tribunindonesia

Tragedi Talangsari Seret Soedomo Diperiksa Komnas HAM

In NASIONAL on 28 Februari 2008 at 2:56 AM

sabili-lampung_talangsari-b.jpg

JAKARTA:Disebut banyak pihak lamban dalam menangangi kasus Talangsari lampung 1989, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) rupanya tak tahan. Di bawah pimpinan barunya, Ifdhal Kasim, Komnas HAM kini memasukkan Talangsari sebagai agenda prioritas.

Juni nanti mereka menargetkan kasus itu sudah masuk ke pihak Kejaksaan. Hinga Maret, Komnas HAM akan memanggil satu-persatu pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Rabu (27/3) siang tadi, giliran mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan  Soedomo datang memenuhi panggilan Komnas HAM. Selama hampir tiga jam, dari sekitar pukul 13.30 WIB, Soedomo dicecar pertanyaan oleh empat orang petinggi Komnas HAM.

Seusia diperiksa, Soedomo mengatakan, dirinya dimintai keterangan perihal apa posisinya ketika peristiwa terjadi. Apa dirinya mengetahui peristiwa itu. Juga, apa peristiwa itu berada dalam kendalinya.

“Saya tidak mengetahui pasti yang terjadi di lapangan dalam peristiwa Talangsari. Saat itu, yang bertanggungjawab di lapangan adalah Komandan Korem,” ujar Soedomo yang meski rambutnya sudah memutih semua, suaranya masih lantang.

Soedomo mengelak jika jawabannya tersebut diartikan dirinya angkat tangan terhadap kasus tersebut. “Ini bukan masalah angkat tangan. Tapi ada urut-urutan dalam kewenangan tugas. Mulai dari Koramil, Korem, Kodam, kemudian melapor kepada Panglima Angkatan Darat (KSAD),” jelas Soedomo.

Soedomo yang datang dengan mobil VW bernopol B 8862 NL menegaskan bahwa dirinya tidak akan menutup-nutupi hal yang diketahuinya. ”Terserah pada nantinya, kalau pun diungkapkan ke pengadilan, saya siap saja untuk memberikan keterangan. Pokoknya kita akan sejauh mungkin memberi keterangan,” lanjut dia.

Bagaimana sebenarnya peristiwa Talangsari bermula ?
Soedomo menceritakan, ada dua persoalan pada peristiwa yang pecah pada awal Februari 1989 itu. Selain hutan lindung, juga isu asas tunggal. Terkait isu tersebut, kata Soedomo, waktu itu ada pondok pesantren yang kurang setuju. Kelompok tersebut dicap sebagai kelompok yang antipancasila dan ingin mendirikan negara Islam.

“Ketika mau dicek oleh Korem, anak buahnya kemudian dibunuh. Nah setelah itu diserbu. Itulah awal mula persoalannya,” kata dia.

Ketua Tim ad hoc KomnasHAM untuk peristiwa Talangsari, Johny Nelson Simanjutak menegaskan, pihaknya akan terus memanggil pihak-pihak terkait dalam peristiwa tersebut. Dari saksi korban dan saksi nonkorban dalam tahap mencari fakta dan dakta.

“Jadi kita masih jauh untuk menyebut calon tersangka atau apa, belum. Intinya, semua yang ada kaitan dengan peristiwa ini akan kita panggil dulu,” kata Johny. (Kps/ma)

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.