SURABAYA, – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Rasiyo akhirnya dipastikan terpilih sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Selasa (21/4) ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo rencananya akan melantik sekretaris daerah Provinsi Jawa Timur baru.
Kepastian pelantikan sekretaris daerah Provinsi Jawa Timur (sekdaprov Jatim) tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf usai mengikuti rapat Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (20/4).
“Kami percaya Pak Rasiyo memiliki kapasitas dan kemampuan. Harapannya, setelah pelantikan sekdaprov Jatim, ada percepatan pelaksanaan program sesuai dengan visi misi pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur,” ucap Saifullah.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengirimkan tiga nama calon sekdaprov Jatim ke Departemen Dalam Negeri untuk mengikuti tes kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Ketiga calon tersebut adalah, Rasiyo (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur), Slamet Riyadi Yuwono (Direktur RSU Dr Soetomo Surabaya), dan Suwanto (Kepala Dinas Infokom Provinsi Jawa Timur).
Setelah lulus, ketiga calon harus menjalani tahap penyaringan kembali di tim penilai akhir (TPA), dimana Presiden sebagai ketua, wakil presiden sebagai wakilnya dengan menteri-menteri sebagai anggotanya. Akhirnya, terpilihlah Rasiyo dari dua calon lainnya.
Surat pengangkatan sekretaris daerah Provinsi Jawa Timur telah ditandatangani Presiden RI Sosilo Bambang Yudhoyono, Senin (13/4) lalu. Menurut Soekarwo, surat pengangkatan sekda dari Presiden sampai ke Gubernur Kamis (16/7) kemarin.
ABK
Selamat buat Bapak, saya eks muridnya di SMPN 12 sby, jangan sampai ikut larut dalam zona politik gubernur dan wakilnya . saya yakin bapak bisa independent dalam bersikap untuk membantu kebijakan pemprov jatim . Sukses buat Bapak
moga-moga bukan bagi-bagi kue karena kepilih jadi gubernur
<!–
–><!–.judulpd {font:bold 11px arial; color: #F60; text-transform:uppercase; padding-bottom:4px;}.judulpd a {color:#F60; text-decoration:none;}.judulpd a:hover {text-decoration:underline;}.judulpd01 {font:bold 12px arial; color: #336699; margin-bottom:1px;}.judulpd01 a {color:#336699; text-decoration:none;}.judulpd01 a:hover {color:#003366; text-decoration:underline;}

–>
- Terganggu Jiwanya, Tapi Lis Empat Kali Mel…
- Lapindo Tetap Tolak Letter C dan Petok D
- Pengawasan UN Ketat, Pelanggaran Minim
- Caleg Tuntut Penghitungan Ulang di Tingkat…
- Bupati Cilacap Diperiksa
- Pria Tewas Terikat, Terbungkus Terpal
- Pupuk Subsidi Diselewengkan
- Dana Penghematan Rp 237 Miliar untuk Rakya…
- KPU DIY Rencanakan Buat TPS di Kampus
- Panwas Jateng Masih Tahan Barang Bukti Pol…
- Tak Bisa Kerjakan UN, Arumi Pun Pingsan
- Wah, Darah PMI Mengandung Virus HIV/AIDS
- Hamil? Jangan Ikut Ujian Nasional
- Siswi Hamil Bikin Pusing Wakil Wali Kota
- Ketua Parpol Ngamuk, Pegawai KPU Pingsan
- PDI-P Kuasai Jombang
- Hati-hati, Ada “Kebun Pisang” di…
- Korban Longsor Cilacap Masih Mengungsi
- Hari Ini, Rasiyo Dilantik sebagai Sekdapro…
- Ketua KPPS Dibunuh, Polisi Belum Periksa S…
|
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
|
Layanan
|
Langganan
|
Berhenti
|
–>
MENTERI Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati kembali dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pada 2009.
KEHADIRAN stasi Jalan Salib di kaki patung Kristus Memberkati yang dibangun di kawasan Citraland Manado, Sulawesi Utara, bukan hanya diharapkan sebagai tempat wisata religi. Monumen yang terletak di atas bukit itu juga mencatat sejarah penderitaan rakyat Manado, khususnya pada masa penjajahan Jepang 1942-1945.