Menyambut HUT ke 716 Surabaya (1)
Oleh: HM Yousri Nur Raja Agam *)
Surabaya memperingati hari jadinya tiap tanggal 31 Mei. Tahun 2009 ini usianya sudah 716 tahun, dengan tanggal kelahiran ditetapkan 31 Mei 1293.
PENELITI dan beberapa ahli sejarah, mengungkapkan, dulu Surabaya ini adalah muara sungai dan terbentuk oleh gugusan kepulauan. Muara Sungai Kali Brantas dengan anaknya Kali Surabaya masih di Wonokromo. Sedangkan Surabaya sekarang merupakan pulau-pulau kecil yang terjadi akibat lumpur yang hanyut dari letusan Gunung Kelud. Lama-kelamaan lumpur yang terbawa arus air sungai mengakibatkan pendangkalan di muara sungai yang terletak di Selat Madura ini.
Akibat sedimen yang terus bertambah, endapan lumpur semakin meninggi, sehingga selat-selat yang terletak di antara gugus pulau-pulau kecil itu menyempit. Di antara pulau-pulau kecil itu banyak yang menyatu, sementara ada pula selat di antara pulau-pulau kecil itupun berubah menjadi anak sungai atau kali.
Kejadian yang unik itu ditopang pula dengan proses tektonik. Permukaan daratan Surabaya naik 5 sampai 8 centimeter per-abad. Sementara itu daratan atau garis pantai bertambah ke arah laut rata-rata 75 centimeter per-tahun.
Berkah Gunung Kelud

GUNUNG Kelud memiliki peran dalam kelahiran kota Surabaya
Kalaulah Gunung Kelud yang terletak di antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri tidak meletus hampir tiap 15 tahun sekali, mungkin Kota Surabaya ini tidak ada. Atau tidak seperti sekarang ini. Daratan dari Wonokromo sampai Tanjung Perak tidak akan pernah ada. Sebab, terjadinya daratan Surabaya, adalah akibat lumpur kiriman dari letusan Gunung Kelud yang dihanyutkan melalui Sungai kali Brantas.
Read the rest of this entry »