tribunindonesia

Arsip untuk ‘FEATURES’ Kategori

Melacak Tumi, Goris 14 Kali Masuk Lokalisasi

In FEATURES, NASIONAL on 20 Juni 2009 at 11:35 PM

PERJUANGAN tim Van Den Berg van De Jong di Desa Kalipare, Malang, menemukan ibu kandung Kesih, tidaklah segampang membalik tangan. Waktu sekitar enam bulan dibutuhkan staf yang dikirim untuk menelusuri, yakni Gregorius Yhofid (Goris), sebelum memastikan kebenaran identitas ibu kandung Kesih dan kampung tempat tinggal Tumi.

detektifPenelusuran Goris tak ubahnya detektif swasta dalam film-film Hollywood. Saat pertama kali mendapat tugas dari EL Sajogo (salah satu pimpinan di kantor pengacara tempat dia bekerja) pada Agustus 2008, Yhofid hanya berbekal informasi nama dua saksi dan lokasi tempat kerja Tumi di lokalisasi Kremil (Tambak Asri) Surabaya.

Namun Goris harus menelusuri hingga ke kawasan lokalisasi Moroseneng karena beberapa tahun lalu para pekerja di Kremil beramai-ramai pindah ke Moroseneng, Kecamatan Benowo, Surabaya. Dua saksi yang diburunya adalah salah satu relawan warga kampung di Kremil yang ikut membantu proses adopsi Kesih dan tukang becak yang beroperasi di kawasan Moroseneng. Read the rest of this entry »

Kisah Anak PSK Bertemu Pusara Ibunya

In FEATURES, NASIONAL on 20 Juni 2009 at 11:26 PM

PERJUANGAN bertahun-tahun Kesih van Der Berg van De Jong mencari keberadaan ibu kandungnya, akhirnya membuahkan hasil. Memang, yang dijumpai Kesih hanyalah pusara ibunya, yang Juli 2008 lalu meninggal. Namun kini Kesih telah tahu, bahwa ibu kandungnya bernama Martiningtias Condro Kesih.

Kesih van Der Berg van De Jong

Kesih van Der Berg van De Jong (kiri) terharu bertemu bibinya, Ernawati

Kendati demikian, keingintahuan sudah terobati, setelah selama 28 tahun Kesih terpisah sejak dia dilahirkan Martiningtias, dan tak lama kemudian Kesih yang masih bayi diadopsi oleh seorang warga Belanda.

Mirip kisah dalam acara Termehek-mehek di televisi, tangis haru seketika pecah saat Kesih bertemu bibinya Ernawati (32) di salah satu ruangan di kantor pengacara Markus Sajogo di Surabaya, Kamis (18/6). Ernawati tidak menyangka bisa bertemu keponakannya, yang selama ini hanya diketahuinya dari cerita-cerita simpang siur di lingkungan keluarga dan kerabatnya. Read the rest of this entry »

Suramadu, Era Baru Kebangkitan Masyarakat Madura

In FEATURES, NASIONAL on 8 Juni 2009 at 12:00 AM

SIANG itu, Faizal (27), penjual bebek goreng di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan tampak sibuk melayani para pembeli. Sejak awal pembangunan Jembatan Suramadu enam tahun lalu, Faiza l membuka warung makanan sederhana tempat para pekerja proyek jembatan beristirahat sambil mengisi perut selepas bekerja.

Depot makanan Faizal hanya berjarak sekitar 60 meter dari bibir pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Madura. Tepat di bibir masuk Suramadu inilah momen bersejarah peresmian Jembatan Suramadu akan berlangsung, Rabu (10/6) ini sekitar pukul 10.00.

suramadu3Di satu sisi, peresmian Jembatan Suramadu memberikan kebanggaan tersendiri bagi Faizal dan masyarakat Kabupaten Bangkalan pada umumnya. Namun, di sisi lain keberadaan Suramadu juga menumbuhkan kekhawatiran dalam benak Faizal.

Berdasarkan sosialisasi dari pemerintah desa Sukolilo Barat, di sekitar kaki Suramadu sisi Madura rencananya akan dibangun taman. Pembuatan taman akan menggusur pemukiman da n pekarangan warga sekitar 500 meter di sisi kanan dan kiri jalan akses ke Suramadu.

“Informasi tentang pembuatan taman sudah kami terima beberapa waktu lalu. Rencananya tanah dan pemukiman kami akan di ganti rugi oleh pemerintah,” tutur Faizal. Read the rest of this entry »

Duh…. Para PPK Utang Jutaan Rupiah

In FEATURES, NASIONAL on 21 April 2009 at 10:21 PM
SUDAH capek berdarah-darah pula! Begitulah yang dialami para ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Bogor. Mereka sudah berjibaku menyiapkan, melaksanakan, sampai menghitung hasil Pemilu Legislatif 2009.

Read the rest of this entry »

Jika Warga Baduy Mencontreng, Demam Bingung pun Berlangsung

In FEATURES, NASIONAL on 20 April 2009 at 4:50 PM
Kompas/Nina Susilo
Warga Baduy Luar di Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (31/3), tenteram dan tidak diramaikan dengan atribut parpol ataupun caleg. Namun, tidak berarti warga Baduy ketinggalan informasi mengenai Pemilu 2009. Selain sudah memahami cara memberikan suara, rapat adat sudah memutuskan warga Baduy akan berpartisipasi dalam Pemilu 2009 sehingga diperkirakan partisipasi warga Baduy akan meningkat dalam Pemilu 2009.
 PAGI-pagi sekali, puluhan warga Baduy Luar berduyun-duyun menuju rumah Jaro Dainah, Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Hari Kamis (9/4) itu, mereka akan ikut mencontreng di tempat pemungutan suara khusus di belakang rumah Jaro Dainah. Read the rest of this entry »

Jangankan Memilih, Menghitung Saja Mereka Pening

In FEATURES, NASIONAL on 20 April 2009 at 4:44 PM
KOMPAS/NELI TRIANA
Seorang laki-laki warga Suku Talang Mamak di Dusun Tuo Datai bersama beberapa anaknya.

 HARI pemilihan umum walau telah berlalu pada Kamis (9/4), namun bagi warga Talang Mamak, suku asli Riau yang bermukim di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau masih menjadi pembicaraan terutama tentang fungsi surat suara yang berukuran besar dan berjumlah empat lembar.

“Kertas yang hendak dipilih itu ukurannya besar, banyak pulak sampai empat helai,” ujar Lonceng, seorang warga Talang Mamak yang bermukim di Desa Talang Kedabu, Jumat. Read the rest of this entry »

Orang Samin Memandang Pemilu

In FEATURES, NASIONAL on 20 April 2009 at 4:42 PM
FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi Kotak Suara

KABUT pagi baru saja luruh di sekitar kawasan hutan jati yang pohonnya
sudah tak lagi rimbun di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan
Margomulyo, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (9/4). Di perkampungan
komunitas masyarakat Samin di dusun tersebut, warga sudah mulai ramai,
sebagian di antaranya anak-anak muda yang bergerombol “nongkrong” di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari tempat pemungutan suara (TPS) 10, menunggu dimulainya pelaksanaan pemilu legislatif 2009 ini. Read the rest of this entry »

Kafiyeh Palestina ‘Made In’ China Bungkus Dunia

In BISNIS, FEATURES on 17 April 2009 at 9:39 PM
Selembar kafiyeh disampirkan di kursi Arafat di Katedral St Catherine di kompleks Gereja Kelahiran pada 24 Desember 2001. Arafat tidak bisa datang ke tempat itu seperti tahun-tahun sebelumnya karena dilarang Israel.

YASSER Herbawi, warga Hebron, pernah menjadi penyuplai terbesar kebutuhan kafiyeh terbesar di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun sekarang tidak lagi. Bukan berarti warga Palestina tidak lagi mengenakan penutup kepala kebanggaanya itu, tetapi ia kalah bertempur dengan kafiyeh asal China yang – di mana-mana selalu – lebih murah.

Kafiyeh adalah kain skarf bermotif putih hitam yang menjadi simbol rakyat Palestina. Kain ini selalu menutupi kepala mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat. Kain ini pula menjadi bagian dari simbol intifadah, gerakan perlawanan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel.

Read the rest of this entry »

Kafiyeh Palestina ‘Made In’ China Bungkus Dunia

In FEATURES on 3 April 2008 at 8:59 PM
Selembar kafiyeh disampirkan di kursi Arafat di Katedral St Catherine di kompleks Gereja Kelahiran pada 24 Desember 2001. Arafat tidak bisa datang ke tempat itu seperti tahun-tahun sebelumnya karena dilarang Israel.

YASSER Herbawi, warga Hebron, pernah menjadi penyuplai terbesar kebutuhan kafiyeh terbesar di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun sekarang tidak lagi. Bukan berarti warga Palestina tidak lagi mengenakan penutup kepala kebanggaanya itu, tetapi ia kalah bertempur dengan kafiyeh asal China yang – di mana-mana selalu – lebih murah.

Kafiyeh adalah kain skarf bermotif putih hitam yang menjadi simbol rakyat Palestina. Kain ini selalu menutupi kepala mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat. Kain ini pula menjadi bagian dari simbol intifadah, gerakan perlawanan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel.

Setelah mengalami satu dekade membanjirnya barang-barang China, dari kafiyeh hingga mainan dan tas, Hebron, kota terbesar di Tepi Barat itu sedang berjuang untuk mengatasi ketergantungan ekonominya. Ini satu persoalan yang harus dihadapi warga Palestina ketika pada saat yang sama harus memperjuangkan berdirinya negara mereka sendiri.

Dua pertiga pabrik teksil Hebron tutup dan 6.000 buruh pabrik sepatu menjadi pengangguran selama delapan tahun terakhir. Menurut kamar dagang Tepi Barat, ini mendongkrak angka pengangguran menjadi 30,5 persen, tertinggi di Tepi Barat.

Di mana-mana barang impor murah adalah algojo bagi kota-kota manufaktur. Namun kemerosotan ekonomi di kota dengan 230.000 penduduk ini sangat ironis. Hebron selama ini dikenal sebagai pengguna resep sukses China. Namun, barang-barang murah asal China justru diimpor oleh pengusaha dari kota yang terparah perekonomiannya.

Jadi, sulitlah bagi kita untuk melihat sisi baik globalisasi ekonomi di kota ini. Sama sekali tidak kelihatan, kalau tidak dikatakan tidak ada.

Akibatnya bisa ditebak, industri-industri tua tutup satu per satu. Sedangkan pengembangan industri baru menjadi sangat terbatas karena penutupan lahan oleh Israel yang berdalih memblokade gerakan pengebom bunuh diri. Pengepungan Gaza juga mempersulit barang-barang manufaktur di Tepi Barat mencapai saudaranya, Gaza.

Kalaupun sukses, perundingan damai yang dimakelari AS tetap akan lemah selama perekonomian Palestina tidak dipulihkan. Wali Kota Hebron Khaled Osaily pun mengaku tidak melihat upaya pemulihan dalam waktu dekat. “Kami menghadapi bencana di sini,” katanya, Rabu (19/3).

Pintu menuju China sebenarnya terbuka bagi warga Palestina sejak pertengahan 1990 setelah China dan Israel membuka hubungan diplomatik. Sambutan kalangan pengusaha Palestina waktu itu sangat antusias, khususnya di Hebron.

Penerbangan dari Timur Tengah ke China langsung dipenuhi para pengusaha Hebron, khususnya peserta pameran perdagangan besar. China pun membuka kantor pelayanan visa di Hebron sampai beberapa tahun. Bahkan, waktu itu, para pengusaha kaki lima pun mengumpulkan uang untuk mengirimkan wakil mereka ke pameran-pameran itu. Akhirnya, lebih dari 300 pengusaha Hebron membuka kantor ekspor di China, kata Osaily.

“Kami menyukai petualangan. Tak kurang dari 90 persen pengusaha Hebron pernah ke China, kata Maher Haimouni, dari kamar dagang Hebron.

Menurut Pusat Data Statistik Palestina, impor Palestina dari China sudah mencapai 111 juta dolar AS pada 2005. Bandingkan dengan angka dari Israel 1,8 miliar dolar AS dan dari Turki 120 juta dolar  AS. Industri dalam negeri pun meringis kesakitan.

Kembali ke Herbawi. Ia tak sanggup bersaing lalu memutup pabrik kafiyehnya pada 2000 setelah bertahan selama 40 tahun. Lima belas unit mesin tenun yang masing-masing mampu menghasilkan 350 lembar kafiyeh per hari tak lagi bekerja dan menjadi barang rosokan. Masih untung, tahun lalu ia bisa lagi berproduksi atas bantuan pelanggan lama yang masih loyal. Kini ia mempekerjakan satu tenaga yang mengoperasikan empat mesin tenun selama beberapa jam sehari.

Herbawi memohon ada pembatasan impor. Namun tampaknya itu tidak mungkin. Izzat, anaknya, mengungkapkan gerakan Fatah yang dibangun Arafat kini lebih suka mengenakan kafiyeh buatan China. Padahal kelompok inilah yang pernah menjadi pelanggan terbesar.

“Kafiyeh seharusnya dibuat oleh tangan orang Palestina,” keluh pria 76 tahun itu sambil melinting rokok.

Menurut wali kota Osaily, pemerintah Palestina tidak punya kekuatan untuk menegakkan standar mutu karena banyak barang impor yang kualitasnya jelek. Itu menbuat volume sampah yang dikumpulkan semakin banyak, karena barang-barang asal China yang gampang rusak sehingga harus segera dibuang.

Namun, apa kata pedagang Hebron?  Mereka sangat defensif. Contohnya Hazem Natche (38). Setelah menghentikan aktivitasnya membongkar kardus berisi tas tangan asal China, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena pabrik tasnya pun tutup karena tersaingi produk China.

Hanya Mohammed Shiyoukhi, anggota klan terbesar yang berbisnis dengan China, yang tidak ambil pusing dengan keluhan Herbawi. Ia punya toko mainan yang menjual topi, bola sepak dan, tentu saja, kafiyeh. Toko itu ia beri nama Hong Kong.

Tentu saja masih ada fakta yang sedikit menghibur, meski tidak cukup untuk memperbaiki keadaan. Hanan Sharbati (19), memilih membeli sepatu bikinan pabrik di Tepi Barat karena mutunya lebih bagus ketimbang yang impor.

Sentimen-sentimen inilah yang membuat harapan Farhat Sijay semakin besar untuk dapat melalui masa-masa sulit ini. Bagaimana tidak, ia dan enam saudaranya memiliki pabrik sepatu terbesar di Hebron. Ia harus menghadapi pemotongan jam kerja dan teken kontrak dengan perusahaan Israel, bahkan dengan militer negara Yahudi itu.

Pekan lalu, para pekerjanya menjahit sandal dan sepatu jalan untuk serdadu perempuan Israel. Pabriknya juga melayani perakitan sepatu perempuan yang menggunakan suku cadang dari China. Itu pun untuk perusahaan Israel.

Osaily punya pendapat, kalau ingin bertahan dari tekanan pembatasan dari Israel dan impor murah China, Hebron harus beralih dengan menjual jasa dan teknologi informasi. “Memang akan sulit menjalankan perubahan di kota setradisional Hebron. Tapi saya yakin, kami tidak bisa begini terus,” kata Osaily. (ma/km)

Pria Hamil Setelah Rahim Istri Diangkat

In FEATURES on 2 April 2008 at 9:12 PM
Thomas Beatie menunjukkan kehamilannya.

PRIA hamil bukan cuma ada di film seperti yang diperankan Arnold Schwarzenegger dalam Junior. Seorang pria transgender yang mempertahankan organ reproduksi wanitanya saat ini sedang hamil lima bulan.

Thomas Beatie, nama pria ini, akan tampil di program talk show Oprah Winfrey. “Saya manusia dan punya hak untuk mempunyai anak biologis saya sendiri,” kata Beatie dalam cuplikan wawancara dengan Oprah yang akan ditayangkan Kamis (3/4).

Semula banyak yang meragukan kebenaran cerita itu dan menganggapnya sebagai April Mob. Namun Oprah sudah mewawancarai Beatie, istrinya Nancy dan ahli kandungan mereka serta beberapa kawan pasangan itu. Beatie juga diwawancarai majalah People.

Nancy mengungkapkan dirinya tidak bisa hamil karena rahimnya sudah diangkat. Ini dibenarkan Beatie. “Jika Nancy bisa hamil, saya tidak akan lakukan ini,” ujar Beatie.

Yang dimaksud Beatie adalah perjuangannya menjadi pria dengan bantuan sejumlah dokter dan teman. Suratnya pernah dimuat dalam majalah khas gay, The Advocate.

Dalam upayanya menjadi pria, Beatie yang terlahir sebagai perempuan di Hawaii 34 tahun lalu itu menghilangkan payudaranya lewat bedah rekonstruksi. Untuk melengkapi maskulinitasnya, pria yang bernama asli Tracy Lagondino itu mendapatkan suntikan hormon testosteron sekali dalam dua bulan.

Lalu, ketika sudah memutuskan ingin punya anak, ia menghentikan suntikan hormon testoster itu, sehingga ia mendapatkan kembali menstruasinya. Setelah siap, ia membeli sperma dari donor yang tidak dikenal dari sebuah bank sperma untuk membuahi sel telurnya. Percobaan pertama gagal.

Upayanya itu bukan tanpa cibiran. Salah satunya datang dari saudara laki-lakinya. “Ketika tahu saya keguguran, saudara saya bilang, ‘Bagus lah. Siapa yang tahu jadinya bakal seperti monster mana nantinya,’” tutur Beatie.

Akhirnya, usaha itu membuahkan hasil dan dengan kehamilan yang sekarang, diperkirakan Beaty akan melahirkan pada 3 Juli 2008. “Punya anak itu bukan keinginan pria atau wanita, tapi keinginan manusia,” katanya. (dha/kpa,rtr)

Castro Mundur, Warga Kuba Diizinkan Memiliki Ponsel

In FEATURES on 29 Maret 2008 at 9:02 PM
Antonio Castro (tengah) menggunakan ponselnya untuk memotret kembang api dalam peringatan 155 tahun pahlawan nasional Kuba, Jose Marti pada 27 Januari 2008. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mempunya ponsel.

DI Indonesia tukang ojek sepeda saja punya ponsel. Tetapi jangan coba samakan dengan Kuba. Di negara itu orang kaya pun belum tentu bisa menikmati teknologi itu.

Tetapi begitu Raul Castro berkuasa menggantikan sang kakak Fidel yang penyakitan, perubahan datang. Jumat (28/3) atau Sabtu (29/3) waktu Indonesia, Raul mengeluarkan dekrit baru, orang biasa boleh punya ponsel.

Ada harapan bagi orang-orang Kuba kebanyakan untuk bersentuhan dengan teknologi yang lebih tinggi. Perubahan yang lebih luas pun tampaknya bukan sekadar impian meski tidak bisa digapai lebih cepat.

Banyak orang berharap punya ponsel. Mereka juga berharap barang baru yang bisa dimiliki di awal era pasca-Fidel Castro itu akan mengubah hidup mereka. Selama ini birokrasi komunis Kuba sangat membatasi segala kepemilikan atas sesuatu yang berkaitan dengan akses internet.

Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan menggunakan ponsel. Di antaranya adalah ekspatriat, orang Kuba yang bekerja di perusahaan asing dan para pejabat pemerintahan. Namun di luar itu banyak ponsel beredar secara gelap yang terdaftar atas nama keluarga atau teman asing.

“Akhirnya. Kami telah menunggu terlalu lama untuk ini,” kata Elizabeth, yang ditemui saat antre membayar tagihan telepon rumah. Ia tidak mau menyebut nama keluarganya karena ia sekarang sudah punya ponsel gelap yang didaftarkan atas nama teman suaminya yang bekerja pada orang asing.

Dengan program baru ini, ratusan ribu warga Kuba bisa segera menggenggam ponsel secara legal. Khususnya mereka yang punya kerabat di luar negeri yang kerap mengirim dolar AS. Tetapi tetap saja, sebagian besar warga Kuba tidak akan bisa menggunakan ponsel karena tarif pulsanya kelewat mahal, bisa 24 kali lebih mahal ketimbang yang biasa mereka keluarkan untuk berkomunikasi sekarang.

“Saya ingin punya. Tapi saya mau bayar pakai apa?” kata Juan Quiala, seorang pensiunan dengan bayaran 10 dolar AS per bulan.

Pemerintah menguasai 90 persen ekonomi. Dengan itu, pemerintah Kuba menjamin setiap warganya bisa mendapatkan perumahan, pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis. Mereka juga mendapatkan kupon untuk mendapatkan kebutuhan dasar. Di sana, gaji rata-rata pegawai kurang dari 20 dolar AS per bulan, atau kurang dari Rp 200.000.

Tak perlu berharap bisa melihat iPhone di toko-toko Havana segera. Meski begitu, para pendatang asing tetap bisa membawa ponsel untuk akses internet, karena pemerintah Kuba punya perusahaan yang bisa menyediakan akses itu meski hanya untuk kalangan amat terbatas.

Meski bisa digunakan untuk melihat foto-foto represi di Tibet dan Myanmar, pemerintah Kuba tidak berniat melarang ponsel berkamera dan video. Faktanya, beberapa model dengan fitur itu dijual di toko-toko milik pemerintah. Sehingga warga Kuba, meski secara ilegal, tetap bisa mengirimkan foto-foto suasana di negara mereka ke luar negeri.

Namun, tetap saja, kalau sampai terjadi kerusuhan, pemerintah yang memonopoli internet akan memutus koneksi hanya dengan sekali ‘klik’.

Pengumuman tentang ponsel untuk semua itu muncul di kotak kecil di halaman dua majalah milik Partai Komunis, Granma, Jumat (28/3). Di situ ditulis bahwa detail selanjutnya akan diumumkan beberapa hari mendatang. Pengumuman itu ditandatangani perusahaan telekomunikasi hasil kerja sama antara pemerintah Kuba dengan Telecom Italia. (rim/kpa)

Dibangun untuk Kaum Miskin Syiah

In FEATURES on 27 Maret 2008 at 8:59 PM
Para pendukung ulama Syiah Moqtada al-Sadr berpawai memprotes penangkapan ratusan anggota Laskar Mahdi

Tiga hari terakhir nama Laskar Mahdi kembali menjadi perbincangan di Irak, khususnya kekuatan militer AS dan Irak di Baghdad. Milisi bersenjata itu pendukung ulama muda Syiah yang anti-AS, Moqtada al-Sadr.

Laskar Mahdi sejak Selasa (25/3) terlibat pertempuran sengit dengan militer Irak di Basra dan sekarang diultimatum PM Irak Nouri al-Maliki agar menyerahkan senjata dalam waktu 72 jam.

Selain Basra, kota kaya minyak di ujung selatan Irak, markas besar Laskar Mahdi adalah Sadr City, diambil dari nama ayah Moqtada yang tewas pada 1999. Sadr City merupakan enklave kaum Syiah yang terletak di Baghdad timur laut dan menjadi kekuatan penting yang nyaris tak tersentuh militer AS sekalipun.

Selama ini Sadr City yang dianggap sebagai kawasan slum Baghdad cukup tenang. Tetapi ketegangan pecah ketika militer Irak menyerbu kawasan itu saat pertempuran di Basra belum reda. Sebagai reaksi, Moqtada al-Sadr menyerukan revolusi untuk melawan pemerintahan Irak. Terusiknya Laskar Mahdi dikhawatirkan membuat ketenangan rakyat Baghdad.

Laskar Mahdi yang diperkirakan berkuatan 60.000 orang saat ini sudah gatal untuk angkat senjata lebih tinggi. Krisis terakhir muncul setelah pasukan AS dan Irak menahan ratusan anggotanya, meski kelompok ini masih memegang janji gencatan senjata sejak Agustus 2007. Gencatan senjata dinilai AS membantu menurunkan angka kekerasan.

Namun, akhir-akhir ini Laskar Mahdi dituding bertanggung jawab atas serangan roket di Zona Hijau beberapa pekan lalu dan terakhir Rabu kemarin. Perkembangan ini membuat Pentagon khawatir pasukannya di Irak terseret dalam arus pertempuran itu dan mengurangi perhatian pada upaya penumpasan jaringan Al Qaeda dan kelompok Sunni. Ini sudah terjadi pada pertempuran dengan Laskar Mahdi pada 2004.

“Kami sekarang berbeda dengan 2004. Kami sekarang lebih terorganisasi dan punya akses logistik dan finansial yang lebih mudah,” kata seorang komandan Laskar Mahdi yang menolak disebut namanya.

Duduk bersila di samping dua anak buahnya, komandan itu menyeruput teh hitam manis. Saat yang sama terdengar deru helikopter AS yang terbang rendah. Lalu sejurus kemudian rentetan senjata terdengar dan diikuti suara roket meluncur. Sejenak ia diam untuk mendengarkan. “Itu (roket) mengarah ke Zona Hijau,” katanya merujuk kawasan pertahanan AS di Baghdad.

Ketika salah satu anak buahnya hendak meninggalkan rumah, ia memperingatkan agar tidak terlalu dekat dengan patroli AS di tepi kawasan itu. Peringatan itu perlu untuk menjaga jarak aman, meski pasukan AS tidak akan berani berpatroli di kawasan itu.

Sadr City yang dibangun pada 1950-an itu dulu disebut sebagai kota Kota Revolusi untuk menampung warga Syiah miskin. Sebutan kemudian berubah menjadi Saddam City ketika Saddam Hussein berkuasa. Setelah Saddam jatuh pada 2003, kawasan itu berubah nama lagi menjadi Sadr City, untuk menghormati ayah Moqtada al Sadr, yaitu Mohammed Sadeq al-Sadr yang diduga kuat dibunuh agen-agen rahasia Saddam pada 1999.

Kawasan ini sebenarnya sangat padat sehingga disebut slum dengan penghuni sekitar 2,5 juta jiwa. Jalanan di situ normalnya penuh dan sibuk. Biasanya hanya milisi yang bekeliaran di jalanan dan anak-anak muda yang main bola. Sebagian besar toko di situ tutup.

Para milisi, beberapa di antaranya mengenakan sabuk peluru dan radio dua arah, biasanya berpakaian jins dan piyama. Namun mereka menenteng senjata yang sangat efektif untuk perang kota, senapan AK-47 atau pelontar granat.

Beberapa di antaranya bersembunyi dengan senapan siap meletus. Sedangkan para penembak jitu sudah siaga di atap-atap rumah. Lainnya berpatroli menggunakan pikap yang dilengkapi senapan mesin.

Soal senjata, kelompok ini tidak pernah khawatir. Para komandan Mahdi mengatakan baru-baru ini mereka menerima suplai senjata dari Iran. Senjata-senjata itu antara lain bom, meriam antipesawat terbang dan roket Grad, bikinan Soviet. (dha/Kps)

Leonid Stadnik Berjuang Hidup Normal Sebagai Manusia Tertinggi di Dunia

In FEATURES on 27 Maret 2008 at 12:27 AM

Leonid Stadnik sedang memegang ponsel yang kelihatan menjadi sangat kecil di tangannya

KARENA tinggi Leonid Stadnik yang fenomenal, ia harus berhenti dari pekerjaan yang dicintainya. Satu-satunya yang bisa dia kerjakan adalah berkeliling di dalam rumahnya dengan badan terbungkuk. Ia tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada mobil atau bus yang bisa mengangkutnya.
Namun, Stadnik yang menurut Guinness World Record sebagai manusia tertinggi di dunia, 257 cm, mengatakan dengan kondisinya itu ia jadi tahu bahwa dunia ini penuh dengan orang-orang asing berhati emas.

Setelah diakui Ukraina sebagai manusia tertinggi empat tahun lalu dan oleh Guinness pada 2007, orang dari seluruh Ukraina dan negara lain mengirimkan baju-baju ukuran besar. Tak hanya itu, rumahnya juga mendapat air bersih dan ia mendapat sepeda raksasa. Perhatian itu memberi hikmah bahwa ia tidak boleh berputus asa. “Terima kasih buat orang-orang baik itu, saya jadi punya sepatu dan baju,” kata pria 37 tahun.

Pada 2006, Stadnik secara resmi diakui bertinggi badan 2,57, melampaui seorang warga China yang sebelumnya dinyatakan sebagai manusia tertinggi di dunia.

Pertumbuhan badannya terus meroket setelah pada usia 14 tahun ia menjalani bedah otak. Operasi itu diduga menjadi pemicu produksi berlebihan hormon pertumbuhan. Dokter mengatakan sejak itu ia terus tumbuh.

Meski secara fisik cukup mengerikan, Stadnik ternyata bersikap sangat manis kepada para pengunjungnya dengan memberikan senyum dan tawa ala bocah. Ia tampak seperti seorang bocah yang terperangkap dalam badan raksasa. Bahkan sampai sekarang ia tidur bersama mainannya.

Perhatian dunia tertuju padannya, justru ketika ia mulai menganngap postrunya itu sebagai beban. Ia harus berjuang keras untuk menjalani hidupnya senormal mungkin.

Ia tinggal di sebuah rumah di sebuah desa di Podolyantsi Ukraina. Ukuran rumah itu sebenarnya normal, tetapi dengan kondisi badannya yang seperti itu, rumahnya jadi kelihatan amat mungil. Ia tak bisa melalui pintu depan rumah itu tanpa membungkuk. Di rumah itu ia tinggal bersama ibunya, Halyna (66) dan saudara perempuannya, Larysa (42).

Bobot badannya yang mencapai 200 kg membuat lututnya sakit, sehingga ia kerap terpaksa menggunakan kruk tiap kali berjalan.

Stadnik menyayangi binatang. Sayangnya ia harus berhenti sebagai perawat binatang di sebuah peternakan di desa tetangga. Ia berhenti setelah menderita beku jari karena saat musim dingin ia harus berangkat kerja dengan berjalan kaki tanpa alas kecuali kaus kaki. Memang tidak ada sepatu yang muat untuk kakinya yang berukuran 43 cm.

Seorang warga Jerman yang mengaku sebagai kerabat jauh Stadnik mengundangnya beberapa tahun lalu. Saat itulah Stadnik untuk kali pertama merasakan lezatnya swikee (kaki kodok) dan asyiknya main roller coaster.

Pada suatu hari setelah itu, Stadnik pulang dan mendapatkan sebuah komputer berkoneksi internet sumbangan sebuah penyedia jasa internet setempat. “Petugas perusahaan itu menyelinap seperti mata-mata kecil ke rumah saya untuk memasang instalasinya,” kata Stadnik dengan bercanda.

Sejak itu ia punya banyak teman di dunia maya, termasuk di antara dari AS, Austria dan Rusia. Stadnik ingin belajar bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi lebih lancar dengan teman-temannya yang berbahasa Inggris. Perangkat lunak penerjeman di komputer yang saat ini digunakan dirasakan tidak memadai.

Presiden Ukraina Viktor Yushchenko bahkan memerintahkan penjahit pribadinya membuatkan dua pasang jas. Yushchenko pun berencana menghadiahinya sebuah mobil raksasa. Sedangkan pemerintah setempat berjanji membuka saluran gas ke desa Stadnik yang jaraknya 200 kilometer dari ibu kota Ukraina, Kiev.

Minggu (23/3) lalu, sebuah organisasi untuk penyandang cacat setempat memberi Stadnik sebuah sepeda raksasa, sehingga ia tidak harus berjalan kaki ke toko di desa sebelah. Sebuah alat kebugaran diberikan menyertai sepeda itu.

“Saya selalu bermimpi, hidup saya dan orang-orang yang saya cintai akan lebih nyaman. Sekarang impian itu menjadi nyata,” katanya.

Memang, dengan banyaknya perhatian dunia, keuntungan tidak hanya dinikmati Stadnik. Para tetangganya juga ikut menikmati rembesan perhatian itu. “Tentu kami sangat bangga padanya. Tak lama lagi kami akan mendapat saluran gas berkat dia,” kata Nila Kravchuk (75), tetangganya.

Sejak berhenti dari pekerjaannya, Stadnik berkonsentrasi mengelola kebun keluarga dan merawat tiga ekor sapi, satu kuda, serta beberapa ekor babi dan ayam.

Satu impian yang belum tercapai sekarang adalah mendapatkan pendamping hidup. Penyandang gelar manusia tertinggi dari China, Bao Xishun, sudah menikah tahun lalu. “Menurut saya, masa depan sedang menyimpan itu buat saya,” katanya.

Untuk yang satu ini, mungkin masih diperlukan bantuan dari warga dunia yang tak pernah berhenti memperhatikannya.(ma/Kmp,AP)

Selamat Tinggal Hutan Alam!

In FEATURES on 17 Maret 2008 at 9:15 PM

Pada Minggu, 16 Maret 2008, Departemen Kehutanan berusia 25 tahun. Tanggung jawab menjaga kelestarian sekaligus memanfaatkan nilai ekonomi hutan membuat departemen ini tak pernah sepi dari sorotan.

Seusai rapat kabinet terbatas di Departemen Kehutanan, Jumat (22/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tetap menjaga dua fungsi hutan, yaitu fungsi kelestarian dan ekonomi.

Fungsi kelestarian ditujukan untuk mengurangi dampak bencana, tidak hanya bagi rakyat Indonesia, tetapi juga penduduk dunia.

”Kami akan mengelola semuanya itu untuk betul-betul mencapai tujuan pembangunan. Kami menyadari, usaha bidang kehutanan memberikan kontribusi pada ekonomi lokal, ekonomi daerah, termasuk lapangan kerja. Oleh karena itu, kami harus memastikan bahwa upaya (menjaga kelestarian) bisa mencapai (tujuan kesejahteraan rakyat) itu,” kata Presiden.

Dari 120 juta hektar kawasan hutan yang ada, 20,5 juta hektar di antaranya adalah hutan konversi, 33,5 juta hektar hutan lindung, dan hutan produksi seluas 63,35 juta hektar. Pemerintah mengklaim laju kerusakan hutan berkurang dari 2,3 juta hektar per tahun pada tahun 1997-2000 menjadi 1,08 juta hektar per tahun pada 2000-2006.

Dari klaim ini, kita bisa menarik napas sejenak, karena tegakan hutan yang hilang telah berkurang, dari sebelumnya setara dengan 6.301 lapangan sepak bola per hari kini menjadi 2.958,9 lapangan sepak bola per hari. Namun, aktivis lingkungan dan organisasi internasional meragukan klaim itu. Mereka memperkirakan kerusakan hutan masih 2 juta hektar per tahun.

Lalu bagaimana kita memperlakukan hutan? Terus melestarikannya dan mengoptimalkan manfaat dari sumber daya ekonomi nonkayunya atau terus mengeksploitasinya dengan dalih demi pembangunan?

Hutan tanaman

Bagi mereka yang berpikiran jangka panjang, tentu opsi pertama yang dipilih. Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali, Desember 2007, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk tinggal landas dari eksploitasi hutan alam. Selanjutnya, industri kehutanan berbasis kayu harus mengandalkan pasokan dari hutan tanaman industri (HTI) agar tetap eksis dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan orang.

Saat ini ada tujuh industri pulp berkapasitas produksi 8,5 juta ton per tahun, yang membutuhkan 38,2 juta meter kubik kayu untuk bahan baku. Indonesia menjadi penghasil pulp nomor 12 di dunia. Sampai saat ini pemerintah masih mengizinkan industri pulp menggunakan separuh bahan baku yang dibutuhkanya dari hutan alam. Sisanya dipenuhi dari HTI.

Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan, izin itu berlaku sampai 2009. Mulai 1 Januari 2010 industri pulp harus sepenuhnya memakai kayu dari HTI. Tampaknya tenggat waktu itu akan sulit dipenuhi. Hal itu karena dari 9.879.607 hektar izin areal HTI yang diberikan, sampai 8 Februari 2008 baru terealisasi 3.425.342 hektar. Masih jauh dari 50 persen target!

Multitafsir hukum

Seandainya koordinasi antaraparat pemerintah berjalan baik, tentu upaya menjaga kelestarian hutan tidaklah sulit. Kasus dugaan pembalakan liar di areal HTI berizin resmi oleh Kepolisian Daerah Riau terhadap 14 perusahaan HTI di Riau, misalnya, dituding penyebab rendahnya realisasi tanam. Kondisi ini membuat dua industri pulp utama nasional, Riaupulp (RAPP) dan Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), sejak Februari 2007 sampai Maret 2008 tidak mendapat pasokan bahan baku.

Menurut Ketua Presidium Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Mohammad Mansur, hal itu membuat potensi devisa 3 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 27,6 triliun, hilang. Menhut menegaskan, pihaknya tidak menoleransi pengusaha yang memegang izin resmi, tetapi bekerja melanggar asas. Bahkan, tahun ini Kaban akan mencabut 21 izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK/dulu dikenal sebagai hak pemanfaatan hutan) jika tidak ada pernaikan kinerja. Perusahaan-perusahaan itu kinerjanya dinilai buruk oleh lembaga penilai independen.

Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi mengatakan, pemerintah memang harus bertindak tegas terhadap pengusaha nakal, yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari hutan tanpa memikirkan kelestariannya. Pencabutan izin salah satu sanksi yang mutlak ditegakkan oleh Dephut.

Restorasi hutan

Lalu, bagaimana kita memanfaatkan hutan tropis yang ada? Sebenarnya memanfaatkan nilai ekonomi nonkayu dari hutan alam Indonesia akan lebih menguntungkan. Dari keanekaragaman hayati saja, potensi ekonominya mencapai 4 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 36,8 triliun, per tahun. Belum dari nilai air, wisata alam, dan perdagangan karbon yang ngetren belakangan ini.

Langkah lembaga swadaya masyarakat Burung Indonesia, yang fokus pada konservasi burung, patut ditiru. Dengan dukungan BirdLife International dan Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) yang berbasis di London, Burung Indonesia membentuk PT Restorasi Ekosistem (Reki), dan memohon IUPHHK ke Dephut sejak 2001.

Reki memenangi lelang IUPHHK lahan eks HPH hutan produksi di hutan Sungai Meranti-Kapas Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Setelah proses administrasi dilalui, Menhut MS Kaban menyerahkan sertifikat IUPHHK seluas 52.170 hektar untuk periode 100 tahun.

Presiden Reki Effendy A Sumardja mengatakan, pihaknya bersama Yayasan Konservasi Ekosistem Hutan Indonesia akan menanamkan modal 16,1 juta dollar AS, atau sekitar Rp 148,9 miliar pada 20 tahun pertama. Dana itu dari bantuan internasional.

Dalam operasionalnya, meskipun izin membenarkannya, Reki tidak akan memanfaatkan hasil kayu selama belum tercapai keseimbangan hayati. Restorasi ekosistem dan hutan menjadi tujuan utama Reki. ”Kami akan memanfaatkan hasil hutan nonkayu, yang memiliki nilai lebih tinggi dari sekadar kayu untuk jangka panjang,” kata Effendy.

Walaupun tak bisa serta-merta mengeruk keuntungan, untuk jangka panjang bisnis ini prospektif. Semakin terbukanya mata dunia akan pentingnya kelestarian alam akan mendongkrak harga kelestarian hutan. Peluang ini harus dimanfaatkan Indonesia, sebagai pemilik hutan tropis terbesar kedua dunia setelah Brasil. Hutan selamat, perekonomian pun tumbuh. (ma/Kmp)

Emperor’s Club VIP, Bisnis ‘Lendir’ Beroperasi Terang-terangan

In FEATURES, INTERNASIONAL on 17 Maret 2008 at 8:12 PM
Salah satu model Emperor bernama Anais yang ditawarkan melalui situs internet Emperors Club VIP yang sekarang sudah ‘dimatikan’. Sebelum dimatikan, gambar-gambar situs ini banyak diambil media AS untuk ilustrasi berita.

EMPEROR,S Club VIP diyakini tim biro penyelidik federal AS, FBI, merupakan jaringan prostitusi internasional. Bisnis syahwat kelas premium ini menyediakan ‘teman perjalanan’ ke mana saja dan untuk klien di mana saja, mulai New York, Los Angeles, London sampai Paris.

Namun sebagai ‘perusahaan’ di bisnis gelap, Emperor’s sebenarnya beroperasi secara terang-terangan. Buktinya, mereka punya website yang bisa ditemukan lewat mesin pencari apa pun, asal ketemu kata kuncinya.

Situs www.emperorsclubvip.com (sekarang sudah dimatikan) bisa ditemukan dengan kata kunci ‘call girls’ (gadis panggilan). Temuan lain penyidik yang dibeber dalam dokumen pengadilan, Emperors menggunakan email gratis Yahoo!, yaitu  emperorsclubvipny@yahoo.com. Alamat ini antara lain digunakan oleh gadis-gadis melamar kerja di Emperors.

Salah satu isi resume agen FBI Kenneth Hosey menyebutkan bahwa empat orang yang sekarang ditahan – Temeka Rachelle Lewis, Mark Brener, Cecil Suwal and Tanya Hollander – dan beberapa orang lain, baik yang identitasnya sudah diketahui atau belum, telah menggunakan ponsel dan email untuk membentuk, mengelola dan mempromosikan prostitusi yang melanggar undang-undang.

FBI mengungkap salah satu lamaran kerja dari seorang gadis yang menggunakan nama Sophia. Nama itu muncul dari pesan suara yang ditinggalkan Lewis di ponsel Sophia yang berhasil disadap. Penyidik menduga Sophia adalah salah satu cewek Emperors yang tinggal di London Inggris.

Kata Hosey, dalam pesan itu Lewis minta Sophia untuk secepat mungkin mengirim email lewat alamat emperorsclubvip@yahoo.com. Setelah mengulang alamat email itu, Lewis mengatakan, “Mungkin lebih mudah kalau kita bicara lewat telepon. Tapi kalau kamu tidak bisa menelepon, tolong upayakan mengirim email, biar saya bisa tahu apakah kamu bisa (kencan) malam ini.”

Mengakses rekaman email bukan perkara sulit bagi FBI. Apalagi di dalam komputer personal para tersangka diyakini tersimpan segudang bukti yang menggiurkan bagi penyidik.

Hosey lalu mengungkapkan pada 25 Januari 2008, ia mendapat rekaman login ke alamat email Emperors itu. Menurutnya catatan dengan rentang waktu mulai 10 Desember 2007 hingga 24 Januari itu mengungkap bahwa alamat itu telah diakses 100 kali dari sebuah komputer dengan alamat IP (internet protokol) tertentu.

Begitu mendapat surat perintah penggeledahan dari Hakim Tinggi Distrik New York Selatan, penyidik pun ‘membongkar’ alamat email itu yang kemudian diketahui digunakan oleh Brener dan Suwal untuk merekrut anak buah. “Hasilnya, FBI mengumpulkan 6.000 email terkait operasi Emperors,” kata Hosey.

Penyelidikan FBI itu membuktikan bahwa bisnis segelap apa pun selama melibatkan internet sebagai jalur operasi bisa dibongkar menjadi seterang siang hari. Apalagi bagi FBI yang mengantongi surat sah untuk menggeledah.

Bisa jadi kasus Eliot Spitzer ini akan menghiasi halaman muka berbagai surat kabar dan menjadi liputan khusus televisi selama beberapa pekan mendatang. Pada saat itu, bisa dipastikan orang akan terus mencari segala hal terkait kasus ini lewat mesin pencari di internet.

Karena Spitzer dikenal sebagai Client 9, maka orang mungkin akan mencari siapa Client 1 sampai Clien 8. Kata-kata itu mungkin banyak digunakan di mesin pencari Google, Yahoo! atau MSN. Bisa juga Mayflower hotel yang menjadi tempat kencan Spitzer, atau mungkin saja Bill Clinton atau Monica Lewinsky yang pernah terlibat dalam urusan semacam ini.

Tetapi kata apa yang paling banyak? New York Times memprediksi nama-nama alias cewek Emperors seperti Felana, Samantha, Sophie, Raquel, Madison, Trina dan banyak lagi lainnya. Lebih seksi di telinga kali….. (ma/Kmp, berbagai sumber)

Skandal Seks, Warna Lain Politik Amerika. Bagaimana di Indonesia?

In FEATURES, INTERNASIONAL on 17 Maret 2008 at 8:10 PM
Monica Lewinsky dan Bill Clinton. Percintaan kedua orang ini nyaris memicu krisis politik di AS.

ELIOT SPITZER adalah secuil cerita dari sekian puluh skandal seks yang melibatkan politisi AS, terutama dari Partai Demokrat. Membaca keterlibatan Spitzer dengan jaringan prostitusi kelas atas internasional bisa menggiring kita ke skandal-skandal seks yang sebelumnya menghiasi headline surat kabar dan liputan utama televisi di Negeri Paman Sam itu.

Skandal terbesar yang nyaris menjatuhkan seorang presiden adalah kisah asmara Bill Clinton dengan Monica Lewinsky. Pada 1998, Clinton mengakui punya hubungan fisik yang tidak pantas dengan Lewinsky saat perempuan itu menjadi sekretarisnya.

Begitu besarnya magnet skandal ini, sehingga lawan-lawan politik Clinton berupaya keras menjatuhkannya. Bahkan Clinton sempat menjalani impeachment, namun ia terlalu kuat untuk dijatuhkan.

Selain, Lewinsky, sejumlah nama perempuan dikaitkan dengan Clinton, baik ketika ia menjabat gubernur Arkansas maupun presiden AS. Sebut saja di antaranya Gennifer Flowers, Paula Corbin Jones, Elizabeth Ward Gracen yang mantan Miss Arkansas, Sally Purdue yang juga mantan Miss Arkansas.

Selain itu ada beberapa perempuan yang namanya tidak terlalu menghentak publik, seperti Dolly Kyle Browning yang pernah lama menjadi pacar Bill Clinton, Juanita Broaddrick yang mengaku pernah diperkosa Clinton, dan Kathleen Willey yang mengaku diraba-raba politisi Demokrat itu.

Skandal seks lain menimpa Gary Hart saat ia menjadi calon terkuat Partai Demokrat dalam pemilu presiden 1988. Namun ia tidak punya pilihan lain selain mundur gara-gara beredarnya sebuah foto. Dalam foto itu ia terlihat mesra memangku seorang perempuan bernama Donna Rice di sebuah yatch mewah Monkey Business. Sebelumnya foto itu muncul, rumor bahwa ia punya selingkuhan sudah beredar luas, tetapi ia hanya menanggapi dengan santai. “Buntuti saja, saya tidak peduli. Jika seseorang ingin menguntit, saya maju terus. Mereka akan bosan dengan sendirinya,” katanya.

Namun rupanya media, khususnya Miami Herald, tidak mengenal kata bosan untuk urusan skandal seks politisi. Mereka terus mengejar perempuan selingkuhan Hart, sambil menurunkan laporan-laporan eksklusifnya yang terus dibantah Hart. sampai bisa membuntuti Hart dan Rice yang sedang berlibur di sebuah yatch mewah. Sampai kemudian muncul lah foto yang membuat Hart tersungkur, sebelum mendapat tiket maju ke Gedung Putih.

Skandal yang tak kalah terkenal adalah antara presiden John F Kennedy dengan Marilyn Monroe, artis yang dikenal sebagai tambang emas bagi industri film Hollywood dengan sebutan bom seks. Keduanya meninggal ketika karir mereka sedang ada di puncak. Kennedy ditembak, sedangkan Monroe overdosis obat.

Menurut salah satu teman Monroe, Jeanne Carmen, aktris itu juga dikabarkan punya affair dengan kakak John, Robert. Namun menurut Jeanne, Monroe hanya mencintai Roberts.  Carmen yakin salah satu dari kedua Kennedy itu bertanggung jawab atas kematian Monroe. Sedangkan Joe DiMaggio, suami Monroe, selalu mengatakan kepada kedua anaknya bahwa keluarga Kennedy membunuh ibu mereka.

Gropegate Arnie

Skandal seks tidak hanya menyertai para politisi Partai Demokrat. Politisi Partai Republik, meski tidak terlalu menonjol, juga dikenal tidak bisa mengendalikan syahwat mereka. Salah satu contohnya adalah Gubernur California, Arnold Schwarzenegger.

Kira-kira lima hari sebelum pemilihan gubernur, harian Los Angeles Times menurunkan tulisan tentang pernyataan enam perempuan, yang mengaku mendapat serangan seksual dari bintang serial bioskop Terminator itu. Perlakuan itu mulai dari meraba dada hingga ditelanjangi. Skandal ini kemudian dikenal sebagai Gropegate.

Schwarzenegger mengakui bahwa ia pernah berperilaku buruk dan minta maaf. Namun ia juga menegaskan, banyak cerita di surat kabar itu tidak benar. Laporan Los Angeles Times itu muncul menyusul diangkatnya kembali sebuah wawancara majalah dewasa Oui pada 1977. Dalam wawancara itu Schwarzenegger mengaku kerap ikut dalam pesta seks dan mengisap ganja. Untuk soal ganja ini, Schwarzenegger punya alasan, “Ganja bukan drug, itu hanya daun.” Schwarzenegger tidak jatuh karenanya, dan berjaya hingga sekarang.(ma/Kmp, berbagai sumber)

Tersaingi Disko, Rumah Bordil Tertua di Jerman Tutup

In FEATURES, INTERNASIONAL on 17 Maret 2008 at 8:03 PM
Seorang pekerja seks Jerman menunggu pelanggan.

HAMBURG, - Rumah bordil tertua di Jerman akhirnya tutup. Peristiwa bersejarah dalam dunia bisnis syahwat ini terjadi, karena kian merebak rumah hiburan disko yang juga siap memuaskan para pria hidung belang.

Selain di rumah disko memberikan sarana hiburan lebih enjoy, rata-rata diskotik yang beroperasi di Hamburg juga menawarkan hiburan syahwat secara terselubung. Daya tariknya lagi, pelacur yang beroperasi mayoritas masih kinyis-kinyis dan harganya lebih murah.
Harian Hamburg Morgenpost dan Bild melaporkan, Jumat (14/3), hotel Luxor yang dibangun pada 1948, dijual kepada seorang investor dan akan ditutup selamanya mulai bulan depan, kata sang germo, Madam Waltraud Mehrer.

Atas suramnya bisnis kenikmatan itu, Mehrer menyalahkan internet yang juga menyediakan bisnis yang sama, meningkatnya pelayanan gadis panggilan dan bisingnya klub-klub disko dan ba-bar di sekitar itu.

“Anda tidak akan bisa lagi menghasilkan uang banyak dengan menjual seks di St Pauli. Bisnis yang masih berjalan adalah tarian di atas meja,” katanya menyebut nama kawasan lampu merah itu.

Masa kejayaan hotel ini terjadi pada1970-an, ketika masih bisa  buka tujuh hari seminggu dengan tenaga andalan 12 orang pekerja seks. “Para pelanggan kami lari, mereka tidaka kembali. Semuanya sudah berubah sekarang,” kata Mehrer.

Hotel Luxor saat ini hanya mengandalkan goyangan empat pekerja seks yang bekerja hanya mulai Selasa hingga Jumat malam. “Dulu kami bisa mengantongi 2.000 euro semalam. Sekarang saya hanya bisa bermimpi, karena sekarang hanya bisa mendapat 200 dolar AS per shift,” kata salah satu perempuan yang mengaku bernama Nicole. (ma/Kmp, AP)

Bihar, Pusat Kegelapan dan Kemiskinan India

In FEATURES on 25 Februari 2008 at 10:19 PM

Sekumpulan perempuan muda dan tua berkerudung tampak bersesakan di sebuah lokasi pembuangan sampah dekat jalan raya kota. Mereka mengais-ngais di antara tumpukan sampah, mencari besi usang yang bisa dijual kembali demi penghasilan 20 rupee sehari.

bihar-pusat-kegelapan-dan-kemiskinan-india.jpg

Bus-bus dan becak bermotor menyemprotkan asap hitam di jalanan yang pengap dan berlumpur. Di tempat itu anjing-anjing mengais makanan dari tumpukan sampah di pinggir jalan dan para laki-laki kencing sembarangan.

Inilah Patna, ibukota  negara bagian Bihar, bagian India yang paling miskin dan tertinggal  pertumbuhan ekonominya. Saat musim hujan, Patna tampak seperti mimpi buruk yang menyeramkan, lengkap dengan kemiskinan, penderitaan dan keburukan rupa di setiap sudut jalannya.

Sampai sekarang India gagal mencipratkan keuntungan dari pertumbuhan ekonominya ke Bihar. Kegagalan ini telah berakibat luas pada kondisi politik dan ekonomi. Orang-orang di sini sudah merasa dilupakan oleh saudara-saudara sebangsa mereka.

“Semua orang sudah meninggalkan Bihar. Buat mereka tempat ini adalah mimpi buruk,” kata Rajesh Singh, seorang pengusaha, .

Menurut Rajesh, orang-orang hanya membicarakan kebaikan-kebaikan India. “Mereka bahkan tidak melirik Bihar. Tapi di sini tinggal  10 persen dari seluruh populasi, tidak bisa disingkirkan begitu saja,” kata Rajesh.

Bihar merupakan rumah bagi 90 juta orang dan menanggung sepertujuh kemiskinan di seluruh India. Meski demikian, Bihar hanya memperoleh 1,6 persen bagian dari pendapatan domestik bruto negara. Diukur dari segala sisi, baik kemampuan membaca, kematian bayi maupun kekurangan gizi, Bihar menempati urutan terbawah (atau dekat) di seluruh Asia selatan.

Bank Dunia bersikap sangat bersahabat dengan meminjamkan kepada pemerintah Bihar 225 juta dolar Desember lalu. “Jurang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin akan semakin besar jika tetap ada perbedaan dalam pertumbuhan kemampuan kedua kelompok tersebut,” kata Bank Dunia dalam  sebuah pernyataan.

Shibal Gupta dari Institut Penelitian Pembangunan Asia di Patna membagi India menjadi dua, yaitu  negara bagian matahari terbit, yakni negara-negara bagian yang menyatu dalam ekonomi global, dan negara-negara bagian matahari tenggelam seperti Bihar dan tetangganya Uttar Pradesh, yang semakin tertinggal di belakang.

Bihar adalah pusat kegelapan India, secara simbolis maupun kenyataan. Hanya ada sedikit listrik mengalir di sana. Rekaman gambar satelit pada waktu malam memperlihatkan Bihar dalam bentuk lubang hitam besar. Jalan rusak, pemerintahan korup dan tidak berkompeten hanya melengkapi kesuramannya. “India akan mendapat masalah jika Bihar tidak berkembang,” kata Gupta.

Langkah kecil menuju kemajuan

Ekonomi Bihar tidak menunjukkan pertumbuhan dalam semester pertama  1990. Semenjak itu Bihar hanya bertumbuh  4 persen, kurang dari separuh pertumbuhan nasional dan tidak sampai 1 persen per kapita negara.

Kepala Menteri, Nitish Kumar telah mengambil alih pemerintahan 2 tahun lalu dengan janji mendatangkan era baru. Langkah reformasinya mendatangkan pujian dari Bank Dunia. Di bawah kekuasaan Laloo Prasad Yadav dan istrinya Rabri Devi, tuduhan kriminal hampir tidak pernah terdengar. Sebuah sistem pengadilan kilat telah berhasil menuntaskan hampir 10.000 kasus pada 2007. Industri terbesar Bihar, penculikan untuk tebusan, telah turun 4 kali lipat dalam 2 tahun terakhir. Lebih dari 200 kasus korupsi aparat pemerintah telah didaftarkan ke pengadilan.

Tetapi, investasi swasta tetap rendah, dan kebijakan fiskal baru di New Delhi membuat harapan terhadap investasi di Bihar semakin kecil. “Jepang dan Korea merupakan negara industri dengan dukungan penuh pemerintahnya. Di Bihar, pemerintah sangat lemah,” kata Gupta.

Masalah migrasi

Para pengungsi dari desa berkumpul di halaman berumput di luar rumah-rumah menteri di Patna. Mereka duduk di bawah naungan lembaran-lembaran plastik, perkemahan yang kata mereka “menyeramkan” ketika hujan. Mereka bersiap-siap pergi karena sudah bosan menunggu janji pembangunan dari pemerintah atas rumah mereka rusak ketika banjir melanda tahun lalu.

Bihar punya sejarah panjang soal ditinggal penduduknya sejak abad 19. Saat itu sejumlah besar orang pergi untuk menjadi buruh di koloni-koloni Inggris atau untuk mencari pekerjaan di perkebunan di Assam atau pabrik-pabrik di Bengali barat. Pada saat kejayaan ekonomi India sekarang, arus pekerja dari Bihar berpencar ke segala penjuru negara.

Di perkotaan, kedatangan mereka menimbulkan ketegangan dan terkadang kekerasan. Hari ini hampir 11 persen populasi di New Delhi berasal dari Bihar, 40 persen dari Uttar Pradesh. Orang-orang dari Bihar seringkali dipandang rendah di Delhi, dan dituding menjadi biang kejahatan, sampai-sampai ketua menteri Delhi, Sheila Dikshit secara publik bertanya bagaimana cara mengembalikan mereka ke asalnya.

Di Mumbai, ketegangan antara pendatang dan penduduk asli memanas selama bulan ini ketika partai nasionalis-Hindu sayap kanan memprovokasi dengan kampanye melawan “orang luar”. Para supir taksi, yang kebanyakan dari Bihar atau Uttar Pradesh, dipukuli. Mobil-mobil mereka dirusak, dan rumah milik bintang film terkenal asal Uttar Pradesh, Amitabh Bachchan dilempari botol.

Tapi permasalahan Bihar dan kesenjangan di India memiliki dampak yang lebih luas. Partai nasionalis Hindu milik Bharatiya Janata tersingkir setelah kalah pada pemilu 2004. Diduga penyebabnya adalah kegagalan mereka meraih simpati kaum miskin.

Koalisi pimpinan Partai Kongres membuat kemajuan kecil melalui reformasi ekonomi. Sederhananya, kejayaan ekonomi India tidak akan bertahan jika reformasi-reformasi tersebut tidak menguntungkan kelompok miskin. Beberapa perusahaan sudah mengalami kekurangan tenaga kerja terampil yang berdampak pada naiknya pengeluaran upah untuk pekerja. Para ahli ekonomi memperingatkan kejayaan ekonomi India akan tumbang bila jutaan rakyatnya miskin dan buta huruf.(reuters/Kps)

Herliane Melatih Warga Afsel Mengelola Hotel Berbintang

In FEATURES on 22 Februari 2008 at 6:01 PM

Herliane, warga Indonesia mengatakan dia melatih pariwisata di Afrika Selatan sejak jaman pemerintahan apartheid dengan cara peragaan karena banyak pekerja hotel saat itu masih buta huruf.

Herliane mengatakan dia datang ke Afrika Selatan untuk membuka hotel berbintang di kawasan Sun City.

“Saya harus memegang tangan mereka seperti kala di restoran bagaimana menunya, bagaimana chef memasak makanan, bagaimana rasa makanan itu, bagaimana menyajikannya dan bagaimanan memakannya,” kata Herliane kepada BBC.

Menurut Herliane, staf hotel dari kalangan kulit hitam dulu tidak terbiasa menggunakan logika karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan logika.

Oleh karena itu, kata Herliane, mereka tidak tahu kalau menumpuk koper semestinya mulai dari koper yang ukurannya lebih besar, baru disusul dengan koper lebih kecil.

“Saya punya pengetahuan dari luar negeri. Itu yang saya bawakan kepada orang-orang yang tidak ke sekolah, tidak bisa belajar dan menulis padahal saat itu orang-orang tersebut sudah tua dan berkeluarga,” kata Herliane Portenschlager yang menjabat sebagai manajer Humas dan eksekutif lokasi di Sun City Resort.

Karena tidak bisa membaca dan menulis itulah Herliane mengatakan dia mengajarkan ketrampilan perhotelan kepada pegawai hotel dengan cara peragaan dan praktek langsung.

Herliane pertama kali tiba di Afrika Selatan tahun 1990 untuk membuka hotel pertama Sun City Resort pada saat negara itu masih berada di bawah sistem pemerintahan apartheid.

Sun City Resort adalah kawasan tetirah yang terletak di Afrika Selatan barat laut, sekitar dua jam perjalanan darat dari Johannesburg.

Resor yang didirikan oleh pengusaha perjudian, Sol Kerzner ini memiliki empat hotel berbintang serta berbagai sarana olahraga dan hiburan. ma/BBC

Sinden ‘Bule’ Fenomena Baru dalam Budaya Barat

In FEATURES on 20 Februari 2008 at 6:18 PM

Rabu sore pekan kedua Februari lalu suara orang memainkan instrumen musik karawitan ini berkumandang di South Bank, salah satu pusat kebudayaan bertaraf internasional di kota London.

Kelompok gamelan South Bank Gamelan Players menggelar pentas lengkap dengan iringin sinden atau penyanyi lagu Jawa.

Sekilas orang yang mendengar pasti akan teringat dengan suara-suara yang sering terdengar dari Keraton Solo atau Keraton Yogyakarta atau setidaknya sanggar peminat karawitan di Indonesia.

Salah seorang Sinden yang tampil bersama South Bank Gamelan Players adalah Esther Wilds.

Seniman muda ini bukan orang Indonesia tetapi orang Inggris asli.

Sebagaimana sinden yang sering dijumpai di Jawa, Esther Wilds membawakan tembang-tembang Jawa, seperti Uler Kambang dan Sontoloyo.

Jumlah menurun

Di Indonesia sendiri, jumlah sinden Jawa dilaporkan mengalami penurunan, meski tidak ada data konkrit.

Tapi menurut salah satu sinden kondang, Yati Pesek yang biasa pentas dalang sejumlah dalang wayang, penurunan tersebut bisa dirasakan.

Menurunnya jumlah peminat terhadap seni menyanyikan lagu-lagu Jawa untuk mengiringi karawitan dan pentas wayang, kata Direktur program Pasca Sarjana ISI Yogyakarta Dwi Marianto, bisa dilihat dari jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan itu.

Menurut Dwi Marianto, hadirnya sinden dari negara-negara lain di dalam seni tradisional Jawa ini bisa membantu menghidupkan minat masyarakat terhadap seni ini.

Menurut catatan, Esther Wilds bukanlah satu-satunya sinden asing yang aktif tampil. Di Indonesia sendiri, sinden asal Amerika Serikat Elizabeth Karen juga sering ditanggap untuk mengiringi pentas wayang. ma/BBC

Thailand Lumbung Padi Dunia

In FEATURES on 16 Februari 2008 at 12:51 PM


Jika ada yang disebut lumbung padi dunia, maka salah satunya adalah kawasan Suphan Buri, sekitar 150 km dari ibukota Thailand, Bangkok.

Suphan Buri merupakan propinsi dengan tingkat produktifitas padi tertinggi di Thailand, dan Thailand selama beberapa tahun merupakan eksportir beras terbesar di dunia.

Lahan di Suphan Buri bisa menghasilkan panen sampai 4 kali setahun, dan kesuburan tanah itu membuat warganya terbebas dari beban hutang.

Beberapa tahun lalu, para petani di Suphan Buri terlilit hutang namun harga beras yang meningkat terus telah meningkatkan pendapatan mereka.

Tahun ini harga beras meningkat sampai 50% dibanding tahun lalu dan diperkirakan masih akan terus meningkat.

Berdasarkan indeks harga pangan dari Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian, harga beras akan mencapai tingkat tertinggi dalam waktu 20 tahun.

“Situasinya tidak diperkirakan amat baik buat kami,” kata Sawan Katawut yang menjabat Ketua Perkumpulan Petani Suphan Buri.

“Mungkin karena bencana alam di negara-negara lain atau masalah harga beras di sejumlah negara, namun jelas merupakan hal yang baik buat kami,” kata pria berusia 76 tahun itu.

Komoditas vital

Dalam pertemuan wilayah Badan Pangan Dunia, WFP, harga pangan dunia yang meningkat menjadi salah satu pusat perhatian.

“Bagi jutaan orang di Asia, ini merupakan krisis yang nyata,” kata Tony Banbury, Direktur WFP untuk kawasan Asia.

“Bayangkan keluarga anda terdiri dari 4 orang, mendapat US$ 1 per hari dan menghabiskan 70% untuk pangan, tiba-tiba harganya meningkat dua kali lipat. Jelas anda tidak mampu,” katanya.

Beras merupakan komoditi yang penting, sebagai bahan pangan dari sekitar 2/3 penduduk dunia dan sebagian besar diproduksi secara lokal.

Hanya sekitar 7% saja yang diperdagangkan di pasar internasional, namun jumlah itu amat vital bagi penduduk Bangladesh dan Afghanistan, yang amat tergantung pada impor beras.

Beras juga merupakan komoditi yang politis karena sering dilihat dalam kaitan dengan keamanan dan kesejahteraan di sejumlah negara Asia.

Eksport berkurang

Jepang, yang merupakan salah satu negara industri kaya, tetap menjaga stok beras yang cukup besar.

Padahal dalam kondisi ekonomi sekarang, Jepang tentu mampu membeli beras di pasar internasional walau dengan harga yang tinggi.

Dan sejalan dengan meningkatnya harga beras dunia, beberapa negara pengekspor beras menghentikan ekspor karena keinginan untuk menjaga stok dalam negeri.

Dalam waktu beberapa tahun belakangan, India dan Vietnam –yang merupakan negara pengeksport terbesar kedua dan ketiga– sudah menghentikan eksport.

Sementara itu Cina –yang merupakan konsumen beras terbesar di dunia– pada sisi lain merupakan pengeksport ke Korea Utara, yang beberapa waktu dilanda kekurangan pangan.

Dalam situasi ini, semua negara menginginkan beras dari Thailand, yang memang selalu menghadapi surplus beras.

Berbeda dengan negara-negara penghasil beras lainnya, yang juga menghadapi tingkat konsumsi yang meningkat, maka Thailand justru sudah mencapai tingkat pendapatan yang menyebabkan turunnya konsumsi beras.

Hal ini disebabkan tingkat pendapatan yang tinggi memungkinkan variasi pangan.

Ingin harga stabil

Di salah satu kantor kecil yang gelap di salah satu gang sempit di kawasan Pecinan di Bangkok, Supoj Vongjirattikarn sibuk dengan kedua telepon tangannya dan menghitung dengan cipoa.

Supoj Vongjirattikarn merupakan salah satu pedagang beras di Bangkok yang mengamati kondisi pasar internasional.

Perannya adalah menghubungkan para petani di penggilingan padi di Thailand dengan pembeli di luar negeri. Dan dia semakin sibuk saja.

“Thailand beruntung,” katanya di sela-sela percakapan telepon.

“Kami mempunyai banyak beras pada saat saingan utama kami seperti Vietnam dan India tidak cukup untuk eksport.”

Penyebab dari meningkatnya harga dunia sebenarnya amat kompleks.

Chookiat Ophaswongse, dari Asosiasi Eksportir Beras Thailand, mengatakan bahwa permintaan meningkat pesat dari pasar-pasar baru seperti Afrika.

Namun di sisi lain produksi menurun karena banyak petani yang berubah ke tanaman yang lebih menguntungkan untuk kebutuhan bahan bakar bio.

Beras, menurut Chookiar Ophaswongse, semata-mata mengikuti kecenderungan peningkatan harga pada komoditas lainnya.

Mimpi buruk

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, permintaan dunia akan melebihi pasokan yang ada.

Bagi WFP, skenario ini merupakan mimpi buruk.

WFP sudah ditekan untuk menyalurkan bantuan pangan tambahan bagi Afghanistan dan Bangladesh.

Dan kekuatiran amat tinggi atas dampak meningkatnya harga beras untuk negara seperti Korea Utara dan Timur Timur, yang amat ringkih dalam menghadapi kekurangan pangan.

Karena harga yang meningkat, negara-negara seperti itu tidak mampu lagi membeli beras di pasar internasional seperti pada masa-masa sebelumnya.

“Kami sekarang kuatir dengan penduduk perkotaan, yang biasanya tidak membutuhkan pertolongan kami,” kata Tony Banbury.

“Penduduk yang bekerja sebagai buruh yang tidak punya mekanisme untuk menyesuaikan dengan harga baru, dan tidak bisa bercocok tanam untuk kebutuhan mereka,” tambahnya.

Tapi apakah situasi ini membuat para petani beras di Thailand tertawa-tawa sambil berjalan menuju ke bang untuk menabung uang?

Sebenarnya kondisinya tidaklah segampang itu.

“Kami tidak suka kalau harga bergerak terlalu cepat,” kata Chookiat Ophswongse.

“Sebagai eksportir kami bisa terperangkap juga. Jauh lebih mudah bagi kami untuk menanganinya jika harga stabil,” tambah Chookiat.

Masalahnya, saat ini sepertinya tidak ada yang bisa menjamin harga beras akan stabil. ma

sumber: BBC

Kebijakan Suharto Redam Konflik dengan Budaya

In FEATURES on 16 Februari 2008 at 12:22 PM

Bali
Orde Baru menggelar bermacam festival seni berskala nasional

Di zaman Orde Baru Suharto, ada Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa atau LKMD semacam perwakilan warga di tingkat desa yang diperkenalkan pada tahun 1979 di seluruh Indonesia.

Penyeragaman dan standarisasi lembaga desa itu, menurut laporan Bank Dunia tahun 2004, telah melemahkan lembaga tradisional masyarakat yang sudah ada di masing-masing desa.

Itulah salah satu contoh yang mengangkat pertanyakan apakah memang terjadi upaya penyeragaman budaya di bawah kepempinan Suharto?

Sitok Srengenge adalah seorang budayawan yang tinggal di Jakarta.

“Jawabannya mudah: Ada!” kata Sitok.

Menurut Sitok, hal itu bisa wajar jika dilihat dari sudut koridor kebudayaan. “Di mana pun, bangsa mana pun, apabila terdapat suku bangsa atau etnik yang dominan, dia selalu membawa nilainya dan mempengaruhi etnik-etnik yang lain,” katanya.

 

“Tetapi, bila ini mulai sudah dipolitisir dan dipaksakan kepada etnik-etnik yang lain dalam wilayah yang sama, maka saya kira itu mendatangkan banyak kerugian secara kultural ” tambahnya.

Sitok Srengenge, yang kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, juga berpendapat penyeragaman budaya juga terjadi lewat pelajaran sejarah.

“Bukan hanya sejarah raja-raja Jawa yang diajarkan di berbagai suku bangsa lainnya, tapi juga sudah terjadi manipulasi penafsiran atas sejarah itu,” kata Sitok Srengenge, dengan mencontohkan “pengukuhan Patih Gadjah Mada sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia”.

 

Membatasi ekspresi

Saat itu hanya ada kerajaan-kerajan kecil dan belum ada persatuan nusantara. “Maka apa yang dilakukan Gadjah Mada adalah invasi terhadap kerajaan-kerajaan yang lebih kecil,” ujarnya.

Warga Bali membawakan tari klasik
Warga Bali membawakan tari adat sebagai bagian dari tradisi

Sitok Srengenge juga menyinggung penayangan film G30S/PKI setiap tahun. “Itu penyeragaman kognisi terhadap seluruh siswa di seluruh Indonesia tentant tafsir tentang penyeragaman apa yang terjadi pada 1965 itu,” katanya.

Sitok tidak sepenuhnya sepandapat bahwa penyeragaman itu sebagai wujud obsesi Suharto untuk mempersatukan Indonesia secara lebih utuh. “Kenapa integrasi tidak diwujudkan dalam pemerataan kesejahteraan? Kenapa tidak dengan menghargai keluhuran budaya setiap daerah?” tanyanya.

Sementara itu, di Medan, Sumatera Utara, Ben Pasaribu, pengajar Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Medan, berpendapat kebijakan untuk standarisasi budaya telah membatasi ekspresi seni lokal.

 

Ben mengangkat contoh berbagai festival teater, musik dan tarian nasional yang digelar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan itu mengarah ke penyeragaman, mulai durasi, tata cara pentas hingga sumber cerita.

“Semua harus menjadi sama,” kata Ben.

“Itu membuat tidak ada kebebasan dari masing-masing daerah untuk mengekspresikan gaya atau style masing-masing, ” kata Ben Pasaribu dari Universitas Medan.

Meski demikian, Ben juga melihat kebijakan positif yang ditinggalkan Orba seperti muatan lokal dalam kurikulum. Sayangnya, bahan bacaan itu harus menunggu buku dari Jakarta, katanya.

 

Cukup bagus

Namun, Prof. Dr. Ellyano S. Lasam, Ketua Majelis Adat Kalimantan Timur di Balikpapan menegaskan, Suharto berhasil dalam mewujudkan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

 

“Pada prinsipnya, seluruh bangsa Indonesia diharapkan bersatu,” katanya.

“Oleh karena itu, satu budaya dengan budaya yang lain, walaupun itu adalah berbeda-beda, yang beliau kehendaki itu semacam kesatuan dan persatuan, bukan penyeragaman,” kata Profesor Ellyano.

Menurut Ellyano, budaya Dayak “cukup terakomodir” selama kepemimpinan Pak Harto, meski warga Dayak di daerah pedalaman belum tersentuh.

“Keinginan beliau untuk memajukan seluruh budaya itu menjadi satu kesatuan itu mengarah ke sana,” katanya.

“Kita suka tidak atau tidak suka dengan kepemimpinan beliau selama 32 tahun itu, saya kira itu sudah cukup bagus untuk mengembangkan bangsa Indonesia supa berbudaya yang baik itu, ” Profesor Ellyano S Lasam.

“Artinya saling menghargai budaya orang lain, saling mengakui kebudayaan orang lain… tidak saling menjegal satu suku dengan suku lain,” tandasnya. ma

sumber:BBC

Kebijakan Suharto Meracik Ekonomi Orde Baru

In FEATURES on 16 Februari 2008 at 12:20 PM
Mantan presiden Suharto
Kebjiakan ekonomi pada awal pemerintahan Suharto berhasil menekan inflasi yang sangat tinggi

Suharto mengakhiri jabatannya sebagai presiden akibat fondasi ekonomi Indonesia ambruk diterjang krisis dan gelombang politik yang menghendaki perubahan.

Kenyataan ini bertolak belakang dengan situasi pada awal kepemimpinan jenderal purnawirawan ini pada tahun 1968.

Di awal Orde Baru, Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk, dan berhasil untuk beberapa lama.

“Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi, 650% setahun,” kata Emil Salim, mantan menteri pada pemerintahan Suharto.

 

Orang yang dulu dikenal sebagai salah seorang penasehat ekonomi presiden menambahkan langkah pertama yang diambil Suharto, yang bisa dikatakan berhasil, adalah mengendalikan inflasi dari 650% menjadi di bawah 15% dalam waktu hanya dua tahun.

Untuk menekan inflasi yang begitu tinggi, Suharto membuat kebijakan yang berbeda jauh dengan kebijakan Sukarno, pendahulunya.

Ini dia lakukan dengan menertibkan anggaran, menertibkan sektor perbankan, mengembalikan ekonomi pasar, memperhatikan sektor ekonomi, dan merangkul negara-negara barat untuk menarik modal.

 

‘Terikat modal asing’

Menurut Emil Salim, Suharto menerapkan cara militer dalam menangani masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia, yaitu dengan mencanangkan sasaran yang tegas.

Presiden Suharto beberapa bulan sebelum melepaskan jabatan pada tahun 1998
Presiden Suharto menandatangi kesepakatan IMF beberapa bulan sebelum mundur di tahun 1998

Suharto menamai programnya ‘Pembangunan Lima Tahun’ atau PELITA, yang dengan melibatkan para teknokrat dari Universitas Indonesia, dia berhasil memperoleh pinjaman dari negara-negara Barat dan lembaga keuangan seperti IMF dan Bank Dunia.

Liberalisasi perdagangan dan investasi kemudian dibuka selebarnya. Inilah yang sejak awal dipertanyakan oleh Kwik Kian Gie, yang menilai kebijakan ekonomi Suharto membuat Indonesia terikat pada kekuatan modal asing.

“Liberalisasi sebesar mungkin, sebebas-bebasnya, kalau ada intervensi boleh dikatakan didikte oleh IMF dan Bank Dunia, yang dibelakangnya adalah pemerintah Amerika Serikat dan dampaknya dirasakan sampai sekarang,” kata mantan menteri koordinator perekonomian Indonesia antar tahun 1999-2000.

Namun menurut Emil Salim, untuk menggerakkan pembangunan, Suharto sejak tahun 1970-an juga menggenjot penambangan minyak dan pertambangan, sehingga pemasukan negara dari migas meningkat dari $0,6 miliar pada tahun 1973 menjadi $10,6 miliar pada tahun 1980.

 

Kemajuan sektor migas

Puncaknya adalah penghasilan dari migas yang memiliki nilai sama dengan 80% ekspor Indonesia.

“Dengan kebijakan itu, Indonesia di bawah Orde Baru, bisa dihitung sebagai kasus sukses pembangunan ekonomi,” kata pengamat ekonomi Djisman Simandjuntak.

 

Keberhasilan Pak Harto membenahi bidang ekonomi sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1980-an, menurut Emil Salim, diawali dengan pembenahan di bidang politik.

Kebijakan perampingan partai dan penerapan azas tunggal ditempuh pemerintah Orde Baru, dilatari pengalaman masa Orde Lama ketika politik multi partai menyebabkan energi terkuras untuk bertikai.

Lebih lanjut, Emil Salim menilai, pendekatan seperti yang dilakukan Suharto pada awal pemerintahannya lazim dipraktekkan oleh para pemimpin di kawasan Asia Timur dan Tenggara.

“Ada pandangan bahwa demokrasi yang dikembangkan di negara berkembang itu membutuhkan semacam pengarahan atau intervensi untuk tidak segera bersifat liberal,” kata Emil Salim.

Gaya kepemimpinan tegas seperti yang dijalankan Suharto pada masa Orde Baru oleh Kwik Kian Gie diakui memang dibutuhkan untuk membenahi perekonomian Indonesia yang berantakan di akhir tahun 1960

Namun, dengan menstabilkan politik demi pertumbuhan ekonomi, yang sempat dapat dipertahankan antara 6%-7% per tahun, semua kekuatan yang berseberangan dengan Orde Baru kemudian tidak diberi tempat.

 

Titik balik

Masa keemasan ekonomi Orde Baru, kata Emil salim, mengalami titik balik ketika memasuki tahun 1990-an, saat BJ Habibie dengan visi teknololgi masuk merambah bidang ekonomi.

Suharto ketika menyatakan mengundurkan diri
Suharto melepaskan jabatan setelah unjuk rasa besar-besaran tahun 1998

Tetapi, Kwik Kian Gie tidak sependapat dan dia menilai Habibie bukan faktor penting dalam titik balik ekonomi Orde Baru.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa Orde Baru terkesan begitu memukau,” kata Kwik, namun menurutnya di sisi lain kesenjangan dan kemiskinan adalah akibat kebijakan ekonomi liberal.

Krisis moneter sejak Juli 1997, yang disusul dengan tuntutan reformasi total, dia anggap sebagai konsekuensi logis dari kebijakan tersebut yang diperburuk oleh situasi politik.

Namun, pengamat ekonomi Djisman Simandjuntak mempunyai analisa berbeda tengan jatuhnya Suharto.

“Krisis ekonomi untuk sebagian orang memang bisa ditelusuri ke praktek kebijakan, bukan desain kebijakan di atas kertasnya,” kata Djisman.

Pengamat ekonomi ini menilai pada prakteknya kebijakan pemerintahan Suharto sarat dengan berbagai penyelewengan seperti kolusi, korupsi dan nepotisme pada kroni Suharto.

Pada saat yang bersamaan, rakyat menuntut suksesi politik. Dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia menjadi pemicu krisis politik yang sudah dipendam oleh rakyat, tambah Djisman Simandjuntak. ma

sumber:BBC

Kebijakan Suharto Pacari Kelompok Islam

In FEATURES on 16 Februari 2008 at 12:16 PM

Pemerintah Suharto mengendalikan kehidupan politik secara ketat
Pemerintah Suharto mengendalikan kehidupan politik secara ketat

Lambang dan jargon Islam semakin kerap muncul dalam berbagai perhelatan publik saat Suharto terlihat semakin akrab dengan sebagian kelompok Islam sejak awal tahun 1990-an.

Mereka yang diakrabi pak Harto itu termasuk para tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, ICMI.

Dan, kedekatan itu mencapai titik puncak saat Pak Harto memilih BJ Habibie untuk mengisi kursi wakil presiden, kata pakar sejarah Anhar Gonggong dari Universitas Indonesia.

Menurut Anhar, kedekatan Suharto dengan ICMI terkait dengan keinginannya untuk menciptakan lingkungan intelektual Islam yang bisa mendukung dia.

Menjelang tahun 1990-an, ada sekelompok cendekiawan di Malang merintis pendirian ICMI.

“Kemudian, ditampilkan Habibie sebagai seorang tokoh yang seakan-akan mewakili cendekiawan Islam,” kata Anhar.

“Dan, itu juga strategi Suharto untuk melakukan pendekatan kepada kekuatan Islam yang digambarkan seakan-akan kekuatan yang digambarkan sebagai kekuatan Islam…seakan-akan Islam mendukung dia,” katanya

 

Ancaman

Tapi, seperti apa sebenarnya kebijakan politik Suharto terhadap Islam, selama memimpin Orde Baru?

Presiden BJ Habibie ketika dilantik sebagai presiden RI
Suharto ingin Habibie dan ICMI dilihat sebagai dukungan Islam

Menurut sejarawan, Anhar Gonggong sejak awal berkuasa Pak Harto cenderung melihat kalangan Islam sebagai ancaman bagi kekuasaan.

Setelah menjadi presiden, Suharto melancarkan sejumlah perubahan terkait dengan rencana pembangunannya dan menciptakan kestabilan.

“Terlihat di situ Suharto menciptakan kekuatannya sendiri, yaitu golkar dan tentara,” kata Anhar.

Berikutnya Suharto menggelar pemilu pertama di masa Orde Baru, tahun 1971 dengan hasil Golkar (saat itu masih Sekber Golkar) keluar sebagai pemenang.

“Tetapi kekuatan Islam juga tetap kelihatan cukup besar, maka Suharto harus berusaha bagaimana caranya untuk mengeliminasi kekuatan Islam sebagai kekuatan politik, ” jelas Anhar.

Pendapat Anhar Gonggong ini bertolak belakang dengan pandangan tokoh Eksponen 66, Cosmas Batubara.

 

‘Keperluan politik’

Cosmas Batubara, yang pernah menjabat menteri dalam kabinet Pak Harto, mengatakan, kebijakan Pak Harto menyatukan partai-partai Islam ke dalam satu partai adalah untuk memenuhi keperluan politik pada saat itu.

 

“Kita sudah menjadi korban pertarungan ideologi zaman Nasakom, zaman Sukarno, itu mau ditinggalkan, karena sudah bersepakat ingin melaksanakan Pancasila dan UUD 1945,” kata Cosmas memberikan alasan kebijakan fusi tersebut.

Menurut Cosmas Batubara, sebenarnya dilihat dari aliran politik yang ada saat itu, “penyederhanaan itu menjawab kepentingan pembangunan pada saat itu”.

Namun, pengamat politik Islam Syafii Anwar dari International Centre for Islam and Pluralism melihat kebijakan terhadap kelompok-kelompok Islam adalah bagian dari upaya Suharto memperkuat hegemoni kekuasannya.

Menurut Anwar, kebijakan Suharto terhadap kelompok-kelompok Islam mengikuti beberapa pembabakan. “Tahap pertama itu tahap yang sangat hegemonik sekali,” katanya.

Anwar menggambarkan periode 1968-1979, Pak Harto menerapkan “kebijakan terhadap umat Islam yang sangat represif sekali”, termasuk Undang-Undang Perkawinan dan fusi partai-partai Islam.

“Pokoknya, tekanannya itu adalah pada pemerkuatan rezim Orde Baru,” kata Anwar.

 

Dampak kebijakan

Apapun alasannya, kebijakan represif Suharto mendatangkan dampak besar berkepanjangan bagi banyak aktivis dua organisasi Islam terkemuka Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

 

“Itu bahkan NU sendiri, kalau bisa Pak Harto ingin bukan NU yang memimpin, ” kata
KH Mustofa Bisri, Tokoh senior NU

Menurut tokoh veteran NU, KH Mustofa Bisri, organisasinya sering menjadi bulan-bulanan rezim Suharto.

Mustofa Bisri menilai Pak Harto dan rezim Orba “fobi terhadap NU itu sangat luar biasa”.

“Itu bahkan NU sendiri, kalau bisa Pak Harto ingin bukan NU yang memimpin,” ujarnya.

Menurut Mustofa Bisri, intervensi Orba terhadap pemilihan pimpinan NU itu dimaksudkan “supaya (NU) tidak ada yang kuat atau memimpin”.

Namun, bagi orang luar, tetap ada pertanyaan mengenai kebijakan pemerintahan Suharto terhadap NU yang sering dilihat sebagai organisasi “moderat”.

Menurut Mustofa, kebijakan itu terkait dengan ketidakinginan Golkar, yang bersama tentara menjadi kekuatan utama yang tersisa pasca Sukarno, untuk melihat NU menjadi saingan.

Tidak hanya NU yang merasakan tekanan rezim Pak Harto seperti yang dituturkan KH Mustofa Bisri.

 

Pergantian kepemimpinan

Mantan ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif harus menempuh berbagai jurus untuk bisa bertahan dari tangan kekuasaan pemerintahan Suharto, termasuk soal campur tangan dalam pemilihan pimpinan Muhammadiyah.

 

Amien Rais

…Karena umatnya sudah hampir bulat mendukung Amien Rais, akhirnya Pak Harto tidak bisa berbuat apa-apa
Syafii Maarif
Tokoh senior Muhammadiyah

Syafii Maarif mencontohkan, waktu Muktamar Aceh 1995, sebenarnya Amin Raies dihalangi untuk dipilih untuk memimpin Muhammadiyah.

“Tetapi, karena umatnya sudah hampir bulat mendukung Amien Rais, akhirnya Pak Harto tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Syafii.

“Padahal, Anda tahu sudah sejak tahun 1993 Amien Rais, yang waktu itu belum menjadi ketua..sudah meluncurkan gerakan untuk perlunya pergantian kepemimpinan nasional,” kata mantan ketua PP Muhammadiyah 1999-2004.

Terhadap Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, Syafii mengatakan, “asal kita tidak memasuki politik, itu ya tenang-tenang saja”.

 

‘Banting stir’

Mengenai sikap Pak Harto yang sejak awal 1990-an berubah menjadi dekat dengan sebagian kalangan Islam, Syafii menilai “banting stir itu tidak tulus.”

Warga muslim menunaikan salat idul fitri'
Kubu muslim menyiasati hegemoni dengan dakwah ‘kultural’

Tokoh Muhammadiyah ini mencontohkan didirikannya ICMI dan berbagai bank muammalat.

“Sesungguhnya hanyalah dalam rangka mengukuhkan kekuasaannya penting, karena pihak tentara sudah mulai tidak senang lagi dengan dia, paling tidaknya beberapa oknum penting… dia mencari dukungan umat Islam,” tandas Syafii.

Banting stir, seperti yang dikatakan Syafii Maarif dari Muhammadiyah, ditempuh sebagai pilihan terakhir Pak Harto.

Sebelum itu, saat masih sangat berkuasa, pimpinan Orde Baru itu telah menempuh berbagai strategi politik terhadap Islam di Indonesia, mulai dari represif, akomodatif, hingga politik kooptasi, kata pengamat politik Islam, Syafii Anwar.

Antara 1980-1984, demikian jelas Syafii Anwar, Pak Harto mulai merasa umat Islam akan melawan jika ditekan.

Untuk itu, Pak Harto mengubah kebijakan dengan memberikan sumbangan kepada masjid-masjid dan mendirikan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila setelah memberlakukan ketentuan Asas Tunggal Pancasila.

“Setelah merasa saya sudah memberikan bantuan kepada madrasah, kepada pesantren, ideologi kamu harus satu dong (Asas Tunggal Pancasila),” tutur Syafii.

Menurut Anwar, banyak warga masyarakat sebenarnya menolak kebijakan Pak Harto itu. “…Mereka melakukan dakwah yang kultural sebagai perlawanan terhadap hegemoni politik Suharto,” ujarnya.

Berikutnya, Pak Suharto melihat umat Islam bisa dijadikan “teman” yang bisa diajak bekerjasama, tambah Syafii.

 

‘Ahli Strategi’

Menurut Syafii Anwar, inilah yang melatarbelakangi hubungan dekat Pak Harto dengan pemuka ICMI.

 

“Dukungan Pak Harto terhadap ICMI itu luar biasa sekali. Politik yang mula-mula menjauhkan Islam dari negara, menjadi melekat dengan negara,” katanya.

Namun, dia juga mencatat kebijakan akomodatif Pak Harto terhadap sebagian kelompok Islam itu belakangan berubah menjadi “politik kooptasi”.

Menurut Syafii Anwar, perubahan kebijakan tersebut terhadap kalangan muslim merupakan bukti Pak Harto “ahli strategi yang hebat”.

“Walaupun pada saat-saat terakhir, kalau mau orang mau fair (adil), kegagalan Pak Harto Itu karena krisis ekonomi,” katanya.

“Di situ dia kalah kalkulasi, karena dia fikir orang Islam bisa dikooptasi terus, tanpa bersikap kritis,” tambah pengamat politik Syafii Anwar.

Lepas dari berbagai jurus politik yang diperagakan, seperti dicatat Syafii Anwar, Pak Harto akhirnya lengser tahun 1998.

Jadi, bagaimana umat Islam akan mengenang pemerintahan Pak Harto? Jawabnya bergantung pada siap yang ditanya, kata KH Mustofa Bisri dari Nahdlatul Ulama.

 

“Jangan dilihat hanya dari segi dagingnya (luarnya saja),” kata Mustofa Bisri

“Kalau persoalan bahwa ada banyak masjid dibangun, lalu itu baik dengan Islam. ….Itu mungkin orang Islam lain berpendapat begitu, kalau saya tidak,” kata Mustofa yang juga dikenal sebagai sastrawan.

“Kalau ada pemerintahan atau penguasa tidak memihak, tidak mengayomi kepada rakyatnya, itu tidak Islami sama sekali….apalagi membelenggu rakyat,” katanya. ma

sumber: BBC

 

Kebijakan Mendiang Suharto dibelejeti BBC

In FEATURES on 16 Februari 2008 at 12:14 PM

Mantan Presiden Suharto, yang tutup usia pada hari Minggu (27/01) di Jakarta pada usia 86 tahun, memerintah Indonesia selama lebih dari tiga dasawarsa.Pemerintah Suharto yang dia sebut Orde Baru menjadi pembangunan dan kemajuan ekonomi sebagai prioritas utamanya. Ini dilakukan dengan menerapkan gaya pemerintahan otoriter lewat kebijakan perampingan partai politik dan penerapan azas tunggal.

Dalam pelaksanaannya, tindakan intimidasi, pemaksaan dan kekerasan dialami oleh orang-orang yang menentang Soeharto ketika itu. Masa pemerintahan Orde Baru juga dikecam atas kasus pelanggaran hak azazi manusia, pembelengguan pers dan hak mengeluarkan pendapat, dan demokrasi ditekan.

Namun, di sisi lain perekonomian Indonesia semasa Suharto menikmati tingkat pertumbuhan yang menakjubkan sehingga Indonesia mampu mencapai swasembada pangan.

Liberalisasi perdagangan dan investasi terbuka lebar. Perhatian besar juga diberikan pemerintah Suharto pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbawah.

BBC Siaran Indonesia meninjau beberapa kebijakan penting yang menandai pemerintahan Suharto. ma

sumber: BBC

Pro-Kontra Ganti Rugi Pasca-Maaf Nasional Australia

In FEATURES on 14 Februari 2008 at 5:20 PM


Oleh Aditia Maruli

Lola Edwards, seorang perempuan aborigin, terisak saat mendengar kabar bahwa Perdana Menteri (PM) Australia, Kevin Rudd, mengucapkan maaf nasional, Rabu (12/2).

Lola (61) masih ingat rasa buah berri yang sedang dia kunyah pada hari dia dirampas dari tangan ibunya oleh petugas sosial.

“Sampai hari ini, saya masih ingat rasa buah berri itu. Saya pegang baju ibu, dia mengajak saya memetik berri, dan petugas sosial bilang kami akan diajak nonton sirkus,” kata Lola kepada Reuters.

Sementara itu, Kevin Rudd pada Rabu mengatakan, sekira 50.000 anak-anak aborigin mulai 1880-an hingga 1960-an diambil paksa dari orang tua mereka atas dasar politik asimilasi, dan orang seperti Lola Edwards disebut “Generasi yang Dicuri” atau “orang-orang yang diputihkan”.

Edwards selama 11 tahun berada di panti anak perempuan, dididik sebagai kulit putih dan selalu menggosok kulitnya agar memutih.

Dia baru sadar bahwa dirinya aborigin puluhan tahun kemudian.

Suatu hari dia menerima panggilan telepon dari saudara perempuannya, yang dia belum pernah tahu, lalu akhirnya mereka berkumpul dengan sang ibu pada 1980.

“Yang saya pikirkan hanya ibunda dan ayah tercinta, yang dulu melepaskan kami dari tangan mereka. Seharusnya, saya marah dan jadi gila, tapi saya tidak. Inilah sejarah Australia, inilah sejarah sebenarnya dari Australia, dan inilah yang terjadi pada saya sebagai salah satu generasi yang dicuri,” katanya.

Rudd mengucapkan permintaan maaf nasional kepada para Aborigin, dan dia menyebut langkah itu akan “menghilangkan noda besar dari dalam jiwa bangsa Australia”.

Butuh 11 tahun bagi Pemerintah Australia untuk mengucapkan maaf secara resmi, setelah pada 1997, Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Australia lewat laporannya menyebut politik asimiliasi adalah “usaha genosida (pemusnahan etnik).”

Laporan berjudul “Bringing Them Home” itu menyakini orang aborigin akan punah. Laporan itu menyerukan adanya permintaan maaf resmi dari semua Parlemen Australia, nasional maupun negara bagian, termasuk gereja, polisi dan kelompok-kelompok sosial, serta pemberian ganti rugi.

Politik asimilasi itu memang buruk, bahkan arsip film menunjukkan para anak perempuan dijajarkan saat para orang tua angkat kulit putih memilih anak sehat dan kuat untuk jadi pembantu rumah tangga, tidak ubahnya memilih budak.

Anak laki-laki dikirim ke peternakan terpencil sebagai buruh gratis, dan kalau berbuat tidak menyenangkan, maka ganjarannya adalah ditelanjangi, diikat di tiang halaman lalu dicambuk. Susu diberikan karena ada keyakinan membuat kulit anak aborigin memutih.

Komisi HAM itu juga menyebutkan bahwa aborigin yang keluarganya berantakan, punya masalah kejiwaan, terlibat kekerasan, kecanduan narkotika dan obat berbahaya (narkoba), serta minuman keras, ternyata berkaitan langsung dengan politik asimilasi.

Tokoh masyarakat aborigin Pat Dodson mengatakan, kini saatnya pemerintah menimbang ganti rugi terhadap para korban.

“Semua usaha untuk mengobati masa lalu, termasuk ganti rugi untuk `generasi yang dicuri`, memang harus diusahakan,” katanya.

“Tapi, biarlah hal itu berlangsung lewat negosiasi dan betul-betul dipertimbangkan, sebagai bagian dari proses yang dibangun secara hati-hati,” katanya.

Dia mengharapkan, proses itu benar-benar membangun bangsa Australia yang menghargai dan mengakui sejarah, budaya, bahasa, dan masyarakat Aborigin.

Saat ini ada sekitar 460.000 orang aborigin, atau dua persen dari 21 juta penduduk Australia. Banyak dari mereka tinggal di pemukiman terpencil dan hidup seperti warga negara miskin, padahal Australia adalah negara maju.

Angka kematian bayi aborigin tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan non-aborigin. Harapan hidup pria aborigin lebih pendek 17 tahun dibanding pria kulit putih.

Mereka memiliki tingkat lebih tinggi dalam hal pengangguran, narapidana, penyalahgunaan alkohol dan narkoba serta kekerasan rumah tangga.

Ganti rugi adalah hal pokok dari pro-kontra “say sorry” Australia. Politikus konservatif bernada keras, Wilson Tuckey, yang berjuluk “si batang besi”, keluar dari sidang parlemen sebelum ucapan maaf tersebut.

Dia beralasan, hal itu tidak banyak manfaatnya untuk Aborigin.

“Besok sudah tidak ada lagi Aborigin yang mengisap bensin, besok gadis-gadis cilik bisa tidur tanpa takut. Semua sudah beres, ucapan Rudd membereskan semuanya,” kata Tuckey menyindir.

Banyak kulit putih di kota Bourke, bagian barat negara bagian New South Wales, sependapat dengan Tuckey.

“Saya pikir, kami tidak perlu minta maaf karena bukan generasi kami yang mencuri mereka,” kata seorang perempuan kepada Radio Australia.

Beberapa waktu menjelang penyampaian “say sorry”, Rudd mengatakan, tidak akan menetapkan dana kompensasi apa pun menyusul tuntutan ganti rugi bagi para korban sebesar satu miliar dolar Australia.

“Tujuannya adalah untuk membangun jembatan saling menghormati antara pribumi dan non-pribumi Australia,” kata Rudd.

Ia menimpali, “Kita bisa menutup jurang dalam hal angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan kesehatan.”

Aborigin, yang merupakan bangsa asli penghuni Benua Australia, pertama kali menyaksikan pemukim pertama bangsa Eropa datang pada tahun 1788. Hari nasional 26 Januari dianggap Aborigin sebagai hari invasi.

Selama berabad-abad nasib Aborigin ditentukan kulit putih melalui peraturan flora fauna. Baru pada tahun 1967, Parlemen Australia memberi kewarganegaraan penuh kepada Aborigin sekaligus hukum yang melindungi kepentingan mereka.

Bendera Aborigin, yaitu matahari emas dan hitam dengan latar belakang merah menjadi bendera resmi pada 1995.

Pada 1999, PM Australia, John Howard, memimpin mosi parlemen untuk “penyesalan” atas ketidakadilan di masa lalu dan menyebut hal itu “bab paling tercela” dalam sejarah Australia.

Namun, Howard menolak minta maaf dengan alasan generasi sekarang bukanlah yang bertanggung jawab atas kejadian di masa lalu.

Para petinggi Partai Liberal pimpinan Howard juga berpendapat permintaan maaf dapat membuat pemerintah digugat untuk ganti rugi.

Langkah Pemerintah Australia itu berlawanan dengan pemerintah tingkat negara bagian. Seluruh enam negara bagian lebih dulu meminta maaf secara resmi kepada Aborigin.

Negara bagian Tasmania pekan lalu mengesahkan ganti rugi lima juta dolar Australia bagi 106 aborigin korban “Generasi yang Dicuri”.

Sebanyak 84 korban masing-masing mendapat 58.000 dolar Australia, sedangkan 22 keturunan mereka masing-masing mendapat 5.000 dolar Australia.

Selama ini telah ada beberapa korban “Generasi yang Dicuri” yang menggugat ganti rugi ke pemerintah, tapi hanya sedikit yang berhasil karena sulitnya pembuktian.

Gugatan paling berhasil adalah yang dilakukan Bruce Trevorrow. Bulan ini, dia menerima 775.000 dolar Australia dari negara bagian South Australia sebagai ganti rugi atas kejadian 50 tahun lalu ketika dirinya diambil dari rumah sakit tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Di lain pihak, asosiasi pengacara “Law Society of New South Wales” berpendapat bahwa permohonan maaf tersebut tidak akan memperkuat klaim ganti rugi.

Permohonan maaf, seperti yang disampaikan Pemerintah Australia, merupakan langkah yang ditempuh di banyak negara untuk rekonsiliasi.

Kanada pada 1998 minta maaf kepada pribumi atas penindasan di masa lalu, termasuk politik asimilasi terhadap Indian dan Inuit.

Presiden Afrika Selatan, F.W. de Klerk, pada 1992 minta maaf atas politik apartheid yang mengagungkan kulit putih.

Tidak semua negara maju minta maaf kepada bangsa pribumi. Aborigin lebih beruntung dibanding bangsa Indian di Amerika Serikat (AS), karena negara tersebut tidak pernah meminta maaf kepada bangsa Indian maupun budak dari Afrika.

AS pada 1988 justru minta maaf atas perlakukan kepada kepada warganya yang keturunan Jepang saat Perang Dunia II, dan menawarkan ganti rugi 20.000 dolar kepada para korban yang masih hidup.

“Mahalnya” permohonan maaf mungkin terkait dengan politik dan ganti rugi, namun permohonan maaf adalah sesuatu yang menyembuhkan luka para korban.

“Maaf itu memulihkan hati, dan maknanya dalam,” kata Rhonda Dixon-Grovenor, aktivis aborigin di kota Redfern, pinggiran Sydney. (*)

sumber: Antara News
teks foto: PM Australia Kevin Rudd mohon maaf pada seorang nenek dari suku Aborigin (reuters)

Australia Manfaatkan Kondisi Darurat Timor Leste

In FEATURES on 14 Februari 2008 at 12:08 PM
Kevin Rudd
Kevin Rudd dua kali kunjungi Dili dalam dua bulan

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd berjanji membantu menjaga demokrasi di Timor Leste setelah serangan terhadap presiden dan perdana menteri.

Dalam kunjungan kedua ke Timor Leste dalam dua bulan, Rudd mengatakan, dukunganya “tidak tergoyahkan”.

Presiden Jose Ramos-Horta terluka parah dalam penembakan hari Senin, dan kini sedang dirawat di Australia.

Canberra mengerahkan pasukan tambahan berkekuatan 350 penjaga perdamaian ke Dili setelah serangan itu.

Dalam kunjungan tiga jam itu, Rudd berunding dengan Perdana Menteri Xanana Gusmao, yang lolos tanpa cedera ketika kawanan bersenjata menyergap mobilnya hari Senin pagi.

“Tujuan kunjungan saya ini adalah menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa Australia akan bahu membahu untuk membela sistem pemerintahan demokratis Timor Leste hingga ke masa datang,” kata Rudd dalam konferensi pers.

“Australia berada di sini pada saat bagus, saat-saat sulit dan susah,” kata Rudd.

Reaksi cepat

Pasukan Australia, yang kini berjumlah sekitar 1.000 orang, akan tetap berada di Timor Leste selama diperlukan, kata Rudd.

Tentara Australia dikerahkan untuk mencari sisa-sisa pemberontak
Tentara Australia dikerahkan untuk mencari sisa-sisa pemberontak

Kedua pemimpin juga membahas tantangan ekonomi jangka panjang Timor Leste, seperti infrastruktur yang lemah dan angka pengangguran yang membengkak.

Gusmao berterimakasih atas reaksi cepat atas peristiwa-peristiwa hari Senin dan kepercayaannya terhadap pembangunan negara itu.

“Bangsa kami bangsa yang bangga,” katanya. “Peluru bisa melukai presiden, tapi tidak akan pernah bisa menembus nilai-nilai demokrasi.”.

Pemimpin pemberontak

Situasi di Dili tetap tenang sejak Senin, meski ada kekhawatiran unjukrasa terjadi. Keadaan darurat yang diumumkan Gusmao masih berlaku.

Sejumlah surat perintah penangkapan telah dikeluarkan berkaitan dengan serangan, yang dikatakan dilakukan oleh kawanan tentara yang memberontak dan masih menyimpan ketidakpuasan seputar gelombang tindak kekerasan pada pertengahan 2006.

Pasukan pimpinan Australia kini menyisir perbuktia di luar ibukota Dili untuk menemukan pemberontak yang tersisa.

Pemimpin mereka, Alfredo Reinado terbunuh dalam serangan terhadap kediaman Ramos-Horta. @

sumber: BBC

Fenomena Kemunculan Gas Metan, Porong Diujung Kelumpuhan

In FEATURES on 12 Februari 2008 at 12:06 AM


Infrastruktur baru di Porong yang belum lagi dibangun, kini dikhawatirkan batal dibangun. Di lokasi yang semula dinyatakan aman itu, ternyata muncul titik-titik yang menyemburkan air dan gas yang mudah terbakar. Fenomena sama juga banyak ditemui di wilayah terdampak lumpur.

Bengkel Sumber Alam Jaya di tepi Jalan Raya Porong tiba-tiba muncul sumber mata air baru. Pancarannya begitu kuat sehingga pemiliknya harus membuat pipa paralon untuk membuang air yang keluar ke parit.

Fenomena ini bukan hal baru, karena bengkel tersebut terletak di wilayah Kelurahan Siring, Kecamatan Porong yang berhadapan langsung dengan kolam penampungan lumpur di seberang jalan. Banyak semburan-semburan seperti itu ditemui di wilayah terdampak lumpur di Porong, bahkan ada yang disertai munculnya gas yang mudah terbakar.

Yang mengherankan, semburan disertai kandungan gas mudah terbakar itu juga muncul di Desa Pamotan, Kecamatan Porong. Lokasi tersebut berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat semburan dan merupakan kawasan yang sebelumnya dinyatakan aman. Karena aman itu, maka infrastruktur Porong di antaranya juga akan melewati Desa Pamotan.

Kejadian munculnya semburan baru di sejumlah tempat di Kecamatan Porong dalam beberapa hari terakhir ini, dinilai oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) adalah sesuatu yang luar biasa. “Para pimpinan BPLS sudah melakukan rapat, terkait kejadian semburan baru tersebut, tapi hasilnya belum kami ketahui,” kata Humas BPLS Akhmad Zulkarnain yang intens memantau perkembangan semburan baru itu.

Meluasnya dampak semburan lumpur hingga radius sekitar 2 kilometer dari pusat membuat semua pihak yang terlibat dalam penanganan semburan lumpur harus mempertimbangkan segala kemungkinan terkait dengan rencana-rencana pembangunan infrastruktur pengganti di Porong. Infrastruktur tersebut meliputi Jalan Raya Porong, jalan tol, rel KA, jaringan PLN, dan gas.

Perlukah desain relokasi infrastruktur dipindah karena kawasan yang dulu dinyatakan aman, ternyata menujukkan gejala-gejala mirip dengan wilayah di areal terdampak? Deputi Operasional BPLS Dr Ir Sofyan Hadi mengaku tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Sekarang masih dilakukan penelitian geologi. Saya baru bisa mengambil kesimpulan jika hasil penelitian itu selesai,” ujar Sofyan kepada Surya, Minggu (10/2). Jika memang harus diredesain relokasi infrastruktur itu, menurut Sofyan tidak mudah, karena melibatkan anggaran besar dan pembebasan lahan yang luas.

Desain relokasi yang kini dipakai, juga berdasarkan hasil rekomendasi Badan Geologi yang menyarankan infrastruktur dibangun minimal radius 3 km dari pusat semburan. Rekomendasi tersebut berdasarkan kajian geologi teknis untuk menghindarkan dampak negatif dari terjadinya penurunan permukaan tanah (subsidence).

Menurut teori geologi yang pernah dipublikasikan, subsidence terjadi dalam radius 1,5 km berbentuk elips dari pusat semburan. Karena itu, jalan raya Porong dan jalan tol lama dianggap tidak aman, sehingga harus dipindahkan ke tempat lain yang lebih jauh dari pusat semburan.

Namun seiring dengan semakin banyaknya material dari perut bumi yang keluar melalui pusat semburan, bisa saja radius elips wilayah subsidence tersebut bertambah luas. Lagi-lagi Sofyan tidak berani memastikan hal ini. “Teorinya bisa ya dan bisa tidak. Saya tidak berani memastikan demikian,” katanya.

Namun yang pasti, daerah yang bakal menjadi relokasi infrastruktur Porong, tidak termasuk di dalam garis rekahan mud vulcano, yang menurut para ahli geologi membentang dari Watukosek hingga ke Arosbaya, Bangkalan.

Fenomena mud vulcano, meskipun masih diperdebatkan, diyakini oleh sekelompok ahli geologi sebagai penyebab timbulnya semburan lumpur di dekat sumur eksplorasi Banjar Panji I milik Lapindo Brantas Inc. Mud vulcano muncul sebagai titik-titik semburan di antaranya di Kecamatan Sedati (Kabupaten Sidoarjo), Gunung Anyar (Surabaya), dan Arosbaya (Bangkalan).

sumber:Surya Online

Batik Lasem karya warisan budaya China Peranakan

In FEATURES on 10 Februari 2008 at 2:23 PM

BICARA batik, pasti angan kita langsung melayang ke kota Jogja atau Solo, bahkan melayang hingga Pekalongan. Tak salah memang, karena kota-kota ini memang terkenal sebagai sentra industri batik di tanah air. Batik Jogja, sudah biasa. Batik Lasem? Sebagian mungkin sudah banyak yang mendengar mengenai kualitas batik hasil olahan perajin di kawasan Lasem, Solo, Jawa Tengah ini.

Akan tetapi, mungkin tak banyak yang tahu, kalau Batik Lasem merupakan karya warisan dari budaya kaum China Peranakan. Adalah Santoso Hartono, satu dari 23 perajin batik Lasem yang masih tersisa saat ini.

Santoso adalah generasi ketiga dari trah keluarganya yang mempertahankan bisnis kerajinan batik di kawasan Lasem. Namun, ia membangun sayap usahanya sendiri. “Usaha yang dibangun orang tua jalan, usaha saya juga jalan,” ujar dia seperti dikutip Kompas Online.

Sebagai generasi turun temurun, ternyata pria keturunan Tionghoa ini pun tak banyak tahu riwayat batik yang menjadi sumber penghasilannya itu.

“Kalau Lasem itu asalnya dari masyarakat China Peranakan, saya tahu. Tapi, saya nggak tahu banyak sejarahnya. Yang saya tahu, dulu di Lasem tepatnya di desa Kemendung ada wanita keturunan China namanya Putri Cempa. Katanya, batik Lasem itu dulu dibuat oleh keturunan Putri Cempa ini,” ungkap Santoso, saat ditemui di arena pameran budaya China Peranakan, di Mal Ciputra, Rabu (30/1).

Awal ketertarikan Santoso menekuni bisnis kerajinan Batik Lasem, bermula ketika ia pulang dari Jakarta sekitar tahun 2004. “Waktu itu saya penasaran aja, lihat banyak buruh batik di kampung saya. Saya bertanya-tanya buruh batik itu dapat bayaran berapa sih? Ternyata cuma Rp6 ribu sampai Rp7 ribu. Akhirnya saya tanyain, mau mbatik dengan saya nggak? Ya saya menawarkan bayaran yang lebih baik. Akhirnya banyak yang berminat dan sampai sekarang saya sudah punya 200 pembatik,” lanjut dia.

Ciri khas batik Lasem adalah coraknya benar-benar ditulis atau diukir sendiri oleh para perajinnya, bukan dicetak (diprinting). Warna khasnya, salah satunya warna yang menjadi khas Masyarakat Tionghoa, merah. Biru dan hijau juga warna khas batik lasem.

“Kalau dulu warna gelap juga khas lasem, tapi kalau kita bertahan seperti itu nggak laku, jadi kita terus melakukan inovasi.”

Salah satu inovasi yang dilakukan Santoso dan perajin batik Lasem lainnya adalah membuat motif yang lebih ‘gaul’. Kata dia, motif yang lebih disukai oleh anak muda. Selain merangkul pasar yang lebih luas, diharapkan juga bisa mengajak generasi muda untuk mencintai produk khas dalam negeri.

Pewarnaan batik Lasem hanya dilakukan di tiga tempat, yaitu di Lasem, Kota Solo dan Pekalongan. Uniknya, proses pewarnaan akan menjadi bagus jika menggunakan air kacer. Menurut Santoso, air kacer adalah air yang bersumber dari mata air langsung. “Kita sudah coba pakai air pam, air sumur. Tapi nggak tahun kenapa, kalau pakai air kacer itu hasilnya lebih bagus.”

Untuk mengenalkan batik Lasem, berbagai pameran telah dilakukan. Sayangnya, ujar Santoso, pameran di Luar Negeri belum bisa dilakukan. Padahal beberapa pelanggannya berasal dari sejumlah negara, seperti Jepang bahkan hingga turis negara-negara Eropa.

Jenis-jenis batik Lasem juga beragam. Santoso menyebutkan beberapa diantaranya, yaitu Sekar Jagad, Tiga Negeri, Tambal, Sisik, Pukel dan Klerek.

Bagaimana dengan harga? “Bervariasi mbak, mulai dari 100 ribu sampai 1,5 juta. Tergantung jenisnya juga. Asal bisa bedakan batik Lasem dengan ‘laseman’, yang palsu. Kalau laseman cuma 25 ribu. Banyak yang niru motifnya, tapi printing-an, bukan tulis. Itu yang membuat saya khawatir,” pungkas Santoso.

sumber: Kompas Online/ naskah & foto

Lilin Encer Mampu Awetkan Telur Hingga 2 Bulan

In ALTERNATIF, FEATURES on 10 Februari 2008 at 1:12 PM

Telur adalah produk peternakan yang mengandung nilai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh manusia. Kendati memiliki kandungan gizi tinggi, telur mudah rusak akibat bakteri, antara lain Salmonella, bahan kimia dari limbah, dan benturan atau gesekan.

Ambar Turatminah, Ketua Kelompok Candi P Jaya yang memproduksi telur asin rasa udang, mengatakan, telur segar dengan mutu baik disimpan tidak lebih dari dua minggu. Bila disimpan lebih dari waktu itu, telur akan rusak.

Kerusakan terjadi dikarenakan keluarnya gas karbon dioksida dari telur sehingga menaikkan derajat keasaman produk tersebut.

Penyimpanan telur dalam waktu lama tanpa pengawetan dapat menyebabkan penguapan sehingga bobot telur menurun dan putih telur menjadi encer.

”Telur yang diawetkan dapat memperpanjang daya simpan minimal seminggu tanpa mengurangi nilai gizi di dalamnya,” kata Ambar yang memilih mengawetkan telur dengan menggunakan bubur dari campuran tanah liat, bubuk batu bata, abu gosok, dan garam dengan komposisi tertentu.

Menurut dia, pengawetan telur dapat dilakukan dengan penurunan suhu, yakni memasukkan dalam lemari es pada suhu lima 5 derajat Celsius. Cara ini membuat telur tahan sampai 30 hari.

Pengawetan lain dengan menggunakan minyak sayur atau lilin encer yang dioleskan pada telur. Pengawetan cara ini dapat membuat telur tahan satu sampai dua bulan.

Telur juga dapat diawetkan dengan cara pengasinan, antara lain memasukkan cairan pengawet garam menggunakan jarum suntik ke dalam telur. Lubang lalu ditutup dengan selotip atau lilin dan selanjutnya direbus. Telur ini hanya tahan 3 sampai 4 hari.

Cara pengasinan lainnya adalah merendam dalam campuran air dan garam selama lima sampai 10 hari. Telur yang diawetkan dengan cara ini bertahan seminggu.

sumber: Kompas/ naskah, net/foto

Sinergi Figur Mataraman dan Tapal Kuda

In FEATURES, NASIONAL on 8 Februari 2008 at 3:00 PM


Pemilihan sosiologis Jatim dalam kawasan Tapal Kuda dan Mataraman tetap jadi rujukan dalam kerangka akademis maupun praktis. Faktor ini kerapkali diperhitungkan dalam menyikapi agenda politik strategis, termasuk pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2008 ini.

Kawasan Mataraman di Jatim meliputi wilayah eks Karesidenan Madiun dan Kediri. Secara kultural dan antropologis, wilayah ini dipengaruhi kultur budaya Jawa yang berpusat di Solo dan Yogyakarta. Kawasan ini kerapkali disebut Sabrang Wetan dari sentral tanah Jawa yang berpusat di Solo dan Yogyakarta tersebut.

Sedang Tapal Kuda dicirikan pengaruh Islam Tradisional (NU) yang dominan dibanding Islam Modernis (Muhammadiyah dan Persis). Kawasan ini dipengaruhi kultur Islam yang kuat dan warganya lebih mengadaptasi nilai-nilai teologis Islam yang taat. Nilai-nilai agama yang jauh dari aspek sinkretisme (Baca: Kajawen) tak dianut sebagian besar warga Islam di Tapal Kuda. Yang jadi panutan adalah kiai, bukan dukun atau paranormal.

Terpilihnya duet Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sedikit banyak merepresentasikan figur Mataraman dan Tapal Kuda. Soekarwo yang mantan aktivis GMNI dan dibesarkan di Kabupaten Madiun, Jatim adalah wilayah yang secara sosiologis dan antropologis dipengaruhi secara kuat budaya Jawa (Solo dan Yogyakarta). Madiun secara geografis memang dekat dengan kedua daerah itu.

Di sisi lain, Gus Ipul–panggilan akrab Saifullah Yusuf– dilahirkan di Kabupaten Pasuruan pada 28 Agustus 1964. Suami dari Ummu Fatma ini merupakan darah biru komunitas NU. Trah keluarganya terkait dengan salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri dari Pondok Mamba’ul Ma’arief Denanyar, Jombang. Anak pasangan Yusuf Cholil dan Sholichat Yusuf Chasbullah ini kenyang dengan pendidikan Islam semasa kecil.

Gus Ipul menamatkan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Maarif Denanyar, Jombang. Jenjang pendidikan menengah pertama diselesaikan di Madrasah Tsanawiyah Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, lalu SMP Islam Pasuruan, SMPP Pasuruan, dan Fisip Universitas Nasional (Unas) Jakarta.

Kendati berdarah biru NU, yang unik dari Gus Ipul adalah tak selamanya dia hanya berkecimpung di organ yang berkait dengan NU. Semasa menempuh pendidikan tinggi, Gus Ipul justru aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)–organisasi mahasiswa ekstra kampus yang secara historis, kultural, dan psikologis dekat dengan keluarga besar bulan bintang (baca: Masyumi).

Gus Ipul pernah menjabat Ketua HMI cabang DKI Jakarta. Walaupun demikian, labelnya sebagai tokoh NU tak pernah dilepaskan. Dia pernah menjabat Ketua PP IPNU (2 periode), Wasekjen GP Ansor, Sekjen AMNU (Angkatan Muda NU), Ketua Umum GP Ansor, Sekjen DPP PKB, Wakil Bendahara DPP PDIP, dan anggota Dewan Pertimbangan DPP PPP.

Kini, semua label politik itu telah ditanggalkan. Hanya ada 2 jabatan publik yang melekat pada Gus Ipul: Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Ketua Umum GP Ansor. “Kalau persoalan maju pilgub Jatim ini, saya sungguhan, Mas. Tak main-main,” kata Gus Ipul pada satu kesempatan mengomentari mengenai rencananya running pilgub Jatim.

Sebagai representasi tokoh muda NU dan kekuatan Islam Tradisional (NU) di Jatim, apakah nama Gus Ipul dan Soekarwo bisa leading pada pilgub 2008 nanti? Itulah masalahnya.

Sebab, ada banyak faksi di tataran NU sekarang. Di antaranya ada sayap NU yang mendukung PKB dan Gus Dur. Yang mana kelompok ini menjagokan H Achmady sebagai cagub. selanjutnya, ada sayap NU struktural tingkat Jatim, yang berusaha mengegolkan Ali Maschan Moesa sebagai cawagub. Kemungkinan besar Ali Maschan Moesa berpasangan dengan cagub Jatim dari Partai Golkar Soenarjo.

Di sisi lain, masih ada sayap NU yang merapat ke PKNU dengan Ketua Umum Choirul Anam. Yang mana di sayap komunitas NU ini bercokol sejumlah kiai sepuh NU. Di antaranya, KH Abdullah Faqih, KH Mas Subadar, KH Idris Marzuki, KH Sholeh Qosim, KH Masbuchin Faqih, KH Nurul Huda Jazuli, KH Abdullah Schaal, dan lainnya.

Yang menarik dari sayap NU yang dekat dengan PKNU ini adalah sejumlah kiai sepuhnya dikenal punya hubungan baik dengan Gus Ipul. Apakah PKNU akan mendukung duet Soekarwo-Gus Ipul? Itu pertanyaan besar yang belum ditemukan jawabannya hingga sekarang.

Antara Gus Ipul dengan sejumlah kiai sepuh NU yang merapat ke PKNU memiliki sejarah hubungan cukup panjang. Hubungan itu makin terajut menjelang, selama, dan pascamuktamar PKB di Kota Semarang tahun 2005 lalu. Yang mana, Gus Ipul adalah calon ketua umum dewan tanfidz DPP PKB yang disokong para kiai sepuh NU tersebut dengan calon ketua umum dewan syuro KH Ma’ruf Amien. Tapi, perjuangan kelompok ini gagal total karena pengaruh Gus Dur masih terlalu tangguh untuk disaingi di PKB.

Para kiai sepuh NU tersebut kemudian melahirkan deklarasi Srondol, Semarang. Isinya, tak puas dan tak mengakui kepemimpinan DPP PKB yang terpilih dan terbentuk berdasar muktamar Semarang. Inilah cikal-bakal dan setting politik yang mendorong lahirnya PKNU di Pondok Langitan, Widang, Tuban.

“Hubungan saya dengan para kiai sepuh NU di Jatim masih terus jalan. Saya juga sering sowan kepada para kiai itu. Komunikasi terus nyambung, Mas,” tegas Gus Ipul. @

(sumber: beritajatim)
Teks Foto: Dr Soekarwo Sh MHum, usai meresmikan Pasar Lidah Rakyat di Lidah Wetan, Surabaya