tribunindonesia

Arsip untuk Februari 14th, 2008

Warga NU Terpecah Dalam Pilgub Jatim

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:56 PM


Jakarta: Keinginan KH Hasyim Muzadi untuk bisa menyatukan seluruh elemen NU sebagai komunitas terbesar untuk menyatukan diri dalam Pilgub tampaknya terancam gagal. Ketua Umum GP Ansor Syaifullah Yusuf telah digandeng oleh Soekarwo untuk menjadi cawagub melalui koalisi PAN dan Partai Demokrat.

Syaifullah Yusuf sendiri mengakui adanya perpecahan di lingkungan NU dan ia siap untuk bersaing sesama kader NU. “Suara NU pasti pecah,” katanya kepada wartawan seusai membuka Dialog dan Pelatihan HAM di secretariat GP Ansor Jakarta, Kamis, (14/2).

Ia mengaku mendapat dukungan dari sejumlah kiai dan pesantren besar yang berpengaruh seperti dari beberapa pesantren di Kediri. Namun ia tak mau menyebutkan lebih awal. “Saya tak mau mengklaim, takut mereka marah,” tandasnya.

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa juga dilirik oleh sejumlah partai seperti PDIP dan PKS untuk dijadikan cawagub di Jatim, namun sejauh ini, belum ada kepastian. Ia sendiri beranggapan bahwa NU yang mayoritas di Jatim bukan dijadikan cawagub, tetapi harus calon gubernur.

Sementara itu, Ketua PWNU Ali Maschan Moesa digadang-gadang oleh calon dari Golkar Soenarjo yang juga ketua DPD Golkar Jatim. Sejumlah PCNU menyatakan ketidaksetujuannya dan tetap meminta agar Ali Maschan konsentrasi mengurusi NU Jatim. Kondisi ini juga menyebabkan pencalonannya mengambang.

PKB, partai yang dilahirkan oleh NU dan yang merupakan partai pemenang di Jatim memilih Ahmady yang saat ini menjabat sebagai bupati Mojokerto. Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur juga telah meminta agar wakilnya dari NU dan bisa mendulang suara.

KH Hasyim Muzadi menyatakan upaya penyatuan suara yang digagasnya ini salah satunya untuk mencegah konflik diantara warga NU untuk kepentingan politik sesaat yang merugikan ukhuwah nahdliyyah yang sudah berjalan lama.

“Jangan sampai Pilkadanya sudah selesai, tapi antar kiai yang beda dukungan masih belum mau saling berbicara. Padahal calon yang bersaing saja sudah bekerjasama,” katanya dalam berbagai forum. ma

sumber: NU Online

Pilkada Tak Akan Memecah Warga NU

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:48 PM


Jakarta: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak akan memecah belah Nahdlatul Ulama (NU) meski yang maju bersaing sama-sama warga organisasi Islam itu.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjawab wartawan di sela-sela Dialog dan Pelatihan HAM kerja sama GP Ansor-Elsam di Jakarta, Kamis (14/2).

“Kalau soal pilihan politik warga NU sudah biasa berbeda,” kata Gus Ipul yang akan maju sebagai calon wakil gubernur pada Pilkada Jawa Timur berpasangan dengan Soekarwo yang saat ini masih menjabat sekretaris provinsi Jatim.

Pasangan Soekarwo-Gus Ipul diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Deklarasi pencalonan keduanya akan digelar di Gelora Pancasila, Surabaya, Minggu (17/2).

Gus Ipul mencontohkan, ketika NU keluar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), tidak otomatis semua warga NU ikut keputusan itu. Demikian juga ketika Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi maju sebagai calon wakil presiden pada 2004, tidak semua warga NU memilihnya.

Selain Gus Ipul, sejumlah tokoh NU yang disebut-sebut bakal turut meramaikan Pilkada Jatim antara lain Ketua PWNU Jatim KH Ali Machan Musa, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua PW Muslimat NU Masruroh.

Ditanya apakah ia yakin bakal memperoleh dukungan warga NU di Jatim, yang notabene merupakan basis NU, Gus Ipul menyatakan akan berusaha mendapatkan dukungan tersebut.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu mengaku telah “sowan” ke sejumlah kiai NU berpengaruh di Jawa Timur untuk meminta restu dan dukungan, antara lain ke KH Idris Marzuki, KH Nurul Huda Jazuli, KH Zainuddin Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Mas Subadar, KH Chotib Umar. ma

sumber: Republika

Pasca Reformasi Sehari Terbit 5 media baru.

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:40 PM


Perkembangan jumlah media massa di era reformasi mengalami lonjakan luar biasa dari era Orde Baru, dimana setahun pasca reformasi dalam satu hari terbit lima media massa baru.

Selama 32 tahun era Orde Baru hanya berdiri 289 media cetak, enam stasiun televisi dan 740 radio. Setahun pasca reformasi jumlah media cetak melonjak menjadi 1.687 penerbitan atau bertambah enam kali lipat, kata anggota Dewan Pers, Wikrama Iryans Abidin di Padang, Kamis.

Hal itu disampaikannya pada acara Dialog Sehari bertema “Dengan Semangat Hari Pers Nasional 2008, Kita bangun pers profesional dan berbudaya” di gelar PWI Sumbar. Jika dihitung dengan skala waktu, berarti setahun pasca reformasi telah lahir 1.389 media cetak baru, atau 140 perbulan atau hampir lima media per hari, katanya.

Jumlah media cetak itu kini telah berkurang dan tercatat sebanyak 830, televisi 60 media, radio pakai izin 2.000 media dan radio tanpa izin mencapai 10 ribu media. Sedangkan jumlah wartawan saat ini mencapai 40 ribu orang, tambahnya.

Melonjaknya jumlah media massa pasca reformasi, menurut dia, tidak bisa dilepaskan kolerasinya dengan proses liberalisasi pers sejalan dengan pergeseran dari sitim politik otoriter ke demokrasi. Namun, dari sekitar 40 ribu wartawan di Indonesia itu hanya 20 persen atau sekitar 8.000 orang saja yang paham dengan kode etik jurnalistik dan UU No.40/1999 tentang pers.

Ini menunjukkan masuk ke profesi wartawan begitu longgar. “Semua bisa jadi wartawan, tanpa kompetensi bahkan etika dan moral, modalnya cukup kartu pers,” katanya. Contonya di DPR-RI, tercatat sekitar 3.000 wartawan mangkal disana, tapi hanya 10 persen saja yang menulis berita secara terus menerus.

Banyaknya wartawan, menurut dia, tidak terlepas dari kondisi negara yang krisis. “Cari kerja sulit, dan akhirnya banyak yang jadi wartawan untuk sekedar menumpang hidup dan mencoba terus bertahan,” tambahnya.

sumber: Republika

ICW Laporkan Kegiatan Sosial BI Fiktif

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:31 PM


Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW), Kamis, melapor kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa kegiatan Pengembangan Sosial Kemasyarakatan (PSK) Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) fiktif.

YPPI adalah yayasan yang terafiliasi dengan Bank Indonesia (BI). Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 3 Juni 2003 memutuskan penggunaan dana YPPI sebesar Rp100 miliar untuk kegiatan pengembangan sosial kemasyarakatan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menduga dana itu mengalir untuk membantu proses hukum pejabat BI yang terjerat kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan ke sejumlah anggota DPR untuk pembahasan sejumlah RUU perbankan.

Anggota Badan Pekerja ICW, Adnan Topan Husodo mengatakan kegiatan penambahan modal sebesar Rp 100 miliar ke YPPI yang akan digunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan adalah formalitas. Program tersebut, katanya, hanya untuk menutupi pengeluaran BI sebelumnya dalam berbagai kegiatan, termasuk meloloskan kepentingan BI dalam kasus BLBI di Kejaksaan Agung.

“Sebenarnya program itu tidak pernah ada,” kata Adnan. Adnan melampirkan sejumlah bukti surat, di antaranya adalah surat tertanggal 23 Mei 2003, dari Iwan R. Prawiranata yang saat itu menjabat Deputi Gubernur BI kepada Gubernur BI saat itu, Sahril Sabirin. Surat tersebut merupakan permohonan pencairan dana sebesar Rp 8,5 miliar untuk mengganti pengeluaran Iwan, yang tidak jelas peruntukannya.

Kemudian, ICW juga menyertakan surat dari Direktur Hukum Oey Hoey Tiong kepada Deputi Gubernur Aulia Pohan dan Maman H. Somantri tertanggal 4 Juli 2003. Surat itu berisi permohonan dana untuk diseminasi tentang BLBI ke Kejaksaan Agung.

Selain itu, ICW juga menyerahkan surat Nomor 5/02/Ctt/DP tertanggal 25 Juli 2003 yang berisi permohonan pencairan dana sebesar Rp66,5 miliar. Surat itu ditandatangani oleh Ketua YPPI, Baridjussalam Hadi dan Bendahara YPPI, Ratnawati Priyono.

Hingga kini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus aliran dana BI, yaitu Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Direktur Hukum Oey Hoy Tiong, dan mantan Kepala Biro Gubernur BI, Rusli Simandjuntak, yang kini menjabat Kepala Perwakilan BI di Surabaya.

Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, kasus itu bermula ketika rapat Dewan Gubernur BI yang dipimpin Burhanuddin Abdullah mengeluarkan persetujuan untuk memberikan bantuan peningkatan modal kepada YPPI senilai Rp 100 miliar. Oey yang pada 2003 menjabat Deputi Direktur Hukum menerima langsung dana YPPI itu dari Ketua YPPI Baridjusalam Hadi dan Bendahara YPPI, Ratnawati Sari.

Selanjutnya, Oey mencairkan cek dan menyerahkan uang tunai kepada pejabat BI yang saat itu terjerat kasus hukum dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yaitu Gubernur BI Soedrajad Djiwandono, Deputi Gubernur BI Iwan R Prawiranata, dan tiga Direksi BI, yaitu Heru Supraptomo, Hendro Budianto, dan Paul Sutopo.

Pada pemeriksaan di KPK, Oey mengaku menyerahkan uang tersebut kepada para mantan pejabat BI. Namun, Oey mengatakan tidak tahu lagi ke mana uang tersebut setelah diserahkan kepada mereka.

Sisanya senilai Rp 31,5 miliar diberikan oleh Rusli Simandjuntak dan Aznar Ashari kepada panitia perbankan Komisi IX DPR periode 2003 untuk penyelesaian masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan amandemen UU No 23 Tahun 1999 tentang BI.

Pada pemeriksaan di KPK, mantan ketua sub panitia perbankan Komisi IX DPR, Antony Zeidra Abidin, yang disebut menerima uang itu dari Rusli, membantah aliran dana tersebut.

sumber: Republika

Pro-Kontra Ganti Rugi Pasca-Maaf Nasional Australia

In FEATURES on 14 Februari 2008 at 5:20 PM


Oleh Aditia Maruli

Lola Edwards, seorang perempuan aborigin, terisak saat mendengar kabar bahwa Perdana Menteri (PM) Australia, Kevin Rudd, mengucapkan maaf nasional, Rabu (12/2).

Lola (61) masih ingat rasa buah berri yang sedang dia kunyah pada hari dia dirampas dari tangan ibunya oleh petugas sosial.

“Sampai hari ini, saya masih ingat rasa buah berri itu. Saya pegang baju ibu, dia mengajak saya memetik berri, dan petugas sosial bilang kami akan diajak nonton sirkus,” kata Lola kepada Reuters.

Sementara itu, Kevin Rudd pada Rabu mengatakan, sekira 50.000 anak-anak aborigin mulai 1880-an hingga 1960-an diambil paksa dari orang tua mereka atas dasar politik asimilasi, dan orang seperti Lola Edwards disebut “Generasi yang Dicuri” atau “orang-orang yang diputihkan”.

Edwards selama 11 tahun berada di panti anak perempuan, dididik sebagai kulit putih dan selalu menggosok kulitnya agar memutih.

Dia baru sadar bahwa dirinya aborigin puluhan tahun kemudian.

Suatu hari dia menerima panggilan telepon dari saudara perempuannya, yang dia belum pernah tahu, lalu akhirnya mereka berkumpul dengan sang ibu pada 1980.

“Yang saya pikirkan hanya ibunda dan ayah tercinta, yang dulu melepaskan kami dari tangan mereka. Seharusnya, saya marah dan jadi gila, tapi saya tidak. Inilah sejarah Australia, inilah sejarah sebenarnya dari Australia, dan inilah yang terjadi pada saya sebagai salah satu generasi yang dicuri,” katanya.

Rudd mengucapkan permintaan maaf nasional kepada para Aborigin, dan dia menyebut langkah itu akan “menghilangkan noda besar dari dalam jiwa bangsa Australia”.

Butuh 11 tahun bagi Pemerintah Australia untuk mengucapkan maaf secara resmi, setelah pada 1997, Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Australia lewat laporannya menyebut politik asimiliasi adalah “usaha genosida (pemusnahan etnik).”

Laporan berjudul “Bringing Them Home” itu menyakini orang aborigin akan punah. Laporan itu menyerukan adanya permintaan maaf resmi dari semua Parlemen Australia, nasional maupun negara bagian, termasuk gereja, polisi dan kelompok-kelompok sosial, serta pemberian ganti rugi.

Politik asimilasi itu memang buruk, bahkan arsip film menunjukkan para anak perempuan dijajarkan saat para orang tua angkat kulit putih memilih anak sehat dan kuat untuk jadi pembantu rumah tangga, tidak ubahnya memilih budak.

Anak laki-laki dikirim ke peternakan terpencil sebagai buruh gratis, dan kalau berbuat tidak menyenangkan, maka ganjarannya adalah ditelanjangi, diikat di tiang halaman lalu dicambuk. Susu diberikan karena ada keyakinan membuat kulit anak aborigin memutih.

Komisi HAM itu juga menyebutkan bahwa aborigin yang keluarganya berantakan, punya masalah kejiwaan, terlibat kekerasan, kecanduan narkotika dan obat berbahaya (narkoba), serta minuman keras, ternyata berkaitan langsung dengan politik asimilasi.

Tokoh masyarakat aborigin Pat Dodson mengatakan, kini saatnya pemerintah menimbang ganti rugi terhadap para korban.

“Semua usaha untuk mengobati masa lalu, termasuk ganti rugi untuk `generasi yang dicuri`, memang harus diusahakan,” katanya.

“Tapi, biarlah hal itu berlangsung lewat negosiasi dan betul-betul dipertimbangkan, sebagai bagian dari proses yang dibangun secara hati-hati,” katanya.

Dia mengharapkan, proses itu benar-benar membangun bangsa Australia yang menghargai dan mengakui sejarah, budaya, bahasa, dan masyarakat Aborigin.

Saat ini ada sekitar 460.000 orang aborigin, atau dua persen dari 21 juta penduduk Australia. Banyak dari mereka tinggal di pemukiman terpencil dan hidup seperti warga negara miskin, padahal Australia adalah negara maju.

Angka kematian bayi aborigin tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan non-aborigin. Harapan hidup pria aborigin lebih pendek 17 tahun dibanding pria kulit putih.

Mereka memiliki tingkat lebih tinggi dalam hal pengangguran, narapidana, penyalahgunaan alkohol dan narkoba serta kekerasan rumah tangga.

Ganti rugi adalah hal pokok dari pro-kontra “say sorry” Australia. Politikus konservatif bernada keras, Wilson Tuckey, yang berjuluk “si batang besi”, keluar dari sidang parlemen sebelum ucapan maaf tersebut.

Dia beralasan, hal itu tidak banyak manfaatnya untuk Aborigin.

“Besok sudah tidak ada lagi Aborigin yang mengisap bensin, besok gadis-gadis cilik bisa tidur tanpa takut. Semua sudah beres, ucapan Rudd membereskan semuanya,” kata Tuckey menyindir.

Banyak kulit putih di kota Bourke, bagian barat negara bagian New South Wales, sependapat dengan Tuckey.

“Saya pikir, kami tidak perlu minta maaf karena bukan generasi kami yang mencuri mereka,” kata seorang perempuan kepada Radio Australia.

Beberapa waktu menjelang penyampaian “say sorry”, Rudd mengatakan, tidak akan menetapkan dana kompensasi apa pun menyusul tuntutan ganti rugi bagi para korban sebesar satu miliar dolar Australia.

“Tujuannya adalah untuk membangun jembatan saling menghormati antara pribumi dan non-pribumi Australia,” kata Rudd.

Ia menimpali, “Kita bisa menutup jurang dalam hal angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan kesehatan.”

Aborigin, yang merupakan bangsa asli penghuni Benua Australia, pertama kali menyaksikan pemukim pertama bangsa Eropa datang pada tahun 1788. Hari nasional 26 Januari dianggap Aborigin sebagai hari invasi.

Selama berabad-abad nasib Aborigin ditentukan kulit putih melalui peraturan flora fauna. Baru pada tahun 1967, Parlemen Australia memberi kewarganegaraan penuh kepada Aborigin sekaligus hukum yang melindungi kepentingan mereka.

Bendera Aborigin, yaitu matahari emas dan hitam dengan latar belakang merah menjadi bendera resmi pada 1995.

Pada 1999, PM Australia, John Howard, memimpin mosi parlemen untuk “penyesalan” atas ketidakadilan di masa lalu dan menyebut hal itu “bab paling tercela” dalam sejarah Australia.

Namun, Howard menolak minta maaf dengan alasan generasi sekarang bukanlah yang bertanggung jawab atas kejadian di masa lalu.

Para petinggi Partai Liberal pimpinan Howard juga berpendapat permintaan maaf dapat membuat pemerintah digugat untuk ganti rugi.

Langkah Pemerintah Australia itu berlawanan dengan pemerintah tingkat negara bagian. Seluruh enam negara bagian lebih dulu meminta maaf secara resmi kepada Aborigin.

Negara bagian Tasmania pekan lalu mengesahkan ganti rugi lima juta dolar Australia bagi 106 aborigin korban “Generasi yang Dicuri”.

Sebanyak 84 korban masing-masing mendapat 58.000 dolar Australia, sedangkan 22 keturunan mereka masing-masing mendapat 5.000 dolar Australia.

Selama ini telah ada beberapa korban “Generasi yang Dicuri” yang menggugat ganti rugi ke pemerintah, tapi hanya sedikit yang berhasil karena sulitnya pembuktian.

Gugatan paling berhasil adalah yang dilakukan Bruce Trevorrow. Bulan ini, dia menerima 775.000 dolar Australia dari negara bagian South Australia sebagai ganti rugi atas kejadian 50 tahun lalu ketika dirinya diambil dari rumah sakit tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Di lain pihak, asosiasi pengacara “Law Society of New South Wales” berpendapat bahwa permohonan maaf tersebut tidak akan memperkuat klaim ganti rugi.

Permohonan maaf, seperti yang disampaikan Pemerintah Australia, merupakan langkah yang ditempuh di banyak negara untuk rekonsiliasi.

Kanada pada 1998 minta maaf kepada pribumi atas penindasan di masa lalu, termasuk politik asimilasi terhadap Indian dan Inuit.

Presiden Afrika Selatan, F.W. de Klerk, pada 1992 minta maaf atas politik apartheid yang mengagungkan kulit putih.

Tidak semua negara maju minta maaf kepada bangsa pribumi. Aborigin lebih beruntung dibanding bangsa Indian di Amerika Serikat (AS), karena negara tersebut tidak pernah meminta maaf kepada bangsa Indian maupun budak dari Afrika.

AS pada 1988 justru minta maaf atas perlakukan kepada kepada warganya yang keturunan Jepang saat Perang Dunia II, dan menawarkan ganti rugi 20.000 dolar kepada para korban yang masih hidup.

“Mahalnya” permohonan maaf mungkin terkait dengan politik dan ganti rugi, namun permohonan maaf adalah sesuatu yang menyembuhkan luka para korban.

“Maaf itu memulihkan hati, dan maknanya dalam,” kata Rhonda Dixon-Grovenor, aktivis aborigin di kota Redfern, pinggiran Sydney. (*)

sumber: Antara News
teks foto: PM Australia Kevin Rudd mohon maaf pada seorang nenek dari suku Aborigin (reuters)

Pemerintah Tidak Perpanjang Divestasi Newmont

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:12 PM


Jakarta: Pemerintah menegaskan tidak akan memperpanjang waktu penyelesaian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang ditetapkan sampai 22 Februari 2008.

Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM, Simon Sembiring, usai bertemu dengan sejumlah petinggi NNT di Jakarta, Kamis, mengatakan jangka waktu tersebut sudah cukup bagi Newmont.

“Kalau mereka mau, tiga jam pun divestasi bisa diselesaikan,” katanya.

Menurut dia, pemerintah hanya meminta kesepakatan tertulis, tanpa notaris yang intinya menjelaskan bahwa NNT telah menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa.

“Kalau proses dengan notaris sampai 2-3 bulan, silahkan saja,” ujarnya.

Ia juga menawarkan akan memfasilitasi pertemuan antara NNT dengan ketiga Pemda.

Simon mengatakan pemerintah juga siap menghadapi arbitrase yang kemungkinan diajukan Newmont.

“Kami akan ladeni,” katanya.

Ia melanjutkan, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Pemerintah meminta NNT tetap fokus melaksanakan proses divestasi sesuai kesepakatan awal, yakni menjual tiga persen saham ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan tujuh persen ke dua pemda, yakni Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, hingga tanggal 22 Februari 2008.

Simon menambahkan, kesepakatan penjualan dua persen saham NNT dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak sesuai kesepakatan awal.

“Itu tidak boleh. Kabupaten Sumbawa tetap harus dapat tiga persen. Kesepakatan awal ini sudah sampai ke DPR, jadi harus dilaksanakan,” katanya.

Begitu pula dengan pelibatan Grup Trakindo, Simon mengatakan hal itu tidak sesuai kesepakatan awal.

“Trakindo tidak ada dalam kesepatakan awal. Fokus saja ke tiga pemda,” ujarnya.

Menurut dia, kalau sampai batas waktu 22 Februari tidak tercapai kesepakatan divestasi maka dirinya akan melaporkan ke Menteri ESDM.

Selanjutnya, terserah menteri apakah kontrak NNT akan diputus atau tidak.

Menurut dia, kalau kontrak telah diputus maka kegiatan tambang mesti dihentikan terlebih dahulu.

Sementara itu, Senior Vice President and Chief Financial Officer Newmont Mining Corporation, Russell Ball, usai pertemuan mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses divestasi ke Propinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat, sebagaimana telah dilakukan ke Kabupaten Sumbawa.

“Kami tetap akan melaksanaan divestasi sesegera mungkin,” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan menempuh dua cara dalam menyelesaikan sengketa divestasi sesuai kontrak karya, yakni konsiliasi atau arbitrase.

Cara konsiliasi dilakukan tanpa melibatkan hakim, sedang arbitrase dengan hakim.

Juru bicara NNT Rubi W Purnomo mengatakan persoalan divestasi ini tidak mempengaruhi produksi tambang di Batu Hijau.

“Kegiatan tambang tetap jalan, tidak terganggu,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (11/2), pemerintah melalui Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Sembiring mengeluarkan status lalai (default) kepada NNT karena belum juga menyelesaikan proses divestasi 10 persen sahamnya.

Pemerintah memberi batas waktu sampai 22 Februari 2008 kepada NNT menyelesaikan proses divestasi yakni kesepakatan penjualan saham ke Pemda Kabupaten Sumbawa Barat sebesar tiga persen dan Kabupaten Sumbawa dan Propinsi NTB sebesar tujuh persen.

Namun, NNT telah meminta pemerintah mempertimbangkan kembali penetapan status lalai tersebut.

Sesuai kontrak karya, sebanyak 51 persen saham PT NNT yang dimiliki asing didivestasikan secara bertahap kepada Pemerintah Indonesia.

Sebanyak 20 persen di antaranya telah dimiliki pihak Indonesia, yakni PT Pukuafu Indah, sedang 31 persen sisanya didivestasi sebanyak tiga persen tahun 2006, tujuh persen 2007, tujuh persen 2008, tujuh persen 2009, dan tujuh persen 2010. ma

sumber: ANTARA News

e-book Bakal Makin Diperlukan di Indonesia

In TEKNOLOGI on 14 Februari 2008 at 5:10 PM

Jakarta : Buku berformat elektronik/digital (electronic/e-book) dapat diakses melaui situs Internet akan semakin diperlukan oleh masyarakat penggemar buku di Indonesia, kata VP Operations Penerbit Mizan, Putut Wijanarko.

“Ke depan, kebutuhan E-book akan meningkat, seiring kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam acara peluncuran “Mizan New Media” di Jakarta, Kamis.

Selain itu, katanya, saat ini makin terlihat keinginan masyarakat untuk dapat mengakses informasi melalui media di mana pun, kapan pun dan dalam format apa pun yang mereka inginkan.

Oleh sebab itulah, ia menilai, perusahaan penerbitan buku perlu melakukan penyesuaian dalam memasuki era konvergensi media tersebut dan tidak hanya fokus buku dalam bentuk fisik cetakan di atas kertas.

Mizan juga melakukan konvergensi dalam bentuk meluncurkan produk-produk baru seperti Mizan e-book, Mizan Fonovela, Mizan Talking Book, format baru situs www.mizan.com dan kerjasama Mizan-Google Book Search.

e-book sudah dirintis Mizan sejak 2001. Kini dengan kemajuan teknologi, buku dalam fomat e-book, yang dapat diunduh melalui Internet, dapat dibaca layaknya buku cetakan biasa halamam per halamam.

Konvergensi juga memudahkan penggemar buku dalam mencari buku-buku pilihannya, yang mungkin tidak terlihat di toko buku.

“Space toko buku di mana pun umumnya terbatas, meskipun toko buku itu besar. Yang dipajang umumnya hanya buku-buku baru, sementara banyak juga orang yang ingin melihat buku-buku lama,” kata Putut.

Pembaca nantinya juga akan mendapat keuntungan karena uang yang dikeluarkan untuk membaca buku dengan e-book lebih murah dibanding buku cetakan.

Hal-hal yang berkaitan dengan buku tanpa cetakan ini seperti masalah royalti penulis dan antisipasi pembajakan juga tetap menjadi perhatian, kata Putut.

Sementara itu pakar teknologi informasi Dr Onno Purbo mengakui bahwa nantinya masyarakat makin membutuhkan e-book ataupun bahan bacaan lainnya melalui internet.

“Apalagi jika nanti akses internet di Indonesia makin murah,” katanya.

Onno juga mengakui bahwa ia sendiri lebih banyak membaca buku lewat layar komputer ketimbang berupa barang cetakan. (*)

sumber: ANTARA News

Anggota DPR Bungkam soal Kasus Dana BI

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 5:04 PM

Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI, Hamka Yamdu, bungkam setelah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) kepada anggota DPR, Kamis malam.

Nama Hamka Yamdu sering disebut sebagai salah satu pihak yang menerima uang Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) dari pejabat BI, yang kemudian disebarkan kepada sejumlah anggota DPR.

Akhirnya dia memenuhi panggilan KPK, setelah sebelumnya mangkir dari panggilan KPK sebanyak dua kali.

Hamka keluar dari gedung KPK pada pukul 21.30 WIB, setelah menjalani pemeriksaan lebih tujuh jam.

Dia tidak memberi keterangan apa pun kepada wartawan. Mantan anggota Komisi IX DPR itu langsung masuk ke mobil Nisan bernomor polisi B 8562 MM.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus aliran dana BI, yaitu Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Direktur Hukum Oey Hoy Tiong, dan mantan Kepala Biro Gubernur BI, Rusli Simandjuntak, yang kini menjabat Kepala Perwakilan BI di Surabaya.

Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, kasus itu bermula ketika rapat Dewan Gubernur BI yang dipimpin Burhanuddin Abdullah mengeluarkan persetujuan untuk memberikan bantuan peningkatan modal kepada YPPI senilai Rp100 miliar.

BPK menduga uang sebesar Rp31,5 miliar diberikan oleh Rusli Simandjuntak dan Aznar Ashari kepada panitia perbankan Komisi IX DPR periode 2003 untuk penyelesaian masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan amandemen UU No 23 Tahun 1999 tentang BI.

Pada pemeriksaan di KPK, mantan ketua sub panitia perbankan Komisi IX DPR, Antony Zeidra Abidin, yang juga disebut menerima uang itu dari Rusli, membantah aliran dana tersebut.(*)

sumber: ANTARA News

‘RAMBO IV: IN THE SERPENT’S EYE

In FILM on 14 Februari 2008 at 3:31 PM

Resensi oleh Prima Sp Vardhana

DALAM karier Sylvester Stallone sebagai seorang sineas, ada dua film yang sangat berjasa dalam membangun sosoknya sebagai seorang sineas kaliber dunia yang berhasil masuk nominasi dan merebut Piala Oscar yang diperebutkan dalam Festival Film Academy Award di Hollywood.

Dua film itu adalah serial ROCKY yang mengupas tentang kehidupan seorang petinju juara dunia fiktif bernama Rocky Balboa. Serta film serial RAMBO yang bertutur tentang perjuangan seorang mantan perang Vietnam bernama John Rambo dalam mencari jati dirinya, baik sebagai seorang ksatria, pahlawan, dan individu warganegara AS.

Secara prestise, dua serial hasil tangan dingin pria berdarah Italia itu sangatlah luar biasa. Bagaimana tidak, kedua serial tsb tidak cuma berhasil secara bisnis. Namun, juga berhasil menjadi sebuah karya monumenal yang mengibarkan citra industri perfilman Amerika di peta dunia.

Serial film tentang perjalanan hidup petarung Rocky Balboa direnda mulai Rocky (1976), Rocky II (1979), Rocky III (1982), Rocky IV (1985), Rocky V (1990), Rocky Balboa (2006) . Sedangkan petualangan sosok John Rambo dioawali lewat First Blood (1982), Rambo (1983), Rambo: First Blood Part II (1985), Rambo III (1988), ‘RAMBO IV: IN THE SERPENT’S EYE’ (2007)

Keistimewaan Stallone dalam dua seria filmnya itu, ia mendapuk dirinya dalam empat jabatan penting yang menentukan nasib sebuah film. Jabatan-jabatan itu adalah aktor utama, sutradara, penulis skenario, dan produser.

Dengan beredarnya serial ke-4 Rambo di bioskop-bioskop di Indonesia ini, menurutt catatan situs imdb, kemonceran karier Stallone dihiasi dengan prestasinya sebagai aktor di 54 film bioskop dan televisi, sementara film ke-55 berjudul Notorius untuk tayangan televisi sedang dalam masa produksi. Ia berhasil membidani film sebagai sutradara dan produser sebanyak 9 judul film termasuk Notorius dan Poe yang tegah proses produksi, dan sebagai penulis skenario sebanyak 22 film termasuk Poe.

MENGKRITIK MYANMAR

Sedangkan dalam RAMBO IV, Stallone mengemasnya sebagai sarana kritik kemanusiaan atas peperangan yang merusak psikologis suatu bangsa. Berbeda dengan serial keduanya yang bersetig Vietnam dan Afganistan sebagai seting serial ketiganya. Dalam serial keempatnya ini seting cerita dipilihnya wilayah Burma dan Myanmar, yang menjadi arena perang saudara terpanjang di dunia. Perang yang memakan jutaan korban jiwa yang mayoritas rakyat itu sudah berlangsung puluhan tahun dan hingga kini masih berlangsung.

Dalam film ini John Rambo dikisahkan telah lama meninggalkan perang. Ia bertekad tak akan melibatkan diri dalam ‘kehidupan berdarah’. Rambo memilih menetap di belantara Thailand. Selain berprofesi menyewakan perahu, ia juga bekerja sebagai penangkap ular di hutan untuk disetorkan pada pemilik arena tontotan atraksi tari ular.

Namun keputusannya berubah, setelah bertemu dengan Michael Burnett (Paul Schulze) dan rekannya, Sarah Miller (Julie Benz). Mereka adalah missionaris dari Amerika Serikat yang ingin mengantar obat-obatan ke pedalaman Burma, serta bantuan bagi desa Karen di perbatasan Burma – Thailand yang menjadi wilayah perang saudara terpanjang didunia, yaitu konflik orang Burma dengan orang Karen yang sudah mencapai tahun ke-60.

Para misionars meminta Rambo untuk menjadi pemandu, karena dianggap paling tahu daerah tersebut, termasuk wilayah yang dihuni oleh Suku Karen, suku yang dianggap pemberontak oleh junta militer Myanmar. Kendati awalnya menolak, Rambo akhirnya menerima permohonan itu tapi setelah Sarah menjelaskan kondisi pengungsi yang sangat membutuhkan bantuan. Juga mara bahaya yang harus mereka hadapi dalam perjalanan ke perbatasan tersebut. Rambo mengantar rombongan misionaris hingga di pelabuhan tradisonal di bibir sungai yang ada di gerbang desa Suku Karen.

Ironisnya dua minggu pasca mengantar para missionaris tsb, Pastor Arthur Marsh (Ken Howard) yang mengirim kelompok missionaris itu membawa kabar rombongan Sarah hilang tak berkabar. Kemungkinan tertawan militer Burma. Permohonan Pastor Marsh itulah menjadi awal “turun gunungnya” Rambo dalam sebuah medan perang penyelamatan seperti di logi kedua dan ketiga.

Memang sebagai sebuah film, kemasan yang disuguhkan Stallone tak berbeda dengan tiga serial pendahulunya. Sosok Rambo mencorong sebagai seroang prajurit mantan Green Berret yang pilih tanding dan selalu unggul dalam sebuah peperangan gerilya.

Namun, ada suguhan lain dalam serial keempat ini. Rambo tak lagi berlaga seorang diri bak superhero di komik-komik karya DC Comic maupun Marvel. Kali ini ia melakukan misi penyelamatan dibantu tujuh tentara bayaran mantan SAR dan Green Berret.

Keunggulan lainnya, dalam film ini Stallone melakukan pewarnaan kisah dengan memasukkan cuplikan-cuplikan film dokumenter kekejaman junta militer Myanmar. Bahkan dalam beberapa adegan, ia juga memasukkan adegan pemerkosaan rame-rame para tentara Myanmar terhadap empat perawan Suku Karen. Dan, kebejatan komandan pasukan yang memiliki kegemaran memperkosa dengan mensodomi remaja pria dari suku Karen.

Karena dalam serrial Rambo, tetesan darah dan tubuh yang berantakan dihantam bom dan penangkis udara selalu tervisual. Maka, anak-anak hendaknya tak diijinkan para orang tua untuk menikmati film ini.

Susunan Kru Rambo IV
Genre : Action / Drama / Thriller
Sutradara : Sylvester Stallone
Penulis skenario : Art Monterastelli and Sylvester Stallone
Bintang : Sylvester Stallone, Julie Benz, Matthew Marsden, Matthew Marsden, Graham McTavish, Reynaldo Gallegos, Jake La Botz

Salahuddin Wahid: Negara Tidak Boleh Merujuk MUI

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 2:30 PM


JAKARTA: Pemerintah Indonesia sudah saatnya berjalan dalam konsep kenegaraan yang benar, yaitu sebagai lembaga yang bertugas melindungi rakyatnya. Karena itu, kebijakan yang diambil pemerintah dan lembaga-lembaganya hendaknya berjalan dalam konsep kenegaraan yang sesungguhnya. Semua dan segala kebijakan negara harus bernuansakan melindungi rakyat. Dus, kebijakan pemerintah gak perlu berkaca pada kebijakan atau segala fatwa yang diputuskan lembaga non-pemerintah.

Pendapat itu dilemparkan Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahuddin Wahid di sela-sela seminar mengenai Jaminan Perlindungan Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk Kebebasan Beragama dan Beribadah Menurut Agama dan Kepercayannya di Hotel Sultan, Kamis (14/2).

Salah satu kebijakan yang membuat sepet pria parobaya yang populer disapa Gus Solah ini, adalah kebijakan pemerintah dalam jalur keagamaan Islam yang selalu dan selalu merujuk pada
fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Senyampang MUI berfatwa “haram” terhadap sebuah masalah atau fenomena bernuansa Islam yang berlaku di masyarakat, maka sudah dapat dipastikan pemerintah akan ikutan memutuskabn haram. Dus, KUHP dan aturan-aturan hukum lainnya diberlakukan.

“Kalau pemerintah terus-terusan merujuk pada fatwa lembaga-lembaga non-pemerintah dalam mensikapi sebuah masalah, bukan gak mungkin kita akan diketawain negara lain. Karena kebijakan tersebut sama halnya dengan sebuah negara dalam negara,” ujarnya sembari senyum kecut menggurat di bibirnya yang keriput.

Fatwa
sesat Ahmadiyah dari MUI, misalnya. Fatwa MUI itu, menurut mantan anggota Komnas HAM itu, seharusnya tidak dijadikan pemerintah dalam melakukan vonis hukum atas keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Fatwa MUI itu cukup dijadikan salah satu rujukan informasi, karena fatwa tersebut merupakan sudut pandang agama Islam dari para anggota MUI. Bukan sudat pandang agama Islam seluruh muslim Indonesia.

“Sedangkan rujukan yang perlu dijunjung pemerintah dalam mengambl keputusan terhadap Ahmadiyah maupun masalah keagamaan yang terjadi di Indonesia, cukup UUD 1945 dan undang-undang. Karena UUD 45 dan undang-undang yang ada di Indonesia itu dibuat untuk membuat nyaman dan aman rakyat Indonesia,” katanya.

Komentar lebih pajit dilontarkan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution. Menurut ia, dalam melaksanakan roda pemerintahan yang sehat pada saat ini pemerintah masih ragu-ragu. Seharusnya kalau memang Ahmadiyah itu terbukti melanggar dan menghina agama Islam secara hukum, maka langsung aja dilarang. Namun, kalau bukti hukum Ahmadiyah belum jelas dan pasti, maka para penganut Ahmadiyah harus dilindungi. Artinya, siapa pun oknumnya jika melakukan kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah, maka pelaku kekerasan itu harus ditindak dan diadili secara hukum.

“Saya sebagai muslim dan pelaku hukum sangat-sangat tersinggung saat melihat tayangan tempat ibadah Ahmadiyah dirusak massa. Padahal tempat ibadah Ahmadiyah itu bentuk dan namanya adalah masjid, musalah, atau pun langgar,” ujar pendiri organisasi LBH (Lembaga Bantuan Hukum) ini.

Secara hukum yang berlaku di Indonesia, dikatakan, seharusnya oknum masyarakat yang merusak tempat ibadah itu ditangkap, diadili, dan dihukum. Sebab perilakunya merusak tempat ibadah itu dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap agama Islam.

Sedangkan pemdapatnya akan keberadaan MUI, dinilainya, lembaga ini secara eksplisit merupakan warisan Orde Baru. Lembaga ini dibangun rezim Suharto sebagai cara untuk mengontrol dan menyeragamkan rakyat. Karena itu, keberadaan lembaga ini perlu ditinjau lagi. Apakah lembaga ini masih perlu ada di Indonesia dalam kondisi politih yang sudah penuh keterbukaan dan sangat menjunjung tinggi hal asasi warganegara ini.

“Pertimbangan lainnya pemerintah sudah saatnya bersikap realis, bahwa umat manusia berhak memvonis sesat terhadap orang lain yang keyakinan atau cara beribadanya berbeda atau tidak umum. Sebab segala bentuk vonis yang bernuansa keagaamaan adalah milik Allah,” ujarnya. ma

Polda Jatim Bantah Isu Kurir Noordin M Top Tertangkap

In NASIONAL on 14 Februari 2008 at 1:00 PM

SURABAYA: Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman S Sumawiredja membantah adanya kabar bahwa Densus 88 telah menangkap seseorang yang diduga kurir dari gembong teroris, Noordin M Top di daerah Kabupaten Bondowoso.

“Tidak ada. Kata siapa itu?,” katanya kepada wartawan sesuai menghadiri pelantikan Pangarmatim, Laksda TNI Lili Supramono dan Pangkolinlamil Laksma TNI Bambang Supeno di Surabaya, Kamis.

Ketika terus didesak mengenai kebenaran kabar itu oleh wartawan, Kapolda malah balik bertanya, kapan penangkapan itu terjadi. Ia juga mempertanyakan, dari mana wartawan mendapatkan informasi tersebut.

“Wartawan ini ada-ada saja. Kalau memang ada, pasti nanti diberi tahu. Tidak ada itu,” katanya menegaskan.

Kabar ditangkapnya kurir dari Noordin itu sempat meluas di kalangan wartawan. Bahkan beberapa media di Surabaya menulis mengenai kabar tersebut, meskipun belum ada penjelasan pasti dari pejabat berwenang.sn

sumber: KapanLagi

Danamon Butuh Ribuan Karyawan Baru

In BISNIS on 14 Februari 2008 at 12:47 PM

PT Bank Danamon Indonesia Tbk berencana menambah 5 ribu karyawan baru pada tahun ini. Penambahan karyawan tersebut dalam rangka ekspansi usaha perseroan.

Rencananya, Bank Danamon akan menambah 78 kantor cabang bank konvensional, 41 cabang Adira, dan 170 kantor baru untuk penjualan.

“Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Pulau Jawa dan Bali,” kata CFO and Director Bank Danamon Vera Eve Lim, dalam paparan kinerja 2007, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

Dengan demikian, dirinya optimistis bahwa Bank Danamon akan menjadi bank yang memiliki jumlah karyawan terbesar di Indonesia.

Dia juga mengatakan, Danamon saat ini menganggarkan belanja modal Rp600-700 miliar yang akan digunakan untuk membuka kantor cabang dan investasi IT.

“Kami juga berencana menerbitkan obligasi senialai Rp1,5 triliun pada semestar pertama tahun ini,” katanya.sn

sumber: Okezone

Bra Shakira Dihargai Rp. 27 Juta

In SHOWBIZ on 14 Februari 2008 at 12:41 PM


Bra milik Shakira laku dilelang dengan harga fantastis, lebih dari Rp27 juta. Selain bra, lebih dari 40 kostum panggung penyanyi itu ikut tandas terjual.

Shakira mengikuti lelang amal yang diselenggarakan Bare Feet Foundation pada Minggu, 10 Februari. Pada lelang tersebut bra milik Shakira dan 40 kostum yang dikenalan saat menjalani Oral Fixation tur 2007, diborong pembeli.

Hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membangun sekolah bagi anak-anak tak mampu di Kolombia.

Lelang yang dilakukan lewat situs eBay itu sejauh ini, telah menghasilkan lebih dari Rp698 juta. Penjualan itu belum termasuk dua tanda tangan Shakira yang kemungkinan akan mahal.

Seperti dilansir Female First, Kamis (14/2/2008), ada seorang penggemar berat Shakira yang rela merogoh kocek hingga Rp128 juta. Uang dengan jumlah banyak itu rela dikeluarkan demi mendapatkan tiket bangku paling depan di konser Shakira di Toronto, Kanada, beberapa waktu mendatang.

Lelang yang juga menjual gitar electrik Fender dan gitar akustik Taylor itu akan ditutup pada Minggu, 17 Februari.sn

Okezone

Tahun Ini Gelar ‘Outstanding Achievement’ Disandang Telkomsel

In BISNIS on 14 Februari 2008 at 12:34 PM


Telkomsel kembali mendapat pengakuan sebagai yang terbaik dari ajang bergengsi Top Brand Award 2008 untuk kedua produk simcard-nya, yakni simPATI (kartu prabayar) dan kartuHALO (kartu pasca bayar) sebagai kartu pilihan utama selama sembilan tahun berturut-turut (2000-2008). Keberhasilan mempertahankan predikat ini membuat Telkomsel berhak memperoleh predikat “Oustanding Achievement” dalam merek-merek terbaik.

Penghargaan Top Brand 2008 didasarkan dari hasil survei lembaga survei independen Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing terhadap merek-merek pilihan masyarakat dengan 3 parameter, yakni: mind share, market share, dan commitment share. Berdasarkan parameter tersebut diperoleh indikator kekuatan merek yang disebut TBI (Top Brand Index).

Survei Top Brand 2008 dilakukan setiap tahun terhadap 3.000 responden yang tersebar di 6 kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar) yang melibatkan responden dari berbagai usia (15-65 tahun) dan lapisan masyarakat dari tingkat sosial ekonomi A hingga E.

Produk-produk Telkomsel memperoleh TBI tertinggi, cukup jauh dibanding nilai produk sejenis yang beredar di pasar. Untuk kategori SIM Card Prabayar, nilai TBI simPATI 36,1% (disusul Mentari 17,8% dan IM3 12,9%). Sedangkan kategori SIM Card Pascabayar, nilai kartuHALO 49,1% (disusul Matrix 16,0% dan XPlor 12,3%).

Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto mengatakan, “Penghargaan yang telah memasuki tahunnya yang ke-9 ini memiliki kompetensi tersendiri yang mampu menggambarkan kondisi pasar, di mana kedua produk Telkomsel tersebut memang merupakan produk yang paling diminati pasar pengguna ponsel di Indonesia. Saat ini simPATI telah digunakan sekitar 26 juta pelanggan dan kartuHALO 1,9 juta pelanggan atau digunakan 60% pengguna paskabayar”.

Persaingan pasar selular Indonesia semakin sengit dan menantang, apalagi dengan masuknya pemain-pemain baru baik itu dari luar maupun dari dalam dengan sokongan dana konglomerat lokal. Saat ini terdapat 8 operator yang memberikan layanan selular (full mobility) di Indonesia, yakni : Telkomsel, Indosat, Excelcom, Natrindo, Hutchison Indonesia, Mandara (Sampoerna Selular Indonesia), Mobile-8, dan Smart. Sementara untuk operator CDMA (limited mobility) terdapat 3 operator: Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), dan Esia (Bakrie).

“Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dengan berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, tentunya konsumen dituntut untuk semakin cerdas dalam memutuskan produk yang dipilih. Penghargaan yang merupakan hasil pilihan langsung dari konsumen atau masyarakat luas ini merupakan sebuah bukti kepercayaan masyarakat yang telah merasakan nilai dan manfaat produk dan layanan Telkomsel yang dipakainya,” ungkap Suryo.

“Meraih predikat Outstanding Achievement di Top Brand Award 2008 ini mencerminkan konsistensi kami dalam upaya memberikan yang terbaik. Penghargaan ini tentunya menjadi tantangan bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan nilai tambah bagi kepuasan bagi pelanggan, sehingga di tahun-tahun ke depan Telkomsel tetap menjadi pilihan utama solusi komunikasi masyarakat Indonesia,” tegas Suryo.

Tingginya angka pengguna ponsel yang mempercayakan layanannya kepada Telkomsel dikarenakan produk-produknya relatif dapat memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok pelanggan dan calon pelanggan, yakni: jaringan yang luas, kualitas jaringan yang handal, kelengkapan fasilitas produk dan inovasi, kenyamanan pelayanan purna jual, dan tarif yang wajar.

Handi Irawan, Praktisi Marketing sekaligus penggagas TBA, mengatakan, “Survei selama sembilan tahun adalah kekuatan terbesar dalam penghargaan ini. Tidak mudah bagi merek untuk mempertahankan diri sebagai merek pilihan konsumen. Karenanya, merek yang berhasil menjadi merek yang kuat selama sembilan tahun benar-benar merupakan merek yang teruji.” Sn

Sumber Oke Zone

Australia Manfaatkan Kondisi Darurat Timor Leste

In FEATURES on 14 Februari 2008 at 12:08 PM
Kevin Rudd
Kevin Rudd dua kali kunjungi Dili dalam dua bulan

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd berjanji membantu menjaga demokrasi di Timor Leste setelah serangan terhadap presiden dan perdana menteri.

Dalam kunjungan kedua ke Timor Leste dalam dua bulan, Rudd mengatakan, dukunganya “tidak tergoyahkan”.

Presiden Jose Ramos-Horta terluka parah dalam penembakan hari Senin, dan kini sedang dirawat di Australia.

Canberra mengerahkan pasukan tambahan berkekuatan 350 penjaga perdamaian ke Dili setelah serangan itu.

Dalam kunjungan tiga jam itu, Rudd berunding dengan Perdana Menteri Xanana Gusmao, yang lolos tanpa cedera ketika kawanan bersenjata menyergap mobilnya hari Senin pagi.

“Tujuan kunjungan saya ini adalah menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa Australia akan bahu membahu untuk membela sistem pemerintahan demokratis Timor Leste hingga ke masa datang,” kata Rudd dalam konferensi pers.

“Australia berada di sini pada saat bagus, saat-saat sulit dan susah,” kata Rudd.

Reaksi cepat

Pasukan Australia, yang kini berjumlah sekitar 1.000 orang, akan tetap berada di Timor Leste selama diperlukan, kata Rudd.

Tentara Australia dikerahkan untuk mencari sisa-sisa pemberontak
Tentara Australia dikerahkan untuk mencari sisa-sisa pemberontak

Kedua pemimpin juga membahas tantangan ekonomi jangka panjang Timor Leste, seperti infrastruktur yang lemah dan angka pengangguran yang membengkak.

Gusmao berterimakasih atas reaksi cepat atas peristiwa-peristiwa hari Senin dan kepercayaannya terhadap pembangunan negara itu.

“Bangsa kami bangsa yang bangga,” katanya. “Peluru bisa melukai presiden, tapi tidak akan pernah bisa menembus nilai-nilai demokrasi.”.

Pemimpin pemberontak

Situasi di Dili tetap tenang sejak Senin, meski ada kekhawatiran unjukrasa terjadi. Keadaan darurat yang diumumkan Gusmao masih berlaku.

Sejumlah surat perintah penangkapan telah dikeluarkan berkaitan dengan serangan, yang dikatakan dilakukan oleh kawanan tentara yang memberontak dan masih menyimpan ketidakpuasan seputar gelombang tindak kekerasan pada pertengahan 2006.

Pasukan pimpinan Australia kini menyisir perbuktia di luar ibukota Dili untuk menemukan pemberontak yang tersisa.

Pemimpin mereka, Alfredo Reinado terbunuh dalam serangan terhadap kediaman Ramos-Horta. @

sumber: BBC