tribunindonesia

Arsip untuk ‘BISNIS’ Kategori

Pembahasan Pemindahan Feri Ujung-Kamal

In BISNIS, NASIONAL on 26 Juni 2009 at 4:39 AM

oleh Prima Sp Vardhana

PENGOPERASIAN jembatan Suramadu yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau Madura, ternyata menimbulkan dampak ekonomi yang sangat signifikan. Terutama pada jasa penyeberangan fery Ujung-Kamal. Jumlah arus penumpang mengalami penyusutan 50 persen lebih dibanding sebelumnya, sehingga pengoperasian 17 fery perlu dilakukan pembenahan taktis yang akan menghasilkan kesetaraan pendapatan berimbang antar para pengusaha penyeleberangan.

FERY WULIA NUSANTARA - UJUNG KAMALIde yang muncul antara lain adalah pemindahan sebagian kapal-kapal fery penyeberangan Ujung-Kamal itu di lintasan penyeberangan lain. Ironisnya pembahasan dalam penentuan solusi pemindahan operasional kapal-kapal fery tersebut  di Kantor Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jln. Jatim, Surabaya masih buntu, Kamis (25/6). Sebanyak enam operator feri Ujung-Kamal belum menentukan langkah untuk memindahkan armada mereka ke lintasan penyeberangan lain.

Dari sisi bisnis, idealnya feri yang beroperasi hanya enam armada dari jumlah total 17 armada. Hal tersebut harus dilakukan mengingat tingkat keterisian (load factor ) masing-masing kapal kini tinggal 50 persen untuk penumpang, 35 persen roda dua, dan 15 persen roda empat.

Sesuai dengan pertimbangan bisnis, idealnya feri yang beroperasi tinggal sekitar enam unit dengan empat unit lainnya sebagai cadangan. Pemangkasan armada harus dilakukan karena arus penumpang semakin sepi, kata Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Surabaya Wildan Jazuli, sela rapat pembahasan feri Ujung-Kamal di Kantor Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jatim, Surabaya. Read the rest of this entry »

Anggota Forwapel Sepakat Ungkap Penyelewengan di Pelindo III

In BISNIS, Berita, NASIONAL on 22 Mei 2009 at 11:07 PM

Kahumas Halangi Liputan Sertijab Direksi Pelindo III (seri 1)

Oleh Prima Sp Vardhana

HUJAN tangis mayoritas karyawan di halaman Kantor Pusat Pelindo III, 20 Mei, mengantar purna tugas mantan Direktur Umum Suprihat, mantan Direktur Personalia & Umum JD Dunda, dan mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Robert H. Sianipar, sebentar lagi akan menjadi hujan tangis sesungguhnya. Ini karena para anggota Forwapel (Forum Wartawan Pelabuhan) sepakat akan ungkap penyelewengan yang menggerogoti keuangan negara di PT. Pelindo III.

KAHUMAS Pelindo III, Iwan Sabatini yang diprotes para wartawan peliput di pelabuhan Tanjung Perak, karena sikapnya yang melawarng wartawan melakukan liputan terhadap kegiatan resmi di Pelindo III

KAHUMAS Pelindo III, Iwan Sabatini yang diprotes para wartawan peliput di pelabuhan Tanjung Perak, karena sikapnya yang melawarng wartawan melakukan liputan terhadap kegiatan resmi di Pelindo III

Sikap kontroversi mayoritas anggota Forwapel dari media mingguan itu tersulut oleh sikap Kahumas Pelindo III Iwan Sabatini saat acara sertijab (Serah Terima Jabatan) Direksi Pelindo III. Dalam acara yang terbuka untuk wartawan sebagaimana sikap Kahumas sebelumnya, ternyata dalam sertijab kali ini Iwan melakukan sikap berbeda. Mantan Humas TPS (Terminal Petikemas Surabaya) ini melarang wartawan naik ke lantai 5 tempat sertijab diselenggarakan. Read the rest of this entry »

BC Tanjung Perak Mainkan Biaya Impor

In BISNIS, Berita, NASIONAL on 21 Mei 2009 at 11:26 PM

oleh Lahane Azis

Pengusaha ekspor – impor kelas kakap dan kecil biasanya berjubel di depan loket bagian pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Perak. Mereka akan mengajukan permohonan ekspor – impor barang. Namun tiga bulan terakhir, diloket bagian pelayanan tersebut, kelihatannya sepih dan  hanya beberapa orang pengurus yang hilir mudik di depan loket saja, jadi tidak seperti biasanya lagi.

IMPORTIR BUAH. Para importir buah-buahan yang memanfaatkan jasa Bea Cukai Tanjung Perak saat ini tengah menjerit, karena biaya impor yang wajib mereka bayar terasa dimainkan oknum bagian pelayanan.

IMPORTIR BUAH. Para importir buah-buahan yang memanfaatkan jasa Bea Cukai Tanjung Perak saat ini tengah menjerit, karena biaya impor yang wajib mereka bayar terasa dimainkan oknum bagian pelayanan.

Menurut beberapa pengusaha ekspor – impor yang ditemui Surabaya Minggu mengatakan, kami saat ini tiarap dulu. Blum bisa bekerja karena Bea dan Cukai Tanjung Perak kenakan biaya tambah bayar melambung ( terlalu tinggi ) akhirnya kami mundur selangkah dan bahkan menuju gulung tikar nantinya kalau Bea dan Cukai tetap begini, katanya.

Fatsalnya, Bea dan Cukai mempunyai harga standar untuk menentukan pajak ekspor atau impor, tetapi yang menjadi curiga bagi kami mengapa standar harga ekspor – impor Bea dan Cukai menyamai harga jual dipasaran seperti di plaza – plaza atau di supermarket. Read the rest of this entry »

KPK Mulai “Curiga”, KPU Persilakan Periksa

In BISNIS, NASIONAL on 21 April 2009 at 9:58 PM

Para wartawan memanfaatkan fasilitas komputer yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat memantau jalannya penghitungan suara di Pusat Tabulasi Pemilu Nasional, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengumpulan data dan mengevaluasi pengadaan alat teknologi informasi (TI) Tabulasi Nasional KPU.

Read the rest of this entry »

Kafiyeh Palestina ‘Made In’ China Bungkus Dunia

In BISNIS, FEATURES on 17 April 2009 at 9:39 PM
Selembar kafiyeh disampirkan di kursi Arafat di Katedral St Catherine di kompleks Gereja Kelahiran pada 24 Desember 2001. Arafat tidak bisa datang ke tempat itu seperti tahun-tahun sebelumnya karena dilarang Israel.

YASSER Herbawi, warga Hebron, pernah menjadi penyuplai terbesar kebutuhan kafiyeh terbesar di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun sekarang tidak lagi. Bukan berarti warga Palestina tidak lagi mengenakan penutup kepala kebanggaanya itu, tetapi ia kalah bertempur dengan kafiyeh asal China yang – di mana-mana selalu – lebih murah.

Kafiyeh adalah kain skarf bermotif putih hitam yang menjadi simbol rakyat Palestina. Kain ini selalu menutupi kepala mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat. Kain ini pula menjadi bagian dari simbol intifadah, gerakan perlawanan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel.

Read the rest of this entry »

Pelindo III Targetkan Laba 10% dari 2008

In BISNIS, NASIONAL on 20 Maret 2009 at 3:07 PM

oleh Prima Sp Vardhana

KESIBUKAN. Pendapatan Pelindo III pada tahun 2009 ini diprediksi mengalami peningkatan dari keuntungan 2008. Selain lewat kegiatan pengakutan petikemas, juga akan didapat dari pendapatan di bidang transportasi.

KESIBUKAN. Pendapatan Pelindo III pada tahun 2009 ini diprediksi mengalami peningkatan dari keuntungan 2008. Selain lewat kegiatan pengakutan petikemas, juga akan didapat dari pendapatan di bidang transportasi.

KENDATI tahun 2009 diprediksi para pengamat bisnis dunia sebagai tahun peningkatan krisis global, sehingga semua sektor bisnis berpeluang mengalami masalah keuangan. Namun, PT Pelindo III (Persero) berani menargetkan keuntungan bersih Rp 568 milyar atau mencapai 10% diatas taksasi tahun 2008.

Demikian target perusahaan yang dipaparkan Dirut PT. Pelindo III Suprihat saat memberikan sambutan dalam Raker (Rapat Kerja) PT Pelindo III (Persero) di aula kantor pusat PT Pelindo III (Persero), Jalan Perak Timur Surabaya, 19-20 Maret lalu.

Target keuntungan untuk 2009 itu, menurut ia, secara bisnis sangat relevan dengan kondisi perekonomian saat ini yang tengah dihajar krisis global. Relevansi target perusahaan yang tertuang dalam RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) 2009 itu, karena pertumbuhan angka keuntungan bersih sudah digodok dan diputuskan dalam RUPS (Rapat Usaha Pemegang Saham).

Kendati peluang pencapaian target tersebut, diakui, tidak seoptimis saat pencanangan target keuntungan perusahaan untuk tahun 2008. Namun, manajemen berani mengestimasi bahwa di sektor pelayanan kapal mengalami kenaikan 2% untuk unit dan 1% untuk GT dari taksasi 2008. Sedangkan untuk arus barang diperkirakan meningkat 3%, sementara arus petikemas luar negeri diprediksi mengalami penurtunan hingga 16% di area kerja TPS (Terminal Petikemas Surabaya) dan 15% di TPKS (Terminal Petikemas Semarang). Dan, kondisi sebaliknya akan terjadi dalam arus petikemas dalam negeri yang diperkirakan mengalami pertumbuhan 9%.

”Dari data prosentase target dan prediksi penurunan usaha itu, manajemen berharap hendaknya semua cabang berusaha maksimal agar target keuntungan berhasil dicapai. Sedangkan prediksi penurunan gagal terjadi,” kata Suprihat disela-sela rehat istirahat. Read the rest of this entry »

2008, Target Penjualan Kendaraan Capai 520ribu Unit

In BISNIS on 27 Maret 2008 at 12:46 AM

JAKARTA: Melihat adanya tren meningkatnya jumlah penjualan kendaraan bermotor beberapa bulan terakhir, pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) optimis bisa mencapai target volume penjualan sebanyak 520.000 unit dalam tahun 2008. Target ini lebih tinggi dari tahun 2007 yang cuma 340.000 unit.”Beberapa bulan terakhir ada tren meningkat. Kalau bulan Januari, penjualannya ada 43.000 unit dan Februari ada 47.000 unit,” kata Freddy A Sutrisno, Sekreteris Jenderal GAIKINDO saat acara konferensi pers tentang pameran otomotif bertaraf internasional The 16th Indonesia International Motor Show (IIMS) di Menara Jamsostek, Jakarta, pada Rabu (26/3). Rencananya pameran tersebut akan berlangsung pada 11 hingga 20 Juli 2008.

Optimisme Freddy ini didasarkan pengalaman sebelumnya bahwa sekitar bulan keempat dan kelima dalam setahun, penjualan kendaraan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Untuk ekspor mobil juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Bahkan ia yakin pada tahun 2008 ini peningkatan jumlah mobil yang diekspor akan naik 100 persen.

Jumlah mobil yang diekspor tahun 2007 lalu sebanyak 50.000 unit. Jumlah ini lebih tinggi dari dua tahun berturut-turut sebelumnya yakni 17.000 unit pada 2005 dan 30.000 pada 2006. Khusus tahun 2008 ini, keyakinan adanya peningkatan penjualan juga dipicu akan adanya pesta demokrasi atau pemilu pada tahun 2009 nanti. “Jelang pemilu kan yang belanja pemilu jadi banyak. Itu juga mendorong pasar mobil,” ujar Freddy. (ard/Kmp)

Volume Pembelian Tembakau Meningkat

In BISNIS on 27 Maret 2008 at 12:44 AM

TEMANGGUNG: Tahun ini, volume pembelian tembakau di Kabupaten Temanggung akan bertambah. Pasar menggembirakan itu terlihat dari  peningkatan produksi, juga dari antusiasme pabrikan yang sudah mulai mengajukan volume permintaan lebih tinggi dibanding tahun lalu.

tembakau-temanggung-1.jpg

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan, Kehutanan, dan Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Temanggung M Slamet mengatakan bahwa sejauh ini permintaan sudah didapatkan dari pabrik rokok (PR) Gudang Garam. Jika sebelumnya pabrik ini hanya mengajukan 5.500 ton, maka untuk tahun ini, permintaan meningkat menjadi 6.500 ton.

“Dengan peningkatan kuota produksi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maka dipastikan peningkatan permintaan juga akan diajukan oleh pabrik-pabrik rokok lainnya,” ujarnya, Rabu (26/3).

Tembakau di Kabupaten Temanggung biasa dibeli lima pabrikan. Selain Gudang Garam, empat pabrik yang lain adalah PR Bentoel, Djarum, Sampoerna, dan Noyorono.

Tahun ini, luas tanam tembakau di Kabupaten Temanggung ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi sama dengan tahun lalu, yaitu 11.750 hektar. Dari luasan itu, produktivitas lahan yang sebelumnya hanya 0,6 ton tembakau per hektare, tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 0,61 ton per hektare. Dengan begitu, produksi tembakau yang sebelumnya hanya 7.050 ton, sekarang bertambah menjadi 7.200 ton.

Sekretaris Paguyuban Petani Tembakau Sindoro Sumbing (PTSS) Kabupaten Temanggung Nurtantio Wisnu Brata mengatakan bahwa hingga saat ini, para petani belum mendapatkan informasi volume pembelian tembakau dari pabrikan. ”Padahal, informasi inilah yang menjadi pedoman bagi kami untuk menanam tembakau,” ujarnya.

Biasanya, informasi tentang volume pembelian ini sudah didapatkan pada bulan Februari. Sebab, kebiasaan rutin menanam tembakau sudah dilakukan petani sejak pertengahan Maret.

Saat ini saja, petani di daerah pegunungan seperti Kecamatan Selopampang, Tlogomulyo, Bansari, dan Kledung, sudah mulai menanam tembakau. Rata-rata usia tanam berkisar satu hingga dua minggu.

Selain informasi pembelian, Nurtantio menerangkan bahwa petani pun sekarang ini juga membutuhkan informasi cuaca dan iklim. Jika cuaca cenderung basah, maka petani di dataran rendah akan melan jutkan menanam padi, sedangkan di daerah pegunungan akan berupaya beralih menanam sayuran. (ana/Kmp)

Indef Nilai Intervensi Pasar Valuta Tak Efektif Lagi

In BISNIS on 24 Maret 2008 at 7:49 PM

JAKARTA: Lembaga riset ekonomi Indef menilai kebijakan konvensional berupa intervensi pada pasar valuta asing sudah tidak efektif lagi dilakukan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kebijakan konvensional berupa intervensi pada pasar valuta asing harus dikurangi dan dilakukan secara lebih selektif, mengingat hal ini sudah tidak lagi efektif,” kata ekonom Indef Ikhsan Modjo dalam jumpa pers Indef di Jakarta, Senin (24/3), seperti dikutip dari Antara.

Menurut Indef, gejolak yang ada saat ini lebih karena persoalan jangka panjang yaitu produksi dan kepercayaan, dan bukan akibat dari persoalan jangka pendek berupa ketidakseimbangan pasar uang.

Indef menilai, saat ini terjadi anomali dalam perekonomian Indonesia khususnya dengan adanya depresiasi rupiah terhadap dollar AS. Saat ini, mata uang nasional seharusnya menguat jika ditinjau dari kecenderungan penguatan nilai mata uang negara lain terhadap dollar AS. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Demikian pula dengan kaedah keseimbangan suku bunga antarnegara. Penurunan Fed Rate dari 3,00 persen menjadi 2,25 persen (sementara BI rate bertahan pada angka 8,00 persen) menyebabkan meningkatnya paritas (perbedaan) suku bunga antara AS dan Indonesia. Hal itu membuat rupiah undervalued.

Mengikuti kaedah suku bunga itu, menurut Indef, pasar semestinya  mengoreksi nilai rupiah ke atas terhadap dollar AS. Tetapi yang terjadi beberapa hari terakhir justru sebaliknya. Sehingga dari tinjauan ini, bisa disimpulkan bahwa depresiasi yang ada bukan diakibatkan terutama oleh faktor suku bunga.

“Akan tetapi anomali ini lebih disebabkan oleh adanya ekspektasi
inflasi domestik yang lebih tinggi ketimbang negara lain termasuk AS, pada bulan-bulan mendatang,” kata Ikhsan Modjo.

Ekspketasi inflasi itu sendiri disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, potensi peningkatan defisit anggaran akibat belum tuntasnya fine tuning anggaran.

Kedua, masih banyaknya gangguan sisi produksi dalam negeri baik karena faktor alam atau bukan, terutama di pertanian dan industri.

Ketiga, kasus suap yang melibatkan BI dan pemilihan gubernur baru pada lembaga itu yang sarat dengan intrik kelas tinggi.

Menurut Indef, suku bunga bukanlah faktor di balik peningkatan  ekspektasi inflasi dan depresiasi rupiah. Karena itu, seharusnya BI Rate turun, setidaknya sama dengan penurunan Fed rate sebesar 75 basis poin menjadi 7,25 persen.

“Penurunan ini selain untuk meredam capital inflow berupa dana-dana jangka pendek, yang terbukti bisa bersifat sangat merusak. Juga untuk menstimulus konsumsi dan investasi domestik guna mencegah terjadinya resesi domestik,” kata Ikhsan Modjo.

Menurut dia, pada saat yang sama, penurunan itu juga harus diimbangi dengan langkah-langkah antisipasi lain terutama yang terkait dengan nilai tukar rupiah.

Langkah yang dapat ditempuh BI, selain intervensi selektif adalah pembuatan peraturan percepatan konversi valas yang dimiliki para eksportir, terutama dari BUMN. “Cara lain adalah pemberian fasilitas pembelian dalam dollar oleh BI bagi BUMN, seperti misalnya pembelian minyak oleh Pertamina. Dengan cara ini mereka tidak perlu lagi masuk ke pasar valas yang menyebabkan tekanan terhadap rupiah,” katanya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah faktor psikologi pasar terhadap rupiah. Peningkatan kredibilitas BI sebagai pengendali moneter adalah krusial.

“Karena itu politisasi hukum dan stigmatisasi BI dalam kasus BLBI harus sejauh mungkin dihentikan. Bila politisasi ini terus berlanjut, dan hukum menjadi komoditas politik, sulit berharap ada perbaikan psikologis pasar yang pada gilirannya akan mempengaruhi nilai tukar rupiah dan menganggu stabilitas makro secara umum,” kata Ikhsan Modjo. (dha/Kmp)

Indef Desak BI Turunkan Suku Bunga

In BISNIS on 24 Maret 2008 at 7:46 PM
Dua orang kasir di Bagian Pengelolaan Uang Keluar Bank Indonesia (BI), Jakarta, sibuk menghitung tumpukan uang.

JAKARTA: Institute for Development of Economy and Finance (Indef) mendesak BI agar menurunkan instrumen suku bunganya (BI rate) dari posisi saat ini delapan persen untuk memberi insentif pada sektor riil.

“Kalau suku bunga tetap tinggi, investor lebih memilih investasi di sektor finansial dan meninggalkan sektor riil, padahal sektor riil diperlukan untuk penyerapan tenaga kerja dan pengurangan kemiskinan,” kata Direktur Indef, M Ikhsan Modjo di Jakarta, Senin (24/3), seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, Indonesia saat ini mengalami anomali. Pasalnya, suku bunga bukan merupakan faktor penyebab peningkatan ekspektasi inflasi dan depresiasi rupiah, namun lebih pada faktor domestik seperti belum tuntasnya penyempurnaan penganggaran, gangguan pada produksi dalam negeri dan kasus suap yang melibatkan BI.

“Penurunan ini juga untuk meredam masuknya modal asing jangka pendek, yang terbukti sangat merusak,” katanya.

Ikhsan juga menolak prinsip beberapa ekonom yang mengatakan bahwa BI rate harus dijaga sekitar 1,5 persen poin di atas inflasi. “Itu perhitungan zaman dulu. Kalau Fed rate sudah turun hingga 75 basis poin, BI rate juga harus turun minimal sama. Kalau disparitas inflasi di AS (3 persen) dan di Indonesia (sekitar 7,4 persen) adalah sekitar 4,4 persen, disparitas suku bunga juga seharusnya sama,” katanya.

Sementara itu, ekonom Indef lainnya, Aviliani mengatakan, insentif bagi sektor riil tidak hanya berupa penurunan suku bunga, tetapi juga pada regulasi. Dia mengatakan, regulasi peraturan pemberian kredit bisa diperlonggar sehingga sektor riil terutama UKM bisa memperoleh pembiayaan. (dha/Kmp)

Oilpods Singapura Incar Pengusaha Malang Sebagai Rekanan

In BISNIS on 24 Maret 2008 at 7:42 PM

MALANG: Perusahaan retail minyak dan gas (migas) Oilpods Singapura membidik pengusaha dan investor Kota Malang. Mereka menawarkan kepada para pengusaha Malang untuk terjun di bisnis minyak dengan membeli sumur-sumur minyak di Amerika.Demikian dituturkan Anwar Eddy Hartono, Country Representative dan Susi Susiatin, Asistant Vice President Oilpods Indonesia, Senin (24/3) di Malang.

“Kami mau memberikan alternatif bagi pengusaha, investor, dan penabung di Malang untuk memperoleh pendapatan melalui bisnis migas,” tutur Eddy.

Menurut Eddy, pengusaha dan investor Kota Malang cukup potensial terjun dalam dunia ini. “Pengusaha Kota Malang memiliki potensi untuk terjun di migas. Sebab dari 300-an klien kami sebelumnya, kurang dari 5 persennya berasal dari Malang. Artinya, Malang pun cukup potensial,” ujar Eddy.

Tahun 2008 ini menurut Eddy, Oilpods PT Berkat Lestari (perusahaan Oilpods di Indonesia) menargetkan bisa menaikkan investor dari Malang menjadi 5-10 persen.

Oilpods PT Berkat Lestari menawarkan kepemilikan sumur-sumur minyak melalui proyek-proyek di Amerika. Saat ini yang ditawarkan adalah sumur minyak Biamante yang terletak di Goliat County Texas. Di mana di sana terdapat 25 sumur gas dengan kapasitas produksi 140 Mcf/sumur/hari dengan masa kerja sumur mencapai waktu 12-20 tahun.

Investor yang menanamkan modal di bisnis migas ini menurut Eddy akan mendapatkan sertifikat kepemilikan sumur oleh pemerintah bagian AS di mana sumur itu berada, dan menerima surat perjanjian antara investor dengan Powder River Petroleum International (di mana Oilpods merupakan agensinya) sebagai drilling company yang sudah tercatat di New York.

Susi mengatakan, pengusaha yang dijaring minimal menyertakan modal sebesar 50.000 dollar AS. Investor akan mendapatkan keuntungan selama minimal 12 tahun dan maksimal 20 tahun dari produksi sumur minyak tersebut (26 persen dari total biaya pengelolaan 10,5 juta dollas AS).

“Dengan harga minyak yang melambung seperti sekarang ini, maka diperkirakan break event point (BEP) (kembali modal) bisa dicapai minimal selama tiga tahun . Namun kalau harga minyak terus naik, maka BEP bisa semakin cepat dicapai,” imbuh Susi. (ma/Kmp)

Fadhil Hasan: Kenaikan Harga BBM Disandera Pernyataan SBY

In BISNIS on 24 Maret 2008 at 7:37 PM

Seorang warga membeli premium menggunakan jeriken di sebuah SPBU di Lampung Timur.

JAKARTA:Ekonom INDEF, Fadhil Hasan mengatakan kebijakan ekonomi nasional tersandera oleh pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).”Pemerintah terus terang tersandera dengan pernyataan politik presiden beberapa waktu lalu yang tidak akan menaikkan harga BBM. Padahal dengan kondisi seperti sekarang ini opsi menaikkan harga BBM cukup rasional,” kata Fadhil dalam jumpa pers dengan sejumlah Ekonom INDEF lainnya di  Jakarta, Senin (24/3).

Presiden dalam sebuah acara di Bogor beberapa waktu lalu berjanji tidak akan menaikkan harga BBM sampai masa pemerintahannya berakhir 2009 nanti.

Menurut Fadhil kalaupun hendak menaikkan harga BBM perlu dilakukan secara hati-hati dan bertahap. “Misalnya dalam beberapa bulan dinaikkan 5-15 persen. Tidak langsung menaikkan 120 persen misalnya,” katanya.

“Persoalan APBNP saat ini adalah pada lifting harga minyak dan ke depan harus memperbaiki lifting minyak yang realistis,” katanya.

Sementara itu ekonom Senior INDEF, Bustanul Arifin mengatakan bila pemerintah tidak menaikkan harga BBM maka akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa menjadi masalah besar. “Jangan kemudian menaikkan harga BBM tahun 2009 nanti ketika masa pemerintahan telah usai,” ujarnya.

Sebelumnya pengamat perminyakan, Kurtubi, mengingatkan opsi rencana menaikkan harga BBM akan menyalahi janji presiden yang tak akan menaikkan harga BBM. (ma/Kmp)

Pelabuhan Ekspor Diciutkan jadi 25

In BISNIS, NASIONAL on 24 Maret 2008 at 7:26 PM

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

JAKARTA: Pemerintah akan segera menetapkan 25 pelabuhan internasional yang dapat melayani ekspor-impor, pada akhir Maret 2008 ini. Nantinya, operasional ekspor impor yang dulu dapat dilakukan dari 141 pelabuhan terbuka internasional harus melalui pelabuhan-pelabuhan tersebut.Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Effendi Batubara menginformasikan, letak pelabuhan-pelabuhan internasional antara lain di Sumatera (5 pelabuhan), Jawa (5 pelabuhan), Papua (4 pelabuhan), Kalimantan (4 pelabuhan), Sulawesi (2 pelabuhan), Nusa Tenggara Timur (1 pelabuhan), Bali (1 pelabuhan), Maluku (1 pelabuhan), dan Batam (1 pelabuhan).

“Penetapan lokasi pelabuhan sisanya, masih dalam pembicaraan,” kata Effendi, Senin (24/3), seusai Pertemuan Bisnis Pembiayaan Perbankan Pada Industri Pelayaran/Perkapalan di Gedung BI, Jakarta.

Penetapan pelabuhan internasional, kata Effendi Batubara, dibicarakan dengan Departemen Keuangan, Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemda. (ma/Kmp)

Mentan: 2008 Potensi Gagal Panen 200-240 ribu Ha

In BISNIS on 22 Maret 2008 at 5:02 PM

JAKARTA – Pemerintah tidak khawatir tingginya curah hujan belakanagan ini akan mengurangi produksi beras selama 2008.

Demikian dikemukakan Mentan Anton Apriantono di acara Agrinex Indonesia 2008, di JHCC, Jakarta, Jumat (21/3).

Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasinya dengan menghitung potensi gagal panen. Hasilnya menunjukan, potensi gagal panen sekira 200-240 ribu hektare pada 2008.

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) akan ada penambahan lahan. Sehingga ada peningkatan produksi beras lebih dari dua persen.

“Pemerintah tidak perlu khwatir. Karena di satu sisi, dengan banyak yang hujan memang banyak puso. Tapi di sisi lain banyak perluasan lahan,” paparnya.

Panen padi yang gagal tahun ini diprediksi akan lebih tinggi 1,5 kali dibanding puso lima tahun ke belakang. “Jadi sudah masuk ke hitungan kita. Sepanjang tidak melebihi hitungan kita, ini tidak berpengaruh,” pungkasnya. (ri/Okz)

Mi Bakso Bukukan Putaran Uang Rp180 Miliar

In BISNIS on 22 Maret 2008 at 12:10 PM

Usaha mi bakso berpotensi gerakan ekonomi rakyat.

YOGYAKARTA:Perputaran uang di sektor usaha mi bakso pada 2007 diperkirakan mencapai Rp180 miliar per hari atau Rp5,4 triliun per bulan dengan asumsi 6 juta pengusaha mi bakso dapat menjual 10 porsi dengan harga Rp3.000 per porsi.

“Dari sisi ketenagakerjaan pengusaha mi bakso di Indonesia diperkirakan berjumlah 10 juta orang, jika diasumsikan pengusaha yang eksis sebesar 60 persen atau 6 juta orang, usaha itu memberikan sumbangan besar bagi penyerapan tenaga kerja,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno pada pembukaan Festival Pedagang Mi Bakso se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jogja Expo Center, Sabtu (22/3), seperti dikutip dari Antara.

Festival yang diikuti sekitar 1.000 pedagang se DIY ini hanya berlangsung sehari.

Menurut dia, di sisi ekonomi kegiatan usaha mi bakso memiliki dampak besar terutama bagi pergerakan ekonomi rakyat karena terkait dengan bahan baku seperti tepung terigu, sayur-mayur, tepung kanji, dan rempah-rempah.

Usaha mi bakso juga berdampak besar pada usaha industri seperti daging sapi, mi, saos, kecap, dan cuka, usaha penyedia peralatan seperti mesin giling, kompor dan gerobak, serta usaha lain seperti peternak sapi, ayam, ikan, dan petani sayuran.

Tak cuma itu, usaha mi bakso juga memberikan kontribusi besar pada pendapatan pemerintah berupa pajak dan retribusi. Karena itu, perlu diupayakan agar potensi yang besar dalam lingkungan kegiatan ekonomi rakyat itu dapat berkembang sebagai kelompok usaha kecil yang mandiri.

“Usaha itu sekaligus juga berpotensi menjadi unit usaha modern dan kompetitif di pasar lokal maupun global meskipun pada saat ini sebagian besar usaha mi bakso masih dikelola secara tradisional,” katanya.

Menakertrans juga mengharapkan festival mi bakso ini dapat menghilangkan pandangan sebagian masyarakat bahwa usaha tersebut merupakan kegiatan usaha kecil yang terpinggirkan, karena usaha itu memiliki potesi ekonomi yang besar. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk membimbing para pelaku usaha mi bakso agar lebih maju dan berkembang. (dan/Kmp)

Kurtubi: Pintar Kelola Minyak Mentah, Indonesia Peluang Kantongi Rp200T

In BISNIS on 22 Maret 2008 at 12:07 PM

JAKARTA: Harga minyak dunia terus meroket, mencapai 112 dolar AS per barel. Indonesia sebagai salah satu negara pengimpor minyak pun ikut kalang kabut. Padahal, kalau saja pemerintah pintar menjaga pegelolaan produksi minyak mentah dalam negeri, bukan tidak mungkin akan mendapatkan rezeki nomplok Rp 200 triliun dalam sehari.”Penyebab utamanya, kegagalan pemerintah mempertahankan produksi minyak mentah tanah air, dari 1.600 juta barrel per hari sekarang menjadi 900 juta barrel per hari. Kalau kita bisa mempertahankan 1,5 juta barrel saja, kita bisa menerima rezeki nomplok Rp 200 triiun dengan kondisi negara-negara panik seperti saat ini,” kata Direktur Center for Petroleum & Energy Economic Studies Kurtubi, dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3).

Menurut Kurtubi, hal itu tidak mustahil, sebab cadangan minyak mentah di perut bumi Indonesia masih 80 miliar barrel. Namun, akibat kesalahan kelola dan aturan perundang-undangan mengenai Migas, Indonesia tak lagi memiliki cadangan lokasi eksplorasi minyak.

“Pengelolaan migas di Indonesia gagal dalam delapan tahun belakangan ini. Kalau UU tidak dibenahi, kita akan menderita di atas bumi Indonesia yang kaya minyak ini,” katanya.

Ia yakin, kalau UU tentang migas diubah pasti akan banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia sehingga bisa ditemukan cadangan minyak baru. Karena itu, pakar perminyakan ini menyatakan bahwa solusi jangka pendek yang dapat dilakukan pemerintah adalah meningkatkan produksi minyak mentah. “Jangka panjangnya, mengubah ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai migas,” katanya. (ma/Kmp)

Selasa Depan, Dephub Umumkan Kelaikan Maskapai Penerbangan

In BISNIS on 22 Maret 2008 at 12:05 PM

AdamAir

JAKARTA: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan akan mengumumkan soal kelaikan maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia pada Selasa, 25 Maret nanti. Pengumuman ini merupakan pengumuman resmi Departemen Perhubungan setelah melakukan investigasi selama tiga bulan terakhir.”Pengumuman akan dilakukan tanggal 25 Maret nanti. Dan ini kita lakukan setiap tiga bulan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Budhi Mulyawan Suyitno saat dihubungi Kompas.com, pagi ini. Hari Selasa lalu, Departemen Perhubungan mencabut izin terbang maskapai penerbangan AdamAir.

Pengumuman lebih awal untuk maskapai penerbangan AdamAir tersebut, jelas Budhi, dikarenakan maskapai tersebut sedang mengalami persoalan di antara para pemegang saham. “Karena kasus AdamAir ini khusus, spesial, maka dahulukan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Budhi juga mengungkapkan bahwa untuk pengkategorian penilaian kelaikan tersebut cuma ada dua, yakni kategori satu dan kategori dua. “Untuk kategori tiga, saat ini sudah nggak ada. Yang ada cuma kategori satu dan dua,” jelasnya.

Pengkategorian maskapai-maskapai tersebut didasarkan pada tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti kepatuhan terhadap peraturan keselamatan penerbangan sipil. (ma/Kmp)

Ekspor Mebel ke China Ditargetkan 60 Juta Dollar AS

In BISNIS on 22 Maret 2008 at 12:02 PM

Pengunjung melihat aneka produk furnitur terbaik Indonesia yang dipamerkan di International Furniture and Craft Indonesia di Pekan Raya Jakarta. Sebanyak 240 perusahaan mengikuti pameran yang berlangsung hingga 11 Maret 2008.

SHENZEN: Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menargetkan ekspor mebel ke China tahun 2008 mencapai 60 juta dollar AS, naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kita memang menargetkan kenaikan nilai ekspor yang tinggi tahun ini bahkan kalau memungkinkan bisa mencapai 100 juta dollar AS,” kata Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono, di Shenzhen, China, Jumat (21/3).

Ambar Tjahyono berada di Shenzhen untuk menghadiri penyelenggaraan pameran dagang khusus mebel dan barang kerajinan “Shenzhen International Furnirue Exhibition” (SIFE) ke-22 yang diikuti oleh 40 pengusaha Indonesia serta ratusan pengusaha mebel China dan Asia lainnya , tanggal 19-22 Maret 2008. Menurut dia , pasar mebel Indonesia di China memang sangat terbuka karena sangat diminati oleh masyarakat setempat sehingga target sebesar itu merupakan hal yang wajar.

Hasil pengamatan selama pameran berlangsung dan laporan dari para pengusaha yang ikut pameran itu, menunjukkan bahwa pembeli asal China sangat tertarik untuk membeli berbagai jenis mebel dan barang kerajinan Indonesia yang ditampilkan. “Mereka umumnya sangat menyukai dengan mebel atau kerajinan yang memiliki ciri khan etnis Indonesia dan ternyata sangat laku,” katanya.

Ia mengatakan, sekalipun sumber daya manusia (SDM) dan teknologi mebel di China sudah sangat maju tapi keinginan sejumlah masyarakat yang menginginkan mebel dan barang kerajinan dengan ciri khas etnis masih cukup tinggi. Pihaknya berani mematok target ekspor mebel ke China sebesar itu mengingat Asmindo selama ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah di pusat, daerah dan bahkan di luar negeri dalam upaya mempromosikan mebel ke pasar internasional.

“Semisal keikutsertaan sejumlah pengusaha mebel dan kerajinan yang tergabung dalam Asmindo dalam pameran ini, adalah berkat bantuan dan dukungan penuh dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), KBRI Beijing, Konsulat dan Atase Perdagangan RI di Beijing,” katanya.

Promosi

Sementara itu, Atase Perdagangan RI di Beijing Imbang Listiyadi menilai SIFE menjadi ajang promosi penting dan strategis bagi pengusaha Indonesia untuk memromosikan ke pasar China. “Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini memang strategis dan penting dalam upaya mempromosikan mebel dan kerajinan Indonesia ke masyarakat China,” kata Imbang.

Menurut Imbang Listiyadi , keikutsertaan Indonesia dalam pameran itu dalam upaya untuk mempromosikan potensi Indonesia sebagai salah satu produsen mebel terkemuka di dunia, disamping untuk mencari pembeli potensial setempat. Peran serta pengusaha mebel Indonesia dalam pameran itu dinilai penting dan strategis dalam upaya mencari peluang bisnis serta untuk menunjukkan bahwa industri mebel Indonesia masih tetap diperhitungkan di kancah internasional.

Di tengah kian ketatnya persaingan produsen mebel di dunia, katanya, keikutsertaan Indonesia dalam pameran itu jelas sangat penting mengingat dalam pameran itu akan datang ribuan pembeli tidak hanya dari China tapi juga dari mancanegara. “Pembeli yang akan datang untuk membeli mebel dalam pameran itu bukan saja dari China tapi juga dari beberapa negara lain, mengingat SIFE sudah sangat dikenal sebagai pameran khusus mebel di kalangan internasional” kata Imbang.

Ia berharap aktifnya peran Indonesia dalam pameran itu bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa industri mebel dan kerajinan Indonesia tetap eksis di tengah ketatnya persaingan industri mebel di pasar internasional.(ma/Kmp)

Minyak Dunia Turun ke Posisi 106 Dollar AS.

In BISNIS on 18 Maret 2008 at 6:33 PM
HARGA BBM: Papan digital harga BBM di Wall Street, AS, menunjukkan angka turun

SINGAPURA: Harga minyak dunia berangsur turun, setelah sempat mendekati level 112 dollar AS per barrel, seiring dengan kekhawatiran permintaan energi Amerika Serikat akan turun.Ekonomi AS yang dinilai sudah berada di bibir resesi dikhawatirkan akan semakin terpengaruh oleh gejolak pasar keuangan yang menimpa AS. Sehingga bisa mempengaruhi permintaan negara pengkonsumsi energi terbesar itu, terhadap energi.

Pada perdagangan di Asia, Selasa (18/3) pagi, seperti dikutip AFP, kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman April, berada di posisi 106,19 dollar AS, setelah sempat menyentuh rekor tertingginya pada perdagangan Senin (17/3) kemarin, di 111,80 dollar AS.

Sementara di New York Mercantile Exchange, pada perdagangan Senin, harga minyak ditutup turun ke 105,68 per dollar AS. (bil/Kmp)

Mentan: Produk Pertanian Harus Bersertifikat

In BISNIS on 18 Maret 2008 at 6:30 PM

JAKARTA: Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono menegaskan produk pertanian harus bersertifikat sebagai penjamin atas mutu sehinggga mampu menembus pasar internasional.
Oleh karena itu, katanya di Jakarta, Senin (17/3), seperti dikutip dari Antara, pemerintah, khususnya Departemen Pertanian akan mendorong pengembangan lembaga-lembaga sertifikasi produk pertanian dengan standar sesuai produk internasional.

“Produk pertanian kita harus bersertifikasi. Kalau tidak akan sulit menembus pasar internasional,” katanya pada peluncuran Sistem Jaminan Varietas Produk Pertanian.

Pada kesempatan itu juga diluncurkan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 Direktorat Mutu dan Standardisasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Menurut menteri, ketidakmampuan untuk menerapkan standar  internasional dalam jangka panjang akan membuat Indonesia terisolasi dari perkembangan rantai pasok global. Terlebih lagi dalam berbagai perjanjian WTO yang terkait dengan
pengurangan hambatan tarif maupun nontarif mengakibatkan biaya transaksi perdagangan semakin rendah serta membawa persyaratan pasar negara-negara maju yang semakin ketat.

Mentan menyatakan sistem manajemen ISO 9000 telah diterapkan secara luas di seluruh dunia, selain itu sebagai lembaga internasional ISO beranggotakan 157 negara maju dan berkembang.

Menurut Anton, untuk memenangi persaingan global ke depan tidak bisa lagi mengandalkan usaha pertanian on farm  atau budidaya, namun harus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. “Untuk itu diperlukan lebih banyak lagi pemain agribisnis,” ujar menteri.

Menyinggung Sistem Jaminan Varietas Produk Pertanian, Dirjen P2HP Deptan, Djoko Said Damardjati mengatakan, merupakan salah satu upaya untuk memberikan jaminan kepada masyarakat konsumen tentang mutu dan jaminan varietas produk beras.

Menurut dia, melalui Kelompok Kerja (Pokja) antara Ditjen P2HP dengan IPB telah dipersiapkan pedoman penerapan dan sertifikasi jaminan varietas produk pertanian. Selain itu juga dipersiapkan lembaga sertifikasi serta sistem audit dan pengawasannya. “Ke depan konsumen tidak akan lagi kesulitan dalam memilih produk pertanian yang disukainya setiap saat,” katanya. (an/Kmp)

Perbankan Optimistis Pertumbuhan Kredit 2008 Melebihi Target

In BISNIS on 18 Maret 2008 at 6:25 PM

Perbankan semakin memperhatikan kebutuhan nasabah yang butuh layanan transaksi akhir pekan.

JAKARTA: Perbankan nasional optimistis, target pertumbuhan kredit tahun 2008 ini akan lebih tinggi dari target pertumbuhan kredit tahun sebelumnya, meski di tengah perekonomian domestik yang terancam akibat gejolak ekonomi global.

Seperti dikutip siaran pers Bank Indonesia, Selasa (18/3), optimisme itu disampaikan para pimpinan 15 bank dengan nilai aset terbesar (Systemically Important Banks/ SIBs) dalam pertemuan dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia, Senin (17/3) malam, di Bank Indonesia.

Berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2008 yang disampaikan ke Bank Indonesia, target penyaluran kredit perbankan tahun 2008 mencapai 24,6 persen, atau sekitar Rp 246,2 triliun.

“Target ini lebih tinggi dari target pertumbuhan kredit perbankan tahun 2008 yang diperkirakan Bank Indonesia dan target pertumbuhan kredit perbankan dalam RBB tahun 2007 yaitu masing-masing sebesar 22 persen,” kata Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Amril Arief.

Kata Amril, untuk mencapai target pertumbuhan kredit sebesart itu, perbankan akan memanfaatkan peluang ekspor yang masih tinggi pada beberapa komoditas serta perkembangan yang positif di beberapa sektor industri termasuk sektor UMKM. “Namun demikian, kalangan perbankan menilai perlunya dicermati perkembangan pasar modal yang terjadi akhir-akhir ini baik secara nasional maupun regional,” tambahnya.

Dari evaluasi Bank Indonesia, sebut Amril, tahun 2007 perbankan nasional mecatat pertumbuhan kredit 25,5 persen, atau diatas target sebesar 22%, yang diikuti perbaikan beberapa indikator perbankan lainnya.

Terkait dengan optimisme terhadap prospek perekonomian ke depan, menurut Amril, BI akan melanjutkan kebijakan moneter yang terukur melalui suku bunga (BI Rate) yang mengarah pada pencapaian inflasi yang terjaga. “Bank Indonesia juga akan tetap mencermati perkembangan pasar valuta asing melalui langkah smoothing untuk menjaga volatilitas nilai tukar yang berlebihan,” sebutnya. (an/Kmp)

Pemerintah Cari Alasan Naikan Harga BBM

In BISNIS, NASIONAL on 18 Maret 2008 at 6:15 PM
Salah satu petugas SPBU tengah melayani pembeli yang mengisi kendaraannya dengan premium, Senin (17/3).

JAKARTA:Pemerintah dan DPR mulai mempertimbangkan kemungkinan menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM karena tekanan kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia yang semakin besar terhadap APBN. Diskusi itu mulai dilakukan karena total subsidi dalam APBN Perubahan 2008 bisa membengkak Rp 100 triliun lebih tinggi dari perkiraan semula, yakni Rp 208,6 triliun.

”Untuk kenaikan harga BBM, kami terus mendiskusikannya dengan DPR,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di hadapan anggota Panitia Ad Hoc II dan IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Dalam rapat kerja tersebut, Benny Horas Panjaitan, anggota DPD asal Kepulauan Riau, mempertanyakan sikap pemerintah menghadapi tekanan harga minyak mentah dunia terhadap APBN Perubahan (APBN-P) 2008. Jika harga minyak terus melambung hingga di atas 100 dollar AS per barrel, mengapa pemerintah tak berani menghapus subsidi BBM yang bisa membengkak Rp 106 triliun.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta meminta masyarakat memandang upaya pemerintah mencari jalan keluar dengan memperhitungkan kenaikan harga BBM dengan hati yang dingin. Itu diperlukan karena kondisi global tidak menentu.

Menkeu menegaskan, jika DPR dan DPD ingin menaikkan harga BBM, pemerintah akan menunggu perkembangannya dalam sepekan ini. Pada prinsipnya, DPR memiliki kewenangan ikut mencari solusi atas tekanan harga minyak dengan menggunakan hak budgetnya. Hak itu bisa digunakan untuk mengurangi volume BBM bersubsidi melalui kebijakan harga.

Menolak

Ketua Panitia Anggaran Emir Moeis menegaskan, pihaknya menolak rencana kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM akan menyebabkan beban yang dipikul masyarakat ekonomi menengah ke bawah makin berat.

Wakil Ketua Panitia Anggaran Harry Azhar Aziz menyebutkan, asumsi harga minyak dalam APBN-P 2008 sebesar 85 dollar AS per barrel kemungkinan besar akan diubah. ”Ada kemungkinan menjadi 90-100 dollar AS per barrel,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa, pemerintah memiliki peluang menekan subsidi bahan bakar minyak tanpa harus menaikkan harga, yakni semua minyak produksi dalam negeri yang diolah di kilang Pertamina dipatok pada satu harga tetap.

Dia menjelaskan, sekitar 70 persen minyak mentah, atau sekitar 620.000 barrel per hari, yang diolah di kilang Pertamina berasal dari produksi di dalam negeri. Selama ini Pertamina membeli minyak itu dengan harga patokan Indonesia Crude Price (ICP). Adapun untuk hasil produksi BBM sebagai hasil olahan, digunakan patokan Mean of Platts Singapore (MOPS) plus alpha. Harga ICP saat ini sudah mencapai 95 dollar AS per barrel, sementara asumsi harga minyak dalam Rancangan APBN-P 2008 diusulkan 85 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga MOPS semua produk BBM rata-rata di atas 110 dollar AS.

”Apabila dihitung, minyak mentah sebanyak 620.000 barrel itu cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi kita, yaitu sekitar 35 juta kiloliter. Kalau harga minyaknya dipatok sesuai dengan asumsi harga minyak APBN, kita sudah bisa menghemat banyak,” papar Suharso. (ma/Kmp)

Harga Emas Dalam Negeri Cetak Rekor Baru

In BISNIS, NASIONAL on 17 Maret 2008 at 8:19 PM

Pedagang emas di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, menata gelang emas, Jumat (29/2). Harga emas murni pada penutupan perdagangan hari itu naik tajam menjadi Rp 280.000 per gram, sedangkan sehari sebelumnya Rp 276

JAKARTA: Dalam sepekan terakhir, harga emas dalam negeri terus beranjak naik. Kondisi ini akibat dari harga emas di pasar dunia terus meroket tanpa kendali.

Demikian tulisan beberapa harian dari Gramedia Grup di pusat perdagangan emas di Pasar Cikini, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Jika awal pekan lalu harga emas di pasar internasional mencapai 975 dollar AS/troy ounce (31,1 gr), maka pada akhir pekan kemarin telah mencapai 992 dollar AS/troy ounce untuk pasar di Asia. Sedangkan pasar di AS mencapai 1.002 dollar AS/troy ounce. Akibatnya harga (lihat tabel) perhiasan emas di pasar dalam negeri kembali melejit.

Menurut Yuli, pedagang emas di Pasar Cikini, kini harga emas di pasar Asia dan AS berbeda jauh. Padahal, tadinya perbedaan harga relatif tipis yakni sekitar 1 dollar AS hingga 2 dollar AS. “Tampaknya ada pemain internasional yang ingin mengacaukan harga emas. Pedagang sendiri jadi bingung, acuan harga jual pakai harga Asia atau AS. Tapi, karena kondisi perdagangan di dalam negeri lesu, maka pedagang mengacu pada harga di Asia yang lebih murah,” ujar Yuli.

Namun, menurut Yuli, tidak lama lagi harga emas di pasar Asia akan tembus 1.000 dolar AS/troy ounce. Jika demikian, maka harga LM di dalam negeri akan tembus batas psikologis Rp 300.000/gram. “Kenaikan harga sudah di luar kendali. Bayangkan, dalam satu minggu bisa naik segitu besar. Ini sudah tak normal,” tandas Yuli.

Melonjaknya harga emas yang sudah di luar batas normal ini mengakibatkan kondisi pasar kian tak menentu. Pantauan Warta Kota di Pasar Cikini pada akhir pekan, yang biasanya ramai dikunjungi calon pembeli kini menjadi sepi. Transaksi perdaganganpun merosot tajam. “Harganya sudah semakin gila. Konsumen yang tanya harga pada kaget karena harga naik terus,” ujar Agung, pedagang emas lainnya.

Menurut Agung, dalam sepekan terakhir lebih banyak orang yang menjual perhiasannya ketimbang yang membeli. “Dalam seminggu ini ada sekitar 10 orang yang membeli pada saya. Tapi yang menjual lebih dari itu. Karena mereka yang menjual mengaku sedang butuh uang,” ujar Agung.

Dengan kecenderungan harga emas yang naik, kata Agung, saat ini pedagang cukup senang membeli perhiasan milik masyarakat. Karena dengan membeli perhiasan milik masyarakat, pedagang bisa menjual lagi di bawah harga pasar.

Ny Yunti yang ditemui Warta Kota ketika sedang melihat-lihat perhiasan, mengaku ingin membeli sebuah kalung seberat lima gram untuk kado pernikahan kerabatnya. “Saya mau beli karena ada saudara yang mau menikah. Makanya, meski harganya mahal, saya tetap beli,” ujarnya. (ma/Kmp)

Harga Emas di Pasar Cikini
Jenis                           Harga Lama            Harga Baru
Logam mulia            Rp 288.000/gram   Rp 297.000/gram
Emas 24 karat         Rp 280.000/gram    Rp 289.000/gram
Emas 23 karat         Rp 255.000/gram    Rp 260.000/gram
Emas 22 karat         Rp 210.000/gram    Rp 215.000/gram

Inosoft Gratiskan Aplikasi untuk Bisnis Retail

In BISNIS, TEKNOLOGI on 17 Maret 2008 at 5:50 PM

Surabaya: Para usahawan di bisnis retail sebentar lagi tidak akan kalang kabut dalam mengendalikan detak perusahaannya. Setiap saat ia dapat mengetahui detak perusahaannya, meski di waktu yang sama lagi asik main golf di lahan golf yang jauh dari tempat usahanya.

retail_home_depot.jpg

Kabar gembira itu dihembuskan PT. Inosoft Trans Sistem, sebuah perusahaan teknologi informasi dari Surabaya yang diawaki para alumni ITS (Institus 10 November Surabaya).

Program aplikasi yang digratiskan itu bertitel My Bos. Sebuah program layanan inventory control (akuntansi online) dengan sistem operasional sesuai kebutuhan peminat. Keunggulan program yang sudah banyak dipergunakan para distributor peralatan kedokteran, resto-resto, dan dept. store ternama ini terletak pada kemudahaan pada pengendalian keuangan, persediaan, order, tagihan, hingga tampilan katalog online.

Keuntungan bisnis dari aplikasi My Bos ini adalah pengambil keputusan bisnis dapat dilakukan secepat gerakan jari menari di atas tuts-tuts ponsel atau PDA dan semua informasi usaha dapat diteruskan ke pucuk pimpinan tanpa membutuhkan kertas (paperless), pengaturan manajemen keuangan secara multi bisnis profit center, mengurangi biaya investasi IT dan SDM dalam penanganan aplikasi dan perawatan.

“Kemudahan atas semua kebutuhan itu terintegrasi dalam satu akses secara real time, sehingga pemilik usaha dapat mengambil keputusan terhadap kebijakan perusahaannya,” kata Direktur Utama PT.Inosoft Trans Sistem, Pande Yokarmana, S. Kom di ruang kerjanya Jl. Pandugo II M 14, Penjaringasari-Rungkut, Surabaya, Senin (17/3).

Pertimbangan perusahaan yang beroperasional sejak tahun 2006 ini, diakui Pande, sekadar ingin membantu para “usahawan cilik” dalam mengikuti detak kemajuan teknologi. Salah satunya agar kemajuan dan kemunduran detak usaha tersebut tidak menunggu laporan “wong kepercayaan” yang dikondisi ekonomi tidak menentu ini loyalitasnya perlu dipertimbangkan.

“Pokoknya kami menjamin dengan menggunakan MyBos akan membuat semua detak usaha ada di jari tangan pemilik usaha. Sebab MyBos dapat diakses tanpa batasan jarak dan waktu. Cukup lewat ponsel, PDA dan laptop, maka pemilik usaha sudah mengetahui gerakan perusahaannya,” ujar alumni ITS Angkatan 1995 ini.

Dampak pemanfaatan aplikasi ini, menurut Agustinus Verry Ricky, Manajer Operasional Inosoft, membuat pelayanan kepada costumer menjadi lebih baik dibanding perusahaan lain yang menerapkan sistem aplikasi “ketinggalan zaman”.

Selain itu, membuat kinerja perusahaan akan gampang untuk ditingkatkan, semua proses aktifitas order barang terproses lebih cepat dan mudah. Juga mengurangi biaya penyimpanan. Keistimewaan lainya pengguna aplikasi dapat berkolaborasi dalam pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik bersama dengan rekanan/supplier.

Sedangkan bisnis yang sesuai dengan aplikasi ini antara lain, Spa, Restaurant, Karaoke Bar, Dept. Store/ Profit Center, Distributor, hingga Minimarket/ Retail. Dan, cara mendapatkan aplikasi MyBos ini sangat gampang. Cukup dengan mendaftar di website PT Inosoft dengan URL: http://www.inosoftweb.com/ dengan mengklik menulink Perusahaan dan masukke sublink Hubungi Kami, maka langkah-langkah selanjutnya akan diberikan Inosoft dalam hitungan menit. (ma)

Kurs Rupiah Naik Tajam atas Dollar AS

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:51 PM

JAKARTA, SENIN – Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (25/2) sore naik tajam mendekati angka Rp9.100 per dollar AS, karena pelaku pasar aktif melakukan pembelian rupiah menjelang pertemuan bank sentral AS (The Federal Reserve) mengenai rencana penurunan suku bunga Fedfund.

the-federal-reserve-comic.jpg

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat menjadi Rp9.115/9.120 per dollar AS (Pkl 15.20) dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp9.172/9.175 per dollar AS atau naik 57 poin.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Senin (25/2)  mengatakan, seperti dikutip dari Antara, para pelaku pasar melakukan pembelian rupiah di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunganya. “The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunganya sebesar 50 basis poin menjadi 2,5 persen,” ujarnya.

Harapan The Fed menurunkan suku bunga, lanjut Kostaman, memicu pelaku pasar melepas dollarnya dan membeli rupiah dalam jumlah besar. Apalagi BI diperkirakan akan mempertahankan bunga BI Rate pada delapan persen karena laju inflasi Februari diperkirakan masih tetap tinggi.

Ia mengungkapkan, stabilnya BI Rate akan memicu pelaku asing kembali memasuki pasar uang dan saham, karena selisih bunga rupiah dan dollar AS akan semakin besar. “Kami optimistis rupiah akan bisa menembus angka Rp9.100 per dollar AS karena sentimen positif semakin besar,” tambahnya.

Namun begitu, menurut Kostaman, kenaikan rupiah diharapkan tidak terlalu cepat. Ia khawatir jika ada isu negatif, penurunan mata uang lokal itu bisa drastis. (Kps)

IHSG Pekan Ini di Areal Positif

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:47 PM

ihsg-1.jpgJAKARTA,SENIN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini diperkirakan berada di areal positif meskipun masih bergerak fluktuatif dengan lebih banyak ditopang sentimen dari internal.

Analis Riset Bumiputera Capital, Ridwan Novayanto, melihat pegaruh faktor regional bisa menipis seiring dengan mulai keluarnya laporan kinerja keuangan 2007.

“Data  ekonomi Amerika Serikat pekan ini sangat minim. Dan pergerakan IHSG kemarin yang tidak mengikuti regional, karena sentimen laporan keuanga 2007, ini akan berlanjut. Secara akumulasi pekan ini akan berada di areal positif meskipun masih fluktuatif dari sisi regional,” sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, aksi korporat perusahaan pertambangan, seperti Bumi Resources ataupun Aneka Tambang, yang diberitakan akan melakukan akuisisi, bisa menjadi pendorong indeks.

Pada penutupan pekan lalu, IHSG BEI berada di level 2.741,181 atau mengalami kenaikan sebesar 52,990 poin atau 1,97 persen dibanding penutupan pekan sebelumnya (15/2) di posisi 2.688,191.

Sedangkan indeks Kompas100, menguat tipis 3,735 poin atau 0,54 persen ke posisi 694,595 dari penutupan 15 ferbruari di level 690,860. Sementara indeks LQ45, kelompok 45 saham unggulan, juga menguat 14,359 poin atau 2,46 persen untuk berada di posisi  597,581 dibanding penutupan 15 Februari lalu di 583,222.

Pergerakan indeks BEI pada pekan lalu berhasil keluar dari kepungan regional yang mayoritas bergejolak akibat sentimen global yang masih bermuara pada kekhawatiran resesi perekonomian AS. IHSG pekan lalu ditopang oleh sektor-sektor komoditas pertambangan serta laporan keuangan saham-saham unggulan. (Kps)

Pemerintah Gunakan Dana Investasi Untuk Beli Saham Adhi Karya

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:43 PM

JAKARTA: Pemerintah melalui Kementerian Negara BUMN akan menggunakan dana investasi pemerintah yang ada di Departemen Keuangan bila keputusan final menetapkan pemerintah membeli right issue alias penerbitan saham baru PT Adhi Karya.

“Kita akan gunakan dana investasi pemerintah yang ada di Depkeu tapi tentu akan tetap dilihat bagaimana return-nya,” kata Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, di Jakarta, Senin (25/2), seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, bila mempertahankan saham mayoritas di BUMN karya  tersebut terbukti memberikan nilai tambah yang besar, pemerintah akan membeli saham right issue Adhi.

Apalagi, selama ini ada ketentuan yang mengatur bahwa saham pemerintah di BUMN karya termasuk Adhi haruslah mayoritas. Namun, hingga kini belum ada keputusan final untuk tetap mempertahankan saham pemerintah di Adhi Karya atau membiarkannya terdilusi akibat aksi right issue. “Kita baru membicarakannya antar pemerintah dan belum ada keputusan final. Kita akan segera membahasnya dengan DPR,” katanya.

Menurut dia, keputusan final pemerintah baru dapat ditetapkan bersama Menteri Keuangan.

Opsi membeli atau melepas saham right issue Adhi oleh pemerintah memang masih terus dikaji. Bahkan belum lama ini pemerintah sempat mewacanakan untuk membiarkan sahamnya terdilusi akibat aksi korporasi right issue yang dilakukan.

Manajemen Adhi Karya sendiri masih menunggu keputusan final right issue yang terpaksa mundur dari rencana semula paling lambat Oktober 2007. “Kita masih menunggu karena masih dibahas sampai saat ini,” kata Direktur Utama PTB Adhi Karya, Syaiful Imam belum lama ini.

Pihaknya mengharapkan dalam bulan ini ada keputusan final mengenai rencana right issue mengingat Adhi telah menanti keputusan tersebut sejak 2007 silam. Ia mengaku belum dapat pemberitahuan soal sumber dana yang akan
digunakan untuk proses right issue tersebut. “Soal dana kita belum tahu dari mana sebab memang masih dibahas sampai saat ini,” katanya.

Sebelumnya, manajemen Adhi tidak mempersoalkan keterlambatan rencana right issue yang semula dijadwalkan terealisasi Oktober 2007. Manajemen berpendapat, mundurnya rencana right issue yang semula  dijadwalkan paling lambat Oktober 2007 tidak berpengaruh nyata yang penting “long term” penerimaan dananya.

Semula, manajemen Adhi menargetkan right issue di awal tahun 2007 tetapi melihat kondisi pasar termasuk juga situasi pemerintah beserta birokrasinya terpaksa tertunda.

Hingga kini, rencana right issue juga masih dihadapkan pada kendala birokrasi. Pasalnya, pelaksanaan harus mendapat persetujuan Komite Privatisasi, Menteri Keuangan, dan DPR yang keseluruhannya memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itulah kemudian pihaknya tidak lagi mempermasalahkan waktu yang kemungkinan mundur dari rencana right issue semula.

Saham pemerintah di perusahaan jasa konstruksi tersebut sebesar 51 persen. Manajemen Adhi Karya memperkirakan perolehan dana dari right issue sebesar Rp600 miliar. Agar saham pemerintah tetap mayoritas setelah aksi korporasi right issue, harus ada suntikan dana sekitar Rp306 miliar. (Kps)

Porsi Kredit UMKM Menurun Selama Tahun 2007

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:36 PM

umkm-rotan.jpg

JAKARTA,SENIN - Porsi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM terhadap total kredit perbankan nasional terus menurun sepanjang tahun 2007. Fenomena ini terjadi karena tahun lalu perbankan lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor korporasi yang berskala besar. Kredit korporasi meliputi pembiayaan untuk proyek infrastruktur, energi, minyak, dan gas. Untuk itu pertumbuhan kredit UMKM harus dipercepat agar bisa menyaingi kredit korporasi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per akhir Desember 2007, posisi kredit UMKM secara nasional mencapai Rp 502,79 triliun atau 50,2 persen terhadap total kredit perbankan nasional yang sebesar Rp 1.000,02 triliun.

Porsi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan akhir 2006 yang mencapai 52 persen. Kredit UMKM merupakan pinjaman dengan plafon di bawah Rp 5 miliar. Adapun pinjaman di atas Rp 5 miliar disebut kredit korporasi. Kredit UMKM terdiri dari kredit menengah (pinjaman Rp 500 juta-Rp 5 miliar), kredit kecil (Rp 50 juta-Rp 500 juta), dan kredit mikro (di bawah Rp 50 juta).

Bank jauh dengan UMKM

Dalam setahun terakhir, kredit korporasi tumbuh lebih cepat mencapai 30,2 persen dibandingkan dengan kredit UMKM yang meningkat 22,5 persen.

Ekonom BRI, Djoko Retnadi, akhir pekan lalu mengatakan, tahun ini perbankan cukup agresif membiayai proyek-proyek berskala korporasi seperti jalan tol, pembangkit listrik, dan perkebunan. “Bank semakin jauh dari kredit UMKM yang sifatnya produktif. Sebenarnya ada program pemerintah, yakni kredit untuk rakyat atau KUR, yang bisa mendorong kredit UMKM. Namun, ini perlu waktu karena baru enam bank yang boleh ikut KUR,” kata Djoko.

Turunnya porsi kredit UMKM dalam setahun belakangan ini kontras dengan kondisi selama tahun 2002-2006. Selama periode ini, porsi kredit UMKM terus meningkat. Hingga kini, sebenarnya penetrasi pembiayaan ke segmen UMKM tergolong rendah. Dari 45 juta pelaku UMKM di negeri ini, baru sekitar 15 juta yang mendapatkan pembiayaan dari bank.

BI dalam tiga tahun terakhir telah berupaya mendorong pertumbuhan kredit UMKM dengan melonggarkan aturan, seperti kriteria penilaian kolektibilitas kredit dan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). Tahun ini, BI merencanakan untuk menurunkan ATMR KUR menjadi 30 persen. Selain itu, BI juga mewajibkan bank melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM agar usaha mereka berkesinambungan dan tidak berhenti di tengah jalan.

Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, menambahkan, dalam triwulan IV 2007 perbankan sangat agresif menyalurkan kredit korporasi. Inilah yang memicu meningkatnya porsi kredit korporasi. Kredit infrastruktur dan energi memang menjadi program pemerintah. Kredit UMKM memiliki kelebihan dan kelemahan di mata kalangan bankir.

Kelemahannya, bank membutuhkan jaringan luas dan sumber daya manusia yang besar untuk menjangkau serta membina pelaku UMKM di pelosok daerah. Kelebihannya, kredit jenis ini memiliki risiko rendah dan menjanjikan margin keuntungan yang besar. Memiliki risiko yang rendah karena penyaluran kreditnya terdistribusi ke banyak pihak.

Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, program kredit yang dijalankan perbankan dirasa belum efektif karena belum berhasil mengembangkan UMKM seperti yang diharapkan. Ini terjadi karena permasalahan yang membelit UMKM sangat kompleks, mulai dari kualitas produk, manajemen, sampai pemasaran.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad menjelaskan, meskipun kredit UMKM naik namun pertumbuhan kredit korporasi juga cukup signifikan. Tantangan untuk mendorong kredit UMKM, kata Muliaman, selain inovasi model bisnis adalah menggarap kredit mikro yang belum optimal. (Kps)

Temasek Jual Saham BII

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:31 PM

temasek-holdings.jpg SINGAPURA: BUMN Singapura, Temasek Holdings Pte Ltd, akan menjual kepemilikan sahamnya di Bank International Indonesia (BII), bank terbesar keenam di Indonesia, daripada menggabungkan dengan PT Bank Danamon Indonesia, demikian the Asian Wall Street Journal, Senin (25/2), mengutip sebuah sumber yang tak disebutkan.

Divestasi tersebut diperkirakan dapat mencapai 700 juta dollar AS berdasarkan nilai pasar BII saat ini, sebut surat kabar tersebut.

Pembeli potensial, di anataranya adalah bank-bank China yang ingin sekali melakukan ekspansi ke pasar-pasar sedang berkembang (emerging markets), kata sumber. Bank kreditor terbesar China, Industrial & Commercial Bank of China, membeli 90 persen kepemilikan saham di PT Bank Halim, sebuah bank kecil di Indonesian pada Desember 2006.

Bank lainnya di Indonesia, Bank Mandiri, dilaporkan telah menunjukkan minatnya untuk membeli kepemilikan saham Temasek di BII, namun Bank Mandiri membantah laporan tersebut.

Temasek, melalui Fullerton Financial Holdings (FFH), menguasai 75 persen kepemilikan saham di Konsorsium Sorak, yang menguasai 56,13 persen saham BII. Kookmin Bank, Korea Selatan memiliki sisanya 25 persen saham di Sorak. Temasek juga mengendalikan PT Bank Danamon Indonesia melalui FFH.

BNI Rogoh Rp1,09T Buat Ubah Fisik Credit Card

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:28 PM

JAKARTA, SENIN – PT Bank BNI Tbk (Bank BNI) akan mengeluarkan dana 12 juta dollar AS atau Rp1,09 triliun (untuk kurs Rp9.100 per dollar AS) untuk penggantian kartu kredit dari gesek ke bentuk chip.

“Sekitar 2 juta dollar untuk penggantian kartunya dan 10 juta dollar AS untuk untuk penggantian 20.000 elektronik data card (EDC/ alat gesek),” kata Manajer Umum Divisi Kartu Kredit Sahala Oloan Manik di Jakarta, Senin (25/2) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, penggantian tersebut untuk meningkatkan sistem keamanan kartu kredit dengan menambahkan early detection unit (unit deteksi awal) untuk kartu yang mencurigakan sehingga diharapkan mampu mencegah pemalsuan kartu kredit secara optimal. Penggantian kartu kredit tersebut telah dilaksanakan sejak Januari 2008 dan diharapkan selesai pada Desember 2009.

Saat ini, menurut dia, dari 1,3 juta pemegang kartu kredit yang tercatat pada akhir 2007, penggantian kartu telah mencapai sekitar 4 persennya. Sedangkan untuk 2008, diharapkan mampu mengganti separuhnya.

Sedangkan, penggantian alat geseknya yang saat ini mencapai 20 ribu akan dilakukan secara bertahap. Menurut dia setiap unit alat untuk chip tersebut membutuhkan 400 dollar AS.

Targetkan 1,7 juta

Sementara itu, untuk tahun ini, BNI menargetkan kartu kredit sebesar 1,7 juta kartu. “Atau tumbuh 400 ribu kartu dari tahun lalu yang sebesar 1,3 juta kartu,” katanya.

Ia mengatakan, pertumbuhan kartu kredit tersebut akan didukung dengan penambahan alat EDC di berbagai toko (merchant) menjadi 50.000 dari 25.000 alat yang tersebar di berbagai toko saat ini.

Selain itu, ia menambahkan pertumbuhan tersebut juga akan didukung dengan berbagai strategi pengembangan bisnis dan inovasi baru dengan program promo yang menarik. Ia mengatakan, tahun 2007, volume transaksi kartu kredit mencapai Rp6-7 triliun.

Ia menyatakan, saat ini Bank BNI merupakan penerbit kartu kredit terbesar kedua di Indonesia, dan terbesar pertama penerbit kartu kredit untuk bank-bank dalam negeri.  (Kps/ma)

Harga Beli RSH Diusulkan REI Naik Jadi Rp 60 Juta/ Unit

In BISNIS on 25 Februari 2008 at 9:19 PM

JAKARTA: Nasib rakyat kecil untuk memiliki sebuah rumah, kemungkinan besar bak mendirikan “benang basah”. Kondisi itu akan terjadi jika saja kementerian perumahan rakyat menerima usulan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria.  Usulan yang diajukan REI tersebut adalah  permohonan kenaikan harga rumah sederhana sehat (RSH) dari harga Rp 49 juta per unit menjadi Rp 60 juta/unit.

“Kenaikan harga minyak akhir tahun lalu memang sangat berpengaruh terhadap properti. Kami meminta ini ditinjau kembali patokan RSH. Kendati masih ada daerah yang mematok antara Rp 56 juta,”kata Teguh di sela-sela Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Senin (25/2).

Kecuali untuk Papua dan Bali, Teguh mengatakan RSH akan dipatok Rp 75 juta. “Di Papua harga satu sak semen sekitar Rp 300 ribu dan di Jakarta Rp 40 ribuan. Di Bali harga tanah sangat tinggi dibandingkan daerah lain,”katanya.

Menurut Teguh, kenaikan harga rumah disebabkan harga material utama bangunan seperti besi dan semen yang melonjak di pasaran.  “Kenaikan harga besi dan semen akan diikuti pabrikan lainnya seperti keramik, genteng, dan sebagainya. (Harga) besi naik sekitar 30 persen dan semen juga naik. Kadang juga langka. Biasanya kalau begini diiringi kenaikan harga,”jelasnya.

Kendati harga properti naik, Teguh yakin tak akan berpengaruh pada pengeluaran calon konsumen properti. Pasalnya, kata dia, bila hendak mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) harga properti yang naik akan tertutupi oleh bunga KPR yang rendah.

“Jadi tidak akan sulit bagi masyarakat mengakses (beli rumah).Suku bunga turun di tahun 2007 dan biasanya akan disalurkan ke tahun 2008. Artinya penurunan akan dirasakan sekarang kalau suku bunga pinjaman.Kendati harga properti naik tapi angsuran tetap sama oleh konsumen,”katanya.

Apalagi, lanjut Teguh, pemerintah merencanakan akan menambah subsidi untuk perumahan.” Kalau subsidi KPR dan uang muka itu tak sepersen pun ke pengembang. Itu untuk rakyat. Kita tak terima itu,” katanya.

Wapres Kalla Kunjungi Panasonic dan Toyota

In BISNIS, NASIONAL on 25 Februari 2008 at 8:39 PM

OSAKA, SENIN – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Jepang lagi. Namun kali ini tujuan utamanya adalah pabrik otomotif Toyota dan elektronik Panasonic. Menurut Konsulat Jenderal di Osaka untuk Indonesia, Pitono, wapres dan rombongannya tiba di Jepang pada 29 Februari dan rencana akan berada di negeri matahari terbit ini selama tiga hari dengan mengunjungi Kota Osaka, Nagoya dan Tokyo.

Di Osaka wapres akan mengunjungi pabrik Panasonic dan di Nagoya akan mengunjungi pabrik Toyota. Wapres berharap dapat mengetahui teknologi terakhir yang diterapkan oleh industri otomotif dan elektronik ini, jelas Pitono. Menurut jadual, wapres akan mengobservasi teknologi mutahir yang diterapkan untuk televisi plasma dan mengunjungi pabrik Toyota serta bicara dengan para eksekutif dari dua industri besar ini. Jusuf Kalla akan menemui Presiden Toyota Motor Corp., Watanabe dan para staf seniornya.

Hubungan Jusuf kalla dengan Toyota memiliki cerita tersendiri karena sang ayah, Haj Kalla adalah seorang pengusaha otomotif, termasuk di dalamnya pemasar produk Toyota. Sementara di Tokyo, Jusuf Kalla direncanakan akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda dan eksekutif Mitsubishi disamping melakukan dialog dengan staf senior dari JETRO (Japan External Trade Organization).

Dia dan rombongannya akan meninggalkan Jepang pada hari kamis malam. Di Jepang, Jusuf Kalla ditemani oleh Kepala Badan Koordiator Penanaman Modal M Lutfi, Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan pengusaha Sofjan Wanandi dan Hallim Kalla. Kps/ma

Astro TV Terancam Denda Hingga Rp2 Triliun

In BISNIS on 22 Februari 2008 at 6:45 PM


Jakarta: PT Direct Vision, penyelenggara televisi berbayar Astro TV, terancam sanksi ganti rugi materil hingga Rp2 triliun jika terbukti melanggar pasal 16 dan pasal 19a Undang-undang No 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam menjalankan usahanya di Indonesia.

“Ganti rugi materil diberikan kepada empat perusahaan sejenis yang melaporkan bahwa Direct Vision memonopoli siaran Liga Inggris (EPL),” kata Ketua Tim Pemeriksa KPPU, Tri Anggraini, usai memeriksa Direct Vision di kantor KPPU, Jakarta, Jumat.

Menurut Anggraini, materi pemeriksaan yang berlangsung sekitar tiga jam hingga pukul 17.00 WIB itu menyangkut seputar izin penyelenggaraan siaran Direct Vision, keterkaitan kepemilikan saham Direct Vision dengan Astro Malaysia sebagai pemberi hak ekslusif siaran EPL di Indonesia.

“Kita juga meminta data-data pemasaran Direct Vision sebagai dasar untuk membuktikan klaim dari kompetitor yang menyatakan bahwa pelanggan pelapor berpindah ke layanan Astro setelah hak siaran EPL diperoleh,” katanya.

Sejauh ini dalam pemeriksaan, Direct Vision masih kooperatif dengan memberikan dan menjelaskan data-data yang diminta soal perizinan dan data-data pelanggan, namun soal keterkaitan kepemilikan saham dengan Astro Malaysia belum mereka ungkapkan.

Kasus ini berawal dari laporan tiga operator TV berlanganan kepada KPPU pada 14 September 2007 yaitu Indovision, TelkomVision, dan Indosat Multimedia (IM2) bahwa Direct Vision diduga melakukan monopoli siaran Liga Inggris.

Operator kompetitor tersebut juga mengklaim akibat persaingan usaha tidak sehat itu kehilangan pelanggan sekitar 50.000 setiap bulan.

Tri melanjutkan, terus mengumpulkan bukti-bukti termasuk memanggil saksi ahli, selain juga memanggil terlapor lainnya yaitu Astro Malaysia dan ESPN Star Sport (ESS) sebagai pemenang tender siaran Liga Inggris untuk wilayah Asia Pasifik untuk periode 2007-2010.

“Untuk pemeriksaan lanjutan bisa saja kita memanggil ESS, selain klarifikasi atau pembuktian bunyi perjanjian kontrak kedua pihak tersebut dengan Direct Vision,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk melanjutkan pemeriksaan, KPPU masih menunggu data-data dan dokumen dari Direct Vision pada Jumat (29/2), atau satu pekan sejak pemeriksaan pertama.

Lebih jauh dikatakan, sesuai pasal 16 UU No. 5 Tahun 1999, dinyatakan, pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pihak lain di luar yang memuat ketentuan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Sedangkan pasal 19 a disebutkan, pelaku usaha dilarang melakukan satu atau beberapa kegiatan baik sendiri maupun bersama pelaku lain yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli.

“Kita akan terus memeriksa sesuai dengan ke dua pasal tersebut dengan azas praduga tidak bersalah, tetapi tidak tertutup kemungkinan pasal yang dituduhkan kepada Direct Vision akan bertambah,” tegasnya.

Dalam menjalankan tugas pemeriksaan itu, KPPU juga melakukan rapat internal sehingga tidak salah mengambil keputusan, karena sesuai fungsinya KPPU hanya bisa menjatuhkan sanksi administratif berupa denda berupa uang hingga Rp25 miliar, tetapi juga bisa menghentikan kegiatan atau membatalkan perjanjian terlapor.

Terkait adanya dugaan atau laporan bahwa satelit Measat 2 milik Astro Malaysia yang digunakan Direct Vision untuk menyiarkan Astro TV belum mendapat hak labuh dari pemerintah, Tri mengatakan pihaknya juga mengembangkan pemeriksaan ke regulator yaitu Depkominfo.

“Kalau dikaitkan memang bisa, tetapi itu dua hal yang berbeda. Perizinan merupakan tanggung jawab pemerintah. Kalau dalam regulasinya disebutkan harus izin ya… mereka (terlapor) harus mengikutinya,” katanya.

Sementara itu Vice President Corporate Affair Direct Vision, Halim Mahfudz mengatakan pihaknya selalu siap bekerjasama dengan KPPU terutama dengan lembaga pemerintah lainnya untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Kita siap memberikan bukti bahwa kami tidak bersalah, karena kami siap masuk kompetisi (layanan TV berbayar) dengan cara jujur dan terbuka,” kata Halim.

Meski begitu, ia menyayangkan bahwa dalam masalah ini banyak pihak yang seakan-akan menyudutkan Direct Vision dari berbagai isu mulai dari tidak mendapat izin, pelanggan kompetitor merosot tajam, hingga kegagalan tender oleh para kompetitor.

“Banyak yang disinformatif, seperti melaporkan ke DPR, iklan Astro yang menyudutkan. Semua informasi itu menganggu moral para staf Astro TV, karena pemberitaan dari kompetitor melalui jaringan penyiaran yang dimiliki,” kata Halim.

Ia menuturkan, klaim kompetitor bahwa terjadi penurunan 50.000 pelanggan setiap bulan adalah tidak benar, di satu sisi ada salah satu kompetitor atau pelapor mengumumkan bahwa pada tahun 2007 jumlah pelanggannya tumbuh hingga 20 persen.

Dijelaskan, Direct Vision bukanlah pemilik hak siar dari Liga Inggris, tetapi ESS.

“Dalam prakteknya banyak hak siar yang diperoleh TV berbayar tanpa tender termasuk yang dimiliki Indovision. Bagi kami Liga Inggris bukanlah esensial karena konten sejenis juga disiarkan TV lain seperti Bundesliga, Liga Italia, dan Liga Spanyol,” tegasnya.

Karena itu, jika ada klaim dari pesaing bahwa Liga Inggris memindahkan pelanggan mereka ke Astro, hal itu harus dibuktikan dan diverisfikasi.

“Dari total 500.000 pelanggan TV berbayar saat ini, 60 persen sampai 70 persen dikuasai pelapor. Jadi, Tidak ada dasarnya kami memonopoli,” katanya. ma/antara

Danamon Butuh Ribuan Karyawan Baru

In BISNIS on 14 Februari 2008 at 12:47 PM

PT Bank Danamon Indonesia Tbk berencana menambah 5 ribu karyawan baru pada tahun ini. Penambahan karyawan tersebut dalam rangka ekspansi usaha perseroan.

Rencananya, Bank Danamon akan menambah 78 kantor cabang bank konvensional, 41 cabang Adira, dan 170 kantor baru untuk penjualan.

“Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Pulau Jawa dan Bali,” kata CFO and Director Bank Danamon Vera Eve Lim, dalam paparan kinerja 2007, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Dengan demikian, dirinya optimistis bahwa Bank Danamon akan menjadi bank yang memiliki jumlah karyawan terbesar di Indonesia.

Dia juga mengatakan, Danamon saat ini menganggarkan belanja modal Rp600-700 miliar yang akan digunakan untuk membuka kantor cabang dan investasi IT.

“Kami juga berencana menerbitkan obligasi senialai Rp1,5 triliun pada semestar pertama tahun ini,” katanya.sn

sumber: Okezone

Tahun Ini Gelar ‘Outstanding Achievement’ Disandang Telkomsel

In BISNIS on 14 Februari 2008 at 12:34 PM


Telkomsel kembali mendapat pengakuan sebagai yang terbaik dari ajang bergengsi Top Brand Award 2008 untuk kedua produk simcard-nya, yakni simPATI (kartu prabayar) dan kartuHALO (kartu pasca bayar) sebagai kartu pilihan utama selama sembilan tahun berturut-turut (2000-2008). Keberhasilan mempertahankan predikat ini membuat Telkomsel berhak memperoleh predikat “Oustanding Achievement” dalam merek-merek terbaik.

Penghargaan Top Brand 2008 didasarkan dari hasil survei lembaga survei independen Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing terhadap merek-merek pilihan masyarakat dengan 3 parameter, yakni: mind share, market share, dan commitment share. Berdasarkan parameter tersebut diperoleh indikator kekuatan merek yang disebut TBI (Top Brand Index).

Survei Top Brand 2008 dilakukan setiap tahun terhadap 3.000 responden yang tersebar di 6 kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar) yang melibatkan responden dari berbagai usia (15-65 tahun) dan lapisan masyarakat dari tingkat sosial ekonomi A hingga E.

Produk-produk Telkomsel memperoleh TBI tertinggi, cukup jauh dibanding nilai produk sejenis yang beredar di pasar. Untuk kategori SIM Card Prabayar, nilai TBI simPATI 36,1% (disusul Mentari 17,8% dan IM3 12,9%). Sedangkan kategori SIM Card Pascabayar, nilai kartuHALO 49,1% (disusul Matrix 16,0% dan XPlor 12,3%).

Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto mengatakan, “Penghargaan yang telah memasuki tahunnya yang ke-9 ini memiliki kompetensi tersendiri yang mampu menggambarkan kondisi pasar, di mana kedua produk Telkomsel tersebut memang merupakan produk yang paling diminati pasar pengguna ponsel di Indonesia. Saat ini simPATI telah digunakan sekitar 26 juta pelanggan dan kartuHALO 1,9 juta pelanggan atau digunakan 60% pengguna paskabayar”.

Persaingan pasar selular Indonesia semakin sengit dan menantang, apalagi dengan masuknya pemain-pemain baru baik itu dari luar maupun dari dalam dengan sokongan dana konglomerat lokal. Saat ini terdapat 8 operator yang memberikan layanan selular (full mobility) di Indonesia, yakni : Telkomsel, Indosat, Excelcom, Natrindo, Hutchison Indonesia, Mandara (Sampoerna Selular Indonesia), Mobile-8, dan Smart. Sementara untuk operator CDMA (limited mobility) terdapat 3 operator: Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), dan Esia (Bakrie).

“Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dengan berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, tentunya konsumen dituntut untuk semakin cerdas dalam memutuskan produk yang dipilih. Penghargaan yang merupakan hasil pilihan langsung dari konsumen atau masyarakat luas ini merupakan sebuah bukti kepercayaan masyarakat yang telah merasakan nilai dan manfaat produk dan layanan Telkomsel yang dipakainya,” ungkap Suryo.

“Meraih predikat Outstanding Achievement di Top Brand Award 2008 ini mencerminkan konsistensi kami dalam upaya memberikan yang terbaik. Penghargaan ini tentunya menjadi tantangan bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan nilai tambah bagi kepuasan bagi pelanggan, sehingga di tahun-tahun ke depan Telkomsel tetap menjadi pilihan utama solusi komunikasi masyarakat Indonesia,” tegas Suryo.

Tingginya angka pengguna ponsel yang mempercayakan layanannya kepada Telkomsel dikarenakan produk-produknya relatif dapat memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok pelanggan dan calon pelanggan, yakni: jaringan yang luas, kualitas jaringan yang handal, kelengkapan fasilitas produk dan inovasi, kenyamanan pelayanan purna jual, dan tarif yang wajar.

Handi Irawan, Praktisi Marketing sekaligus penggagas TBA, mengatakan, “Survei selama sembilan tahun adalah kekuatan terbesar dalam penghargaan ini. Tidak mudah bagi merek untuk mempertahankan diri sebagai merek pilihan konsumen. Karenanya, merek yang berhasil menjadi merek yang kuat selama sembilan tahun benar-benar merupakan merek yang teruji.” Sn

Sumber Oke Zone

Apersi Targetkan Bangun 12 ribu RSh

In BISNIS on 13 Februari 2008 at 2:30 PM


Surabaya- Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim menargetkan pembangunan rumah sederhana sehat (RSh) sebanyak 12 ribu unit.

Jumlah ini meningkat hingga 100 persen dibanding realisasi pembangunan RSh di Jatim pada 2007. Realisasi pembangunan RSh pada 2007 sebanyak 5.700 unit dari target sebanyak 7.500 unit.

“Kontribusi pembangunan terbesar masih dari Gresik yakni sekitar 40 persen. Sisanya berasal dari daerah lainnya,” urai Ketua DPD Apersi Jatim, Nurhadi, Rabu (12/2/2008).

Daerah lainnya yang ikut andil memberikan pembangunan yakni Sidoarjo, Madura, Mojokerto, Kediri, Tulungagung, Pasuruan, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Madiun, dan Malang.

Mengenai melesetnya realisasi pembangunan RSh pada 2007, urainya, disebabkan beberapa faktor. Di satu sisi, faktor permintaan sangat besar jika dilihat dari jumlah PNS dan TNI-Polri.

Namun, selama ini harga jual ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 49 juta per unit. Di sisi lain, banyak kendala dimana pengeluaran selain material bangunan cukup tinggi dan kontribusinya mencapai 20-30 persen dari harga jual.

“Selama ini edukasi tentang RSh ke pemkab/pemkot masih belum maksimal. Sehingga sebagian besar kebijakan pemkab/pemkot masih belum mendukung pembangunan RSh,” katanya.

Listrik Gratis
Selain itu, Apersi juga meminta jaringan listrik ke perumahan sederhana sehat (RSh) tidak dikenakan biaya atau gratis. “Selama ini jaringan listrik yang dialirkan ke RSh dikenakan biaya yang sama seperti perumahan untuk komersial. Padahal RSh kan rumah non komersial yang ditujukan kepada PNS dan TNI-Polri,” kata Ketua DPD Apersi Jatim, Nurhadi, Rabu (12/2/2008).

Menurutnya pengembang dikenakan dua biaya untuk penyambungan listrik oleh PLN, yakni biaya jaringan dan biaya sambungan rumah (SR). Dalam perhitungan, setiap unit RSh terkena beban biaya sebesar Rp 4,6 juta untuk pemasangan listrik ke masing-masing rumah.

“Perinciannya, biaya pemasangan jaringan sebesar Rp 2,8 juta dan SR sebesar Rp 1,7 juta,” kata Nurhadi.

Seharusnya pemasangan jaringan dibebankan kepada PLN bukan kepada pembeli RSh. Kalau dibebankan kepada pembeli, kasihan mereka. Hal ini akan berdampak kepada kualitas rumah yang dibangun.

Sarana dan Prasarana
Selain masalah pemasangan jaringan listrik, Apersi juga mengeluhkan pengenaan sarana dan prasarana serta legalisasi sertifikat. Selama ini Kakanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim menegaskan hanya mengenakan biaya sebesar Rp 500 ribu untuk pengurusan sertifikat rumah.

Namun, dalam realisasi di lapangan para pengembang dikenakan biaya sertifikat hingga Rp 1,5 juta per rumah. “Seharusnya instruksi dari kakanwil BPN bisa dilaksanakan secara merata oleh seluruh jajaran yang ada di Jatim,” urainya.

Masalah prasarana lain seperti air dan akses jalan menuju ke RSh selama ini juga jarang diperhatikan pemkab/pemkot. Sehingga para pengembang harus mengerem biaya pembangunan RSh dan sebagian dialokasikan untuk pembangunan akses jalan.

“Masalah sarana dan prasarana seharusnya didukung penuh pemkab/pemkot terutama dalam penyuksesan pembangunan RSh. Kecuali kalau pembangunan rumah komersial, semuanya ditanggung pengembang,” paparnya. @

sumber: BeritaJatim

Rombeng Gembong akan Ditampung PD Pasar Surya

In BISNIS on 13 Februari 2008 at 2:07 PM


Surabaya – Terkait dengan penertiban Jl. Gembong Bambang DH meminta semua pihak berpikir arif dan jernih. Pasalnya lokasi itu bukanlah lokasi berdagang melainkan jalan raya sebagai fasilitas umum.

Karena jadi fasilitas umum, maka harus dikembalikan pada fungsinya semula. Pemkot sendiri sudah memetakan lokasi-lokasi yang perlu ditertibkan kepada Badan Pengawas Pasar yang dibentuk.

Badan ini terdiri dari Asisten III Muhammad Fadil dan Direksi PD Pasar Surya. Tugasnya untuk merumuskan solusi terbaik untuk para pedagang. Salah satu solusinya adalah menempatkan mereka di salah satu dari 81 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Surya.

“Setahu saya sudah ada beberapa yang meminta, tapi data rincinya ke Pak Ganis (Direktur PD Pasar Surya),” ujarnya ditemui usai penandatanganan MoU e-Proc dengan 6 kota di Jatim di ruang sidang kantor walikota Surabaya, Rabu (13/2/2008)

Mengenai kapasitas pasar yang terbatas, Bambang menyatakan itu sebagai suatu konsekuensi logis karena tidak semua bisa diurusi Pemkot Surabaya. Apalagi mereka bukan warga Surabaya.

“Mereka kebanyakan pedagang yang transit dan berjualan. Tidak mungkin diurusi,” ujarnya.

Nekad Jualan
Seperti tidak mau kalah dengan petugas, sekitar pukul 07.00 WIB pedagang Pasar Gembong sudah mulai menggelar dagangannya. Padahal biasanya pedagang membuka lapaknya sekitar pukul 09.00 wib.

Saat ini kondisi normal dan semua berjualan. Tapi dekat traffic light Jl. Kalianyar sudah bersih dari pedagang. Tetapi pedagang berkumpul di Jl. Kapasari.

Hingga saat ini antar pedagang masih melakukan perbincangan seputar rencana penggusuran tersebut. Sedangkan arus lalu lintas macet.

Salah seorang pedagang, Matsani, mengaku nekad berjualan. Padahal pedagang mendengar kalau penertiban dilakukan hari ini. “Karena kalau saya diobrak mau kemana. Nekad dilawan mas, detik-detik terakhir nih. Ayo beli, mumpung murah,” ujarnya.

Pedagang sendiri juga tampak lebih berkordinasi dengan panduan dengan seorang. Gerombolan pedagang bermusyawarah dekat Jl. Kapasari. Tidak tampak petugas yang mengamankan tapi seorang polantas sempat lewat. @

sumber: BeritaJatim

Yahoo! Inc Berencana Tolak Pinangan Microsoft Corp

In BISNIS on 11 Februari 2008 at 5:22 AM


SAN FRANCISCO: Yahoo! Inc berencana menolak tawaran pengambilalihan senilai US$44,6 miliar oleh Microsoft Corp, ungkap sumber yang mengetahui rencana itu.

Dewan direksi menghabiskan waktu seminggu untuk menilai tawaran US$31 per saham sebelum memutuskan bahwa harga itu terlalu rendah. Para direktur mungkin menolak tawaran itu besok, kata sumber yang tidak mau disebut namanya itu.

Yahoo menginginkan harga terendah US$40 per saham. Keputusan ini semakin menekan pendiri bersama Jerry Yang untuk mengungkapkan kepada investor strategi menggairahkan kembali saham perseroan yang nilainya merosot hingga setengahnya dalam dua tahun sebelum penawaran diajukan.

Dia mungkin melirik Google atau mencari pembeli lainnya, meski analis mengatakan tidak mungkin ada opsi lain dan Microsoft akan menaikkan tawarannya.

sumber: Bisnis/Bloomberg

Harga Gas Naik Pengaruhi Keramik

In BISNIS on 10 Februari 2008 at 1:58 PM

JAKARTA: Kenaikan harga BBM termasuk gas akan mempengauhi harga keramik meskipun saat ini belum dilakukan penyesuaian tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa bulan ke depan akan naik.

“Ada kemungkinan untuk naik mengingat gas yang merupakan komponen terbesar pembuatan keramik harganya terus terkoreksi,” kata Manager Proyek Produsen Keramik Granito Maria Magdani di Jakarta, Sabtu (9/2).

Maria yang ditemui usai menandatangani kesepakatan kerjasama dengan apartemen The Lavande yang berlokasi di Jalan Sahardjo mengatakan, di pasaran saat ini produk Granito masih berkisar Rp150 sampai Rp300 ribu per meter persegi.

Namun dirinya belum mengetahui sampai kapan pihaknya dapat mempertahankan harga keramik di pasar. “Mungkin kalau produsen lain mulai merevisi harga, kami juga akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Granito yang produknya menggunakan lisensi dari Australia diproduksi PT Granitoguna Building Ceramic masih satu grup dengan Djabesmen memiliki pabrik di kawasan Lemah Abang Bekasi Jawa Barat.

“Kapasitas maksimal pabrik dalam setahun dapat mencapai 2 juta meter persegi akan tetapi perusahaan saat ini baru menjalankan sampai 60 persen menyesuaikan permintaan pasar,” ujarnya.

Konsumen Granito sendiri menurut pengakuan Maria berasal dari rumah-rumah maupun apartemen menengah atas mengingat harganya di atas harga keramik yang ada di pasar saat ini.

Menurutnya, Granito memiliki kualitas porselen atau sedikit di atas keramik biasa. Terbukti dari hasil test kekuatannya mencapai di atas 450 kilogram per centimeter kubik, sementara keramik biasa 300 kilogram per centimeter kubik.

Granito sendiri masuk di pasar Indonesia pada tahun 1998 dengan merek di pasar Indonesia seperti Aurora, Salsa, Palazzo, serta Castello. Masing-masing punya pasar sendiri, paparnya.

Maria mengatakan, pihaknya memang lebih banyak menjual produknya kepada institusi. “Mungkin hampir sama dengan yang dijual secara ritel di pasar,” katanya.

Siapkan Jaringan Online di 2.523 SPBU

In BISNIS on 8 Februari 2008 at 3:36 PM


Rencana Pembatasan Bensin-Solar di Jawa-Bali

JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan kebijakan pembatasan konsumsi premium dan solar. Meski mekanisme pelaksanaannya belum dibuat secara detail, pemerintah sudah mengantongi butir-butir panduan untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, panduan utamanya adalah semua kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil pribadi dan umum, akan dikenai pembatasan. “Khusus mobil mewah dan moge (motor gede, Red) sudah pasti tidak boleh membeli BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam (7/1).

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menerapkan sistem pembatasan konsumsi premium-solar. Nanti setiap kendaraan mendapat jatah pembelian bahan bakar per hari. Volume pembelian dikendalikan melalui kartu pintar (smart card) yang ditempel di kaca depan kendaraan.

Selanjutnya, kartu yang memiliki barcode tersebut akan dibaca dengan alat pemindai di SPBU berapa volume maksimal yang boleh dibeli setiap hari. Bila melebihi jatah volume, otomatis pembelian ditolak.

Tubagus mengakui, saat ini pihaknya memang baru memiliki gambaran umum mekanisme pembatasan konsumsi premium-solar. Terkait mekanisme teknis pelaksanaan, kuota masing-masing kendaraan, kriteria mobil mewah, bagaimana jika satu keluarga memiliki beberapa mobil, dan seabrek hal teknis lain hingga kini masih dalam kajian. “Ini memang luar biasa kompleks sebelum benar-benar diberlakukan,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan survei lanjutan untuk memetakan karakteristik perilaku konsumsi premium-solar di masyarakat. “Yang akan kami survei adalah kebutuhan, bukan keinginan,” terangnya.

Untuk itu, kata Tubagus, pihaknya akan menggandeng konsultan independen yang memiliki kapabilitas untuk melakukan survei. Di antara yang akan disurvei, kebutuhan konsumsi per hari bagi pemilik kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan umum.

Hasil survei tersebut selanjutnya dibuatkan angka rata-rata untuk menentukan kuota yang akan diterapkan bagi masing-masing jenis kendaraan. Untuk kendaraan umum, lanjut dia, jelas kuotanya akan lebih besar dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Sebab, jarak tempuh harian kendaraan umum memang lebih jauh. “Hal seperti ini juga kami perhitungkan,” ujarnya.

Bagaimana angka kuota 5 liter per kendaraan per hari yang sempat diberitakan di media? “Itu tidak benar. Sebab, baru akan dihitung lewat survei,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Tubagus juga mengklarifikasi pernyataan anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo Rabu lalu (6/2). Saat itu, Adi mengatakan, kebijakan pemerintah itu dilaksanakan Mei 2008 dan diberlakukan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Kemudian, kebijakan itu dilakukan di Jawa dan Bali pada akhir 2008.

“Yang benar, akan dilakukan di wilayah Jawa-Bali secara serentak,” tegas Tubagus. Alasannya, lanjut dia, jika tidak dilakukan secara serentak, sistem tersebut tidak akan efektif. Sebab, pemilik kendaraan di daerah pinggiran bisa membeli premium-solar di daerah lain yang belum dibatasi.

Menurut dia, sukses tidaknya pelaksanaan sistem distribusi tertutup memang erat berkaitan dengan prinsip isolasi. Artinya, wilayah pelaksanaan memang harus terisolasi dalam suatu pulau. “Dengan begitu, baru akan efektif,” tuturnya.

Tubagus mengakui, pemberlakuan serentak tersebut mengandung konsekuensi besar. Sebab, pihaknya harus menyiapkan jaringan online di seluruh SPBU Jawa-Bali yang jumlahnya 2.523 unit. Tujuannya, barcode atau smart card dapat terbaca dan datanya tercatat atau teregister di seluruh jaringan SPBU se-Jawa-Bali.

Untuk itu, lanjut dia, BPH Migas akan mengembangkan perangkat Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang saat ini dimiliki dan digunakan untuk memantau proses distribusi BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. “Basic-nya sudah ada, tinggal dikembangkan,” ujarnya.

Mengingat kompleksitas yang begitu tinggi, apakah BPH Migas optimistis bisa menerapkan sistem tersebut Mei nanti? “Itu harapan kami. Selanjutnya, kita lihat saja nanti,” katanya.

Tubagus, tampaknya, bersikap realistis. Dia mengatakan, detail teknis pelaksanaan sistem tersebut memang sangat bergantung seberapa cepat hasil data survei tentang karakteristik perilaku konsumsi BBM bersubsidi didapat.

Padahal, lanjut dia, hingga kini pun konsultan independen yang akan digandeng belum ditentukan. Tubagus mengatakan, pihaknya juga tidak akan asal tunjuk. Sebab, itu berkaitan dengan proyek pemerintah sehingga prinsip transparansi harus dikedepankan. “Kemungkinan akan ada semacam beauty contest untuk perusahaan konsultan,” jelasnya.

Itu pun, kata dia, baru bisa dilakukan setelah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, proyek tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit. Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya segera berkoordinasi dengan menteri keuangan untuk membahas dana yang dibutuhkan untuk proses survei maupun dana keseluruhan untuk pelaksanaan pembatasan premium-solar tersebut.

Yang jelas, kata Tubagus, rencana pembatasan itu ditujukan untuk mengajak masyarakat berhemat. Sebab, lanjut dia, kuota distribusi BBM bersubsidi memang dibatasi oleh pagu dalam APBN 2008, yakni premium 16.950 kiloliter (KL), minyak tanah 7.886.525 KL, dan solar 11.000.000 KL. Karena itu, sudah sepatutnya konsumsi masyarakat juga dibatasi. “Mohon ini dimengerti semua pihak,” pintanya.

Selain BPH Migas, pekerjaan besar akan dipikul Pertamina atas pemberlakuan sistem tersebut. Menyikapi hal itu, Vice President Komunikasi PT Pertamina Wisnuntoro mengatakan, pihaknya segera menyusun persiapan yang diperlukan untuk mendukung program tersebut. “Intinya, kami selalu siap,” ujarnya ketika dihubungi tadi malam.

Menurut dia, persiapan utama akan difokuskan pada SPBU-SPBU milik Pertamina maupun pengusaha yang tergabung dalam Hiswana Migas. “Kami segera berkoordinasi,” katanya.

Terkait kesiapan produk BBM, Wisnuntoro mengaku tidak ada masalah. Pihaknya juga akan menyiapkan antisipasi atas melonjaknya permintaan Pertamax maupun Pertamax Plus jika nanti pembatasan premium-solar diberlakukan.

Menurut dia, hal tersebut bisa diatasi dengan men-setting operasional kilang Pertamina. Misalnya, menambah produksi Pertamax maupun Pertamax Plus. Dia mengatakan, itu bukan merupakan hal sulit untuk dilakukan. “Jadi, mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar,” ujarnya. (sumber:jawapos)

teks foto: ANTREAN pembelian BBM pasti akan lebih padat jika kebijakan pembatasan bensin-solar diberlakukan di Jawa dan Bali