah sepatutnya konsumsi masyarakat juga dibatasi. “Mohon ini dimengerti semua pihak,” pintanya.

Selain BPH Migas, pekerjaan besar akan dipikul Pertamina atas pemberlakuan sistem tersebut. Menyikapi hal itu, Vice President Komunikasi PT Pertamina Wisnuntoro mengatakan, pihaknya segera menyusun persiapan yang diperlukan untuk mendukung program tersebut. “Intinya, kami selalu siap,” ujarnya ketika dihubungi tadi malam.

Menurut dia, persiapan utama akan difokuskan pada SPBU-SPBU milik Pertamina maupun pengusaha yang tergabung dalam Hiswana Migas. “Kami segera berkoordinasi,” katanya.

Terkait kesiapan produk BBM, Wisnuntoro mengaku tidak ada masalah. Pihaknya juga akan menyiapkan antisipasi atas melonjaknya permintaan Pertamax maupun Pertamax Plus jika nanti pembatasan premium-solar diberlakukan.

Menurut dia, hal tersebut bisa diatasi dengan men-setting operasional kilang Pertamina. Misalnya, menambah produksi Pertamax maupun Pertamax Plus. Dia mengatakan, itu bukan merupakan hal sulit untuk dilakukan. “Jadi, mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar,” ujarnya. (sumber:jawapos)

teks foto: ANTREAN pembelian BBM pasti akan lebih padat jika kebijakan pembatasan bensin-solar diberlakukan di Jawa dan Bali