tribunindonesia

Oknum KP3 Perak Back-Up Mobil Non-Dokumen

In Berita, NASIONAL on 5 Juni 2009 at 11:48 PM

oleh Lahane Azis

KAPAL  Motor Ro – ro milik pelayaran PT. Dharma Lautan Utama dan pelayaran PT. Prima Vista dengan route pelayaran Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

         

OKNUM NAKAL. Polres KP3 Tanjung Perak berusaha benahi layanan publik. Merombak ruang penyidikan dan membenahi SDM yang dimiliki. Kendati demikian, masih banyak oknum KP3 yang masih nakal dan luput dari pembenahan moral mereka sebagai penjaga keamanan dan pelindung rakyat. Misalnya yang dilakukan beberapa oknum yang bertugas di Dermaga Tanjung Perak. Kondisi ini perlu "disemprit" Kapolri.

OKNUM NAKAL. Polres KP3 Tanjung Perak berusaha benahi layanan publik. Merombak ruang penyidikan dan membenahi SDM yang dimiliki. Kendati demikian, masih banyak oknum KP3 yang masih nakal dan luput dari pembenahan moral mereka sebagai penjaga keamanan dan pelindung rakyat. Misalnya yang dilakukan beberapa oknum yang bertugas di Dermaga Tanjung Perak. Kondisi ini perlu "disemprit" Kapolri.

Kedua perusahan pelayaran ini semakin lancar saja hampir setiap hari mengangkut penumpang dan barang yang diangkut bersama Mobil Truknya menumpangi Kapal Ro – ro sesuai route yang ditujunya antar pulau.

          Dengan adanya operasi kedua pelayaran dimaksud sangat membantu pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Laut ( Dirjenperla ) karena pungsi Kapal Ro – ro sangat penting untuk mengangkut penumpang dan barang, sehingga memperlancar perekonomi an serta hubungan antar pulau Kalimantan dan Kawasan Indonesia Timur ( KTI ).

          Namun dengan kesempatan serta kelancaran ini, para pengurus atau pengusaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut ( EMKL ) banyak melakukan pelanggaran dengan muat barang di atas Mobil Truk melebihi kapasitas daya angkutnya, karena barang muatan lebih dari garis batas bak mobil kira – kira 1,5 meter dan barang lainnya digantung samping kanan kiri bak maupun didepan mobil.

          Hal ini terjadi setiap kali adanya pemberangkatan Kapal Ro – ro milik kedua perusahan tersebut, sampai Mobil Truk yang mengangkut barang melebihi kapasitas ini masuk kedalam pintu Kapal Ro – ro barangnya tersangkut dan robek serta mengalami kerusakan tetapi dianggap biasa saja.

          Sementara itu, petugas yang berkopeten di pelabuhan serta Polres KP3 yang jaga mengawasi Mobilo – mobil dan barang serta Truk yang naik di Kapal Ro – ro tinggal diam saja, ternyata dibalik semua ini ada hubungan bisnis terselubung Polres KP3 dengan para pengurus di pelabuhan, kata berbagai sumber di pelabuhan.

          Hasil investigasi Surabaya Minggu di pelabuhan tempat Kapal Ro – ro mengada kan kegiatan bongkar muat barang dan penumpang, banyak Mobil – mobil brovit ( Baru ) yang belum punya plat nomor, surat KIR, BPKB dan STNK dengan bebas mengambil dan menaikan muatan ke Mobil brovit tersebut untuk naik di Kapal Ro-ro dengan tujuan berangkat keluar pulau.

         Sebenarnya menurut aturan Kepolisian ( Lalulintas ) atau Dinas Perhubungan Darat ( DLLAJR ), Mobil yang belum dilengkapi dokumennya tidak boleh dengan bebas melintasi di jalan raya, apalagi mengangkut barang serta melakukan kegiatan lainnya.

          Dengan turunnya berita ini, Surabaya Minggu mengharapkan Jajaran Polda Jatim, Dinas Perhubungan Pemkot Surabaya maupun Dinas Perhubungan Darat Prov. Jatim ( DLLAJR ) supaya mengambil tindakan terhadap pelanggaran ini yang terjadi di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.  

Kapal Motor Ro – ro milik pelayaran PT. Dharma Lautan Utama dan pelayaran PT. Prima Vista dengan route pelayaran Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

          Kedua perusahan pelayaran ini semakin lancar saja hampir setiap hari mengangkut penumpang dan barang yang diangkut bersama Mobil Truknya menumpangi Kapal Ro – ro sesuai route yang ditujunya antar pulau.

          Dengan adanya operasi kedua pelayaran dimaksud sangat membantu pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Laut ( Dirjenperla ) karena pungsi Kapal Ro – ro sangat penting untuk mengangkut penumpang dan barang, sehingga memperlancar perekonomi an serta hubungan antar pulau Kalimantan dan Kawasan Indonesia Timur ( KTI ).

          Namun dengan kesempatan serta kelancaran ini, para pengurus atau pengusaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut ( EMKL ) banyak melakukan pelanggaran dengan muat barang di atas Mobil Truk melebihi kapasitas daya angkutnya, karena barang muatan lebih dari garis batas bak mobil kira – kira 1,5 meter dan barang lainnya digantung samping kanan kiri bak maupun didepan mobil.

          Hal ini terjadi setiap kali adanya pemberangkatan Kapal Ro – ro milik kedua perusahan tersebut, sampai Mobil Truk yang mengangkut barang melebihi kapasitas ini masuk kedalam pintu Kapal Ro – ro barangnya tersangkut dan robek serta mengalami kerusakan tetapi dianggap biasa saja.

          Sementara itu, petugas yang berkopeten di pelabuhan serta Polres KP3 yang jaga mengawasi Mobilo – mobil dan barang serta Truk yang naik di Kapal Ro – ro tinggal diam saja, ternyata dibalik semua ini ada hubungan bisnis terselubung Polres KP3 dengan para pengurus di pelabuhan, kata berbagai sumber di pelabuhan.

          Hasil investigasi Surabaya Minggu di pelabuhan tempat Kapal Ro – ro mengada kan kegiatan bongkar muat barang dan penumpang, banyak Mobil – mobil brovit ( Baru ) yang belum punya plat nomor, surat KIR, BPKB dan STNK dengan bebas mengambil dan menaikan muatan ke Mobil brovit tersebut untuk naik di Kapal Ro-ro dengan tujuan berangkat keluar pulau.

         Sebenarnya menurut aturan Kepolisian ( Lalulintas ) atau Dinas Perhubungan Darat ( DLLAJR ), Mobil yang belum dilengkapi dokumennya tidak boleh dengan bebas melintasi di jalan raya, apalagi mengangkut barang serta melakukan kegiatan lainnya.

          Dengan turunnya berita ini, Surabaya Minggu mengharapkan Jajaran Polda Jatim, Dinas Perhubungan Pemkot Surabaya maupun Dinas Perhubungan Darat Prov. Jatim ( DLLAJR ) supaya mengambil tindakan terhadap pelanggaran ini yang terjadi di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.