PT PAL Indonesia menjanjikan angka penjualan akan meningkat 2,5 kali lipat dalam waktu tiga tahun bila kucuran dana yang diperlukan terealisasi. Selama dua tahun berturut-turut, yaitu 2007 dan 2008 angka penjualan dari perusahaan milik BUMN ini sebesar Rp 1,1 triliun.
Persoalannya realisasi penyelamatan untuk PT PAL Indonesia (Persero) belum bisa ditentukan. PT PAL kini hanya bisa menunggu langkah penyelamatan dari pemerintah agar perusahaan mampu bertahan.
“Kalau dana sudah dikucurkan, sales kami akan meningkat,” tutur Harsusanto, Direktur Utama PT PAL Indonesia.
Ditemui seusai menggelar RUPS di PT Dok dan Perkapalan Surabaya pada Jumat (19/6) petang, Harsusanto mengatakan bantuan kucuran dana berasal dari PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), pemerintah, dan perbankan.
Dana dari PT PPA (Persero) yang akan digunakan untuk pembangunan kapal berkisar 26 juta dollar AS, sedangkan dari pemerintah Rp 193 miliar. Selanjutnya, kucuran dana perbankan berasal dari Bank BNI, Bank Ekspor Indonesia (BEI), serta Bank Mandiri.
“Dari BNI total sekitar 32 juta dollar AS, BEI 10 juta dollar AS, sedangkan dari Mandiri kami masih menunggu, kemungkinan sebesar 25 juta dollar AS,” papar Harsusanto.
Sementara Sahala Lumban Gaol, Deputi Meneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi (Piset) mengatakan belum mengetahui waktu kucuran dana bagi PT PAL Indonesia bisa direalisasikan. “Jangan tanya waktunya, saya juga belum tahu,” tutur dia.
Adapun kinerja PT PAL Indonesia pada 2008 membaik dibanding 2007 yang mengalami kerugian Rp 543 miliar. Tahun lalu perusahaan masih merugi, namun angka kerugian lebih kecil yaitu Rp 47 miliar. (vd/kom)