tribunindonesia

Peminat SMK di Sidoarjo Meningkat Pesat

In Pendidikan on 2 Juli 2009 at 10:46 PM

oleh Prima Sp Vardhana
PEMINAT bangku pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Sidoarjo mengalami peningkatan pesat. Dengan pagu 1.610 siswa untuk 27 kelas dari empat SMK Negeri, siswa yang berminat sekitar 3.323 lulusan SMP negeri maupun swasta. Kondisi ini membuktikan adanya pergeseran minat pendidikan dari lembaga pendidikan umum ke lembaga kejuruan, yang akan mencetak alumnus siap kerja dan terjun ke masyarakat.

“Saya sangat kaget saat melihat laporan peminat SMK Negeri. Sebab angka peminatnya menunjukkan peningkatan cukup signifikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kab. Sidoarjo M.G. Hadi Sutjipto di ruang kerjanya, Rabu (1/7).

Atmosfer meningkatnya peminat pendidikan di bangku SMK Negeri, menurut ia, merupakan sebuah perubahan yang patut disyukuri. Atmosfer peningkatan peminat SMK Negeri ini membuktikan, telah terjadi sebuah perkembangan dalam sistem berfikir masyarakat.

Masyarakat saat ini, diakui, akan memilih sebuah sekolah lanjutan pasca SMP disesuaikan dengan minat siswa. Alumnus SMP yang berminat melanjutkan pendidikan di bangku kuliah akan memilih bangku SMA, sementara yang berminat menjadi tenaga siap pakai saat lulus sekolah akan memilih bangku SMK.

“Kondisi ini setiap tahun pasti akan terus meningkat. Namun peningkatan ini suatu saat akan berhenti di titik maksimal. Kondisi ini akan berhenti, saat peminat bangku SMA dan SMK telah membentuk tabulasi perimbangan dunia pendidikan di Sidoarjo,” ujarnya.

Peminat bangku SMK berdasar pendaftar yang masuk, dipaparkan secara rinci, peminat SMK Neger 1 Sidoarjo sebanyak 822 siswa, SMK Neger 1 Buduran 483 siswa, SMK Neger 2 Buduran 1050 siswa, SMK Neger 3 Buduran sebanyak 968 siswa. Sedangkan saat tahun pendidikan 2007-2008 jumlah peminat untuk empat SMK Negeri jumlahnya sekitar 2.500.

Sedangkan Peserta tes PSB yang telah diselenggarakan serentak pada Selasa (30/6). Menurut ia, mencapai 10.114 siswa lulusan SMP. Sedangkan lulusan SD yang mengikuti tes PSB ke SMP sekitar 27.781 siswa. Dalam tes tersebut setiap siswa mendapat kewajiban mengerjakan 100 soal yang terdiri atas mata pelajaran IPS, Kewarganegaraan, dan Agama seperti peminat SMA Negeri dengan waktu maksimal dua jam. Kewajiban sama juga dialami alumnus SD yang akan masuk SMP.

Namun, peminat SMK mendapat tes tambahan yang disesuaikan dengan jurusan yang dipilih. Tes kompetensi itu waktunya tidak ditentukan Dispendik Kab. Sidoarjo, tapi diatur oleh masing-masing sekolah.

SISTEM LAMA
Sedangkan sistem PSB yang berlangsung di Sidoarjo, dikatakan, tetap menggunakan pola lama atau sistem tes. Tekniknya nilai tes yang dihasilkan siswa akan digabungkan dengan nilai UNas dengan pola perhitungan 60 dibanding 40, yakni nilai UNas dikalikan 60 persen dan nilai tes dikalikan 40 persen.

“Sistem tes kembali diterapkan, karena putusan rapat di hadapan bupati di Pendopo yang melibatkan semua elemen masyarakat yang menghendaki sistem ini. Para siswa yang mendaftar di SMP dan SMA harus melalui tes,” katanya

Teknik penghitungan nilai murni untuk memilih sekolah, dicontohkan Sutjipto, siswa yang nilai UNasnya untuk 4 pelajaran yang berjumlah 40 akan dikalikan 60 persen. Sedangkan nilai tes untuk 3 pelajaran yang berjumlah 30 akan dikalikan 40 persen. Hasil dari dua perkalian prosentase itu kemudian dijumlah total. Hasil yang didapat itu nantinya digunakan untuk memilih sekolah, yang menentukan seorang siswa diterima atau tidaknya dalam PSB sebagaimana totsal nilai minimal hasil persaingan antar peminat di masing-masing sekolahan.

“Dengan tetap diterapkannya sistem PSB di Sidoarjo ini, maka kami minta hendaknya para wali murid berhati-hati dalam memilih sekolah. Wali murid jangan memaksakan ambisinya untuk memasukkan putra-putri pada sekolah yang nilai minimal PSB-nya diatas yang didapat putra-putrinya,” katanya.

Selain itu, mantan Kadis Infokom Kab. Sidoarjo ini juga mengingatkan, para wali murid hendaknya juga mempertimbangkan pagu (batas maksimal) PSB di masing-masing sekolah melalui website di www.psbsidoarjo.net. Pasalnya pagu masing-masimng sekolah itu sangat menentukan jumlah siswa yang akan diterima.

Pagu PSB untuk 44 SMP Negeri di Sidoarjo sebanyak 11.363 siswa dan yang telah diterima lewat jalur prestasi sebanyak 173 siswa. Pagu untuk 12 SMA Negeri sebanyak 2.485 siswa dan yang telah diterima lewat jalur prestasi sebanyak 138 siswa. Sedangkan untuk 4 SMK Negeri sebanyak 1.610 siswa.

Bagi siswa yang gagal mengikuti PSB. Diharapkan Sutjipto, tidak berkecil hati, putus asa dan bersikap aneh-aneh yang menyusahkan orang tua. Atau pun mengambil keputusan yang melanggar agama. Pasalnya di Sidoarjo masih banyak sekolah swasta yang memiliki akreditasi A dengan kualitas sistem belajar mengajar, yang setingkat sekolah negeri.

“Sekolah swasta atau negeri harus dipandang sebagai sebuah kondisi yang sama. Pasalnya kesuksesan seseorang saat terjun di masyarakat sangat ditentukan oleh SDM masing-masing siswa,” ujarnya. (pvardhana88@gmail.com)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: