oleh Prima Sp Vardhana
MULAI tahun ajaran 2009-2010, Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo melarang pungutan bentuk apapun terhadap siswa baru sekolah-sekolah negeri dari SD hingga SMA. Kebijakan ini terkait besarnya dana BOS dan Block Grant yang telah dikucurkan pemerintah pusat juga APBD untuk pendidikan di wilayah Sidoarjo.
.
“Jika ada sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Sidoarjo yang melakukan pungutan terhadap siswa baru mulai tahun ajaran 2009, saya berjanji tidak akan melakukan toleransi. Sanksi administratif pasti akan saya jatuhkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo, MG Hadi Sutjipto SH MM di ruang kerjanya, Selasa (7/7)i.
Sikap tegas terhadap sekolah-sekolah negeri di Kab. Sidoarjo, menurut ia, sudah saatnya dilakukan. Pasalnya kebijakan tegas itu dapat dilakukan mulai tahun ajaran 2009, karena legitimasi untuk melaksanakannya sangat kuat yaitu adanya kucuran dana BOS dan Block-Grant dari pemerintah pusat maupun APBD yang sangat besar.
Kebijakan larangan diselenggarakannya pungutan terhadap siswa baru itu, diyakini, secara pelahan akan menghilangkan kabar minor atas pungutan sekolah-sekolah negeri terhadap para siswa barunya. Juga, akan menghapuskan bentuk-bentuk pemerasan oleh oknum-oknum tertentu dengan profesi apa pun terhadap para Kepala Sekolah, yang sekolahnya ditengarai melakukan pungutan terhadap siswa barunya.
Terkait adanya kabar tentang pungutan partisipasi terhadap siswa baru pada tahun ajaran 2008-2009. Secara pribadi maupun kedinasan, menurut ia, pihak tidak pernah mengetahui. Pasalnya setiap tahunDinas Pendidikan Kab. Sidoarjo yang dipimpinnya selalu menerbitkan surat edaran terhadap semua SD, SMP, dan SMA/ SMK Negeri di wilayahnya untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun dan dikemas dengan apapun pada semua wali murid baru.
Area di sekitar Jembatan Suramadu, Jawa Timur, dipersiapkan untuk menjadi sebuah kawasan ekonomi khusus. Itu diharapkan bisa mendorong pengembangan perekonomian di kawasan tersebut menjadi semakin cepat.
Demikian penuturan Anggota Dewan Pengarah BPWS sekaligus Gubernur Jatim Soekarwo, Senin (6/7) di Surabaya. Menko Perekonomian selaku Ketua Dewan Pengarah BPWS telah menginstruksikan agar kepala dan wakil kepala BPWS segera melakukan pembicaraan dengan empat bupati di Madura dan walikota Surabaya, ucapnya.