SUKABUMI: Sebagian warga di Sukabumi, baik kota maupun kabupaten resah adanya informasi susu formula yang mengandung bakteri membahayakan ’Enterobacter Sakazakii’, sehingga warga mulai mengurangi pembelian susu formula. “Saya kaget sekali ada susu formula yang mengandung bakteri berbahaya. Saya baru tahu setelah membaca pemberitaan di media massa,” kata salah seorang warga Kota Sukabumi, Vera (25) di Sukabumi, Rabu (27/2).
Menurut dia, pemerintah harus menjelaskan secara rinci susu apa saja yang berbahaya dengan merk yang dilarang, sehingga warga masyarakat dapat menghindarinya. “Saat ini masih banyak warga yang tidak tahu, sehingga merasa khawatir dan resah jika hasil penelitian itu benar-benar berdampak pada anak-anaknya,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Yuli (30) warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, bahwa dirinya baru mengetahui adanya susu formula yang mengandung bakteri berbahaya dari media elektronik, sehingga dirinya mengurangi jumlah pembelian susu formula untuk anaknya. Ia mengaku khawatir jika informasi bakteri yang berbahaya tersebut ada dalam susu yang diminum oleh anaknya selama ini.
“Saya takut terjadi apa-apa kepada anak saya. Saya minta pemerintah turun tangan memberikan penjelasan terkait peredaran susu formula yang mengandung bakteri berbahaya itu,” ujarnya seraya menyebutkan, saat ini dirinya masih membeli susu formula, namun dirinya lebih berhati-hati.
Warga lainnya di kecamatan yang sama, Noor (33) mengaku khawatir dan resah karena pemberitaan susu formula yang mengandung zat berbahaya, bahkan dirinya terus mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan membeli media cetak.
Sementara beredarnya informasi susu formula yang mengandung bakteri yang berbahaya tidak terlalu berpengaruh pada omzet penjualan susu formula, pasalnya masih banyak warga Sukabumi yang belum mengetahuinya. “Jumlah pembelian susu formula tidak berpengaruh oleh isu bakteri karena masih banyak warga yang belum tahu,” ujar salah seorang pegawai toko susu di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Sukabumi, Nita.
Kegelisahan juga terjadi di kota-kota lain, termasuk Jakarta dan wilayah-wilayah lain. Beberapa ibu menanyakan produk susu apa saja yang dikatakan mengandung bakteri. (Kps/iya)