LOS ANGELES, MINGGU–Hajatan besar insan film Amerika usai sudah. Meski sempat terancam “gagal” karena mogoknya para penulis skenario, Oscar ke-80 yang dipandu oleh Jon Stewart berjalan sukses.
Film No Country for Old Men arahan sutradara Coen bersaudara Joel Coen dan Ethan Coen akhirnya dinobatkan sebagai Film Terbaik di ajang Academy Awards ke-80, yang digelar di Kodak Theatre, Los Angeles, Minggu (24/2) waktu setempat atau Senin (25/2) waktu Indonesia. Film ini juga menghantarkan sutradaranya meraih penghargaan Sutradara Terbaik.
Dari delapan nominasi yang didapat, empat penghargaan di antaranya berhasil dibawa pulang, dua lainnya untuk Javier Bardem yang dinobatkan sebagai Aktor Pendukung Pria Terbaik, serta Naskah Adaptasi Terbaik untuk Coen bersaudara.
No Country for Old Men, mengungguli para pesaingnya, yakni Atonement (Tim Bevan, Eric Fellner, Paul Webster), Juno (Lianne Halfon, Mason Novick, Russell Smith), Michael Clayton (Sydney Pollack, Jennifer Fox, Kerry Orent) dan There Will Be Blood (Paul Thomas Anderson, Daniel Lupi, JoAnne Sellar)
Sementara itu, There Will Be Blood yang sama-sama diunggulkan hanya mampu memboyong dua penghargaan saja. Masing-masing untuk Sinematografi Terbaik dan Daniel Day-Lewis sebagai aktor Terbaik.
George Clooney (Michael Clayton), Johnny Depp (Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street), Tommy Lee Jones (In the Valley of Elah) dan Viggo Mortensen (Eastern Promises) ternyata memang harus mengakui kehebatan Daniel Day-Lewis, yang tampil gemilang dalam There Will Be Blood.
Oscar kali ini merupakan Oscar Day-Lewis yang kedua, setelah di ajang yang sama sebelumnya, aktor kelahiran London, 29 April 1957, itu berhasil membawa Oscar pertamanya pada tahun 1990, untuk kategori Aktor Pria Terbaik lewat film My Left Foot: The Story of Christy Brown.
Setelah memboyong Piala oscar pertamanya itu, ia kembali diunggulkan di kategori yang sama di Academy Awards tahun 1994, untuk film In the Name of the Father. Tahun 2003, ia kembali dinominasikan lewat penampilannya dalam film Gangs of New York arahan sutradara Martin Scorsese.
Sedangkan aktris jelita Marion Cotillard akhirnya memecahkan kebuntuan. Setelah hampir 40 tahun tak satu pun aktris asal Perancis berhasil meraih Oscar untuk kategori Aktris Terbaik, Cotillard akhirnya mengukir sejarah baru di dunia film, khususnya dunia film Perancis.
Lewat penampilannya sebagai penyanyi Prancis legendaris Edith Piaf lewat film La Vie En Rose, ia diganjar Piala Oscar dalam ajang Academy Awards ke-80.
Untuk dunia perfilman Perancis, Simone Signoret berhasil membawa Oscar pada tahun 1960 untuk perannya dalam film Room at the Top. Tahun-tahun berikutnya, para aktris Perancis hanya bisa masuk sebatas menjadi unggulan. Mereka di antaranya termasuk Catherine Deneuve dan Isabelle Adjani.
Kemenangan perempuan kelahiran Paris, 30 September 1975 itu di ajang Oscar kali ini, lagi-lagi memupuskan harapan Cate Blachett (Elizabeth: The Golden Age) dan Julie Christie, untuk membawa pulang Oscar kedua kalinya. Serta, harapan Laura Linney (The Savages) dan Ellen Page (Juno) untuk menorehkan namanya di ajang Oscar untuk pertama kalinya.
Cotillard boleh jadi sosok yang unik. Selain senang berakting ia juga aktif dalam menyelamatkan lingkungan hidup dengan bergabung menjadi anggota Greenpeace. Bersama kelompok penyelamat lingkungan hidup itu, ia pernah kerja bareng menggarap album bertajuk Dessins pour le climat.
Berakting tadinya memang bukan pilihan hidup. Pemilik tinggi badan 1.69 meter itu, bahkan mengaku ingin menjadi penyanyi tenar ketimbang seorang aktris.
“Saya hanya mencoba belajar bagaimana menggunakan emosi dan perasaan. Guru saya adalah ibu (Niseema Theillaud) dan saya kemudian bekerja dengan ayah [Jean-Claude Cotillard], yang membantu saya menemukan semua emosi dan bagaiaman bermain dengan emosi-emosi itu,” katanya. (ma/berbagai sumber)
Selengkapnya para peraih Oscar 2008:
Peran pembantu pria: Javier Bardem
Visual effect: The Golden Compass
Film animasi terbaik: Ratatouille
Film pendek live action: Le Mozart des Pickpockets (The Mozart of Pickpockets)
Film animasi pendek: Peter & the Wolf
Penata Kostum: Elizabeth lewat film The Golden Age
Make up: La Vie en Rose
Aktris pemeran pembantu: Tilda Swinton dalam film Michael Clayton
Film Dokementer pendek: Freeheld
Film fitur dokementer: Taxi to the Dark Side
Pengarah Seni: Dante Ferretti (Art Direction); Francesca Lo Schiavo (Set Decoration) lewat Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street
Ilustrasi musik: Atonement
Penyelaras Suara Terbaik: The Bourne Ultimatum
Musik (lagu): Once
Sound editting: The Bourne Ultimatum
Film Berbahasa Asing: The Counterfeiters
Editing Film Terbaik: The Bourne Ultimatum
Aktor Terbaik: Daniel Day-Lewis lewat film There Will Be Blood
Cinematography: There Will Be Blood
Aktris Terbaik: Marion Cotillard lewat film La Vie en Rose
Naskah Adaptasi: No Country for Old Men
Naskah asli: Diablo Cody lewat film Juno
Penyutradaraan: No Country for Old Men
Film Terbaik: No Country for Old Men

