tribunindonesia

KT Bima 306 Perkuat ‘Pasukan’ Pelindo III

In NASIONAL on 22 Juni 2009 at 1:53 PM

oleh Prima sp Vardhana

PT. Pelindo III menepati janjinya untuk menambah pasukan kapal tunda yang dimiliki. Senin (23/6) pagi, sebuah kapal tunda baru berlambung KT Bima 306 diserahterimakan PT. Daya Radar Utama sebagai pembuat kepada PT. Pelindo III sebagai pemesan di Gapura Surya.

Djarwo Suryanto, Dirut Pelindo III“Harapan saya, kehadiran KT Bima 306 dapat memperkuat armada kapal tunda yang telah dimiliki PT. Pelindo III. Kehadirannya semoga dapat melancarkan peningkatan arus kunjungan kapal baik internasional maupun nasional, yang terjadi di lingkungan kerja Pelindo III sejak setahun terakhir,” kata Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto usai meresmikan pengoperasian kapal tunda KT 306.

Sesuai data kunjungan kapal tahun 2008 jumlah kunjungan kapal yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah Pelindo III sebanyak 74.818 kapal dan total (GT) 206.324.695 Gros Ton, sedangkan untuk troughput petikemas tahun 2008 mencapai 2.931.166 Teus, dibeberapa cabang mulai tumbuh gerakan petikemas. Diperkirakan tahun 2009 ada kenaikan sekitar 8% atau sekitar 80.803 unit kapal, yang perhatian utamanya adalah kehadiran kapal-kapal Internasional,

Keberadaan KT 306 ini, menurut pria yang baru sebulan memimpin Pelindo III, merupakan satu dari empat kapal tunda yang dipesan pada PT. Daya Radar Utama di Jakarta. Sisa kapal yang dipesan jika tidak ada aral melintang sudah diserahkan pada PT. Pelindo III pada tahun 2010 s/d 2011. Masa pembuatan KT. 306 selama 500 hari yaitu mulai dibuat pada tanggal 19 Maret 2008 sampai 31 Mei 2009,

KT Bima 306 ini menggunakan Main Engine “ Nigata GL 25H” dengan kemampuan melaju 2 x 1500 HP, dan Aux Engine : Cummin: dengan kapasitas 2 x 136 KW, secara tehnis berkemampuan “ Bollard Pull” atau daya dorong kapal sebesar 40 Ton , Panjang (LOA) kapal 29 meter, lebar 9,6 meter, dan bobot (GT) 294 Ton. Dana yang diinvestasikan untuk satu kapal tunda in sebesar Yen 1.459.000 (sekitar Rp 22 Miliyar dengan kurs saat kontrak pembuatan pada awal 2008).

Anehnya dalam sambutan pengoperasian angka investasi yang muncul sekitar Rp. 40 Milyar, sehingga BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau pun KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) perlu untuk menyelidiki selidiki dana inbvestasi sebesar Rp 18 Miliyar itu.

Sedangkan kapal tunda yang dioperasikan Pelindo III sebelum kehadiran KT. 306, diakui, jumlahnya sebanyak 28 unit tugboat, yang terdiri dari 15 unit merupakan milik Pelindo III yang maíz eksis dan status 13 unit selebihnya adalah maíz sewa (Time Charter). Operasional semua kapal tunda tersebut dan KT 306, dikatakan Djarwo, akan ditangani oleh Unit Perkapalan yang dipimpin Heyzkel. (pvardhana88@gmail.com)

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.